cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING SIMULASI DIGITAL BERBASIS PROYEK UNTUK SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Isyarotullatifah
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.778 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa e-learning berbasis proyek yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa kelas X semester ganjil mata pelajaran simulasi digital. Penelitian pengembangan ini didasari karena belum tersedianya bahan ajar inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran simulasi digital di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Prosedur pengembangan menggunakan model AM3PU3 yang terdiri dari sepuluh tahap yaitu: (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) melakukan kajian pustaka, (3) memilih dan menetapkan desain pengembangan, (4) melakukan tahapan pengembangan, (5) melakukan tahapan validasi, (6) menganalisis dan revisi setiap tahapan validasi, (7) menetapkan produk untuk pengujian lapangan, (8) melakukan pengujian lapangan, (9) melakukan analisis, revisi akhir, dan finalisasi produk, (10) melakukan desiminasi pada jangkauan populasi yang lebih luas.Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa e-learning berbasis proyek berada pada kategori sangat baik berdasarkan uji coba para ahli. E-learning juga telah memenuhi aspek kepraktisan dilihat dari respon siswa terkait kemudahan penggunaan dan kemenarikan antarmuka. Hasil uji-t menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan ­e-learning, di mana nilai rata-rata posttest lebih lebih besar dari nilai rata-rata pretest dan telah mencapai kriteria keberhasilan. Berdasarkan hal tersebut, e-learning berbasis proyek dinilai efektif dalam meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN DI STIT JEMBRANA Bafaqih, Khutum
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.375 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2886

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan mobile learning berbasis proyek pada mata kuliah media pembelajaran, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan mobile learning berbasis proyek yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata kuliah Media Pembelajaran, (3) untuk mengetahui efektivitas mobile learning berbasis proyek yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata kuliah Media Pembelajaran.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan menggunakan model pengembangan AM3PU3. yang terdiri dari lima tahapan utama, yaitu, (1) mentukan mata pelajaran, (2) menganalisis kebutuhan, (3) proses pengembangan draft, (4) menyusun draft pengembangan, dan (5) tinjauan ahli dan uji coba. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini  adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rancang bangun mobile learning berbasis proyek yang terdiri dari lima tahapan dari model AM3PU3. (2) kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan mobile learning berbasis proyek terdiri dari: ahli isi (91,35%) sangat baik, ahli media berpredikat sangat baik (90,75%), ahli desain berpredikat sangat baik (94%), uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan berpredikat  baik (87,84%), (75,51%) dan (88,82%), (3) efektivitas pengembangan mobile learning berbasis proyek menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan mobile learning berbasis proyek terhadap hasil belajar Media Pembelajaran. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 4,256 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2.00. Hal ini berarti nilai rerata atau mean kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rerata kelompok kontrol, dapat dikatakan bahwa mobile learning berbasis proyek pada mata kuliah Media Pembelajaran secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar Media Pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Negeri 4 Bebandem. ., NI MADE AYU RATNA PARWATHI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.545 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep (PK) IPA dan keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa antara yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dengan yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (MPK). Penelitian eksperimen semu ini melibatkan 5 kelas siswa kelas VII SMP Negeri 4 Bebandem Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai populasi. Dua sampel ditentukan dengan teknik acak kelas, yaitu kelas VIIA menggunakan model PBM dan Kelas VIID dengan Model PK. Data PK IPA dan KBK dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA satu jalan dengan PK dan KBK awal berperan sebagai kovariabel. Setelah perlakuan dikontrol dengan PK dan KBK awal, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan PK IPA dan KBK siswa antara yang belajar dengan MPBMdanMPK.Baik PK IPA maupun KBK siswa yang belajar dengan MPBM lebih baik dibandingkan dengan yang belajar dengan MPK. Kata Kunci : pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL), pemahaman konsep IPA, keterampilan berpikir kritis. This study aims to describe the differences of conceptual understanding (CU) in science and students’ critical thinking skills (CTS) between them learned in problem-based learning model (PBLM) and conventional learning model (CLM). Thisquasi-experimental in volved 5 classes student of the 7 grade of students in SMP Negeri 4 Bebandem Karangasem in the year 2015/2016 asa population. Two classes as samples were determined by group random sampling technique, namely class VIIa used PBL and Class VIID utilized conventional learning models (CL). The data of CU inscience and CTS of students were collected by tests. Data were analyzed descriptive and one way of MANCOVA with prior of CU as well as CTS a cts as covariates. After the treatment was controlled by prior of CU and CBC, there were significant differences in CU and CTS of students between them learned in the PBLM and CLM. Neither CU in scine and students’ CTS who learned in the PBLM were better than CLM.keyword : problem-based learning ( PBL), undertanding of science concepts, critical thinking skill.
PENGEMBANGAN E-LEARNING SEBAGAI PERANGKAT BLENDED LEARNING UNTUK PELAKSANAAN DIKLAT PENYUSUNAN BAHAN AJAR DI BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN DENPASAR Ahmad, Hisan
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.883 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa e-learning sebagai perangkat blended learning yang valid, praktis, dan efektif dalam pelaksanaan diklat penyusunan bahan ajar di Balai Diklat Keagamaan Denpasar. Penelitian pengembangan ini didasari karena masih kurangnya ragam media dan bahan pembelajaran yang digunakan pada pelaksaan diklat, metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dan masih terbatasnya komunikasi antara widyaiswara dengan peserta diklat. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation.Hasil penelitian menunjukkan e-learning yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa e-learning sebagai perangkat blended learning berada pada kategori sangat baik berdasarkan uji coba para ahli. E-learning juga telah memenuhi aspek kepraktisan dilihat dari respon peserta terkait kemudahan penggunaan dan kemenarikan antarmuka. Hasil uji-t menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil diklat penyusunan bahan ajar peserta diklat sebelum dan setelah menggunakan e-learning sebagai perangkat blended learning, di mana nilai rata-rata posttest lebih lebih besar dari nilai rata-rata pretest dan telah mencapai kriteria keberhasilan. Berdasarkan hal tersebut, e-learning sebagai perangkat blended learning dinilai efektif dalam meningkatkan hasil diklat penyusunan bahan ajar.
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING BERBASIS SELF REGULATED LEARNING UNTUK MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA Arya, Gede Satya Narendra
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.922 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2888

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yaitu masih kurangnya media pembelajaran yang digunakan dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII yang banyak belum tuntas. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning pada mata pelajaran IPS, (2) Untuk mendeskripsikan review ahli isi, review ahli desain, review ahli media terhadap pengembangan konten e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha (3) Untuk mendeskripsikan uji perorangan, review uji kelompok kecil, review uji coba lapangan tentang pengembangan konten e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha, (4) Untuk mendeskripsikan efektifitas produk e-learning berbasis self regulated learning pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Laboratorium undiksha. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan adalah model Luther. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan tes tertulis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun e-learning mata pelajaran IPS dengan model Luther meliputi enam tahapan. (2) E-learning mata pelajaran IPS yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan konten e-learning berpredikat baik (88%), (b) hasil review ahli e-learning menunjukkan produk berpredikat cukup baik (70%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan konten e-learning berpredikat baik (80%), (d) hasil uji coba perorangan dengan klasifikasi baik, uji coba kelompok kecil dengan klasifikasi sangat baik dan uji coba lapangan menunjukkan e-learning berpredikat  baik (88,66%), (91,7%) dan (87,33%). Efektivitas penggunaan konten e-learning berbasis SRL menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan konten elearning berbasis SRL terhadap hasil belajar IPS. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum belajar dengan bahan ajar konten e-learning berbasis SRL dan setelah belajar dengan bahan ajar konten e-learning berbasis SRL. Hasil belajar berdasarkan pencapaian nilai rata-rata posttest (M= 88,60) (SD=5.376) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest kategori rendah (M=48,00) (SD=8.250). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten e-learning berbasis SRL mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5