cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jrk@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan
ISSN : 22525068     EISSN : 24611026     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN ALAT DETEKSI RESIKO KEHAMILAN BERBASIS WEB SEBAGAI SISTEM PENCATATAN PELAPORAN BAGI BIDAN Nuuva Yusuf; Diah Evawanna Anugerah; Friska Adiani
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.452 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2932

Abstract

Saat ini terdapat upaya sebagai deteksi dini terhadap faktor resiko kehamilan yaitu salah satunyamenggunakan metode Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) sebagai alat deteksi resiko kehamilanmaupun sebagai sistem pencatatan pelaporan bagi bidan. Di era modern ini, teknologi informasiberkembang pesat, dukungan sistem dengan komputerisasi sangat membantu dalam prosespencatatan dan pelaporan tenaga kesehatan yang dirasa efektif dan interaktif. Tujuan penelitianuntuk menjelaskan pengaruh penggunaan alat deteksi resiko kehamilan berbasis web dalamkualitas pemantauan, pencatatan, dan pelaporan kehamilan di tempat pelayanan kesehatan diPuskesmas Wilayah Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan studi Quasi Experimental Designdengan rancangan penelitian post-test only control group design. Hasil penelitian uji analisisindependent sample t-test didapatkan nilai significancy p sebesar 0,017. Alat deteksi resiko kehamilandapat digunakan dan layak sebagai sistem pencatatan dan pelaporan bagi bida
PENGARUH PEMBERIAN KONSUMSI UBI JALAR TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN Farida Amalia Yuliandani; Retno Kusuma Dewi; Wilujeng Kartika Ratri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.089 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2930

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian konsumsi ubi jalar terhadapkadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di wilayah puskesmas Genuk. Penelitian inidilakukan di Puskesmas Genuk, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan quasi experiment ataueksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil TM III di Puskesmas Genuk, KotaSemarang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwakonsumsi ubi jalar berpengaruh untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil ditunjukkandengan p value 0,000. Dari hasil penelitian diharapkan bidan dapat meningkatkan pelayanankesehatan khususnya untuk mengatasi anemia pada ibu hamil dengan cara memberikanpendidikan kesehatan tentang manfaat ubi jalar sebagai salah satu alternatif bahan makanan yangdapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu dan mencegah anemia. Bidan juga dapatmenganjurkan ibu hamil selain mengkonsumsi tablet Fe juga dapat mengkonsumsi sumbermakanan lain yang mengandung zat besi salah satunya dengan mengkonsumsi ubi jalar.
PENGARUH SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus Aureus Wiji Irma Sulistyani; Mita Sulwana; Fita Dwi W; Elvi Rahmawati; Nugraheni Cahyaningtyas; C N Mahardika
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.985 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2933

Abstract

negara berkembang. Beberapa penyakit infeksi yang juga disebabkan oleh Staphylococcus aureus.antara lain: bisul, jerawat, impetigo, dan infeksi luka. Dalam hal pelayanan kesehatan, obattradisional dapat menjadi bagian penting dari sistem kesehatan di negara manapun di dunia,karena obat tradisional lebih diterima secara budaya oleh masyarakat dibandingkan dengan obatkonvensional. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia adalah belimbingwuluh (Averrhoa bilimbi L.). Buah belimbing wuluh mempunyai zak aktif flavonoid sebagai zatantibakterial. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui daya hambat sari belimbing wuluh(Averrrhoa bilimbi L) yang efektif terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (eksperimental research), Rancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada pengaruh sari belimbingwuluh (Averrhoa billimbi L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Padadiameter terkecil yaitu 9,41 mm (20%), diameter terbesar yaitu 16,45 mm (100%).
FAKTOR DETERMINAN KOLIMASI, UKURAN IMAGING PLATE DAN DELAY TIME PROCESSING TERHADAP EXPOSURE INDEX Dwi Rochmayanti; Darmini Darmini; Marichatul Jannah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.443 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2910

Abstract

Exposure index merupakan parameter yang penting terhadap kualitas citra, meskipun bukan merupakan hal teknis yang dapat menentukan dosis pada pasien, tetapi menjadi rujukan dalam mengestimasi dosis yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai exposure index dengan menggunakan phantom thoraks. Faktor yang diteliti meliputi kolimasi, ukuran imaging plate yang digunakan serta delay time processing. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen. Ukuran kolimasi yang digunakan meliputi dua ukuran yaitu 35x35 cm dan 35x43 cm. Untuk luasan kolimasi menggunakan lima variasi ukuran yaitu 30x30 cm, 30x35 cm, 35x35 cm, 30x40 cm, dan 35x43 cm. Delay time processing sebesar 0 menit, 10 menit, dan 20 menit. Semua data nilai exposure index dicatat untuk selanjutnya dilakukan pengolahan data dan dilakukan analisis dengan uji korelasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa delay time processing memberikan pengaruh yang dominan dibandingkan dengan variabel yang lain, dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 less than 0.05, sedangkan besar pengaruh adalah 73%. Adapun ukuran imaging plate yang digunakan tidak memberikan efek yang jelas terhadap perubahan nilai exposure index. Faktor kolimasi memberikan pengaruh sebesar 49%, sedangkan untuk ukuran imaging plate tidak ada perbedaan pengaruh terhadap exposure index.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI PEMBERIAN KONSULTASI GIZI DENGAN KEPATUHAN DIET DAN KADAR GULA DARAH PADA DIABETISI TIPE 2 DI UNIT PELAYANAN TERPADU DIABETES MELITUS CENTER KOTA TERNATE Juhartini Juhartini
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.323 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2907

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2013 melakukan wawancara untuk menghitung proporsi diabetes melitus pada usia 15 tahun ke atas. Hasil wawancara menunjukkan proporsi diabetes melitus pada Riskesdas 2013 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2007. Proporsi DM di Indonesia pada Riskesdas 2013 sebesar 6,9%. Provinsi Maluku Utara Proporsi DM sebesar 1,2% dengan jumlah perkiraan penderita DM di atas usia 14 tahun sebesar 8.617 orang (Kemenkes RI, 2014). Penelitian di Spanyol oleh De Leon AC, Rodriguez JC. Coello SD, Perez Mdal C, Diaz BB, Alamo CB, et al ( 2009), menunjukkan  kualitas diet yang rendah pada pasien diabetes mellitus dengan obesitas, sedangkan di Perancis melaporkan bahwa pasien diabetes mellitus mengalami kesulitan mencapai tingkat kepatuhan diet yang diinginkan (Moreau A, Areles V, Souweine G, Flori M, Erpeldinger S, Figon S, et al, 2009). Kegiatan konseling merupakan salah satu strategi penatalaksanaan penyakit diabetes mellitus. Tujuan konseling gizi adalah mengubah porsi dan pola makan pasien diabetes (Indonesia PE, 2011).Mengetahui hubungan frekuensi pemberian konsultasi gizi dengan kepatuhan diet dan kadar gula darah pada diabetisi tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan jenis  analytic corellational. Subjek penelitian sebanyak 30 orang dengan metode simple random sampling. Frekuensi konsultasi berdasarkan hasil kunjungan konsultasi dan kepatuhan diet di nilai berdasarkan hasil recall 24 jam.Frekuensi pemberian konsultasi dengan kepatuhan diet berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang kuat dengan kepatuhan diet dengan nilai yang mendekati angka -1 yaitu -0.68, yang artinya jika frekuensi pemberian konsultasi ditingkatkan maka angka ketidakpatuhan diet akan menurun sedangkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah puasa berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai yang mendekati angka 1 yaitu 0.877 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara variabel kepatuhan diet dengan kadar gula darah puasa hal ini menunjukkan bahwa jika responden mematuhi anjuran konselor untuk berdiet sesuai kebutuhan maka akan menurunkan gula darah puasa.Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel frekuensi pemberian konsultasi gizi dengan tingkat kepatuhan diet responden dan ada hubungan yang sangat kuat antara variabel kepatuhan diet dengan kadar gula darah puasa, sedangkan secara serentak variabel antara frekuensi pemberian konsultasi gizi dengan kepatuhan diet dan kadar gula darah berhubungan, dan  keeratan hubugannya sangat kuat,dan disarankan dapat diteliti kembali dengan variabel yang lain yang berkaitan dengan konsumsi serat, konsumsi buah-buahan dan aktifitas fisik sehingga bisa dibandingkan dengan variabel lain dan perlunya pendekatan ke pasien DM sehingga terjadi peningkatan pemberian konsultasi.
PEMETAAN SEBARAN SEPULUH BESAR PENYAKIT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Dito Yogo Waskito; Lily Kresnowati; Subinarto Subinarto
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.701 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepuluh besar penyakit dan memetakan sebaran sepuluh besar penyakit di pusat kesehatan masyarakat Mojosongo  dengan berbasis sistem informasi geografis (SIG). Penggunaan SIG dibidang kesehatan yaitu sebagai penyedia data atribut dan spasial yang mampu menggambarkan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model sebaran penyakit dan fasilitas pendukungnya. Melalui pemetaan sebaran penyakit diharap informasi tentang titik dan angka sebaran penyakit dapat lebih mudah diakses sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dengan cara mengambil data sekunder yang telah terdapat dalam sistem informasi Puskesmas. Proses pengolahan dan pembuatan Peta menggunakan aplikasi ArcGis. 10.1.Dari penelitian ini, didapatkan dua hasil sebagai berikut: sepuluh besar penyakit yang sering muncul di Puskesmas Mojosongo yaitu Influenza, Defisiensi Vitamin, Gastritis, Sakit Kepala, Hipertensi, Diare, Faringitis, Sakit Gigi, Asma, dan Konjungtivitis, dengan jumlah total kasus sebanyak 26.647 kasus. Serta diperoleh hasil peta sebaran sepuluh besar penyakit di Puskesmas Mojosongo pada dengan berbasis Sistem Informasi Geografis. Desa Jurug menjadi wilayah yang paling sering diklasifikasikan sebagai desa dengan kejadian kasus penyakit sangat tinggi dan Desa Butuh menjadi desa paling sering diklasifikasikan sebagai sebagai desa dengan kejadian kasus penyakit sangat rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACATAN PADA PASIEN KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMATA KOTA TERNATE SELATAN Samad Hi Husein; Ramli Muhammad
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.761 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2931

Abstract

Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yangsangat kompleks akibat dari cacat fisik yang ditimbulkan. Masalah yang dimaksud bukan hanyadari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, dan ketahanan nasional.Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study,dimana tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacatanpada pasien kusta di Puskesmas Kalumata Kota Ternate Selatan. Adapun besarnya sampel padapenelitian ini 50 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukandengan cara observasi dan pembagian kuesioner kepada responden, Dalam Penelitian inimenggunakan Uji chi-square dengan koreksi fisher’exact test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan perilaku terhadap cacat fisik (p=0,003),adanya hubungan sosial ekonomi terhadap cacat fisik (p=0,000), dan adanya hubungan perawatandiri terhadap cacat fisik (p=0,002). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubunganperilaku, sosial ekonomi, dan perawatan diri terhadap cacat fisik. Saran meningkatkan ketaatanpasien dalam berobat seharusnya selalu memberi pendidikan kesehatan tentang konsep danpengelolaan penyakit kusta.
ANALISIS FAKTOR RESIKO HIPERTENSI SEKUNDER PADA PENGGUNA KONTRASEPSI AKTIF DI PUSKESMAS TANJUNG AGUNG Suryanda Suryanda
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.313 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2628

Abstract

Abstrak : Analisis Faktor Resiko Hipertensi Sekunder Pada Pengguna Kontrasepsi Aktif Di UPTD Puskesmas Tanjung Agung. Tujuan penelitian menganalisis faktor resiko hipertensi sekunder pada pengguna kontrasepsi Aktif di UPTD Puskesmas Tanjung Agung. Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode cross-sectional . Populasi adalah wanita pengguna kontrasepsi aktif yang datang ke Poliklinik KIA dan KB  tahun 2016. Menggunakan tekhnik accidental sampling, didapatkan 45 orang responden. Data dengan kuisioner berbentuk check list dan pertanyaan terbuka. Usia responden pada kisaran 18 tahun hingga 47 tahun, pengguna kontrasepsi aktif dengan kelompok varitas tertinggi adalah  3 – 4 anak 15 responden (33,3 %), kelompok terendah lebih dari 5 anak 3 responden (6,7%). Kelompok terpapar asap rokok 26 reponden (57,7%), kelompok tidak terpapar 19 responden (42,2%). Responden hipertensi 14 responden (31,1%),  yang tidak hipertensi 31 responden (68,9%). Penggunaaan Kontrasepsi hormonal lebih banyak, yaitu 23 responden (51,1%) dari pada non hormonal, yaitu 22 responden (48,9%). Terdapat  hubungan bermakna antara pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi, dengan nilai p.value 0,001. Tidak terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok pada pengguna kontrasepi dengan kejadian hipertensi, nilai p.value 0,057. Perlunya edukasi  PHBS terkait paparan asap rokok dan bahaya hipertensi kepada masyarakat.
PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KADER DALAM PENERAPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI POSYANDU PUSKESMAS KALUMPANG Fadila Abdullah
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.43 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2905

Abstract

merupakan salah satu program pokok Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan menyeluruh danterkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan dalam keluarga (orang tua, pengasuhanak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, organisasi profesi, lembaga swadayamasyarakat) dengan tenaga professional. Tujuan umum penelitian ini untuk diketahuinyahubungan pengetahuan dan motivasi kader dengan deteksi dini tumbuh kembang balita diPosyandu wilayah kerja Puskesmas Kalumpang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptifanalitik dengan menggunakan pendekatan crossectional, yaitu penelitian untuk mempelajarikorelasi antara variabel bebas dan terikat dengan cara observasi atau pengumpulan data sekaliguspada suatu saat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan berhubungan sangatsignifikan dengan penerapan DDTK balita dan anak prasekolah (p=0,002 dan C=0,519) danVariabel motivasi berhubungan sangat signifikan dengan penerapan DDTK balita dan anakprasekolah (p=0,001 dan C=0,518).
STUDI PERBANDINGAN JUMLAH PARASIT MALARIA MENGGUNAKAN VARIASI WAKTU PEWARNAAN PADA KONSENTRASI GIEMSA 3 % DI LABORATORIUM RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Rony Puasa
Jurnal Riset Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.264 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v6i2.2929

Abstract

Pemeriksaan malaria yang merupakan Gold Standart adalah dengan menggunakan mikroskop.Sediaan darah malaria sebelum diidentifikasi perlu dilakukan pewarnaan dengan zat pewarnagiemsa. Tujuan dari pewarnaan adalah agar sel–sel dari plasmodium dapat terwarnai dan mudahdiidentifikasi. Zat pewarna giemsa sebelum digunakan sebagai pewarna pada sediaan darahmalaria, giemsa tersebut dibuat pengenceran dengan konsentrasi tertentu. Variasi lamanya waktupewarnaan akan berpengaruh terhadap hasil pembacaan sediaan darah malaria tersebut. Variasikonsentrasi yang dianjurkan, baik WHO dan Kementerian Kesehatan adalah 3% dengan lamawaktu pewarnaan 45–60 menit. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahuiperbedaan atau kesamaan jumlah parasit malaria dari setiap variasi waktu pewarnaanmenggunakan konsentrasi giemsa 3%. Metode Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif denganjenis penelitian Studi Perbandingan (Comparatif Study), hasilnya diuji menggunakan Uji Anova.Ada perbedaan yang signifikan antara lama waktu pewarnaan standar 50 menit dengan variasiwaktu 40, 30, dan 20 menit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10