cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
kardi@stainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471 Jawa Timur, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : -
Core Subject : Science,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
Migrasi Sistem Informasi Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan STAIN Pekalongan) Junaeti, Junaeti
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.684

Abstract

Revolusi teknologi informasi ini sangat berperan dalam perkembangan dunia perpustakaan. Perpustakaan yang tadinya pasif menjadi lebih aktif dalam berinteraksi dengan pemustakanya. Masuknya teknologi informasi di perpustakaan, juga merupakan tuntutan dari pemustaka yang dilayani, dimana mereka menuntut layanan yang cepat, akurat dan kemudahan mendapatkan informasi dari keberagaman jenis sumber informasi. Penerapan program sistem informasi perpustakaan sudah menjadi keharusan pada sistem layanan dan pengolahan informasi di perpustakaan agar tidak ditinggalkan oleh pemakainya. Permasalahan dalam tulisan ini bagaimana migrasi system informasi perpustakaan di Perpustakaan STAIN Pekalongan? Tulisan ini mencoba membahas bahwa dalam proses migrasi yang dimulai dari pemilihan program otomasi perpustakaan tergantung pada kebutuhan perpustakaan itu sendiri yang berorientasi pada layanan prima atau service excellent kepada masyarakat yang dilayaninya. Otomasi perpustakaan adalah sebuah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Penerapan TI sebagai sistem manajemen informasi perpustakaan biasanya berkaitan pada bidang kerja meliputi pengadaan, pengolahan, layanan, dan online public acces catalogue (OPAC). Tujuan otomasi didalam perpustakaan meliputi memudahkan integrasi kegiatan perpustakaan, memudahkan kerja sama dan pembentukan jaringan perpustakaan, membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan, menghindari dari pekerjaan yang bersifat mengulang dan membosankan, meningkatkan efisiensi. Otomasi perpustakaan membutuhkan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, dana, pedoman standar. Migrasi system informasi perpustakaan STAIN Pekalongan dari SIPRUS ke SLIMS. Migrasi sistem informasi dilaksanakan karena SLIMS memiliki keunggulan dan pengembangan sistem untuk jangka panjang. Faktor pemustaka yang akan memakai hasil dari proses otomasi di perpustakaan tersebut juga harus dipertimbangkan.
Pendidikan Pemustaka Melalui Kegiatan Literasi Informasi di Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya untuk Mendukung Perguruan Tinggi yang Berkualitas Purwandini, Dyana
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.688

Abstract

Lifelong learning society emphasize the importance of information in a process of learning, self-development, career, doing work / business, and live in every opportunity. Lifelong learning society gives opportunities to the community, especially here is the student to respond to the demands of learning-oriented in their spare time (non formal education). The role of the library to realize a lifelong leraning society is to conduct information literacy activities with the main goal is to provide supplies to users, especially students to make it easier to complete the task of learning. Information literacy needs to be given to users, especially students is to better identify what information users need and how to do searching to the sources of information, especially that contained in the library. Library Perbanas Surabaya designing activities that support the implementation of information literacy in order to develop a lifelong learning society. The activity is Metodologi Penelusuran Informasi Ilmiah workshop and Research Zone services.
Peningkatan Layanan Koleksi Digital Institutional Repository (IR) dengan EPRINTS di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Hijrih, Fatchul
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.678

Abstract

Penelitian ini akan menjawab persoalan penumpukan koleksi digital dalam bentuk CD yang berisi file hasil karya civitas akademika UIN Sunan Kalijaga yang berupa hasil tugas akhir mahasiswa yang menempuh jenjang Diploma III, Strata I dan Strata II serta karya ilmiah yang dihasilkan dari penelitian dosen maupun lembaga penelitian namun tidak dapat dilayankan dengan baik. Faktor yang paling berpengaruh adalah kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki perpustakaan dan media penyimpanan yang mudah rusak jika digunakan berulang-ulang. Selain itu, Kemunculan Webometric Repository sebagai tolak ukur penilaian penggunaan hasil karya ilmiah di institusi pendidikan perguruan tinggi  dengan tehnik penilaian terbagi menjadi empat katagori yaitu : Size sebesar 20 persen, Visibility dengan komposisi 50 persen, Rich Files sebesar 15, dan Scholar 15 persen. Hal ini menjadikan setiap perpustakaan di institusi pendidikan perguruan tinggi berlomba-lomba untuk memperbaiki mutu layanan institutional repository digital yang dimiliki. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi saat ini, yaitu dengan membangun institutional repository (IR) menggunakan EPrints sebagai platform manajemen koleksi dan layanan koleksi digital.  EPrints dipilih sebagai platform content management system untuk repositori digital karena dapat memudahkan pemustaka untuk mengakses konten digital UIN Sunan Kalijaga dan mengangkat posisi perpustakaan UIN Sunan Kalijaga di rangking webometric repository.
Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Institusional Repository Kurniawan, Taufiq
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.683

