cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
EDU CIVIC
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC" : 14 Documents clear
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMK NEGERI 1 BALAESANG Zainuddin, Zainuddin
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.359 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran PKN Di SMK Negeri 1 Balaesang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana upaya Guru PKn di SMK Negeri 1 Balaesang?, 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar PKn pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Balaesang ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menyajikan informasi yang bersifat menerangkan dalam bentuk uraian, maka data yang ada tidak dapat diwujudkan dalam bentuk angka-angka melainkan berbentuk suatu penjelasan yang menggambarkan keadaan, proses, dan evaluasi motivasi belajar pada mata pelajaran PKn melalui observasi, dokumentasi, pemberian angket dan wawancara. Dari keempat kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa upaya guru PKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn belum terlaksana secara maksimal, hal ini sesuai dengan pernyataan yang dipilih informan di mana masing-masing soal responden cenderung memilih pernyataan kadang-kadang dengan item soal mengenai upaya guru PKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain metode, media sebagai sarana juga memiliki faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Karena itu, diperlukan sarana dan fasilitas yang memadai dalam meningkatkan motivasi belajar siswa tersebut.   Kata Kunci : Upaya Guru, Motivasi Belajar      
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 SATU ATAP DESA PADABAHO KECAMATAN BAHODOPI KABUPATEN MOROWALI A, Arniati
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.241 KB)

Abstract

Masyarakat melihat bahwa pendidikan itu hanya dipertanggungjawabkan oleh pemerintah dan sekolah sebagai pelaksana pendidikan. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan pandangan tentang mutu pendidikan di desa padabaho. yang menjadi tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Satu Atap. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode kualitatif. Jumlah populasi 233 dan sampel 34 orang tua siswa/masyrakat di SMPN 3 Satu Atap Padabaho. Data menunjukan bahwa 14 orang responden (38,88%) pernyataan orang tua siswa tentang prestasi anaknya di sekolah. 12 orang responden (35,29%) pernyataan orang tua siswa tentang prestasi anaknya di sekolah. Dan 8 orang responden (23,52%) menyatakan kadang-kadang bertanya tentang prestasi anaknya di sekolah. Data menunjukan bahwa 12 orang responden (35,29%) menyatakan selalu Pernyataan Orang Tua Siswa Menanyakan Informasi Tentang Akreditas SMPN 3 Satu Atap 12 orang responden (35,29%) menyatakan sering Pernyataan Orang Tua Siswa Menanyakan Informasi Tentang Akreditas SMPN 3 Satu Atap. 6 orang responden (17,64%) menyatakan kadang-kadang Pernyataan Orang Tua Siswa Menanyakan Informasi Tentang Akreditas SMPN 3 Satu Atap. 4 orang responden (11,76%) menyatakan tidak pernah Pernyataan Orang Tua Siswa Menanyakan Informasi Tentang Akreditas SMPN 3 Satu Atap. Data menunjukan, bahwa 10 orang responden (35,29%)  menyatakan selalu pernah bertanya mengenai mutu pendidikan kepada kepala sekolah SMPN 3 SATAP. 9 orang responden (26,47%) menyatakan  sering pernah bertanya mengenai mutu pendidikan kepada kepala sekolah SMPN 3 SATAP. 9 orang responden (23,52%) dan menyatakan kadang-kadang pernah bertanya mengenai mutu pendidikan kepada kepala sekolah SMPN 3 SATAP. 5 orang responden (14,70%)  menyatakan tidak pernah pernah bertanya mengenai mutu pendidikan kepada kepala sekolah SMPN 3 SATAP. Kesimpulkan bahwa disebabkan kurang maksimalnya kinerja guru serta peran orang tua siswa dalam mendukung dan keterlibatan dirinya dalam perkembangan anaknya disekolah.     Kata Kunci: Persepsi Masyarakat/orang tua siswa terhadap mutu pendidikan.
MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS X M SMA NEGERI 3 PALU PADA PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE (QSH Fath, Shofi Nurul
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.719 KB)

