cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2003)" : 7 Documents clear
Demokrasi Sebagai Sarana Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Koento Wibisono Siswomiharjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10060.292 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22972

Abstract

Membahas tema tentang demokrasi menghadapkan kita pada suatu kompleksitas permasalahan yang klasilk, funda­mental, namun tetap aktual. Betapa tidak. Dikatakan klasik karena masalah demokrasi sudah menjadi fokus perhatian dalam wacana flsafati semenjak zaman Yunani Kuno, dan telah diterapkan di polish Athena. Fundamental karena hakikat demokrasi menyentuh nilai-nilai dasar kehidupan tentang apa dan bagaimana sistem kehidupan itu akan dipergunakan di mana manusia sendiri yang menjadi subjek dan sekaligus dijadikan objeknya. Aktual karena dewasa ini demokrasi menjadi dambaan setiap bangsa dan negara untuk menerapkannya; tidak ketinggalan kita bangsa Indonesia dalam era reformasi ini, melalui berbagai tuntutan dan gerakan berupaya untuk "meluruskannya" yang selama Orde Baru demokrasi telah terdistorsi karena dimanipula­sikan oleh pemerintahan yang otoriter
Dinamika Dan Implikasi Etis Wawasan Kebangsaan Dalam Mengyongsong Hari Depan Indonesia Soerjanto Poespowardojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5779.328 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22974

Abstract

Akhir-akhir ini banyak analisa membahas etika politik di Indonesia dan implikasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun situasi politik berkembang dengan cepat dan problematic ten tang Wawasan Kebangsaan menjadi makin kompleks. Dalam mencegah terjadinya perpecahan bangsa, Wawasan Kebangsaan merupakan prinsip yang sangat fundamental, dan negara bangsa harus tetap dipertahankan. Bahkan mempertahankan negara bangsa merupakan komitmen etis. Karena itu makna dan konsekuensi funsi Pancasila sebagai etika politik bangsa-perlu diekspli­sitkan.
Pancasila: Landasan Filosofis Dan Sumber Pengaturan Kehidupan Nasional Budi Santoso Suryosumarto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22968

Abstract

Segala kegiatan dan tingkah laku manusia budaya (civi­lized people) pada umumnya dimulai dari filosofi (filsafat) yang diyakini kebenarannya. Dasar filosofis ini meerupakan tuntunan bagi segala kegiatan dan tingkah laku manusia yang menganutnya, dalam menyelenggarakan kehidupan nasional yang bersifat politik kenegaraan, strategic, taktis sampai ke kegiatan teknis.
Ancaman Kekuatan Militer Dari Luar Menurut Perspek Tif Hukum Internasional Sumaryo Suryokusumo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22975

Abstract

Tanpa mengurangi materi pembahasan mengenai masalah ancaman yang komponen-komponennya telah dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan Wantanas terdahulu, maka di dalam paparan i ni sebagai pelengkap akan dibahas ancaman kekuatan militer dari luar menurut perspektif hukum internasional yang hanya meliputi ancaman kekerasan militer yang dapat dilakukan terhadap sesuatu negara dalam hal negara tersebut melakukan ancaman dan pelanggaran perdamaian serta tindakan agresi terhadap negara lain. Di samping itu juga ada ancaman kekerasan militer lainnya dalam hal sesuatu negara melakukan tindakan yang diang­gap provokatif dan bisa mengancam keamanan negara lain yang dilakukan dalam kaitannya dengan gerakan-gerakan separatisme dan penangannya dari segi hukum interna­sional
indonesia, pbb dan hak asasi manusia internasional1 Desra Percaya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22969

Abstract

Perkembangan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari situasi perkembangan politik dalam negeri dan situasi politik internasional yang berlaku pada masa itu. Oleh karena itu, faktor-faktor subjektif dan objektif seperti kepentingan nasional, sejarah nasional dan lingkungan eksternal turut mempengaruhi upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia. Dalam kaitan ini, kondisi dan dinamika yang terjadi di Indonesia dan perkembangan yang terjadi di dunia internasional telah dan akan terus mempengaruhi bagaimana Indonesia meletakkan isu HAM sebagai kebijakan politik dan sekaligus mereali­sasikan serta rnenghormati hak-hak tersebut.
Studi Pertahanan Di Indonesia Wahyono SK
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22976

Abstract

Sejarah dunia menunjukkan bahwa hampir seluruh sejarah hidup manusia berisi peperangan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa dunia dalam 3421 tahun terakhir hanya 268 tahun yang bebas dari perang, sehingga keadaan damai hanya sebagian kecil saja dari masa panjang sejarah manusia (Will and Ariel Durant, The Lessons of History, 1968). Bahkan seorang penulis inengatakan: "it has been an inseparable part of the evolution of mankind" (Efraim Karsh, The Causes of War, dalam Lawrence Freedman, War, 1994).Oleh karena itu tidak berlebihan apabila kaidah pertama dari pelajaran Sun Tzu tentang perang berbunyi: " War is a matter of vital importance to the state, the province of life or death, the road to survival or ruin. It is manda­tory that it.be thoroughly studied" (Sun Tzu, The Art of War, terjemahan Samuel B. Griffith, 1963). Namun sayang, setelah Sun Tzu tidak banyak kajian dilakukan tentang ilmu perang. Perkembangan pemikiran tentang perang tidak secepat perkembangan teknologi persenjataan perang, sehingga yang tarnpak di permukaan adalah kedahsyatan perang yang terus meningkat. Pengetahuan tentang perang adalah titik tolak Studi Pertahanan.
Konvensi Menentang Penyiksaan Hafid Abbas
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22970

Abstract

Kemerdekaan bangsa Indonesia amat mahal karena dibeli dengan pengorbanan jiwa dan raga yang begitu besar dari putra-putra terbaik bangsa. Barangkali tidak satu pun negara di dunia yang mempunyai taman makam pahlawan sebanyak yang kita miliki. Semua ini adalah saksi bahwa bendera merah putih yang kita kibarkan saat ini memberi makna bahwa merah melambangkan merahnya darah para syuhada yang telah membasahi ibu pertiwi, dan warna putih melambangkan betapa air mata para orangtua yang mendambakan putranya atau isteri yang mendambakan suaminya untuk kembali dari medan perjuangan namun telah gugur dan pergi untuk selamanya. Kini merah putih sudah berkibar di udara yang seakan berbisik pada kita semua apa kiranya yang patut kita lakukan untuk menghargai pengorbanan para syuhada itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue