cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Journal of Medical Physics and Biophysics
ISSN : 23552727     EISSN : 23552719     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medical Physics and Biophysics is a gold open-access journal and serves as official publication media of the Indonesian Association of Physicists in Medicine, IAPM (Aliansi Fisikawan Medik Indonesia, AFISMI). JMPB publishes articles with the general concern on the application of physics in medicine and the biological system. The role of physics highlighted in the journal can be of theoretical, experimental, or clinical nature. Review and original articles in radiation oncology, diagnostic and interventional radiology, nuclear medicine, biomaterial, physical biology, physical modeling of biological system, and other related sciences are welcome. Any opinions stated on the articles published in JMPB are those of the author(s) and do not necessarily reflect the policy of IAPM/AFISMI unless otherwise stated.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023)" : 14 Documents clear
Estimasi Dosis Efektif dan Efek Stokastik (Kanker dan Hereditas) pada Pemeriksaan CT-Scan Abdomen dan Toraks dengan Media Kontras Hanendya Disha Randy Raharja
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan radiologi diagnostik selain memberikan manfaat pada bidang medik juga berisiko menimbulkan kerusakan biologis yaitu efek stokastik, yang tidak dapat dipastikan kemunculannya namun probabilitas kemunculannya meningkat seiring tingginya dosis radiasi yang diterima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis efektif dan risiko efek stokastik pada pemeriksaan CT-Scan abdomen dan toraks dengan media kontras. Telah dilakukan penelitian tentang estimasi dosis efektif dan efek stokastik (kanker dan efek hereditas) pada pemeriksaan CT-Scan abdomen dan toraks dengan media kontras di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi kepada 100 pasien pria dan wanita kelompok usia dewasa untuk setiap pemeriksaan. Dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan diperoleh dari perkalian Dose Length Product (DLP) dengan faktor k untuk abdomen dan toraks berturut-turut  adalah 0.015 dan 0.014. Risiko kanker dan efek hereditas pada pemeriksaan CT-Scan diperoleh dari perkalian dosis efektif dengan nilai koefisien faktor risiko kanker dan efek hereditas berturut-turut adalah 5.5% per Sievert dan 0.2% per Sievert. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata dosis efektif pemeriksaan CT-Scan abdomen dan toraks dengan media kontras berturut-turut adalah 65.3 mSv  dan 24.2 mSv. Rata-rata risiko kanker dan efek hereditas pada pemeriksaan CT-Scan abdomen dengan media kontras berturut-turut adalah 0.36% dan 0.013% dengan risiko tertinggi kanker dan efek hereditas berturut-turut adalah 1% dan 0.036%. Rata-rata risiko kanker dan efek hereditas pada pemeriksaan CT-Scan toraks dengan media kontras berturut-turut adalah 0.13% dan 0.005% dengan risiko tertinggi kanker dan efek hereditas berturut-turut adalah 0.29% dan 0.011%. Rata-rata dosis efektif pemeriksaan CT-Scan abdomen dan toraks dengan media kontras kurang dari 100 mSv sehingga risiko munculnya efek stokastik rendah.
Komisioning sederhana detektor PTW 60019 microDiamond untuk radiasi lapangan kecil Irma Juwita Ayuning Tias; Irhas Irhas; Firyal Dhiyaul Haqqi; Wahyu Edy Wibowo; Misjuherlina Misjuherlina
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dosimetri radiasi lapangan kecil memerlukan detektor dengan akurasi dan resolusi spasial tinggi. Detektor PTW 60019 microDiamond memiliki volume aktif 0.004 mm3 sehingga sesuai untuk pengukuran tersebut. Studi ini bertujuan untuk melakukan komisioning sederhana dengan menguji respon detektor PTW 60019 microDiamond terhadap radiasi lapangan kecil. Tahap awal komisioning PTW 60019 microDiamond dimulai dengan pengukuran stabilitas, linearitas, dan kebocoran detektor. Uji pengaruh arah radiasi terhadap respon detektor dilakukan dengan membandingkan dosis pada lapangan 5×5 cm2 dengan 12 variasi sudut gantri untuk semua berkas foton. Selanjutnya, pada berkas foton 6 dan 10 MV Flattening Filter-Free (FFF), pengujian dilakukan dengan variasi sudut gantri dan ukuran lapangan 2×2 cm2 dan 3×3 cm2. Pengukuran output factors (OF) dilakukan untuk semua berkas foton pada lapangan 2×2 cm2 hingga 5×5 cm2. Evaluasi dosis titik pada beberapa perencanaan radiasi dilakukan sebagai tahapan akhir komisioning. Pengukuran menggunakan Linear Accelerator (Linac) Elekta Versa HD, Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) Plastic Phantom, dan detektor PTW 60019 microDiamond. Pada keseluruhan energi yang digunakan dan arah radiasi yang digunakan dosis dinormalisasi pada arah 00. Didapatkan deviasi terendah 0% pada arah beam 2700 dan tertinggi 20.5% pada arah radiasi 1800. Pada lapangan kecil 3×3 cm2 dan 2×2 cm2 deviasi arah radiasi 1800 lebih kecil yaitu 0.2%-15.6%. Deviasi hasil evaluasi dosis titik radiasi lapangan kecil adalah 0.96%-1.75%. Detektor PTW 60019 microDiamond cocok digunakan sebagai detektor radiasi lapangan kecil karena memiliki ketergantungan energi dan ketergantungan arah berkas yang rendah.