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini adalah melihat perkembangan proses pembelajaran PKn dan meningkatkan partisipasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have (QSH). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas pada kelas X M SMA Negeri 3 Palu yang berjumlah 30 siswa, sedangkan fokus penelitian adalah aktivitas guru, aktivitas siswa dan partisipasi siswa yang meliputi Keberanian bertanya, substansi pertanyaan, kemampuan siswa berpikir logis serta penggunaan bahasa yang baik dan benar. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Data dianalisa secara dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran aktif tipe Question Student Have (QSH) dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn. (2) Besarnya peningkatan partisipasi siswa dari hasil observasi siklus ke I 50% dan siklus ke II 71%. (3) Hasil observasi aktivitas guru siklus ke I 69% dan siklus ke II 87.5%; Aktivitas siswa siklus ke I 61% dan siklus ke II 89%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran aktif tipe Question Student Have (QSH) dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas X M SMA Negeri 3 Palu pada pembelajaran PKn. Peneliti mengajukan saran dengan menerapkan model pembelajaran aktif tipe QSH dapat menjadi salah satu alternative bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran untuk meningkatkan dan mendapatkan partisipasi siswa.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Aktif; Question Student Have (QSH); Partisipasi siswa , Pembelajaran PKn. .
STUDI ANALISIS PERANAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 1 BALINGGI Maramis, Maria Fransiska
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.132 KB)

