cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): November 2017" : 9 Documents clear
Implementasi program desa vokasi berbasis pelatihan kewirausahan tata boga Norma Laili Ikhsan
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.928 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.8047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program pelatihan kewirausahaan tata boga di Desa Vokasi Grujugan, Penilaian hasil, faktor pendukung dan penghambat kegiatan usaha, dan dampak program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah pengelola, tutor, peserta didik di Desa Vokasi Grujugan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan sebagai berikut. (1) Implementasi pelatihan kewirausahaan tata boga Desa Vokasi Grujugan terdiri atas empat tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan tindak lanjut. (2) Penilaian hasil pelatihan menunjukan terjadi perubahan sikap peserta didik dalam menjalankan kegiatan usaha mandiri. (3) Faktor mendukung meliputi motivasi; perencanaan yang baik; pendampingan usaha yang baik; dan kemampuan mengenal peluang, kesempatan. Faktor penghambat meliputi kurangnya pengalaman, kemampuan manajerial dan SDM; kurangnya modal, kemampuan mengatur aliran kas dan kemampuan dalam kemampuan menghadapi resiko. (4) Dampak pelaksanaan program, meliputi: peningkatan ketrampilan (SDM), kemampuan berwirausaha, peningkatan status sosial, peningkatan aspek sosial ekonomi. The Implementation of the Vocational Village Program Based on Culinary Entrepreneurship Training AbstractThe purpose of this study was to determine The implementation of entrepreneurship training program in the village of vocational culinary Grujugan, the rating results, the factors supporting and hindering business activity, and the impact of the program. This study used a qualitative descriptive approach. Subjects were managers, tutors, learners in vocational Grujugan village. The data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation. Mechanical analysis of data through data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study revealed the following. (1) The Implementation of entrepreneurship training vocational culinary Grujugan village consists of four phases: preparation, implementation, monitoring and evaluation, and follow-up. (2)The ratings training results indicate a change in attitudes of learners in running an independent business. (3) The factors include motivational support; good planning; Good business assistance; and the ability to recognize an opportunity, a chance. Inhibiting factors include a lack of experience, managerial ability and resources; lack of capital, the ability to manage cash flow and ability to ability to face risks. (4) The impact of the implementation of the program, including: increasing the skills (human resources), entrepreneurship skills, increase social status, improvement of socio-economic aspects.Keywords: 
Pemberdayaan masyarakat pemulung sampah Sungai Citarum melalui Koperasi Bangkit Bersama Harahap, Friska Indria Nora
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.54 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.15253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui Koperasi Bangkit Bersama dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara secara  mendalam kepada 5 informan yang terlibat langsung,  dianggap  memahami dan dapat memberikan informasi secara benar yang berkaitan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kesejahteraan baik secara ekonomi dan kelestarian lingkungan sekitar dikarenakan volume sampah yang semakin berkurang, dan ekosistem air yang lambat laun akan membaik dikarenakan eceng gondok yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan dengan cara menumbuhkan kesadaran dan  memberikan pelatihan agar masyarakat mempunyai  keterampilan untuk mengolah potensi yang mereka miliki dan  bisa mengatasi permasalah yang mereka hadapi. Empowering Garbage-Gathering Community in Citarum River through Bangkit Bersama Cooperation AbstractThis study aims to analyze the form of community empowerment conducted by Cooperative Bangkit Bersama by using the qualitative approach and in-depth interview method to 5 informants directly involved, explained to know and can provide information correctly related to the research focus undertaken. The findings of this study indicate that the people recognize the prosperity both economically and the sustainability of the around environment due to the reduced volume of waste, and water ecosystems that will gradually repair due to water hyacinth that is utilized by the community. The form of empowerment is done by raising awareness and providing training so that people have the abilities to cultivate their potential and can solve the problems they face.
Keberdayaan perempuan pasca pelatihan mengolah sampah bagi kelompok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga Rivo Nugroho
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.518 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.16225

Abstract

Kelompok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga sebagai salah satu unit desa dapat dioptimalkan untuk mewujudkan keberdayaan masyarakat melalui program pelatihan mengolah sampah. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survai, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mencari informasi faktual yang memperlihatkan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan yang sedang berjalan, serta untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi sasaran penelitian dalam memecahkan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Keberdayaan perempuan yang didasarkan dari hasil perhitungan menunjukkan jumlah persentase 82,5%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik karena berada pada interval koefisien 80% - 100% berdasarkan pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap persentase. Women's Empowerment Post Training Processing Waste for Family Welfare and Empowerment Group AbstractThe family empowerment and welfare group as one of the village units can be optimized to realize community empowerment through waste processing program. The research design used is survey research, which is a research that aims to find factual information showing symptoms, identify problems or to justify the circumstances and activities that are running, and to know the things done by the people who were targeted research in solving problems. The method used in this research is observation and interview. The empowerment of women based on calculations shows the percentage of 82.5%. The value belongs to the very good category because it is at the interval coefficient of 80% - 100% based on the guidelines to provide interpretation of the percentage.
Peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional Engklek pada anak kelompok B Adpriyadi, Adpriyadi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.008 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.10016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran  sebagai upaya meningkatkan  kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Tunas Gading Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam III siklus, subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B TK Tunas Gading Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari 7 laki-laki dan 9 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui unjuk kerja, Observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data di lakukan dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana, data di analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menujukan bawa keterampilan motorik kasar anak usia dini dapat ditingkatkan melalui permainan tradisional engklek. Peningkatan kemampuan motorik kasar anak secara keseluruhan sebelum adanya tindakan meningkat dari 45, 8% dengan kategori kurang baik, menjadi 62,5% dengan kategori cukup pada siklus I, menjadi 77,08% dengan kategori baik pada siklus II, menjadi 95,83% dengan kategori baik pada siklus III.  I mproving gross motor skills through the Engklek traditional game for children of group B  AbstractThis study aims to improve the process and outcomes of learning as an effort to improve gross motor skills of children in group B at TK Tunas Gading Yogyakarta. This research is a classroom action research conducted in the third cycle, the subjects in this study is a protégé of group B TK Tunas Gading Yogyakarta academic year 2015/2016 the 16 children consisting of 7 men and 9 women. Data collected through the performance, observation and documentation. Data analysis techniques done by using simple descriptive statistics, the data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study bring addressing the gross motor skills of early childhood can be enhanced through the traditional hopscotch game. The increase in gross motor skills of children in its entirety before any action to increase from 45, 8% with unfavorable category, to 62.5% with the category enough in the first cycle, being 77.08% with both categories at the second cycle, being 95.83% with both categories in the third cycle.
Pelatihan literasi media digital bagi murid-murid armidale english college (AEC) di Soreang Kabupaten Bandung Selatan Prasanti, Ditha; Indriani, Sri Seti
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.111 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.15364

Abstract

Kegiatan ini memiliki tujuan dapat menghasilkan luaran yaitu: (1) Memberikan pengetahuan dan wawasan yang konkret mengenai pelatihan literasi media digital; (2) Memberikan kemampuan dasar mengenai pelatihan literasi media digital bagi murid-murid AEC di Soreang Kab.Bandung Selatan. Metode pelaksanaan PKM yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah metode ceramah; metode diskusi; dan metode kaji tindak. Kesimpulan dari pelatihan literasi media digital ini adalah: (1) Sebagai tolak ukur seberapa jauh murid-murid AEC mengetahui literasi media digital; (2) Meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya melek media digital berkaitan dengan segala informasi yang dianggap penting dalam media untuk generasi digital berikutnya; (3) Meningkatkan kemampuan dasar murid AEC tentang literasi media digital. Digital Media Literacy Training for Students Armidale English College (AEC) in Soreang, District of South Bandung AbstractThe activity is aimed at producing the following outputs: (1) Providing concrete knowledge and insight into digital media literacy training; (2) Providing basic skills on digital media literacy training for AEC students in Soreang Kab.Bandung Selatan. The method of PKM implementation conducted in this extension activity is the lecture method; Method of discussion; and action research method. The conclusions of this digital media literacy training are: (1) As a measure of how far AEC students know the digital media literacy; (2) Increasing their awareness of the importance of digital media literacy in relation to any information deemed important in the media for the next digital generation; (3) Improving the basic skills of AEC students about digital media literacy.
Pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di sanggar kegiatan belajar Kabupaten Wonogiri Marta Dwi Ningrum; Sujarwo Sujarwo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.278 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.13554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan, hasil, dan faktor keberhasilan program pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di SKB Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode diskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemberdayaan dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran program. Pemberdayaan pedagang pasar tradisional dalam pondok komunitas belajar di SKB Kabupaten Wonogiri dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan tata boga dan tata rias. (2) Hasil program pondok komunitas belajar meliputi penambahan pengetahuan dan ketrampilan, adanya kesadaran untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan, penambahan relasi, dan kegiatan usaha.(3) Faktor keberhasilan program meliputi perencanaan program yang matang, motivasi belajar warga belajar yang tinggi, ketepatan materi dan metode pembelajaran, narasumber yang berkompeten dan penggunaan strategi pembelajaran yang tepat, dan sarana prasarana yang memadai. Empowering Traditional Market Traders in the Learning Community Cottage in Community Learning Center (SKB) Wonogiri AbstractThis research aims to describe: the implementation, results, and success factors of the empowerment traditional market traders in the learning community cottage in SKB Wonogiri.This research is qualitative research with description method. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The results show that (1) Empowerment can be done through training activities tailored to the needs of program targets. The empowerment of traditional market traders in the community learning cottage in SKB Kabupaten Wonogiri is conducted through culinary and makeup training activities; (2) The results of the traditional market traders empowerment program in the community cottage of learn include expansion of knowledge and skills, their awareness to increase knowledge and skills, and increase relationships and enterpreneur activities.(3) Success factors include planning programs, sound program, the motivation to learning participants of high learning, precision materials and methods of learning, competent resource persons and the use of appropriate learning strategies, and adequate infrastructure.
The development of early childhood sex education materials for early childhood education (ECE) teachers Budi Astuti; Sugiyatno Sugiyatno; Siti Aminah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.143 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.14869

Abstract

The objective of this research was to create early childhood sex education materials for Early Childhood Education Teachers. The research was initiated by conducting need assessment in the form of identification of the needs of sex education materials that appropriate for early childhood and the role of teachers and parents in the sex education. The subjects were chosen by using the purposive technique. The subjects of this study were 28 Early Childhood Education teachers in Sleman Regency. The data collection in this research was using a questionnaire. The data analysis technique was using quantitative descriptive techniques. The results of the research provided a description that the materials about the skills to protect themselves from sexual violence is the most needed matter of Early Childhood Education teachers. Further, respectively according to the level of need, the material that needs to be included in a Early Childhood Sex Education is the introduction of the gender, the introduction of self-identity, the relationship of men and women and ways to maintain the health,  and the introduction of reproductive organs and functions. Materials product is expected to be a guideline and reference in providing early sex education.
Evaluasi program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen pada PKBM Cahaya Kota Binjai Mahfuzi Irwan
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.544 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.14100

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi: (1) context, (2) input, (3) process dan (4) product program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cahaya. Penelitian evaluasi ini menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (1986) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dalam evaluasi ini yaitu 21 orang peserta pelatihan keterampilan, lima orang fasilitator pelatihan, dan satu orang penyelenggara program. Instrumen pengumpul data penelitian yang digunakan ialah kuisioner dengan menggunakan skala Likert, Acuan penilaian kriteria yang dipakai adalah penilaian acuan patokan (PAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aspek context program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen berada dalam kategori baik dengan  rerata skor sebesar 3,00 dari total skor yang telah ditetapkan; (2) aspek input program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen  berada dalam kategori baik dengan rerata skor sebesar 2,59 dari total skor yang telah ditetapkan; (3) aspek process program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen berada dalam kategori baik dengan rerata skor sebesar 2,53 dari total skor yang telah ditetapkan; dan (4) aspek product program pelatihan keterampilan mengolah limbah kertas semen berada dalam kategori tidak baik dengan rerata skor sebesar 2,06 dari total skor yang telah ditetapkan. An evaluation of the skills training program on processing cement waste paper at the community learning center Cahaya in Binjai AbstractThis study aims to evaluate: (1) the context, (2) input, (3) process, and (4) product of the life skills training program on processing cement waste paper organized CLC Cahaya. This evaluation study used the CIPP model developed by Stufflebeam (1986) with the quantitative descriptive approach. The research sample included 21 participants of life skills training, five training facilitators, and one program provider. The research data collection instrument was a questionnaire using Likert scale, and observation sheets. The reference to the assessment criteria used was the standard benchmark assessment. The results show that (1) the context aspect of the skill training program on processing cement waste paper is in the good category with the average score of 3,00 of the total score that has been set; (2) the input aspect of the skill training program on processing cement waste paper is in the good category with the average score of 2,59 of the total score that has been set; (3) the process aspect of the skill training program on processing cement waste paper is in the good category with the average score of 2,53 of the total score that has been set; and (4) the product aspect of the skill training program on processing cement waste paper is in the poor category with the average score of 2,06 of the total score that has been set.
Penanaman sikap beragama dan moral anak usia dini di TKIT Salman Al Farisi 2 Mulianah Khaironi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.826 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v4i2.9787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman sikap beragama dan moral anak usia dini di TKIT Salman Al Farisi 2, meliputi: perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, pembiasaan di luar kelas, pihak yang berperan, dan aktivitas pendukung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Informan kunci guru dan orang tua. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan pembelajaran berupa program semester, rencana pembelajaran program mingguan, dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian; (2) langkah-langkah pembelajaran adalah  pijakan sebelum main, inti, dan penutup; (3) pembiasaan di luar kelas, seperti: mengucapkan salam, berjabat tangan, meminta maaf, membuang sampah pada tempatnya, saling menolong dan bersedekah; (4) pihak yang berperan adalah sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar (secara tidak langsung); (5) Aktivitas pendukung anak adalah kegiatan bakti sosial, manasik haji, kunjungan edukatif, kegiatan ekstrakurikuler, dan undang tokoh. Aktivitas pendukung guru adalah pembinaan akidah. Aktivitas pendukung orang tua adalah parenting dan sekolah orang tua salman. Inculcation religious and moral attitudes of early childhood in TKIT Salman Al Farisi 2 AbstractThis study was aimed to describe the inculcation of religious and moral attitudes of early childhood in TKIT Salman Al Farisi 2, including: the lesson plan, the learning process, the habituation outside the classroom, the participants, and the supporting activities. This study is a qualitative research using case study design. The key informants are teachers, and parents. The data were obtained observation, in depth interview, and document review. The results show that: 1) there are lesson plan in the form of semester learning plan, weekly learning plan, and daily learning plan; (2) the learning steps are done on a opening before play, core, and closing; (3) habituation outside the classroom are such as: greeting, shaking hands, apologizing, disposing of garbage in its place, helping each other and alms; (4) the participants are school, parents, and the surrounding community (indirectly); (5) there are supporting activities for children, such as social activities, rituals of hajj, educational visits, extracurricular activities, and invite characters. Supporting activities for teachers is namely the formation of teacher aqidah. Support activities for parents are namely parenting and salman parents school.

Page 1 of 1 | Total Record : 9