cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2002)" : 8 Documents clear
Kebijakan Pertahanan Cina Dan Keamanan Regional Di Asia Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23254

Abstract

Dalam masalah militer dan kearnanan, Cina seringkali tampil sebagai negara yang "kontroversial", karena kemandiriannya yang relatif tinggi menghadapi kekuatan­kekuatan regional lainnya, seperti Amerika Serikat, Rusia atau Iepang. Beberapa ilustrasi peristiwa berikut ini bisa membantu melukiskan tingkahlaku politik luar negeri Cina tersebut. Awal bulan Agustus 1999, Beijing mengejutkan dunia dengan meluncurkan rudal jarak jauh dari darat ke darat yang kabarnya mampu mencapai daratan Amerika. Menurut sumber-sumber intelejen AS, rudal yang diberi nama si "Angin Timur" Dong Feng 31 (DF-31) tersebut mampu menempuh jarak hampir 7000 km dan memiliki kapabilitas untuk membawa hulu ledak nuklir. Dengan begitu kekuatan rudal Cina di kawasan ini hampir tidak bisa ditandingi oleh negara-negara tetangganya.
Multikulturalisme Supardi Suparlan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2324.502 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22071

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin mengajukan konsep multikulturalisme sebagai sebuah kerangka acuan bagi alternatif pengganti ideologi keanekaragaman sukubangsa yang menjadi ciri dari masyarakat Indonesia yang bercorak masyarakat majemuk (plural society). Dalam masyarakat majemuk yang penekanannya adalah pada perbedaan-perbedaan sukubangsa dan kesukubangsaan, warganya dilahirkan, dididik, dan dibesarkan dalam suasana yang sakriptif dan primordial. Warga masyarakat tersebut juga mengembangkan dan memantapkan chauvinisme dan etnosentrisme, dan memahami serta memperlakukan warga serta kelompok sukubangsa lain secara stereotip dan penuh dengan prasangka. Sehingga, masyarakat majemuk adalah sebuah masyarakat yang rawan konflik, terutama konflik antarsukubangsa yang saling menghancurkan. Berdasarkan kerangka acuan multikulturalisme tersebut di atas masyararkat Indonesia yang majemuk (plural society) diharapkan akan secara bertahap dapat diubah menjadi sebuah masyarakat yang bercorak multikultural.
Globalisasi Dan Negara Bangsa: Kompetisi Perspektif Globalis Dan Skeptis Dalam Studi Hubungan Internasional Poppy S Winanti
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22072

Abstract

Globalisasi kini menjadi kata yang kerap muncul, baik dalam perbincangan politik tingkat tinggi hingga percakapan sehari-hari. Suatu pidato politik kenegaraan dirasakan tidak lengkap tanpa kata globalisasi. Sebuah penelitian akademis dianggap kurang memadai tanpa menyebut konsep ini. Bahkan perbincangan di tingkat rukun tetangga serasa belum cukup jika tidak menyentuh istilah tersebut. Pendek kata, akhir-akhir ini globalisasi menjadi kata lumrah yang hampir dapat ditemui dalam kehidupan keseharian kita.
Sistem Perwakilan Yang Sesuai Dengan Kepentingan Tetap Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Dan Tercapainya Cita-Cita Membangun Negara Kebangsaan Indonesia H Soedijarto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22065

Abstract

Tidak semua orang menyadari bahwa Sidang Tahunan 2001 yang berakhir tanggal 9 November 2001mempunyai makna tersendiri dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 1945.Tidak lain karena Sidang Tahunan tersebut oleh sementara pihak dipandang sebagai monumen kegagalan MPR RI dalam melaksanakan fungsinya melakukan amandemen UUD 1945, yaitu tidak berhasil mengubah pasal 2 ayat (1) tentang struktur MPR,tetapi sebaliknya ada pihak lain, yang memandang bahwa tidak diubahnya pasal 2 ayat (1) tentang MPR RI melalui prosedur pemungutan suara sebagai suatu kearifan MPR yang pantas dicatat dalam sejarah menyelamatkan sistem ketatanegaraan yang khas Indonesia yang telah diletakkan oleh para pendiri republik
Pendekatan Kultural Dalam Proses Reintegrasi Bangsa T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22074

Abstract

Kebudayaan berperan dalam disintegrasi bangsa, maka tentu dapat berperan pula dalam reintegrasi. Kita ketahui, kebudayaan adalah segala hasil karya manusia, baik berupa benda maupun nir-benda. Kalau kita sebut hasil karya, maka terliput ke dalamnya prosesnya, produknya dan interaksi antara pendukung-pendukung kebudayaan itu. Biasanya orang membayangkan kesenian, fine arts, kiat dan kris, kalau mendengar kata kebudayaan. Tingi-rendahnya kebudayaan dapat dilihat pada gaya hidup masyarakat, pemukiman, mata pencaharian, pengaturan dan pengatur, pengangkutan, pertahanan dan keamanan, pendidikan, pembuangan sampah dan kotoran, pengobatan, penggunaan waktu senggang, dan kepercayaan, di samping kesenian.
Eksistensi Negara M Safaat Habib
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.946 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22068

Abstract

Pengaruh globalisasi yang makin terasa di seluruh dunia dewasa ini mendorong sebagian orang mempertanyakan tentang eksistensi "negara". Masih relevankah keberadaan negara di tengah-tengah keperluan manusia yang serba mendunia, sehingga timbul teori tentang The end of the Nation State misalnya. Tetapi mengapa dalam kenyata-annya negara-negara masih berdiri dengan kokohnya di seluruh dunia, hal ini tentunya ada alasan yang melatar-belakangi masih bercokolnya negara-negara itu.
Indonesia Di Ambang Bahaya Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22075

Abstract

Hingar bingar reformasi telah membuat bangsa Indonesia lengah yang hares dibayar dengan sangat mahal. Di satu sisi sasaran reformasi tidak tercapai sesuai yang diharapkan dan di sisi yang lain kita kehilangan sejumlah aset bangsa yang sangat tinggi nilainya.Reformasi telah mengantar bangsa Indonesia ke ambang bahaya.
Multikulturalisme Parsudi Suparlan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22069

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin mengajukan konsep multikulturalisme sebagai sebuah kerangka acuan bagi alternatif pengganti ideologi keanekaragaman sukubangsa yang menjadi ciri dari masyarakat Indonesia yang bercorak masyarakat majemuk (plural society). Dalam masyarakat majemuk yang penekanannya adalah pada perbedaan-perbedaan sukubangsa dan kesukubangsaan, warganya dilahirkan, dididik, dan dibesarkan dalam suasana yang sakriptif dan primordial. Warga masyarakat tersebut juga mengembangkan dan memantapkan chauvinisme dan etnosentrisme, dan memahami serta memperlakukan warga serta kelompok sukubangsa lain secara stereotip dan penuh dengan prasangka. Sehingga, masyarakat majemuk adalah sebuah masyarakat yang rawan konflik, terutama konflik antarsukubangsa yang saling menghancurkan. Berdasarkan kerangka acuan multikulturalisme tersebut di atas masyararkat Indonesia yang majemuk (plural society) diharapkan akan secara bertahap dapat diubah menjadi sebuah masyarakat yang bercorak multikultural.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue