cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Perang dalam Perspektif Agama Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.165

Abstract

Tulisan di majalah TIME 24 Februari 2003 oleh Joe Klein, "TheBlinding Glare of His Certainty" mempertanyakan antara imankepercayaan Bush dengan keinginannya yang menggebu-gebu untukmenyerang Irak, walaupun mendapat tantangan dari masyarakat duniamaupun masyarakatnya sendiri. Apalagi kemudian ia menjadikan ayatayatKitab Suci sebagai alat untuk mengesahkan opininya tentangperlunya menghancurkan terorisme. Tulisan Klein juga mencobamemahami mengapa terjadi perubahan sikap keyakinan di manasewaktu menjadi Gubernur Texas yang banyak memakai kata kasih danhati nurani, dan saat ini berbalik sekali waktu akan menyerang Irak.sekarang bahasa Bush saat ini adalah bahasa arogan dan balas dendamatas serangan. terorisme. Dia menuduh dan berkata, ,,The terroristsbrought this war to us- and now were takinback to them.,, Dia jugaberkata kepada para tentara, "Were on the trail, we,re smokin, themout weve gotem on the run." Walaupun demikian, kesimpulan yangdibuat Klein terhadap Bush bahwa sikapnya terhadap perang dan 6alaidendam bukan karena faktor keyakinan imannya ying konservatif.Tetapi agamanya seharusnya bukan hanya membuat seseorangmendapat penghiburan (comfort) dan kekuatan (strength), teta1seharusnya dalam pengambilan keputusan perang, seorang pemimpinharus melihat agama sebagai sumber untuk mendapatkin hikmat(wisdom) sebeium memutuskan menyerang suatu negari.
Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar Hamid, Abu
Jurnal Jaffray Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v4i1.129

Abstract

Pembahasan masalah semangat dan etos sosial tidak terlepas dari jangkauan sistem budaya masyarakat. Sistem budaya adalah abstrak, tak dapat dilihat dan diraba, ia identik pada komunitas, berada di kepala dan sukma tiap orang dalam komunitas tersebut, terdiri atas konsep-konsep, gagasan ide-ide dan kepercayaan yang diterima setiap orang dari hasil perkembangan kebudayaannya. Sadar atau tidak sadar, manusia terpengaruh dan menerima berbagai warisan, ajaran, kepercayaan dan ideologi tertentu dan hasil kerja komunitasnya melalui internalisasi sejak ia lahir dari dalam rumah tangga serta pengeruh dari lingkungan hidupnya tempat manusia tersebut bertumbuh. Kalau tradisi budaya masyarakat telah diserapi oleh setiap orang, maka perilakunya hampir menjadi otomatis, tanpa disadari perilakunya itu sudah diterima secara sosial.
Gereja dan Paradigma Pembaharuan Ditinjau dari Perspektif Teologi Agama dan Masyarakat Akal, Yunny Jones
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i2.158

Abstract

Gereja atau umat Allah diharapkan selalu berada dalam perubahan positif, agar tegar dan siap terusmelaksanakan tanggung jawab vertical dan horizontal. Prinsip yang perlu adalahgereja memberi kontribusi bagi masyarakat. Peluang-peluang seperti halnyamengembangkan pelayanan berdasarkan panggilan Allah, bermotif kasih, danberorientasikan perbuatan baik menjadi kekuatan lahirnya pengakuan“Allahmu adalah Allahku, Kristusmu adalah Kristusku”
Metode Pastoral Bagi Anak Sekolah Minggu Djadi, Jermia
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.120

Abstract

Pastoral atau penggembalaan adalah suatu pelayanan yang dilakukan oleh gembala jemaat  untuk memimpin anggota jemaat secara pribadi, memberi makanan rohani melalui pengajaran firman Tuhan, menjaga, memelihara, membimbing, mencari dan mengunjungi mereka satu per satu serta menolong mereka agar bertumbuh dalam iman menuju kedewasaan rohani di dalamKristus. Pastoral bukan saja untuk anggota jemaat dewasa dan pemuda, tetapi juga bagi anak-anak sekolah Minggu. Hal ini sangat penting karena orang dewasa adalah gereja hari ini, pemuda adalah gereja hari esok, sedangkan anak-anak adalah gereja masa depan. Untuk menggembalakan anak-anaksekolah minggu diperlukan guru-guru sekolah minggu yang terampil, yang berperan sebagai gembala-gembala bagi anak-anaksekolah Minggu. Dari segi pastoral, guru-guru sekolah minggu dapat disebut "gembala" anak-anak sekolah minggu. Mereka memiliki tugas dan tanggug jawab yang sangat penting untuk membantu gembala jemaat dalam membina dan mengembangkan gereja masa depan melalui anak-anak sekolah Minggu
Exegesis Yehezkiel 18:30-32 Maiaweng, Peniel C.D.
Jurnal Jaffray Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v6i2.107

Abstract

Dosa adalah pelanggaran dan pemberontakan umat TUHAN terhadap Pencipta dan Penyelamatnya. Menyikapi keberadaan umat TUHAN yang demikian,TUHAN sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Hakim yang akan menghikimi setiap orang sesuai dengan lni adalah pertobatan yang menyatakan perubahan seseorang di hadapan Allah, yaitu ia menjadi orang percaya.Adapun pelanggaran-pelanggaran yang dengan sadar dilakukan oleh rumah Israel, umumnya adalah kejahatan terhadap sesama (Yeh. 18:5-8), tetapi bagi TUHAN, perbuatanperbuatan itu adalah pemberontakan yang secara langsung mereka tujukan kepada-Nya, danakibat dari perbuatan yang demikian adalah kematian (I8:4,13, 18,24). TUHAN memerintahkan mereka agar mereka membuang jauh dari diri mereka segala pelanggaranyang telah mereka lakukan, tidak menaruh perhatian lagi, dan tidak melakukannya lagi, agar tidak menjadi malapetaka bagi mereka.
Allah Tritunggal Kongguasa, Herny
Jurnal Jaffray Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i1.145

Abstract

Tritunggal adalah satu misteri yang berada di luar jangkauan manusia,karenanya manusia harus mengakui keterbatasan pikirannya dan mengakuike-Mahakuasaan Allah. Tritunggal adalah penyataan Allah sendiri, sehinggakita dapat mengetahui penyataan ini sejauh Allah menyatakannya di dalamAlkitab. Tak dapat disangkal, kebenaran ini jelas dinyatakan dalam Alkitab danbagaimana menjelaskan semua keberadaan Tritunggal ini, adalah misteribagi manusia dan hanya dapat diterima dan dipercayai dengan iman.
Peran serta Jemaat dalam Pelayanan Holistik Gereja Menuju Transformasi Masyarakat (Suatu Upaya Pemberdayaan Jemaat dalam Keutuhan Pelayanan Gereja) Kamarullah, Edgar D.
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.170

Abstract

Terpaan krisis multidimensi yang masih dirasakan bangsa danrakyat Indonesia saat ini membutuhkan sumbangsih dari seluruhkomponen masyarakat untuk menyikapi dan mengatasinya. Gerejasebagai bagian dari keseluruhan komponen masyarakat juga terpanggiluntuk menampakkan peran serta dan keterlibatannya yang nyata dalamupaya menghadapi permasalahan bangsa ini. Gereja sebagaipersekutuan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapansistem dunia mengemban tanggung jawab untukberjuang melayani danmemperbaiki kondisi-kondisi negatif yang sedang terjadi di sekitamya.Gereja dipanggil dan kemudian diutus Allah kembali ke dalam duniaini untuk melayaninya rohani maupun jasmani. Kbdua aspek ini perluterus-menerus ada dalam gerak dan aktifitas gereja sehinggapanggilannya untuk melayani secara utuh akan dapat terpenuhi. Halini berarti bahwa gereja yang mengabaikan salah satu aspek dan hanyamemberi penekanan dan titik berat pada satu aspek yang lainnya,belumlah memenuhi tugas dan fungsinya secara menyeluruh. Hal inijuga berartibahwa tidaklah mungkin keseluruhan tugas panggilan untukmelayani masyarakat dalam jamannya dapat terpenuhi hanya denganketerlibatan sebagian kecil orang (tertentu) dari keseluruhan komponengereja.Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan besarnyasumbangsih yang dapat diberikan gereja kepada masyarakatnyamanakala ia secara sadar dan aktif melibatkan seluruh komponennyadalam perjuangan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi sosiallingkungan dimana ia berada.
Tantangan Dan Kesempatan Dalam Tugas Penggembalaan Gereja Di Era Post Modernisme Luni, Yohanis
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.135

Abstract

Gereja ditantang untuk ambil bagian dalam mengobarkan panggilannya melalui koinonia, diakonia, dan marturia. Panggilan ini tidak pernah berubah sepanjang zaman. Ini pula yang harus mewarnai penggembalaan gereja. Namun, setiap zaman memiliki konsep, pandangan, nilai-nilai, dan sistem yang berbeda. Sering kali Gereja mulai terbawa oleh arus zaman sehingga dogma gereja menjadiporak poranda oleh pikiran zamen. Agar gereja mampun menghadapi tantangan zaman maka ketungguhan dan konsistensi teologi yang benar yang berpusat pada Allah melaluifirman Allahyang hidup dan kekal harus menjadi dasar bagi pelayanan penegembalan di era pos modernisme ini. tergoncangkan.
Masalah Kejahatan dan Pemeliharaan Allah Kongguasa, Herny
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i2.161

Abstract

Hidup ini tidak lepas dari kejahatan dan penderitaan. Berita-berita yang diterimasetiap hari (baik dari radio, televisi, koran, majalah, dll.), selalu berbicara mengenai hal ini. Alkitab juga berbicara mengenai problema kejahatan dan penderitaan. Kitab Ayrbmencatatat dengan jelas realita problema ini. Dalam kitab Ayub, adanya realita kejahatandan penderitaan menjadi pokok diskusi dari Ayub, istrinya dan teman-temannya. Dalam kitab Ayub, dapat terlihat bahwa topik mengenai kejahatan dan penderitaan merupakantopik mendasar dari kitab ini.
Rasisme Irab, Yenita
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.126

Abstract

Berdasarkan penguraian yang telah dikemukakan, penulis menyimpulkan beberapa hal terkaitdengan paham rasisme sebagai berikut:1. paham ini berkembang seiring dengan adanya perubahan-perubahan dalam sejarahperkembangan masyarakat dunia.yang selalu berputar dari satu keadaan menuju tingkatankeh idupan selanjutnYa.2. paham rasisme bukan sebuah penemuan baru dalam disiplin ilmu sosialkarena paham inisebenarnya sudah ada sejak peradaban Yunani kuno, diturunkan dari generasi ke generasimelalui mitos dan teori-teori yang sama sekalitidak terbukti kebenarannya.3. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya paham rasisme antara lain mitos-mitosdan cara berpikir yang mengagungkan rasionalitas, teori evolusi yang dikemukakan olehCharles Robert Darwin, kolonialisme bangsa Eropa, serta dorongan untuk menguasai materidan memperoleh kekuasaan.4. Dampak yang ditimbulkan akibat rasisme dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi ras yangdiuntungkan dan ras yang dirugikan. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh oleh ras yangberkuasa sifatnya dominan sedangkan pada ras yang didiskriminasi menimbulkan kerugtanyang sangat fatal baik darr segi mental maupun fisik5. paham rasisme mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, sifatnya negatif dan dampaknyasangat merugikan kelompok masyarakat tertentu. Paham ini tidak seharusnyadikembangkan dalar masyarakat dunia yang heterogen karena tujuannya mementingkansalah satu pihak dan merugikan pihak lainnya.

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue