cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2009)" : 13 Documents clear
BUDAYA KORPORAT DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TULUNGAGUNG Ema Desia Prajitiasari; Thantawi A.S - -; Armanu Thoyib
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.331 KB)

Abstract

In the continuously operational management context and particularly on the long term perspective, human resources have an important role in creating and  realizing business opportunities. Producing a high level of integrity among professional employee demands called corporate culture for all participants of the company rely on the base while achieving the task. Competitive advantages of a company is productivity. Objective of this research is to analyze effects of the corporate culture variables (integrity, professionalism, customer satisfaction, pattern, and reward to human resource) simultaneously and partially, on employee’s work productivity. Other analysis emphasizes on dominant influential variables of corporate culture on the employee’s work productivity. Method of Stratified Random Sampling was applied at the PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Branch Office Tulungagung and select for 118 respondents. Hypothesis examination involves multiple regression analysis. Results of this research indicate that integrity, professionalism, customer satisfaction, pattern, and reward to human resource simultaneously and partially have positive influence on employee’s work productivity. Results also show that pattern has a dominant influence on the employee’s work productivity.   Keywords: corporate culture, employee’s work productivity.  
ANALISIS PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL TERHADAP HARGA SAHAM Dwi - Wulandari; Sumiaty - -; Hary - Susanto
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.867 KB)

Abstract

ABSTRACT   Research objective is to analyze effects of fundamental variables on the share-price of the go public textile companies at the BEJ. Survey was conducted in the 25 unit of textile companies at the BEJ. Research results show that share-price of the textile companies significantly was influenced by the all independent variables simultaneously.  The two dominan variables are circulated money (X6) and the last share-price (X9). Effects of the circulated money suggest the negative direction, and effect of the last share-price suggest a dominan positive direction. A determination coefficient about  0.917 suggest a good contribution of the last share-price. A linear regression model can be used in estimating fluctuation pattern of the share price.   Keywords: share-price, textile company
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Arifuddin - Sahabu; Sarwono - -; Solichin Abdul Wahab
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.375 KB)

Abstract

ABSTRAKS   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data mengunakan metode analisis Miles dan Huberman, dengan melalui tiga prosedur yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Sedangkan keabsahan menggunakan teknik berdasarkan atas kriteria derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian suatu data. Tuntutan menghadapi  implementasi Otonomi Daerah mengandung arti pentingnya Pemerintah Daerah memperhatikan kemampuan “self suporting” dalam bidang keuangan. Sumber pendapatan daerah tidak hanya di peroleh dari Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga berupa pemberian bagi hasil dari penerimaan Pemerintah Pusat. Diantara sumber penerimaan tersebut adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat  dan Daerah, diantaranya dijelaskan bahwa sumber penerimaan daerah dalam penyelenggaraan desentralisasi berasal dari dana perimbangan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan disamping pemberian Dana Alokasi Umum dan Alokasi Khusus. Langkah Implementasi dari pelaksanan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan tersebut dilakukan Departemen Keuangan melalui Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, sedang Pemerintah daerah menerima pelimpahan penagihan pada Sektor Perkotaan dan Sektor Pedesaan. Meskipun telah ada pelimpahan kewenangan kepada daerah, akan tetapi pelimpahan kewenangan tersebut terbatas pada mekanisme penagihan saja, sedang implementor yang menyangkut masalah administrasi masih berada pada Kantor Pelayan Pajak Bumi dan Bangunan. Kondisi demikian ini ditambah dengan kurangnya koordinasi antara unit organisasi pelaksana menyebabkan setiap tahun terjadi tunggakan. Sebagai sandaran teoritik utama  untuk mendiskripsikan serta menganalisis hambatan-hambatan implementasi kebijakan publik (dalam hal ini pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan ) mengunakan model proses implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn sebagai mana disetir Abdul Wahab (1997). Pertimbangan menggunakan model tersebut diatas adalah (1) Kompleksnya masalah yang dihadapi, (2) Dapat mengetahui tingkat efektivitas mekanisme kontrol pada tiap jenjang struktural, (3) Dapat mengetahui keterkaitan masing-masing orang dalam organisasi.   Hambatan-hambatan yang dihadapi  Pemerintah Kota adalah : (1) masalah kewenangan dari instansi/lembaga Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan dengan Pemerintah Kota; (2) koordinasi antar instansi terkait yang kurang intensif; (3) motivasi dalam bentuk insentif bagi petugas pemungut. Selanjutnya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, maka solusi yang diambil Pemerintah Kota dalam mewujudkan Otonomi Daerah berdasarkan prinsip-prinsip good govermance, mengambil langkah-langkah: (1) mengubah pola pikir, membangkitkan kesadaran dan komitmen serta menyamakan persepsi bagi pemerintah daerah dan semua komponen masyarakat tentang Otonomi Daerah; (2) merumuskan visi dan misi daerah; (3) memberikan kontribusi pengembangan kemampuan pemerintah daerah agar memiliki kinerja tinggi, efisien dan efektif; (4) memanfaatkan kemampuan dan potensinya guna mendorong pertumbuhan sektor swasta dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kemandirian daerah Selanjutnya, berpegang pada proses implementasi kebijakan dari model yang dikembangkan Van Meter dan Van Horn, yang diaplikasikan dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan menghasilkan kinerja kebijakan: (1) kinerja kebijakan berprestasi sedang, terbukti setiap tahun masih terdapat tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan; (2) tidak ada penegakan hukum atas wajib pajak yang menunggak (law enforcement).   Kata kunci:  pajak bumi dan bangunan
ANALISIS VARIABEL KEPEMIMPINAN, IKLIM ORGANISASI, KOMUNIKASI DAN BUDAYA NASIONAL YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN Rio Leanderita Farindra; Noermijati - -; Djumilah - Zain
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.435 KB)