Abstract

Maria Fransiska Maramis (2015). Studi Analisis Peranan Guru Sebagai Motivator dalam Pembelajaran PKn di SMP Negeri 1 Balinggi. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (I) Asep Mahpudz, Pembimbing (II) Hasdin. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peranan guru sebagai motivator dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 1 Balinggi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana peranan guru sebagai motivator dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 1 Balinggi dan untuk mengetahui bagaimana upaya guru untuk menumbuhkan motivasi dalam pelaksanaan pembelajaran PKn di SMP Negeri 1 Balinggi. Penelitian dilaksanakan  di SMP Negeri 1 Balinggi, melibatkan 2 orang guru PKn sebagai informan dan 30 orang siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan angket. Analisis data kualitatif  dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Analisis data kuantitatif menggunakan rumus P=f/Nx100. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa guru berperan penting membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 1 Balinggi. Terbukti dari hasil penelitian persentase rata-rata yang memberi pernyataan sangat setuju dan setuju pada angket penilaian guru mencapai 63,8%. Peranan guru sebagai motivator dalam pembelajaran PKn diaplikasikan dengan mengikuti prinsip ketrampilan dasar dalam mengajar. Siswa SMP Negeri 1 Balinggi termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PKn. Kata Kunci :   Peranan Guru Sebagai Motivator, Pembelajaran PKn.   1
PEMANFAATAN PERPUSTAAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMP KARUNA DIPA PALU Fatmawati, Mega Selvia
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.168 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan perpustaakan sebagai sumber belajar dalam Pembelajaran PKn di SMP Karuna Dipa Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam Pembelajaran PKn Di SMP Karuna Dipa Palu. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah deskripti-kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 143 siswa, dengan sampel sebanyak 25% atau 36 siswa dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data melalui: Observasi, wawancara, Angket dan Dokumentasi. Setelah data terkumpul dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran PKn di SMP Karuna Dipa Palu sudah baik dan dilaksanakan dengan secara maksimal dengan cara pemberian tugas yang dikerjakan di perpustakaan, belajar bersama di perpustakaan hingga diskusi di perpustakaan, meminjam buku dan mengembalikan buku. Dari hasil angket diperoleh data: kualitas perpustakaan sebagai sumber belajar ketika mengerjakan tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik yaitu 42%. Hasil belajar dalam pemanfaatan perpustakaan baik yaitu 47%. Konsentrasi siswa mengerjakan tugas di perpustakaan sangat baik yaitu 47%, minat baca siswa setelah adanya perpustakaan baik yaitu 39%, minat belajar siswa setelah di perpustakaan baik yaitu 39% peran perpustakaan sebagai sumber belajar PKn sangat baik yaitu 33%, keefektifan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran PKn baik yaitu 42%, ketersediaan buku di perpustakaan baik yaitu 47%, pelayanan perpustakaan khususnya pada pembelajaran PKn baik yaitu 33%, kesesuaian penempatan buku-buku di perpustakaan sangat baik yaitu 36%, fasilitas perpustakaan sebagai sumber belajar baik yaitu baik yaitu 39%, tingkat kedisiplinan di perpustakaan 50%. Maka dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar siswa sangat berdampak baik bagi siswa dan siswi terutama dalam pembelajaran PKn di SMP Karuna Dipa Palu   Kata Kunci: Perpustakaan Sumber Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
PERANAN GURU PPKn DALAM PEMBINAAN BUDI PEKERTI SISWA DI MTsN SAUSU KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MAUTONG Irwanto, Roni
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.264 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peranan guru PPKn dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Mautong, Faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Mautong, Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peranan guru PPKn dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Mautong dan Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Mautong. jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu di MTsN Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Mautong. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTsN Sausu yang berjumlah 270 siswa dan jumlah sampel 40 siswa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan guru PPKn dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu  belum terimplementasi secara maksimal, karena masih banyak siswa yang kurang memahami pentingnya budi pekerti yang baik bagi siswa itu sendiri, upaya-upaya yang dilakukan guru PPKn di MTsN Sausu dalam pembinaan budi pekerti siswa yaitu, menggunakan pendekatan keteladanan kepada siswa seperti selalu berbicara dengan sopan dan santun, selalu disiplin dalam berbagai hal serta selalu berpakian rapi, melalui pembelajaran PKn  guru PPKn di MTsN Sausu selalu menanamkan nilai-nilai moral kepada siswanya, meningkatkan budi pekerti siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler seperti memperingati hari-hari bersar, pengajian dan lain sebagainya, Faktor-faktor penghambat dalam pembinaan budi pekerti siswa di MTsN Sausu yaitu, adanya pengaruh pergaulan teman sebaya baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, terbatasnya komunikasi antara guru dan orang tua siswa, dan Kurangnya sarana dan prasaran.     Kata Kunci: Peranan guru. Pembinaan budi pekerti    
PERANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (LPMD) DALAMPENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAPPEMBANGUNAN DI DESA PALASA LAMBORI KECAMATAN PALASA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Hardianto, Hardianto
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.985 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat di Desa Palasa Lambori. Tujuan Penelitiann yakni untuk mengetahui Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dalam Peningkatan Partispasi Masyarakat terhadap Pembangunan di Desa Palasa Lambori. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif yakni memaparkan data sesuai fakta yang diperoleh apa adanya. Populasi pada penelitian berjumlah 682 KK, sampel ditetapkan dengan model profosiv sampling yakni sejumlah 68 KK yang tersebar di 6 Dusun, untuk menetukan jumlah responden maka ditentukan 10% dari jumlah populasi yang ada di setiap dusun. guna mengakuratkan data maka pada penelitian ini ditetapkan Informan sebanyak 6 orang yang dianggap bisa memberikan informasi terkait peranan pengurus LPMD di Desa Palasa Lambori. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi,teknik analisis digunakan rumus presentasi dan wawancara disajikan lewat kutipan wawancara. Hasil penelitiankurangnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Desa Palasa Lambori baik pada perencanaan maupun pada tingkat pelaksanaan pembangunan, Pengurus LPMD tidak mengetahui tupoksinya, inisiatif pembangunan bukan bersumber dari LPMD melainkan Kepala Desa dan Perangkatnya, pelaksanaan pembangunan terkadang dikerjakan oleh Pihak Swasta.Upaya pembinaan terhadap Pengurus LPMD harus ditunjukan oleh Pemerintah Daerah ataupu Kecamatan serta menjelaskan kedudukan serta batasan antara Kepala Desa, BPD, dan LPMD dalam menjalankan tupoksinya terkait pembangunan di desa.     Kata Kunci : Peranan LPMD, Partisipasi Masyarakat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS VIIA SMP NEGERI 10 PALU Mawarni, Norma Deysi
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.877 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus dan berakhir pada siklus II, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas VIIA SMP Negeri 10 Palu berjumlah 33 siswa, terdiri dari 16 laki-laki dan 17 perempuan. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn terhadap materi demokrasi dengan menggunakan metode diskusi kelompok di kelas VII SMP Negeri 10 Palu menunjukkan bahwa data awal hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi demokrasi yaitu memperoleh nilai awal 26,66%  anak yang memperoleh nilai. Hal ini mengalami peningkatan pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 66,66%, dan daya serap klasikal 65,33% dan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 80%, dan daya serap klasikal 82,66% sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa siswa sudah mengalami peningkatan hasil belajar PKn pada materi demokrasi dengan baik. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa siswa sudah mengalami peningkatan hasil belajar PKn pada materi demokrasi dengan baik.       Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Hasil Belajar, Pembelajaran PKn.    
PERMAINAN TRADISIONAL NOGARATA TO KAILI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN PKn DALAM MEMBANGUN NILAI KARAKTER KEWARGANEGARAAN SISWA SMP NEGERI 13 PALU Fath, Shofia Nurun
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.92 KB)

