cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
Distribution and Number of Capilong (Calophyllum inophyllum) in Ternate Island of Indonesia Lily Ishak; Amiruddin Teapon; Nanjappa Ashwath; Reginawanti Hindersah; Mardiyani Sidayat
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.275 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3409

Abstract

Indonesia has a diverse of new and renewable energy sources including biofuels. Biofuels are promising eco-friendly energy sources generated from biological raw materials. Biofuels can also be derived from the seeds of  Capilong trees. However, the occurrence of Capilong trees in North Maluku has not been tapped to support a local economic income due to the lack of knowledge  of the local community. The present study was undertaken with the aim at investigating the distribution and number of Capilong trees across Ternate Island. A field investigation using a census method was held to collect data on the number and distribution of Capilong trees while observing the following parameters: stage of growth, topography, rock materials and landforms. The findings revealed that Capilong trees are mostly occurred in a tree group, while the seedling population number was low. Interestingly, Capilong trees have demonstrated a natural characteristic that are tolerance to various topography, rock materials and landforms condition. It is therefore recommended to cultivate the plant through a community development program and classify the plant as a potential species that can be used for land rehabilitation programs.
INTENSITAS SERANGAN LALAT BUAH ( Bactrocera sp.) PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) Sarni Sarni; Nadila Muhammad; Suratman Sujud
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.14 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3410

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia L.) merupakan tanaman semusim yang bersifat merambat. Tanaman pare termasuk golongan cucurbitaceae yang banyak digemari masyarakat dan mempunyai nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Intensitas serangan lalat buah pada beberapa varietas tanaman pare terhadap serangan lalat buah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Manggagole Kelurahan Mafututu Tidore Timur. penelitian dilaksanakan dari bulan juni sampai bulan september 2020. Penelitian ini menggunakan 2 rancangan yaitu, Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada intensitas serangn dan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) pada pupa dan imago. Parameter penelitian yaitu persentase serangan, populasi pupa lalat buah. Analisis data menggunakan analisis of varian (Anova) atau sidik ragam, bila terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil pada traf 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa Intensitas serangan lalat buah pada beberapa varietas tanaman pare yang paling tertinggi  terdapat pada varietas Awan F1 35.39%.
Kajian Perilaku Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah Tentang Gizi dan Keamanan Pangan pada Sekolah Dasar di Kota Ternate abu rahmat Ibrahim
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.885 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3299

Abstract

BPOM melaporkan sejak tahun 2006-2010, 48% jajanan anak sekolah mengandung bahan kimia berbahaya, BTP berlebih, dan cemaran mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penjaja pangan jajanan anak sekolah pada Sekolah Dasar di kota Ternate, menganalisis pengetahuan praktik gizi dan keamanan pangan berdasarkan kelompok penjaja, dan karakteristik penjaja PJAS (tingkat pendidikan dan keikutsertaan dalam penyuluhan keamanan pangan). Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari  24 SD dan 74 penjaja di kota Ternate. Penelitian dilakukan selama 60 hari sejak bulan Agustus sampai September 2018. Pengumpulan data berupa data sekunder, survei berupa wawancara (face-to-face interview) dan observasi langsung pada penjaja PJAS di lingkungan sekolah dengan kuesioner. Data sekunder diolah meliputi coding dan cleaning, selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara statistik dengan program Microsoft Excell 2007 dan SPSS 17.0 Windows. Data pengetahuan praktik gizi dan keamanan pangan penjaja PJAS dikuantifikasikan berdasarkan skor. Uji statistik yang digunakan yaitu uji-t sampel bebas dan uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjaja PJAS berpendidikan SD (54,1%), menggunakan alat pendukung sepeda motor/penjual keliling (64,9%) dengan jenis PJAS penjual pentol/sejenisnya dan es (51,4%) serta belum mengikuti sosialisasi gizi dan keamanan pangan (60,8%) yang sebagian besarnya merupakan penjaja luar sekolah yaitu 88,9% disusul pengelola kantin yaitu 11,1%. Penjaja memiliki pengetahuan gizi dan keamanan pangan berkategori kurang yaitu 43.2% (59,6% adalah penjaja luar sekolah dan 4,5% ialah pengelola kantin).
Karakteristik Biji Kakao Kering (Theobroma cacao L) Hasil Perkebunan Petani Kakao di Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan Samsul Bahri; Mustamin A. Masuku; Asri Salim
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.026 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3400

Abstract

This study aims to determine the postharvest process and the quality of dry cocoa beans produced by cocoa farmers in Oba District, Tidore Islands City. The survey method was used to determine the post-harvest process, while to test the quality of dry cocoa beans were analyzed using the method according to SNI 2323-2008. The cocoa postharvest process carried out by farmers in Oba Subdistrict includes fruit picking, fruit peeling, drying and packaging activities, not fully following the Operating Procedures Standard or postharvest handling of cocoa based on SNI 01-2323-2008. Based on size standards, dry cocoa beans produced by farmers in Oba District are classified as grade A, while for standards of moisture content, number of insect seeds, number of moldy beans and foreign matter content still do not meet the desired requirements.
Perlakuan Pendahuluan Menggunakan Gelombang Mikro pada Hancuran Biji Pala (Myristica fragrats Houtt) untuk Meningkatkan Rendeman dan Mutu Minyak Atsiri dan Oleoresin Pala Abdul Syukur Lumbessy; Pudji Hastuti; Soeparmo Soeparmo
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.329 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3401

Abstract

Perlakuan pendahuluan menggunakan gelombang mikro (MW) oven diharapkan dapat memecahkan jaringan pala, memfasilitasi destilasi dan ekstraksi pelarut, sehingga dapat meningkatkan rendemen, kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses destilasi dan ekstraksi pelarut dengan menggunakan microwave pretreatment guna meningkatkan rendemen dan kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Pretreatment microwave digunakan pada 450 watt selama 60, 120, 180, dan 0 detik sebagai kontrol. Destilasi air dan uap digunakan untuk memisahkan minyak atsiri, sedangkan maserasi dengan alkohol 96% digunakan untuk mengekstraksi oleoresin dalam tiga variasi sampel: perlakuan rasio pelarut, yaitu 50: 200, 50: 300, dan 50: 400 (b). / v). Analisis komponen minyak atsiri dan oleoresin menggunakan GC-MS, sedangkan kenampakan warna dianalisis menggunakan  Lovibons Tintometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri tertinggi terdapat pada perlakuan awal MW 450 watt selama 120 detik yaitu 11,77% (db), terdapat 20 komponen senyawa yang teridentifikasi , dengan  5 komponen yang dominan yaitu sabinene 41,87%, benzena 11,06%., sikloheksen 10,68%, α-pinen 7,05%, terpineol 6,42% dan tiga komponen penyedap utama adalah myristicin 3,05%, metil eugenol 0,82% dan elimisin 1,45%. Massa jenis minyak 0,897, berwarna bening kekuningan, dan kelarutan dalam etanol 1:3. Pada sampel kontrol (tanpa microwave pretreatment) rendemen minyak 11,44% (db), teridentifikasi 15 komponen  dengan 5 besar komponen yang dominan adalah sabinene 44,07%, sikloheksen 11,71%, α-pinene 10,05%, copaena 9,21%, dan terpineol 5,96%, sedangkan penyumbang aroma utama adalah myristicin 2,12%. Massa jenis minyak 0,857 dengan warna bening kekuningan dan kelarutan etanol 1: 3.Perlakuan awal menghasilkan oleoresin tertinggi (13,68%), yaitu pada paparan gelombang mikro 450 watt selama 120 detik dengan perbandingan sampel: etanol 50: 300 (b / v). oleoresin yang diperoleh terdapat 20 komponen, dimana enam komponen memiliki persentase yang tinggi yaitu: propanetriol 26,37%, asam asetat 16,92%, metilbutanol 11,55%, asam formid 7,86%, oxabicolo 4,69%, guanosine 4,50%, dengan kontribusi komponen aroma  adalah asam asetil, propanetriol, dan asam format. Resin dikarakterisasi memiliki densitas 0,891, berwarna merah kehitaman dengan kelarutan etanol 1: 4.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) VARIETAS TOPO DI INCEPTISOL TERNATE Alda Inayah Usman
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.875 KB) | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3013

Abstract

Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan, berdasarkan daya dukung lingkungan mempunyai potensi pengembangan komoditas pertanian hortikultura. Inceptisol Ternate adalah tanah yang memiliki C-organik, N-total, P-tanah dan KTK tanah yang rendah, sehingga berdampak pada terbatasnya suplai hara yang dibutuhkan tanaman untuk menopang pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemupukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar dapat menghasilkan hasil yang optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk kdandang ayam, KCl dan interaksinya, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor : faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan dosis 0, 20,dan 40 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl 0, 150, dan 300 ton/ha. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan (anova), bila perlakuan memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur α 0,05.           Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, dan perlakuan dan pupuk KCl memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan berpengaruh tidak nyata untuk parameter tinggi tanaman, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, sedangkan kombinasi kedua perakuan memberikan pengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi dicapai pada perlakuan A2M2 yaitu 11,20 ton/ha. Abdulrachman, S. dan Z. Susanti. 2004. Pengaruh Pemberian Zeolit terhadap Peningkatan Efisiensi Pupuk P dan K pada Tanaman Padi. J. Zeolit Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP).2000.Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya Dapartemen Pertanian. Bogor.Bank Indonesia. 2013. Kebijakan Bank Indonesia dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan. Prosiding Seminar Regional Akselerasi Inovasi Teknologi mendukung Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Ternate. 4 Desember 2013.BPS, 2018. Distribusi Perdagangan Bawang Merah. Indonesia.BPTP Maluku Utara. 2010. Uji adaptasi Bawang Merah Topo di Dataran Rendah. Laporan Pengkajian. Sofifi.Dewi. 2012. Bahan Pangan, Gizi Dan Kesehatan. Alfabeta. Bandung.Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Elisman, R. 2001. Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit kopi Arabika (Coffee Arabika Var. Kartika I). Skiripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanaman Siswa. Padang Sari et al.,2006) Hanafiah, A. K 2008 Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT Rajawali Press.Muyyasir, Sufardi, I. Saputra. 2012. Perubahan Sifat Fisik Inceptisol Akibat Perubahan Jenis dan Dosis Pupuk Organic. Jurnal Lentera 12:12-8.Pairunan. A. K. dkk. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Ujung Pandang: BKPT INTIM.Rachman, I. I. Djuniwati. S. Idris K. 2008. Pengaruh Bahan Organik dan Pupuk NPK terhadap Serapan Hara dan Produksi Jagung di Inceptisol Ternate. Jurnal Tanah dan Lingkungan, Vol. 10 No 1: 7-13.Sulistiono, W., dkk. 2010. Kajian Budidaya Bawang Topo di Dataran Rendah. Laporan Hasil Penelitian BPTP Maluku Utara. Maluku Utara.Sunarjono, H. dan P. Soedomo. 1989. Budidaya Bawang Merah. Penerbit Sinar Baru. Bandung.Suriani, N. 2012. Budidaya Bawang Merah dan Bawang Merah. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.Sutedjo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.Sutrisna, N., S. Suwalan, dan Ishaq. 2003. Uji Kelayakan Teknis dan Finansial Penggunaan Pupuk NPK Anorganik pada Tanaman Kentang Dataran Jawa Barat..
Kajian Perilaku Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah Tentang Gizi dan Keamanan Pangan pada Sekolah Dasar di Kota Ternate Ibrahim, abu rahmat
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3299

Abstract

BPOM melaporkan sejak tahun 2006-2010, 48% jajanan anak sekolah mengandung bahan kimia berbahaya, BTP berlebih, dan cemaran mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penjaja pangan jajanan anak sekolah pada Sekolah Dasar di kota Ternate, menganalisis pengetahuan praktik gizi dan keamanan pangan berdasarkan kelompok penjaja, dan karakteristik penjaja PJAS (tingkat pendidikan dan keikutsertaan dalam penyuluhan keamanan pangan). Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari  24 SD dan 74 penjaja di kota Ternate. Penelitian dilakukan selama 60 hari sejak bulan Agustus sampai September 2018. Pengumpulan data berupa data sekunder, survei berupa wawancara (face-to-face interview) dan observasi langsung pada penjaja PJAS di lingkungan sekolah dengan kuesioner. Data sekunder diolah meliputi coding dan cleaning, selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara statistik dengan program Microsoft Excell 2007 dan SPSS 17.0 Windows. Data pengetahuan praktik gizi dan keamanan pangan penjaja PJAS dikuantifikasikan berdasarkan skor. Uji statistik yang digunakan yaitu uji-t sampel bebas dan uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjaja PJAS berpendidikan SD (54,1%), menggunakan alat pendukung sepeda motor/penjual keliling (64,9%) dengan jenis PJAS penjual pentol/sejenisnya dan es (51,4%) serta belum mengikuti sosialisasi gizi dan keamanan pangan (60,8%) yang sebagian besarnya merupakan penjaja luar sekolah yaitu 88,9% disusul pengelola kantin yaitu 11,1%. Penjaja memiliki pengetahuan gizi dan keamanan pangan berkategori kurang yaitu 43.2% (59,6% adalah penjaja luar sekolah dan 4,5% ialah pengelola kantin).
Karakteristik Biji Kakao Kering (Theobroma cacao L) Hasil Perkebunan Petani Kakao di Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan Bahri, Samsul; Masuku, Mustamin A.; Salim, Asri
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3400

Abstract

This study aims to determine the postharvest process and the quality of dry cocoa beans produced by cocoa farmers in Oba District, Tidore Islands City. The survey method was used to determine the post-harvest process, while to test the quality of dry cocoa beans were analyzed using the method according to SNI 2323-2008. The cocoa postharvest process carried out by farmers in Oba Subdistrict includes fruit picking, fruit peeling, drying and packaging activities, not fully following the Operating Procedures Standard or postharvest handling of cocoa based on SNI 01-2323-2008. Based on size standards, dry cocoa beans produced by farmers in Oba District are classified as grade A, while for standards of moisture content, number of insect seeds, number of moldy beans and foreign matter content still do not meet the desired requirements.
Perlakuan Pendahuluan Menggunakan Gelombang Mikro pada Hancuran Biji Pala (Myristica fragrats Houtt) untuk Meningkatkan Rendeman dan Mutu Minyak Atsiri dan Oleoresin Pala Lumbessy, Abdul Syukur; Hastuti, Pudji; Soeparmo, Soeparmo
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3401

Abstract

Perlakuan pendahuluan menggunakan gelombang mikro (MW) oven diharapkan dapat memecahkan jaringan pala, memfasilitasi destilasi dan ekstraksi pelarut, sehingga dapat meningkatkan rendemen, kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses destilasi dan ekstraksi pelarut dengan menggunakan microwave pretreatment guna meningkatkan rendemen dan kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Pretreatment microwave digunakan pada 450 watt selama 60, 120, 180, dan 0 detik sebagai kontrol. Destilasi air dan uap digunakan untuk memisahkan minyak atsiri, sedangkan maserasi dengan alkohol 96% digunakan untuk mengekstraksi oleoresin dalam tiga variasi sampel: perlakuan rasio pelarut, yaitu 50: 200, 50: 300, dan 50: 400 (b). / v). Analisis komponen minyak atsiri dan oleoresin menggunakan GC-MS, sedangkan kenampakan warna dianalisis menggunakan  Lovibons Tintometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri tertinggi terdapat pada perlakuan awal MW 450 watt selama 120 detik yaitu 11,77% (db), terdapat 20 komponen senyawa yang teridentifikasi , dengan  5 komponen yang dominan yaitu sabinene 41,87%, benzena 11,06%., sikloheksen 10,68%, α-pinen 7,05%, terpineol 6,42% dan tiga komponen penyedap utama adalah myristicin 3,05%, metil eugenol 0,82% dan elimisin 1,45%. Massa jenis minyak 0,897, berwarna bening kekuningan, dan kelarutan dalam etanol 1:3. Pada sampel kontrol (tanpa microwave pretreatment) rendemen minyak 11,44% (db), teridentifikasi 15 komponen  dengan 5 besar komponen yang dominan adalah sabinene 44,07%, sikloheksen 11,71%, α-pinene 10,05%, copaena 9,21%, dan terpineol 5,96%, sedangkan penyumbang aroma utama adalah myristicin 2,12%. Massa jenis minyak 0,857 dengan warna bening kekuningan dan kelarutan etanol 1: 3.Perlakuan awal menghasilkan oleoresin tertinggi (13,68%), yaitu pada paparan gelombang mikro 450 watt selama 120 detik dengan perbandingan sampel: etanol 50: 300 (b / v). oleoresin yang diperoleh terdapat 20 komponen, dimana enam komponen memiliki persentase yang tinggi yaitu: propanetriol 26,37%, asam asetat 16,92%, metilbutanol 11,55%, asam formid 7,86%, oxabicolo 4,69%, guanosine 4,50%, dengan kontribusi komponen aroma  adalah asam asetil, propanetriol, dan asam format. Resin dikarakterisasi memiliki densitas 0,891, berwarna merah kehitaman dengan kelarutan etanol 1: 4.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) VARIETAS TOPO DI INCEPTISOL TERNATE Usman, Alda Inayah
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3013

Abstract

Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan, berdasarkan daya dukung lingkungan mempunyai potensi pengembangan komoditas pertanian hortikultura. Inceptisol Ternate adalah tanah yang memiliki C-organik, N-total, P-tanah dan KTK tanah yang rendah, sehingga berdampak pada terbatasnya suplai hara yang dibutuhkan tanaman untuk menopang pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemupukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar dapat menghasilkan hasil yang optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk kdandang ayam, KCl dan interaksinya, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor : faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan dosis 0, 20,dan 40 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl 0, 150, dan 300 ton/ha. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan (anova), bila perlakuan memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur α 0,05.           Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, dan perlakuan dan pupuk KCl memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan berpengaruh tidak nyata untuk parameter tinggi tanaman, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, sedangkan kombinasi kedua perakuan memberikan pengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi dicapai pada perlakuan A2M2 yaitu 11,20 ton/ha. Abdulrachman, S. dan Z. Susanti. 2004. Pengaruh Pemberian Zeolit terhadap Peningkatan Efisiensi Pupuk P dan K pada Tanaman Padi. J. Zeolit Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP).2000.Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya Dapartemen Pertanian. Bogor.Bank Indonesia. 2013. Kebijakan Bank Indonesia dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan. Prosiding Seminar Regional Akselerasi Inovasi Teknologi mendukung Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Ternate. 4 Desember 2013.BPS, 2018. Distribusi Perdagangan Bawang Merah. Indonesia.BPTP Maluku Utara. 2010. Uji adaptasi Bawang Merah Topo di Dataran Rendah. Laporan Pengkajian. Sofifi.Dewi. 2012. Bahan Pangan, Gizi Dan Kesehatan. Alfabeta. Bandung.Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Elisman, R. 2001. Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit kopi Arabika (Coffee Arabika Var. Kartika I). Skiripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanaman Siswa. Padang Sari et al.,2006) Hanafiah, A. K 2008 Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT Rajawali Press.Muyyasir, Sufardi, I. Saputra. 2012. Perubahan Sifat Fisik Inceptisol Akibat Perubahan Jenis dan Dosis Pupuk Organic. Jurnal Lentera 12:12-8.Pairunan. A. K. dkk. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Ujung Pandang: BKPT INTIM.Rachman, I. I. Djuniwati. S. Idris K. 2008. Pengaruh Bahan Organik dan Pupuk NPK terhadap Serapan Hara dan Produksi Jagung di Inceptisol Ternate. Jurnal Tanah dan Lingkungan, Vol. 10 No 1: 7-13.Sulistiono, W., dkk. 2010. Kajian Budidaya Bawang Topo di Dataran Rendah. Laporan Hasil Penelitian BPTP Maluku Utara. Maluku Utara.Sunarjono, H. dan P. Soedomo. 1989. Budidaya Bawang Merah. Penerbit Sinar Baru. Bandung.Suriani, N. 2012. Budidaya Bawang Merah dan Bawang Merah. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.Sutedjo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.Sutrisna, N., S. Suwalan, dan Ishaq. 2003. Uji Kelayakan Teknis dan Finansial Penggunaan Pupuk NPK Anorganik pada Tanaman Kentang Dataran Jawa Barat..

Page 1 of 2 | Total Record : 12