Abstract

ABSTRACT This research aims at knowing and analyzing leadership variable, organizational climate, national culture and communication that influencing the employee performance. The sample in this research used 112 respondent and stratified random sampling at government of regency Muara-Enim.   This research used factor analyses and multiple regression to know variable that influence the employee performance. Result of research indicate: (1) leadership factor, organizational climate, national culture and communications in local government by simultan have an effect on to employees performance. (2) By parsial only the organizational climate factor and the communications having an signifikan effect to employees performance at local government.  (3) Result of correlation analysis between leadership variable And organizational climate indicate that leadership variable own relation which are positive to organizational climateKeywords : Kepemimpinan, Iklim Organisasi, Komunikasi, Budaya Nasional, Kinerja.   Keywords: local government, leadership, performance
PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER RETENTION ORIENTATION DAN DAMPAKNYA PADA RELATIONSHIP OUTCOME DARI NASABAH BANK UMUM DI KOTA MALANG Yustina - Chrismardani; Agung - Yuniarinto; Munawar - Ismail
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.016 KB)

Abstract

ABSTRACT The relationship marketing consists of seven efforts, there are belonging, communication, customization, differentiation, personalization, rewarding, security and convenience. The purpose of this research are: 1) to analyze the significant direct effect of belonging, communication, customization, differentiation, personalization, rewarding, security and convenience on the customer retention orientation; 2) to analyze the significant direct effect of customer retention orientation on the relationship outcome; and 3) to analyze the significant indirect effect of belonging, communication, customization, differentiation, personalization, rewarding, security and convenience  on the relationship outcome through the customer retention orientation. Results of this research are: 1) only belonging, communication, personalization, rewarding, security and convenience which have the significant direct effects on the customer retention orientation.  Also found that customer retention orientation has a significant direct effect on the relationship outcome.  It means that five variables mentioned above, have the significant indirect effects on the relationship outcome through  the customer retention orientation; 2) customization and differentiation don’t have the significant direct effects on the customer retention orientation; so those don’t have the  indirect effects on the  relationship outcome through the customer retention orientation.  The possibility of the reason why differentiation doesn’t have a significant effect is because this research doesn’t classify customers according to saving amount, so customers of this research are regular customers who probably don’t perceive the existence of differentiation on attention and special service provided by the bank.  Perhaps customers also consider customization as an unimportant thing, but more consider a superior product, a hassle-free process (quick, briefly, simple, convenience) and an interaction with pleasant human resources (warm, polite, skillful, and helpful) as more important things..   Keywords : relationship marketing, customer retention orientation
PENGARUH FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP PERTIMBANGAN NASABAH MEMILIH BANK SYARIAH DI KOTA MEDAN Firman - Yulianto K.; Agung - Yuniarinto; Surachman - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.935 KB)

Abstract

ABSTRACT   The expansion of syari’ah bank in Indonesia recently can be concluded to have a significant development, it also take a large number of attention from the Indonesian goverment though Indonesian central Bank, Bank Indonesia in monitoring the development of syari’ah bank industry. Consumers behaviour toward syari’ah bank, which is shown by a variety respon. Consumer consideration in choosing syariah bank, has become a very interesting topics to be discuss in knowing the information on how far does Indonesian people interest with syari’ah bank and what kind of factors can affect  the community to deal with syari’ah bank by being the customer of syariah bank. One of the factors is marketing mix strategy which the company, syari’ah bank, has formulated. The purpose of this research is to analize the effect of marketing mix, which are product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence, towards customer consideration in choosing syariah bank. And also to inform which the most dominant factor from the all seven factors to be consider by customer. The field research is the city, Medan, with population all of Medan’s syariah bank  individual customer, through, Bank Syariah Mandiri, Medan Branch Office; Bank Muamalat Indonesia, Medan Branch Office; BNI Syariah, Medan Branch Office, using purposive sampling method, with 100 number of respondents in finishing the survey. Hypothesis examination involves mutiple regression analysis. Result indicates only three of seven marketing mix factors, which are product, place, and people has significantly affect customer consideration in choosing syariah bank in Medan. The other four factors, price, promotion, process, and physical evidence does not significantly affect customer consideration. The one factor gives the most dominant consideration is the product.   Keywords: Syari’ah Bank, marketing mix
ANALISA KRITIS PRAKTEK AKUNTANSI KREATIF DALAM KONTEKS BUDAYA ORGANISASI PT. BUMI DAN PANDANGAN ISLAM DALAM MENYIKAPI PRAKTEK TERSEBUT Widarto - -; Zaki - Baridwan; Made - Sudarma
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.908 KB)

