cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
EDU CIVIC
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC" : 10 Documents clear
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP NILAI- NILAI GOTONG ROYONG DI DESA PELAWA BARU KECEMATAN PARIGI TENGAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG Z, M. Fahri
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.257 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui persepsi tokoh masyarakat terhadap nilai-nilai gotong royong di Desa Pelawa Baru, (2) Untuk mengetahui manfaat nilai-nilai gotong royong di Desa Pelawa Baru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong. Subyek dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari yaitu 3 orang tokoh masyarakat, 1 orang tokoh adat, 1 orang tokoh agama dan kepala desa. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi tokoh masyarakat terhadap nilai- nilai gotong royong memiliki beberapa perilaku prososial dalam gotong royong yaitu: Berbagi (Sharing), Kerja Sama (Cooperating), Menolong (Helping), Memberi atau Menyumbang (Donating), Kejujuran (Honesty). Nilai-nilai Gotong Royong yang terkandung dalam persepsi tokoh masyarakat di Desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong yaitu (1) Nilai yang berkaitan dengan kebahagian (2) Nilai yang berkaitan dengan kesedihan (3) Nilai yang berkaitan dengan saling tolong menolong.  Kata Kunci : Nilai-nilai Gotong Royong;Persepsi Tokoh Masyarakat.
PELAKSANAAN IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER INTEGRITAS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Sukmawati, Sukmawati
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.782 KB)

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi leading sector dalam implementasi penguatan pendidikan karakter integritas siswa. Namun, kenyataannya mata pelajaran PPKn belum maksimal dalam menjalankan peran tersebut karena proses yang terjadi masih berorientasi pada pencapaian kognitif. Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk mengkaji secara mendalam informasi tentang perencanaan penguatan pendidikan karakter integritas dalam pembelajaran PPKn di sekolah SMP Islam Athirah Makassar sebagai Pilot Project pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Hambatan yang dialami dalam pembelajaran berkaitan dengan waktu dimana siswa kadang terlambat pada saat pergantian mata pelajaran dimana sekolah ini menerapkan sistem moving class dan upaya yang dilakukan yaitu memberikan penambahan waktu untuk mempersiapkan segala persiapan pelajaran selanjutnya menerapkan metode belajar yang menarik yang dapat menarik perhatian siswa. Sedangkan sikap integritas siswa telah nampak ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas maupun di luar kelas yaitu jujur, cinta pada kebenaran, anti korupsi, keadilan, bertanggung jawab, menepati janji, komitmen moral, dan konsisten.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter Integritas, Pembelajaran PPKn.
TINJAUAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PELAKSANAAN IBADAH KURBAN DI DESA LIMBO MAKMUR KECAMATAN BUMI RAYA KABUPATEN MOROWALI Sujahyar, Joko Dani
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.005 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pelaksanaan ibadah kurban di Desa Limbo Makmur sesuai dengan syariat Islam dan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ibadah kurban di Desa Limbo Makmur dalam tinjauan nilai Pancasila. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini berjumlah 8 orang informan. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan ibadah kurban di Desa Limbo Makmur sudah sesuai dengan syariat Islam, baik saat penyembelihan dan pendistribusian. Adapun hewan kurban dari nonmuslim dipisahkan dari hewan kurban muslim. Kemudian pelaksanaan ibadah kurban dalam tinjauan nilai ketuhanan yaitu ibadah yang didasarkan pada tuntunan agama islam. Nilai kemanusiaan terdapat pada pembagian daging kurban yang ditujukan pada masyarakat kurang mampu atau fakir miskin dan juga musafir. Nilai persatuan  terdapat pada pelaksanaan ibadah kurban di Desa tersebut bahwa nonmuslim juga ikut terlibat. Nilai musyawarah dalam ibadah kurban terdapat pada musyawarah yang dilakukan panitia kurban sebelum melaksanakan ibadah kurban. Nilai keadilanya terdapat pada pendistribusian daging kurban yang mana daging kurban dibagikan menyeluruh ke semua masyarakat Desa Limbo Makmur. Sehingga dengan demikian Nilai Pancasila dalam ibadah kurban setidaknya memiliki dimensi spritual yang mewakili nilai ketuhanan dan dimensi sosial yang mewakili nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan nilai keadilan. Kata kunci : Tinjauan; Nilai-nilai Pancasila; Ibadah Kurban
PEMBINAAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI MTs ALKHAIRAAT PUSAT PALU T Bachmid, Zuzan
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.852 KB)