Abstract

  Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah permainan tradisional nogarata to kaili sebagai media pendidikan Pkn dapat membangun nilai karakter kewarganegaraan siswa SMP Negeri 13 Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang permainan tradisional nogarata to kaili sebagai media pendidikan Pkn dalam membangun nilai karakter kewarganegaraan siswa SMP Negeri 13 Palu. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Palu, pada awal bulan oktober sampai dengan bulan desember 2015. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Palu dan sampelnya adalah siswa kelas VII E berjumlah 23 orang.  Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data dan verifikasi data). Hasil penelitian nogarata to kaili memiliki nilai baik sebagai media pendidikan. Permainan ini membangun nilai natundu, nasialapale, dan nilinggu mpo taboyo pada siswa. Nilai budaya lokal tersebut sejalan dengan karakter kewarganegaraan yaitu disiplin, jujur, dan demokratis. Dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan tradisional nogarata to kaili dapat membangun nilai karakter kewarganegaraan siswa SMP Negeri 13 Palu sehingga terwujud siswa sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.     Kata kunci :  Permainan Tradisional; Nogarata To Kaili; Nilai Karakter Kewarganegaraan.  
POLA PIKIR SUKU DA’A TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK DI DESA KALOLA KECAMATAN BAMBALAMOTU KABUPATEN MAMUJU UTARA Hasan, Hasanuddin
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.432 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Pola pikir Suku Da’a terhadap  pendidikan formal, dan faktor yang memepengaruhi pola pikir Suku Da’a terhadap  pendidikan formal, serta upaya yang dilakukan oleh Suku Da’a untuk memajukan pendidikan formal bagi anak di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Subjek dalam penelitian ini adalah Suku Da’a di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pola suku Da’a terhadap pendidikan formal bagi anak sudah mulai kearah yang lebih maju karena adanya perubahan tatanan nilai-nilai kehidupan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Selain itu terdapat beberapa upaya yang telah dilakukan suku Da’a yang turut membantu untuk memajukan pendidikan formal seperti memfasilitasi kebutuhan anak untuk bersekolah dan memberikan motivasi sebagai mana mestinya peran orang tua terhadap anak sudah dilaksanakan demi untuk memajukan pendidikan formal bagi anak yang ada di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Kata Kunci: Pola Pikir; Suku Da’a; Pendidikan Formal.

Page 1 of 2 | Total Record : 14