Pengaruh ketebalan MLC (Multileaf Collimator) terhadap distribusi dosis target dan OAR (Organ at risk) dengan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) pada kasus nasofaring Cecilia Nova Wijaya; Darmawati Darmawati; Anung Muharini
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan MLC (Multileaf Collimator) yang digunakan pada LINAC memiliki pengaruh terhadap akurasi pada saat segmentasi dan besar paparan dosis yang diterima target dan OAR. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta terhadap 10 data pasien kanker nasopharynx dengan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy). Variabel bebas penelitian ini adalah ketebalan MLC yang digunakan, yaitu 5 mm dan 10 mm, serta variabel terikatnya adalah konformitas dan heterogenitas dosis pada target dan distribusi dosis pada organ. Hasil dari penelitian ini adalah MLC dengan ketebalan 5 mm mampu memberikan penambahan pada nilai CI (Conformity Index) dibandingkan dengan ketebalan 10 mm, yaitu 6,38% tanpa optimasi dan 1,44% dengan optimasi, serta pengurangan pada nilai HI (Heterogeneity Index), yaitu 1,62% tanpa optimasi dan 1,44% dengan optimasi. MLC dengan ketebalan 5 mm mampu memberikan pengurangan pada rata-rata nilai dosis minimum dibandingkan dengan ketebalan 10 mm, yaitu 3,82% tanpa optimasi dan 4,74% dengan optimasi, tetapi dengan penambahan rata-rata dosis maksimum dan dosis rata-rata, yaitu 2,55% dan 1,36% tanpa optimasi, serta 1,38% dan 0,24% dengan optimasi. Ketebalan MLC yang semakin tipis membuat keakuratan dalam membuat lapangan penyinaran menjadi semakin tinggi, sehingga distribusi dosis pada target menjadi lebih baik. Lokasi target dan OAR bisa memberikan dampak pada dosis yang diterima.
Kualitas citra bone scanning dengan pemberian dosis radiofarmaka 99mTc-MDP berdasarkan berat badan di Instalasi Kedokteran Nuklir RS dr. Hasan Sadikin Bandung Rini Shintawati; Achmad Hussein S Kartamihardja
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemeriksaan Bone Scan menggunakan radiofarmaka 99mTc-MDP (methylenediphosphonate), pemberian dosis rata-rata yang disarankan adalah sebesar 500 MBq menurut petunjuk dari Europe Association Nuclear Medicine dan 600 MBq di pedoman pada lampiran Peraturan Kepala Bapeten No 17 tahun 2012. Justifikasi pemberian dosis ini akan berpengaruh terhadap penerimaan dosis paparan pasien. Pemberian dosis yang minimal terkadang menimbulkan masalah hasil akhir ataupun kualitas citra yang tidak baik. Pemenuhan kualitas citra dapat dilihat atau dihitung dengan menggunakan hasil penilaian target background to ratio (TBR) dengan membandingkan region of interest (ROI) pada bagian tulang lumbal dibagi ROI pada bagian bukan tulang (daerah perut) yang dianggap sebagai background. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas citra yang dihasilkan jika pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan (BB) pasien dan lebih kecil dari range dosis yang disarankan. Studi dilakukan terhadap 51 pasien dengan memberikan dosis pemeriksaan Bone Scan berdasarkan berat badan pasien sebesar 10 MBq/kg berat badan. Pemeriksaan pasien menggunakan kamera gamma GE Infinia dan Siemens Symbia dilakukan 3 jam setelah radiofarmaka diinjeksikan ke pasien. Setelah itu dilakukan perhitungan TBR pada hasil citra di daerah lumbal 1-5 menggunakan aplikasi yang ada di kamera gamma. Dari data 48 pasien (38 wanita dan 10 pria, 3 orang dikeluarkan dari studi), didapatkan hasil penilaian rasio >5 (terpenuhinya kriteria kualitas citra) pada 33 pasien dan <5 (belum memenuhi) pada 15 pasien. Pada studi ini didapatkan rasio nilai >5 sebesar 69% dan hasil rasio <5 sebesar 31%, mengindikasikan pasien menerima dosis radiasi yang diperlukan dan tidak mendapatkan dosis radiasi yang berlebih.

Page 2 of 2 | Total Record : 14