Abstract

Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan guru pembina Pramuka dalam membina karakter siswa melalui kegiatan Kepramukaan di MTs. Alkhairaat Pusat Palu. Subyek dalam penelitian ini ada 8 orang yang terdiri dari 6 siswa kelas VII yaitu 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan yang mengikuti kegiatan Kepramukaan, 1 guru Pembina Pramuka, dan 1 Wakil Kepala Sekolah. Adapun Jenis Penelitian yang dilakukan yakni berdasarkan metode deskriptif kualitatif teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembinaan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Kepramukaan di MTs. Alkhairaat Pusat Palu yaitu : 1. Karakter Tanggung Jawab 2. Disiplin 3. Mandiri.   Kata Kunci : Pembinaan, Karakter, Kepramukaan. 
SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SAUSU KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Kasir, Abdul
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.213 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud sikap toleransi atar umat beragama di Desa Sausu (2) mendeskripsikan upaya mempertahankan sikap toleransi antar umat beragama di Desa Sausu. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sausu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Adapun Informan/Subjek penelitian ini berjumlah tiga belas orang yang terdiri dari kepala Desa, delapan kepala dusun dan empat tokoh agama yang terdiri dari agama Islam, Kristen, Khatolik dan Hindu. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dijadikan sebagai dasar untuk membahas masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan masyarakat Desa Sausu saling mengakui hak orang  lain untuk memeluk agama dan keyakinannya masing-masing  menghargai dan membolehkan pelaksanaan beribadah sesuai dengan kepercayaan serta mengakui hak keikutsertaan dalam kultur masyarakat yang ada di Desa Sausu. Di Desa Sausu sikap untuk saling menghargai keberadaan antar umat beragama dengan cara silaturrahmi, dan berinteraksi dalam beberapa bidang kehidupan seperti ekonomi dan sosial.Upaya mempertahankan sikap toleransi antar umat beragama di Desa Sausu bahwa pemahaman masyarakat mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan sosial dengan lingkungan yang heterogen. Mengamalkan  ajaran agama tentang  bagaiamana sikap toleran antar umat beragama dan meningkatkan pendidikan baik formal maupun informal tentang pentingnya memahami perbedaan agama yang ada di Indonesia Sikap toleransi juga suda diajarkan kepada anak sejak usia dini sehingga sikap toleransi sudah diterapkan dengan baik oleh masyarakat Desa Sausu. Kata kunci: Sikap, Toleransi, Umat Beragama
DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNIVERSITAS TADULAKO Ardan, Muh
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.942 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa PPKn tentang dampak penggunaan handphone dan mendeskripsikan tentang manfaat serta dampak negative yang ditimbulkan akibat penggunaan handphone itu sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 10 orang ( 6 laki-laki dan 4 perempuan ) mahasiswa angkatan 2018 Kelas  C Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data, data yang di peroleh dianalisi dengan cara yakni reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan itu akan berpengaruh baik atau buruk kepada mahasiswa tergantung kepada si pemakai handphone. Dampak positifnya yaitu dapat digunakan sebagai media informasi, komunikasi, dan media pembelajaran. Sedangkan dampak negative nya yaitu dapat mempengaruhi konsentrasi Mahasiswa dalam belajar, membuat mahasiswa malas belajar, mengganggu perkembangan anak, dan juga pemborosan. tetapi masih banyak mahasiswa yang menggunakan handphone kearah yang negatif  di kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Jadi perlu adanya kebijakan penggunaan handphone bagi mahasiswa. Handphone hanya dapat digunakan didalam kelas apabila Pengajar mengintruksikan untuk menggunakannya. Kata Kunci : Dampak ; Handphone ; Pembelajaran.
MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI IPA DAN IPS PADA MATA PELAJARAN PPKn DI MAN 2 PARIGI Susilo, Andi Hadi
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.684 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas XI IPA dan IPS di MA Negeri 2 Parigi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe pendekatan deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran mengenai minat beajar siswa kelas XI IPA dan IPS di MA Negeri 2 Parigi. Sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah : (1)  penelitian lapangan yang terdiri atas observasi, wawancara angket dan dokumentasi. (2) penelitian ini dilakukan di wilayah Desa sumberaguung kecamatan mepanga khususnya sekolah MA Negeri 2 Parigi, setelah data berhasil dikumpulkan dan dianalisis secara kualitatif dengan model alur meliputi komonen reduksi, penyajian, dan verivikasi. Sehungan dengan penelitian ini maka dapat disimpulkan data hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar siswa kelas XI IPA dan IPS rata-rata sekitar (47,06%). Hal ini dinyatakan adanya faktor dari guru mendorong siswa selalu termotivasi untuk mempelajari pelajaran PPKn (76,47%). Minat belajar siswa-siswi MA Negeri 2 Parigi bukan dari dalam diri siswa tetapi adanya faktor dari luar. Kata kunci : Minat Belajar Siswa 
PERAN GURUPKn DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SMA NEGERI 1 SOJOL Randi, Randi
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.748 KB)

Abstract

Peran Guru PKn dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SMA Negeri 1 Sojol. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing Jamaludin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsiakan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kenakalan siswa di SMA Negeri 1 Sojol dan mendeskripsikan bagaimana peran guru PKn dalam mengatasi kenakalan siswa di SMA Negeri 1 Sojol. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Sojol. Adapun subyek penelitian yaitu kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru PKn. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan 1) Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Siswa di SMA Negeri 1 Sojol yaitu faktor internal dan faktor eksternal diamana faktor internal yaitu kurangnya motivasi diri, kontrol diri yang lemah sehingga siswa mudah terjerumus dalam perbuatan kenakalan karena pengendalian diri yang kurang, dan faktor eksternal yaitu dari lingkungan keluarga yang kurang perhatian terhadap anaknya dan juga dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat, teman bermain dan media sosial dimana siswa biasanya bergaul di lingkungan masyarakat yang yang kurang baik seperti merokok, berkelahi sehingga siswa juga ikut terpengaruh oleh lingkungan. 2)Peran guru PKn dalam mengatasi kenakalan siswa di SMA Negeri 1 Sojol adalah dengan cara memberikan bimbingan kepada siswa melalui hal-hal yang paling sederhana berkaitan dengan perilaku kenakalan siswa yaitu dengan diajari salam, berjabat tangan dengan guru, dibiasakan hormat kepada orang tua, dibiasakan hormat kepada guru, keluar sekolah melalui pintu gerbang sekolah, memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler untuk menampung potensi sisa baik itu dalam berolahraga, kesenian, organisasi, kerohanian, agar menjadi siswa yang baik dan menciptakan kondisi sekolah agar menjadi sekolah yang kondusif bagi siswa untuk melakukan proses belajar mengajar dan perkembangan potensi diri siswa itu sendiri.Kata Kunci: Peran Guru PKn; Mengatasi; Kenakalan Siswa
Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar Dalam Meningkatkan Partsipasi Anak Melanjutkan Pendidikan Di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Dahlia, Dahlia
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.182 KB)

Abstract

   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar dalam meningkatkan partisipasi anak melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 22 terdiri dari Kepala Sekolah, Koordinator KIP, 15 Anak penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 5 Orang tua/Keluarga siswa penerima KIP. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan 3 tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, verifikasi data (kesimpulan). Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar dalam meningkatkan partisipasi anak melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara sudah bisa dikatakan berhasil dikatakan demikian karna Penerima manfaat Program Kartu Indonesia Pintar sebagian besar berasal dari SDN 2 Santigi yang kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara sejak 2 tahun terakhir yaitu pada Tahun Ajaran 2016/2017 s/d 2017/2018 berjumlah 76 siswa persentasi yang diperolah sebesar 90,47% atau termasuk kedalam kategori partisipasi tinggi. Program tersebut dapat membantu mencegah anak dari kemungkinan putus sekolah dan menarik siswa putus sekolah untuk berpartisipasi melanjutkan kembali pendidikannya. Partisipasi yang dimaksud dalam hal ini adalah keikutsertaan anak melanjutkan pendidikan bagi anak yang sebelumnya sempat putus sekolah karna kekurangan biaya dan anak yang sempat menganggur kini mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengkhawatirkan biaya yang terlalu memberatkan orang tua.  Kata Kunci: Implementasi ; Kartu Indonesia Pintar; Partisipasi ;                  Melanjutkan Pendidikan
MAKNA PELAKSANAAN UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU DAWAN DITINJAU DARI NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DI DESA POTO KECAMATAN FATULEU BARAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Hay, Sarah J.
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.654 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan upacara adat perkawinan (2) mengetahui makna religiusitas, dan (3) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Lokasi penelitian di Desa Poto. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari 7 orang tokoh adat yaitu bapak Mathias Nifueki selaku pelindung adat, bapak Osias Boy selaku kepala suku Dawan Desa Poto, bapak Lorens Atte selaku orang tua adat, bapak Samuel Klali, S.Pd selaku orang tua adat, bapak Simon Petrus Kofi selaku orang tua adat dan ibu Silpha Skana selaku oran tua adat , 2 orang tokoh Agama yaitu bapak Matheos Paul selaku utusan injil dan bapak Yohanis Pitay selaku majelis gereja dan 3 orang suku dawan dari warga Desa setempat yaitu bapak Metusalakh Oemanu selaku orang tua yang pernah melakukan upacara adat perkawinan, ibu Nyora Smaut selaku orang tua yang pernah melakukan upacara adat perkawinan dan ibu Yohana Hanas yang pernah melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) masyarakat Dawan masih melaksanakan upacara adat perkawinan suku Dawan yang terdiri dari 6 tahap yaitu (a)  Oko Mamat/Hosen atau buka pintu (tempat sirih atau menyapa keluarga perempuan), (b) musyawarah keluarga laki-laki, (c) Tam Aluk/Masuk Minta (peminangan), (d)  Kaos Nonot (pergantian/perpindahan marga), (e) Taniu Fatu’toko (mandi berkat) dan (f) Kabin (menikah/nikah masehi) (2) makna religiusitas dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan a) pengalaman c) pengamalan d) keyakinan e) praktik agama (rituaistik) (f) pengetahuan akan agama. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu a) struktural, b) kultural dan c) interaksional.Kata kunci: Makna; Pelaksanaan Upacara Adat, Perkawinan, Suku Dawan; Religiusitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10