Abstract

ABSTRAK Tuntutan pasar pada perusahaan untuk membuat keuntungan sering menyebabkan praktek akuntansi kreatif, sehingga terjadi penurunan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Kebijakan yang diambil oleh manajemen selalu menguntungkan pihak majority shareholder sebagai controlling. Budaya kerja telah mempengaruhi praktek akuntansi kreatif perusahaan, hal ini disebabkan adanya tuntutan dan campur tangannya direksi dalam akuntansi. Praktek ini bertujuan untuk mengiliminasi tindakan direksi agar transaksi yang mereka jalankan sesuai dengan kaidah akuntansi yang benar. Dengan demikian bagian akuntansi harus berusaha menyiapkan adanya data-data pendukung transaksi tersebut. Akuntansi kreatif yang dijalankan seputar manajemen laba dan SPE. Praktek manajemen laba maupun SPE lebih mengarah pada praktek yang mementingkan pihak manajemen yang didalamnya ada direksi sebagai controlling. Perilaku ini tidak terlepas dari keberadaan para manajer yang diangkat dan direkrut oleh direksi, sehingga dalam pemahaman amanah, manajer merasa harus loyal pada direksi. Namun jika dilihat dari hakekat amanah yang datangnya dari Allah, maka perilaku manajer maupun direksi diatas telah menunjukan perilaku yang tidak sesuai dengan hakekat amanah yang sesungguhnya. Pengkhianatan amanah merupakan tindakan yang dilarang agama, dan larangan ini hukumnya adalah haram jika dikerjakan.   Kata kunci :   agency theory,   praktek akuntansi kreatif, dan perilaku amanah.   ABSTRACT Profit management and SPE have induced any practices which are oriented on the management interests, in which the direction as cotrolling agent. These behavior are due to the manager promoted by the direction, so their thinking about “amanah” tend to the direction interest. In relation to the “amanah” phylosophy which is come from Allah swt., an above hehavior of manager and direction suggest any unsuitable behavior. Discrepancy actions from the  amanah are haram. Keywords: creative accuntancy, corporate culture
INDUSTRI KECIL DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN I Gede Githa Dharma Husada; Suwondo - -; Sumartono - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.457 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pembangunan industri kecil di Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi mempunyai potensi untuk dikembangkan mengingat sumberdaya alam lokal dan  kreativitas masyarakat pada bidang seni ataupun kerajinan cukup memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dapat mendukung program pembangunan daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh  pengusaha industri  kecil kerajinan ukir kayu di Desa Kekeran dalam mengembangkan usahanya, (2) Bagaimana peranan  yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung,   dalam mengembangkan industri kecil di pedesaan, khususnya sebagai pembina para pengusaha industri kecil kerajinan  ukir kayu di Desa Kekeran. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan validitas data yang bersandar pada derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan,  dan kepastian yang dilandasi obyektivitas. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (interactive model of analysis) yang   terdiri atas tiga komponen analisis yaitu : reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclucion drawing). Melalui metode tersebut dihasilkan penelitian antara lain: (1) Upaya yang ditempuh oleh pengusaha dalam mengembangkan usahanya baik dengan meningkatkan modal, bahan baku,  dan pemasaran dapat dilakukan secara tersendiri maupun kelompok.  Dalam hal ini pengusaha yang dapat memasarkan sendiri hasil produksinya dan dengan sendirinya dapat langsung membeli bahan baku kayu di pasar, sedangkan pengusaha yang tidak dapat memasarkan sendiri hasil produksinya pada umumnya pemasaran hasil produksi dan bahan baku kayu telah disediakan oleh pengusaha atau pedagang dimana mereka mengambil order, (2) Peranan pemerintah dalam pembinaan industri kecil hendaknya langsung diarahkan  langsung pada penanganan permasalahan yang sering dihadapi oleh pengusaha industri kecil, seperti pembinaan permodalan dan manajemen teknis dapat dilakukan secara terpadu dengan aspek pembinaan lainnya seperti teknologi dan pengembangan kewirausahaannya. Sehubungan dengan itu maka direkomendasikan antara lain: (1) Pengembangan industri kecil di pedesaan akan sangat membantu memecahkan persoalan kesempatan kerja yang muncul akibat menyempitnya kerja di sektor pertanian.; (2) Program pengembangan dan pembinaan industri kecil terutama industri kerajinan ukir kayu hendaknya yang selama ini diimplementasikan oleh pemerintah dengan   meningkatkan persebaran industri kecil yang meliputi seluruh wilayah, mengingat potensi industri kecil dalam pembangunan daerah sebagai penyumbang  PDRB terbesar; (3) Dalam rangka membantu pengusaha kecil dalam memasarkan produksinya, maka pemerintah hendaknya meningkatkan pembinaan pemasaran tersebut tidak hanya melalui promosi dan pemeran-pameran di hotel berbitang ataupun pada pesta keseninan dan kebudayaan bali yang dilakukan secara periodik,  dalam hal ini dapat dibentuk kegiatan pemasaran bersama dan peningkatan akses sarana dan prasarana transportasi; (4) Pemerintah dalam membantu pengusaha industri kecil, hendaknya pemerintah berhenti melihat pada hanya beberapa permasalahan  atau kelemahan yang dimiliki oleh pengusaha industri kecil. Untuk dalam pembinaan industri kecil pemerintah hendaknya melihat permasalahan atau kelemahan tersebut secara terpadu atau secara integral; (5) Program pembinaan dan pengembangan industri kecil hendaknya pemerintah melakukan koordinasi dengan baik sesama intansi pemerintah sendiri maupun dengan masyarakat ataupun dunia usaha yang akan dibina, sehingga program yang diluncurkan dapat tepat mengenai sasarannya dan dapat mengatasi permasalahan serta pencarian solusinya juga dapat diterima dengan baik dari segala pihak.   Kata kunci: kerajinan ukir kayu, pembangunan pedesaan
PENGARUH KEMAMPUAN BERSAING TERHADAP PERFORMANSI INDUSTRI KECIL PADA SENTRA INDUSTRI MEBEL KAYU DI KOTA MALANG Maria - Siswidayati; Sunaryo - -; Thantawi AS - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.338 KB)

Abstract

ABSTRACT   Research purpose is to analyze direct effects and indirect effects of competitive capability on the performance of small industries using balanced score-card methode. Data collecting was conducted by using methods of key-persons interview and questionaire and data reliability and validity are tested.  Research sample are 100 respondents were selected among the industry owner and its labor using purposive sampling technique. This research involved quantitative approach, and data analysis used descriptive method and path-analysis method.  Independent variable of competitive capability is consist of  delivery, value,  flexibility, and innovation; dependent variable is industrial performance , and intermediary variables are  perspectives of balanced score-card. Results show that  (1) significant relationships among the competitive capabilities and variables of balanced score-card, (2) no significat direct relationship among the factors of competitive capability and performance of small industry, (3) significant direct effdects of balanced-scorecard factors on the industrial performance, (4) significant indirect effects of competitive capability on the industrial performance through the perspective factors of balanced scorecard. It is concluded that variable of value is the dominant variable in the path of indirect effect on the industrial performance through the balanced scorecard variables. Variables of balanced scorecard as the intermediary variable in obtaining any better performances. Keywords: Small industry, Performance, competitive capability ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari faktor-faktor kemampuan bersaing  melalui Balanced Scorecard terhadap performansi industri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara  dan kuesioner yang kemudian diuji melalui uji reliabilitas dan validitas.  Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang diambil dari pemilik industri dan pekerja dengan menggunakan teknik purposive sampling.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis diskriptif dan analisis jalur (Path Analysis).  Analisis diskriptif untuk mendiskripsikan data yang diperoleh dari kuesioner sedangkan analisis jalur untuk mengetahui signifikansi dan pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas merupakan faktor-faktor kemampuan bersaing yang terdiri dari variabel Pengiriman, Nilai, Fleksibilitas, Inovasi, sedangkan variabel terikat adalah performansi industri secara keseluruhan dimana persepektif-perspektif Balanced Scorecard bertindak sebagai variabel antara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Ada pengaruh langsung antara faktor-faktor kemampuan bersaing dengan variabel Balanced Scorecard. (2). Tidak ada pengaruh langsung antara faktor-faktor kemampuan bersaing dengan performansi industri kecil mebel, hal ini ditandai dengan nilai signifikansi dari tiap jalur > 0.05, (3). Penelitian ini juga membuktikan bahwa ada pengaruh langsung yang signifikan antara variabel Balanced Scorecard terhadap performansi, dan (4). Variabel-variabel kemampuan bersaing memiliki pengaruh tidak langsung terhadap performansi melalui variabel perspektif Balanced Scorecard dengan nilai determinasi total sebesar 0.9207. Dari hasil analisis jalur didapatkan bahwa variabel nilai merupakan variabel yang dominan pada jalur pengaruh tidak langsung  terhadap performansi industri melalui Variabel Balanced Scorecard . Dan Variabel Balanced Scorecard dapat bertindak sebagai variabel antara untuk mendapatkan performansi yang lebih baik.   Kata kunci:  Kemampuan Bersaing, Perspektif Balanced Scorecard, Performansi.
MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN ANTONY - WIJAYA; Siti - Rochmah; Ismani, HP - -
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 12 No. 2 (2009)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.234 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu serta bagaimana konflik kedua kelompok nelayan tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Bengkulu yang merupakan kelurahan terbanyak masyarakat nelayan tradisionalnya dan Kelurahan Kandang yang merupakan kelurahan terbanyak kelompok nelayan modernnya, dan konflik yang terjadi sejak tahun 1985 hingga tahun 1999 selalu melibatkan masyarakat nelayan di kedua kelurahan tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis data dari Strauss-Corbin melalui 3 tahapan analisis yaitu : Kode Pembuka (Open Coding), Kode Analisis (Axial Coding) dan Pemilihan Kode (Selective Coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan modern disebabkan oleh beberapa faktor : (1) masih beroperasinya alat tangkap trawl (jaring pukat harimau) yang dilarang penggunaannya oleh pemerintah; (2) pelanggaran jalur penangkapan; (3) perbedaan teknologi penangkapan; (4) kurang optimalnya fungsi dan peran kelembagaan atau institusi pemerintah; dan (5) belum tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan perikanan. Konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dengan nelayan modern di Kota Bengkulu dapat diselesaikan melalui upaya-upaya : (1) Kapal-kapal trawl dilarang untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan nelayan tradisional (0-3 mil laut), jika memang tetap beroperasi, nelayan tradisional menghendaki adanya kontribusi kepada para nelayan tradisional berupa 5 % dari hasil tangkapan nelayan modern: (2) Penetapan jalur penangkapan yang jelas bagi nelayan tradisional dan bagi nelayan modern, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran jalur penangkapan; (3) Sikap tegas dari Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu terhadap segala macam pelanggaran yang terjadi; (4) Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1) Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2) Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3) Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4) Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue