cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019" : 7 Documents clear
Implementasi Pendidikan Karakter: Integrasi Lagu Melayu Sambas dalam Pembelajaran pada MIN Kabupaten Sambas Purniadi Adi Putra
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.6942

Abstract

The lack of understanding and knowledge of children about the song and the type of song itself will have an impact on the character crisis, this is due to many who memorize the western-style romance songs compared to their own folk songs. The aim of learning Sambas Malay regional songs in the madrasa introduces directly to students and preserving Sambas Malay local culture especially at the elementary level children will sustain in the process of maintaining regional culture to stay alive, transfer and develop by means of learning processes contained in subjects and extracurricular regional art has implications for student character education. This study uses descriptive qualitative methods. The focus of this research is art teachers, students and madrasah principals with data sources from the MIN Sambas District of the Sambas Malay ethnic group. The results of this study are to strengthen the values of Sambas Malay character as a basic foundation in maintaining local wisdom, song art education as the basis of education in shaping the soul and personality of noble character (akhlakul karimah), the meaning of Sambas tandak song has religious value, bellale song ' having social values in collaboration, Sambas river songs flooded with environmental values, mak jage's rock songs having the value of peaceful love characters, and Allo 'Galing songs having social values and cooperation.
Emosi Verbal Suku Bajo Sampela Susiati - Susiati; Nurhayati Nurhayati; Ikhwan Said
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.6762

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis emosi verbal Bahasa Indonesia suku Bajo Sampela (SBS) dan mengidentifikasi faktor munculnya emosi verbal Bahasa Indonesia SBS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi. Sementara, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasi yang moderat, rekam, dan catat. Data dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori penggolongan jenis emosi Goleman dan teori penggolongan faktor Hurlock.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis emosi verbal bahasa Indonesia SBS, yakni (1) amarah; (2) kesedihan; (3) rasa takut; (4) kenikmatan; (5) cinta; (6) terkejut; dan (7) jengkel. Ketujuh jenis emosi tersebut didapat dari berbagai bentuk piranti linguistik, yakni kata, frasa, kalimat, dan gaya bahasa. Selanjutnya, ada dua faktor yang mempengaruhi munculnya emosi verbal bahasa Indonesia SBS, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dan faktor eksternal ditemukan dari tiap jenis emosi.  Kata kunci: emosi, jenis, faktor, suku bajo sampela AbstractThis study aims to describe the type of Indonesian verbal emotions of the Bajo Sampela (SBS) ethnic group and identify factors for the emergence of SBS's Indonesian verbal emotions. This research is a qualitative research. Data is collected using the observation method. Meanwhile, data collection techniques use moderate participation observation techniques, record, and record. Data were analyzed descriptively according to the theory of Goleman type classification and Hurlock factor classification theory.The results showed that there were seven types of SBS Indonesian verbal emotions, namely (1) anger; (2) sadness; (3) fear; (4) enjoyment; (5) love; (6) surprised; and (7) annoyed. The seven types of emotions are derived from various forms of linguistic devices, namely words, phrases, sentences, and language styles. Furthermore, there are two factors that influence the emergence of SBS's Indonesian verbal emotions, namely internal factors and external factors. Internal factors and external factors are found in each type of emotion. Keywords: emotion, type, factor, bajo sampela ethnic group
Cross Culture Understanding in English Camp Program 2019: An Islamic Perspective from Madurese College Students Iin Rachmawati
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.6908

Abstract

The term cross cultural understanding had long been known by many people all over the world, but only a few of them knows about the influence of Islamic values along with the cross cultural understanding theme in an event called English Camp Program 2019. Due to that reason, the researcher is interested in digging more about how the Islamic values of Madurese college students affect their understanding about cultural differences of English-speaking countries in English Camp Program. In general, this research will use qualitative descriptive method because the main goal is to describe about those college students’ understanding on cultural differences in relation with Islamic values on students’ background. The result of this research shows that those Madurese college students are still holding on their Islamic values which are coming from their religious background when it comes to understand about cultural differences happened in certain English-speaking countries during the English Camp Program. Also, their Islamic values are not blocking or limiting their openess about receiving some cultural differences happened all over the world.  
Pertunjukan Budaya Keseharian Masyarakat Lokal Bali sebagai Wisata Estetik I Putu Wahyudi Cahaya Putra; I Nyoman Lodra
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.8447

Abstract

Penelitian ini membahas masalah tentang analisis pertunjukan lokalitas sebagai pengalaman estetik dan sebagai produk yang berhubungan dengan seni. Dengan memeriksa pola perjalanan dan kepuasan dari sudut pandang wisatawan, dan potensi lokalitas melalui seni budaya tradisi yang terkait produksi pariwisata dari sudut pandang masyarakat lokal sehingga mampu menyediakan strategi pariwisata dan sebagai upaya pelestarian tradisi dengan terlebih dahulu menekankan hibriditas seni budaya tradisi. Hal tersebut dilakukan untuk berusaha menjawab tantangan dalam mempertahankan seni budaya dan tradisi dari pariwisata di Bali terjadi selama globalisasi produk dan konstruksi identitas budaya kelas atas berskala besar yang dapat menggantikan tradisi dan inovasi budaya lokal. Penelitian ini termasuk dalam jenis kualitatif untuk memahami kepercayaan, pengalaman, sikap, perilaku, dan interaksi kultural yang ada di lingkup seni, budaya, dan tradisi dalam pariwisata Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas masyarakat lokal mulai mempertimbangkan pendekatan holistik untuk perencanaan tujuan wisata, dengan keterlibatan berbagai komunitas pengelola pariwisata lokal untuk mencakup dampak multi-faset dari pertumbuhan pariwisata dan juga sebagai pertunjukan keseharian masyarakat lokal. Oleh karenanya, perlu perhatian lebih pada jalinan sosial dan budaya dengan menciptakan keseimbangan antara pengalaman estetik yang sedang dan yang akan dialami oleh wisatawan. Sehingga dapat mengelola dan membangun kompetensi masyarakat lokal untuk memaknai nilai jangka panjang dari pelestarian aset budaya untuk generasi mendatang.
Tari Sufi dan Penguatan Pemahaman Keagamaan Moderat Kaum Muda Muslim (Studi Kasus Tari Sufi Karanganyar, Jawa Tengah) Ayu Kristina
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.7036

Abstract

Young Muslims as a driver of national change have an important role in introducing Islam that is friendly and open to the modern world. One of them is religious expression through Sufi dance developed by Jalaluddin Rumi. This study was conducted to find out how adolescents interpret Islam through Sufi dances and how Sufi dances that are followed can contribute to adolescents in daily life, especially in shaping attitudes and practices of moderate and tolerant religiosity. With a descriptive qualitative approach, through in-depth interviews from (8) informants who were determined based on purposive sampling the results of the study showed that Islam was interpreted as a pleasure, discipline, politeness that was not only illustrated through human relations with God but also humans and humans and other creatures around it. In social life a Sufi dancer must implement the noble character that is gained when studying Sufi dance. For example must be polite, and hap ashor (humble), patient, sincere, have peace of mind, educated, and able to control themselves.
Model Keberagaman Masyarakat Muslim Riau (Studi Kasus Sistem Kemasyarakatan Muslim Melayu Riau) Masda Gustina; Nurhasanah Bachtiar
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.6557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau melirik tentang gambaran sistem kemasyarakatan muslim Melayu di Riau. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan suatu model interaktif dari pendapat yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Islamisasi di Riau telah merubah tatanan kehidupan masyarakat  Melayu dalam berbagai aspek kehidupan dimana ajaran agama dan budaya masing-masing memiliki nilai-nilai tersendiri dan saling isi mengisi, karena tidak ada satu agama pun dan budaya yang mengajarkan dan memerintahkan umatnya untuk berbuat jahat, tidak berlaku adil, bermusuhan dan lain-lain. Oleh karena itu pemeluk agama dan pemilik budaya selalunya seiring untuk menciptakan suatu kerukunan dan tatanan yang baik dalam kehidupan. Seiring berkembangnya zaman, maka terjadi perubahan dalam sistem masyarakat muslim Melayu yakni perubahan dari sistem kemasyarakatan Melayu tradisional kepada sistem kemasyarakatan yang demokratis sehingga perbedaan antara golongan tidak lagi terlihat kecuali dalam sistem pemerintahan. Hal ini tiada lain dipengaruhi oleh ajaran agama Islam yang mengajarkan kesetaraan dalam hidup tanpa membedakan suatu suku atau ras. Artinya masyarakat Melayu di Riau selalu dalam koridor yang berpegang teguh pada ajaran Islam sehingga muncul istilah Melayu identic dengan Islam yang bermakna bahwa sistem kemasyarakatan masyarakat muslim di Riau tidak terlepas dari koridoe ajaran Islam.
Culture Shock: A New Life of An Indonesian Student Adapting to The U.S. Life Teddy Fiktorius
Sosial Budaya Vol 16, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v16i2.6854

Abstract

In recent years, the growing trend of globalisation has significantly made culture shock start to be experienced by more people around the world. This paper takes the theoretical base of culture shock into account and pays close attention to how an Indonesian student adapted to some new cultural patterns of the U.S. college life. First of all, the four stages of culture shock are elaborated. Next, it describes a sequence of experiences and feelings of the informant when dealing with some adaptation to the U.S. college life and culture. Finally, this paper emphasises some noticeable points of the culture shock intensity.

Page 1 of 1 | Total Record : 7