cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2009): April 2009" : 6 Documents clear
Kepemimpinan dan Tantangan Pluralisme Sosial Jason Lase
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.4

Abstract

Kepemimpinan memiliki ragam definisi dari berbagai ahli dan dapatditeropong atau diuaias dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu. LuasnyauraiantentangKepemimpinaninidapatditelaahdarisudutpandangKepemimpinanAdministratif, filsafat kepernimpinan, kepemimpinnan Kristen Alkitabiah, TeologiKepemimpinan, dan Kepemimpinan Tradisional yg hidup dan ditaati dalam berbagaisuku bangsa di Indonesia.Piuralisme sosial adalahbentuk keanekaragaman masyarakat, baik dari segiadat istiadat, sukubangsa, religi/kepercayaan/agama, bahasa, kebiasaan, kesenian,maupundari segisistem ekonomi, sistem organisasisosial, sistempengetahuan, dll.Keanekaragaman dalam pluralisme sosial merayap ke semuasegi kehidupan masyarakat, termasuk juga keanekaragaman ide, keanekaragamanrasa atau selera, dan keaneka ragaman kcpentingan. Pendek kata, dalam pluralismesosial terdapat keanekaragaman yang harmpirtidak terbatas.
Siklus Identitas sosial Sebagai Adaptasi Identitas Diri Dari Peran yang dipandang Sebagai Penyimpangan Ivan Th.J Weismann
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.9

Abstract

Keberhasilan pencapaian identitas diri yang dilebel sebagai penyimpanganternyata melibatkan beberapa tahap dan beberapa faktor. Menurut teori siklusidentitas sosial ada beberapa tahap dan setiap tahap mengandung beberap faktoryang terlibat dalam menentukan pencapaian identitas diri. Tahap prasosialisasiterdapat faktor self deprecation dan self confidence. Tahap penemuan atau diskoverimengandung faktor evaluasi, komitmen implisit atau eksplisit, kontak denganorang lain yang memiliki identitas peran sama, memiliki konsep peran yangdimainkan. Tahap konstruksi mengandung faktor tahap pertandingan,pengetahuan dan penggunaan produk arau barang kepemilikan yang mendukungperan yang dimainkan. Tahap latensi terdapat faktor penghentian akrivitas. Tahapdisposisi atau penyusunan mengandung faktor nostalgia, atau kenangan lama, rasamalu, kesedihan, pengunduran diri, penyesalan, frustrasi, memandang identitastersebut sebagai tidak realistik. Tahap pemantapan (maintenance) terdapatfaktor akumulasi keterampilan dan kepemilikan yang sesuai dengan identitas.
Kepemimpinan Kristen yang Efektif Jermia Djadi
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.5

Abstract

Dalam sepanjang sejarah, kualitas kepemimpinan merupakan faktor penenrudalam keberhasilan suatu organisasi,baik dalamduniausahamaupun dalam duniapendidikan, pemerintahan, politik, kesehatan, dan agama, khsusnya agama Kristen.Organisasi apa pun di dunia ini pasti pernah mengalami kegagalan. Salah satupenyebabnya adalah faktor kepemimpinan yang kurang memadai. Menurutpengamatan penulis, masalah kepemimpinan masih merupakan kendala dalampengembangan organisasi dan misi Kristen di Indonesia. Masalah kepemimpinandan pemimpin merupakan keburuhan yang urgen dalam suaru organisasi pada masakini. "Kepemimpinan menjadi kunci pembuka bagi suksesnya organisasi"
Apakah Hanya Ada Satu Jalan Keselamatan? Rudy Harold
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.11

Abstract

Ketika Kekristenan hendak mempercakapkan keberbedaan di atas makapercakapan itu akan didasarkan pada apa yang dipandang sebagai hakikat dari imanKristen. Dan menurut Paul F, Knitter, jika hendak menggunakan hakikat Kekristenanmaka pengungkapan itu senantiasa berkaitan dengan, dan mempunyai dasar sertaberpusat pada Yesus Kristus. Ini berarti bahrva bagaimana percakapan tentangkeberbedaan di atas bergantung pada Kristologi yang ada di balik percakapan tersebut.Persoalannya hingga saat ini ada begitu banyak pemahaman tentang YesusKristus dalam komunitas Kristen. Bahkan dari awal mulainya sejarah Kekrisrenantercatat bahwa pengikut-Nya telah merumuskan beragam pemahaman tentangdiri-Nya. Bakan pada penulis Injil pun menggambarkan Yesus Kristus denganberagam pemahaman. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konteks sangatberpengaruh dalam merumuskan Kristus yang diimani oleh pada pengikut-Nya.Hal inilah yang mendorong penulis mencoba unruk memberikan gambaran ringkas(sketsa) satu tema dalam kristologis yang seringkali menjadi persoalan dalam kontekskemajemukan agama.
Eksegesis Yeremia 33:7-8 Peniel C.D. Maiaweng
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.6

Abstract

Berdasarkan Yeremia 33:7 -Smenunjukkan bahwa TUHAN bertanggungjawab terhadap kehidupan orang-orang yang percaya yang kepada-Nya dan Iabersikap adil dalam menghadapi cara hidup umat-Nya. Pada satu sisi, ada saat dimana Ia menghukum mereka karena dosa yang mereka lakukan, tetapi pada sisilain, ada saat di mana Ia menyadarkan mereka melalui janji di dalam firman-Nyaagar mereka datang kepada-Nya dan mengaku dosa mereka untuk mengalamipengampunan dan pemulihan dari-Nya.Penekanan penting di sini adalah jika kita disadarkan oleh Tuhan tentangdosa yang kita miliki, maka kita harus meninggalkannya, agar kita dapat menikmatianugerah, pengampunan dan keselamatan dari Tuhan
Pergulatan Filosofis Tentang Theisme dan Atheisme Sindung Tjahyadi
Jurnal Jaffray Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i1.7

Abstract

Theisme merupakan salah satu bagian dari kajian Teologi (harafiah: Theos =Tuhan, Logos = ilmu, pemikiran). Theisme sendiri merupakan suatu paham yangmeyakini Tuhan itu ada.Argumen-argumen yang dibangun untuk membuktikanbahwa Tuhan itu ada, merupakan bagian dari upaya yang dilakukan oleh Teologinarural. Teologi natural merupakan sebuah usaha unruk memperoleh kesimpulan kesimpulanyang bermakna tentang eksistensi Tuhan yang didasarkan hanya padapikiran manusia saja. Teologi natural bersandar pada kemampuan-kemamplankognitif manusia seperti: pengalaman, ingatan, instropeksi, penalaran deduktif,penalaran induktif, dan inferensi, unruk mendapatkan eksplanasi yang paling baikini berbeda dengan Teologi pewahyuan (revealed theolog) yang mendasarkanarumentasinya pada pernyataan-pernyataan yang dinyatakan telah difirmankan olehTuhan atau atas dasar kejadian-kejadian yang dianggap sualu ungkapan dari Tuhan

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue