cover
Contact Name
Witono Hardi
Contact Email
witono@unkhair.ac.id
Phone
+6281235234218
Journal Mail Official
witono@unkhair.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Unkhair Jl. Pertamina, Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23548584     EISSN : 27209520     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Mechanical Engineering, Material, Manufacturing, otomotif and other related to the Mechanical Engineering.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA" : 9 Documents clear
Unjuk Kerja Turbin Angin Sumbu Vertikal dengan Optimasi Panjang Turbin Muhammad Muzni Herbalubun; Witono Hardi; Rudi Hartono
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4107

Abstract

Sampai saat ini penyediaan energi listrik untuk wilayah terpencil masih merupakan sebuah permasalahan di Maluku Utara. Pemerintah dalam hal ini melalui PLN belum menjangkau daerah terpencil termasuk pulau-pulau kecil. Padahal kebutuhan energi listrik pada masa sekarang sudah merupakan sesuatu yang sangat vital. Oleh karena itu energi angin merupakan kandidat sumber energi yang layak untuk dikembangkan sebagai renewabale energy. Banyak peneliti yang mengembangkan desain turbin angin sumbu vertikal. Penelitian sebelumnya tentang Pembangkit Listrik Turbin Angin Sumbu Vertikal telah dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Khairun pada tahun 2020 menghasilkan keluaran berupa prototype Turbin Angin Sumbu Vertikal yang memiliki sudut optimum. Pada usulan penelitian fakultas ini akan dikembangkan lebih jauh lagi desain Turbin angin sumbu vertikal dengan titik berat pada panjang turbin. Dilakukan pembuatan turbin angin dalam skala laboratorium dan diuji di terowongan angin. Dari pengujian itu akan didapat hasil berupa kecepatan putar turbin sebagai fungsi dari kecepatan angin yang disajikan dalam diagram TSR (Tip Speed Ratio) serta torsi yang didapatkan. Hubungan antara panjang turbin dan unjuk kerja turbin akan dapat diketahui sehingga didapatkan dimensi yang optimum dengan mempertimbangkan faktor kendala yang ada. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada ketinggian turbin 17.5 cm, untuk kecepatan angin 2.8 m/s kecepatan poros 330 rpm, untuk kecepatan angin 3.4 m/s kecepatan poros 407 rpm dan kecepatan angin 3.8 m/s didapatkan kecepatan poros 465 rpm. Ini adalah tinggi optimum yang menghasilkan kecepatan sudut paling besar untuk semua variasi tinggi VAWT.
DINAMIKA dinamika dinamika
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4098

Abstract

COVER DEPAN
Analisis Pengaruh Komposisi Lapisan/Laminat Terhadap Kekutan Impak pada Komposit Hybrid Serat Jute, Glass dan Resin Yukalac 157 Katalis Ardians Susanto Mokar; kifli kumar; Mukhlis M
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4103

Abstract

Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar material komposit yang akan digunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradaksi secara alami di alam. Perkembangan pengunaan serat alam dan sintetis telah digunakan diberbagai aplikasi untuk masing-masing serat, namun kedua rumpun tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Serat sintetis memiliki kualitas sifat mekanis yang sangat baik, kelemahannya adalah sulit untuk didaur ulang, sebaliknya serat alam serat alam mempunyai bahan baku yang terbarukan yang dapat didaur ulang. Pengaruh dari variasi lapisan terhadap kekuatan impak adalah nilai kekuatan impak yang berbedah-bedah dan bentuk-bentuk patahan yang berbedah-bedah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi lapisan dan bentuk-bentuk patahan. Pembuatan Spesimen dan pengujian impak dengan metode charpy dilakukan di laboratorium Teknik Mesin Universitas Khairun Ternate. Alat dan bahan yang digunakan berupa timbangan digital, gunting, jangka sorong, alat uji impak dan alat pendukung lainnya, sadangkan bahan yang digukan adalah serat jute ( karong goni ) dan serat glass ( woven ) dan matriks/Resin sebagai pengikat yang digunakan adalah jenis Resin Yukalac 157 Katalis. Cetakan yang digunakan adalah berupa cetakan kayu dengan ukuran 20 cm x 20 cm dilengkapi pembatas ketebalan 6 mm. Perbandingan antar Resin dan Katalis adalah 100:1% ( wt/wt ), perbandingan fraksi volume serat Vf= 50% dan Resin – Katalis 100:1% ( wt/wt ) dimana ikatan kimiawi antara serat jute serat glass dan resin yukalac 157 katalis menyatu dengan sempurna selama waktu pembekuan. Dari hasil penelitian Spesimen 2 lapis dengan nilai kekuatan impak 0,482 Kj/m² dan kemudian nilai kekuatan impak menjadi naik pada spesimen 3 lapis dengan nilai kekuatan impak menjdai 0,624 Kj/m² dan pada spesimen 4 lapis dengan nilai kekuatan impak 0,965 Kj/m², ini menyebabkan semakin banyak lapisan maka nilai kekuatan impak semakin besar dan semakin banyak serat yang pull out serta spesimen mengalami patah getas.
Evaluasi Hidrolis Rencana Interkoneksi Jaringan Pipa Distribusi Utama Kota Sofifi Mukhlis Mukhlis
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4104

Abstract

Penggabungan dua jaringan pipa untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, yang sumber airnya memiliki perbedaan elevasi perlu dikalukan kajian hidrolis secara benar, agar aliran air dalam pipa dapat dialirkan sesuai rencana dan tidak menimbulkan permasalah baru dalam distribusi air. Parameter utama dalam analisa tersebut adalah tekanan diujung pipa yang akan dikonek harus sama, dan jika tidak sama, maka harus dipikirkan pola lain untuk meyelesaiakan permsalahan tersebut. Kajian hidrolis dilakukan dengan bantuan software gratis Epanet 2 yang menggunakan menggunakan data hasil survey, yaitu data elevasi dan diameter serta jenis pipa. Dalam kajian tersebut juga diperhitungkan kebutuhan air untuk tahun proyeksi minimal 15 tahun kedepan. Dari hasil anlisa tersebut diperoleh hasil anlisis bahwa jaringan pipa distribusi dari PO Gosale dan PO Amera tidak dapat digabungkan kerena memiliki perbadaan tekanan air diujung pipa dimana tekanan air diujung pipa PO Gosale adalah 8,7 bar sedangkan tekanan air dari ujung pipa PO Ampera adalah 3 bar, sehingga direkomendasikan untuk tidak dilakukan konekting langsung, melinkan sistem konekting buka tutup, sehingga konekting kedua sumber air tersebut hanya dilakukan jika terjadi gangguan pada salah satu PO.
PENGURUS JURNAL DINAMIKA dinamika dinamika
DINAMIKA Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA
Publisher : DINAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4100

Abstract

PENGURUS
Analisis Elemen Hingga pada Pegas Daun Mobil L300 Type Standard dan Type Modifikasi Witono Hardi, Ivan Junaidy Abdul Karim2 Witono Hardi; Ivan Junaidi Abdul Karim; M Ilham Tamimi
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4105

Abstract

Pegas daun merupakan sebuah komponen pada mobil yang berfungsi meningkatkan kenyamanan bagi pengendaranya. Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau roda tidak menyalur ke bodi. Pada kenyataan di lapangan, mobil Pick Up L 300 seringkali dilakukan modifikasi dengan menambahkan jumlah bilah pegas daun agar bisa mengangkut beban yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai optimum pegas daun pada kondisi standard maupun kondisi dilakukan modifikasi.Pemodelan dilakukan dengan ANSYS WORKBENCH dengan menggambar secara 3D dimensi pegas sesuai kondisi di lapangan. Material property dimasukkan ke dalam pemodelan kemudian tumpuan dan pembebanan diletakkan pada tempatnya. Diberikan gaya statis akibat berat kendaraan saat kosong maupun.Hasil dari analisa pemodelan adalah distribusi tegangan dan gaya reaksi. Angka keamanan dihitung berdasarkan yield point material dibagi tegangan terbesar hasil analisa. Dari pemodelan didapatkan bahwa Tegangan maksimum pada mobil kosong adalah 20.151 MPa (standard) dan 24.181 (modifikasi), pada mobil penuh adalah 41.495 MPa (standard) dan 73.156 MPa (modifikasi) Sedangkan Angka Keamanan pada mobil kosong adalah 75.18 (standard) dan 62.65(modifikasi), pada mobil penuh adalah 35.51 (standard) dan 20.18 (modifikasi)
Kinerja Ekstrak Daun Tembakau Terhadap Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah ishak usman; Rudi Hartono; iwan Gunawan
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4101

Abstract

Penambahan inhibitor (penghambat) korosi merupakan cara penanganan korosi pada logam, pada perkembangan inhibitor mulai menggunakan bahan dasar bahan alami (natural. Hal ini menjadi banyak diteliti karena bahan alami bersifat ramah lingkungan atau tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena mudah terurai oleh alam.Daun Tembakau diketahui mengandung senyawa alkaloid, bahan ini telah di teliti mempunyai sifat oksidan tinggi dan dapat digunakan sebagai inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari daun tembakau sebagai inhibitor terhadap laju korosi pada baja karbon rendah. Metode yang digunakan dalam mengetahui laju korosi yang terjadi adalah analisis kehilangan berat (weight loss) yang terjadi akibat korosi dan penghitungan efisiensinya.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan ekstrak daun tembakau terhadap proses korosi, sehingga terjadi penurunan laju korosi. Percobaan dengan media air tawar, dengan penambahan ekstrak daun tembakau yaitu awal semula laju korosi (tanpa inhibitor) sebesar 0,082 mmpy, terjadi penurunan laju korosi ketika media ditambahkan inhibitor ekstrak daun tembakau seberat 2.5 garm laju korosi menjadi 0,041 mmpy dan 5 g laju korosi menjadi 0,037 mmpy. Sedangkan pada media air laut, kondisi awal tanpa penambahan ekstrak daun tembakau laju korosi sebesar 0,095 mmpy,dan terjadi penurunan laju korosi ketika pada media ditambahkan ekstrak daun tembakau sebesar 2,5 g laju korosi menurun sebesar 0,027 mmpy dan 5 g menjadi 0,026 mmpy.
Analisis Pengaruh Lebar Celah Busi NGK Platinum Terhadap Performa Mesin Honda GX 160 Hasrianto Herman; Said hi. abbas; iwan Gunawan
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4106

Abstract

Busi adalah sebuah suku cadang yang diletakkan pada bagian dalam dari mesin pembakaran dengan ujung electrode pada ruang bakar. Fungsi busi adalah bertugas untuk memercikkan bunga api yang dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi hingga menjadi langkah usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh celah busi terhadap performance mesin; berupa daya yang dihasilkan dan penggunaan bahan bakar) pada mesin jenis empat langkah (four stroke) dari jenis busi yang digunakan berjenis NGK platinum. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan celah busi terhadap konsumsi bahan bakar dan daya menunjukkan bahwa pada celah busi 0,35 mm pada beban 0,5 FC= 0,1057 dan putaran konstan, pada celah busi 0,60 pada beban 0,5 FC= 0,1121 dan putaran konstan bertambah lebarnya celah busi akan meningkatkan konsumsi dan daya bahan bakar yang dihasilkan, hingga tertinggi terjadi pada celah busi 0,85 mm, konsumsi bahan bakar boros FC= 0.1204 putaran yang dihasilkan konstan, sehingga dapat disimpulkan dengan celah busi yang kecil dapat menghemat bahan bakar dan putaran konstan serta efisiensi efektif yang dihasilkan celah busi 0.6 mm yang terbaik dibandingkan dengan celah busi yang lain.
Analisis Pengaruh Internal Geometri Terhadap Properti Mekanik Material Dental Resin Menggunakan SLA 3D Printer Tipe Anycubic kifli kumar; Sukiman B; Ivan Junaidi Abdul Karim; Mukhlis M
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2021): DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v6i2.4102

Abstract

Teknologi 3D Printing adalah proses pembuatan benda padat menggunakan 3D Printer dengan perintah berupa file program. Proses pencetakan objek tiga dimensi ini dikenal sebagai additive. Terdapat pembagai teknologi additive manufacturing yang tersedia di pasaran seperti Fused Deposition Modeling (FDM), Direct Metal Deposition (DMD), Selective Laser Sintering (SLS), Inkjet Modeling (IJM), Digital Light Processing (DLP), dan Stereolithography (SLA). Bahan baku pembuatan objek 3D dengan teknologi SLA disebut dengan photopolymer liquid resin yang terbuat dari campuran bahan kimia. Dalam poroses pencetakan terdapat beberapa parameter seperti Layer Thickness, Exposure Time, Overhang Angle, Hatch Spacing, the Fill spacing, Hatch Overcure, Border Overcure, dan the Fill Cure Depth. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi internal geometri dan dimensinya terhadap sifat mekanik Dental Model Resin menggunakan 3D Printer Anycubic (SLA). Internal geometri yang divariasikan adalah triangle dan honeycomb, dengan variasi ketebalan setiap geometri 1 mm dan 2 mm, serta variasi sumbu simetri 4,5 mm dan 9 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel kontrol memiliki hasil kekuatan tarik yang sesuai. Objek dengan internal geometri triangle berukuran 4,5 mm dan ketebalan 2 mm memiliki kekuatan tarik yang lebih baik dari geometri honeycomb.

Page 1 of 1 | Total Record : 9