Abstract

Perpustakaan menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya mengelola dan menyebarluaskan informasi. Perpustakaan di perguruan tinggi mempunyai peran dalam pengelolaan dan penyebarluasan informasi. Istilah perpustakaan digital di era sekarang sudah mulai bergeser ke konsep pengembangan insitusional repository. Konsep institusional repository ini merupakan upaya untuk memaksimalkan layanan perpustakaan dalam bidang publikasi karya ilmiah yang tidak hanya yang berwujud cetak, tetapi juga berwujud digital. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi perpustakaan untuk mengelola koleksi-koleksi dalam wujud digital. Koleksi digital ini bisa berwujud soft file atau biasa dikenal sekarang dengan dokumen dengan format PDF (Portable Document Format) ataupun dalam wujud image, video dll. Perpustakaan sudah saatnya untuk menyesuaikan dengan perkembangan ini. Perpustakaan mempunyai peran penting dalam pengelolaan electronic resources atau sumber informasi berwujud elektronik yang ada. Perguruan tinggi tentunya merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Karya ilmiah akademisi tentu menjadi kekayaan informasi yang sangat bermanfaat. Perpustakaan tentunya harus memandang ini sebagai sebuah peluang dan kesempatan dalam melayankan kepada masyarakat akan informasi yang dimiliki. Koleksi karya ilmiah sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian ataupun pengkajian keilmuan. Sekarang konsep institusional repository menjadi salah satu bahan acuan dalam pemeringkatan perguruan tinggi atau dikenal dengan webometric. Maka perpustakaan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan citra lembaga atau perguruan tingginya
Optimalisasi Web untuk Promosi Perpustakaan Sukirno, Sukirno
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.679

Abstract

Saat ini kegiatan promosi di perpustakaan belum dilakukan secara masif dan baik. Promosi merupakan bentuk  pengenalan produk jasa kepada pemustaka. Kegiatan promosi perpustakaan tersebut dilakukan masih sangat terbatas, bahkan masih sangat banyak  perpustakaan yang dibiarkan “beku” untuk bertahan hidup tanpa ada  usaha untuk mengembangkannnya dan mempromosikan pada pemustaka. Perpustakaan tidak kalah penting untuk mengadakan promosi,  sebagaimana lembaga-lembaga yang berorentasi  pada bisnis. Lembaga bisnis promosi merupakan kegiatan penting untuk dilakukan sebab promosi akan sangat menentukan kesuksesan lembaga.Web merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan perpustakaan untuk melakukan promosi. Web dapat menjangkau masyarakat pengguna sangat luas yang dapat diakses secara online melalui internet. Optimalisasi web untuk promosi perpustakan melalui, (1) informasi detail dan tuntas dari produk dan jasa kita, (2) tampilan yang baik akan memberi image yang baik ke calon pelanggan, (3) isi yang selalu up-to-date, dan (4) salah satu identitas. Untuk itu agar perpustakaan dapat menfaatkan sebagai saran promosi dengan optimal, maka perlu ada SDM perpustakaan yang diberi tugas untuk melakukan promosi, disamping itu juga perlu dialokasikan anggaran untuk kegiatan promosi.
Implementasi Penyiangan Koleksi sebagai Evaluasi Kemutakhiran Koleksi dalam Mendukung Kualitas Pengajaran di STIE Perbanas Surabaya Bestari, Melati Purba
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.685

Abstract

Penyiangan koleksi merupakan salah satu kegiatan penting untuk menjaga kemutakhiran koleksi di perpustakaan.  Kegiatan penyiangan ini harus didukung dengan kebijakan penyiangan koleksi yang dapat menentukan koleksi yang sudah tidak relevan untuk pengajaran saat ini. Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya telah melakukan kegiatan penyiangan koleksi untuk menjaga kemutakhiran koleksi sehingga koleksi yang dilayankan oleh perpustakaan merupakan koleksi yang up to date dan merupakan koleksi yang mendukung kualitas pengajaran. Koleksi yang mendukung kualitas pengajaran merupakan koleksi yang digunakan oleh pemustaka untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berlaku saat ini, koleksi tersebut dapat berupa buku maupun koleksi digital yang dapat diakses secara mudah. Tulisan ini berisi mengenai implementasi kegiatan penyiangan koleksi di Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya sebagai upaya menjaga kemutakhiran koleksi. Metode yang digunakan adalah observasi partisipasi.  Kegiatan penyiangan di Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya dilakukan sesuai dengan pedoman dan prosedur  yang berlaku di tempat tersebut dan dilakukan secara rutin. Dengan adanya pedoman penyiangan yang berlaku memudahkan proses kegiatan penyiangan di perpustakaan. Proses penyiangan koleksi tidak sekedar mengambil buku yang sudah lama maupun rusak untuk diletakkan ke tempat penyimpanan koleksi lama melainkan hasil dari penyiangan ini ditawarkan kepada pihak yang membutuhkan koleksi tersebut melalui program hibah buku. Melalui kegiatan penyiangan yang telah dilakukan memudahkan perpustakaan untuk dapat melayankan koleksi baru dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemustaka dalam proses pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Membangun Media Komunikasi Ilmiah Dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi Bachtiar, Arif Cahyo
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.422

Abstract

Para ilmuwan sejak beberapa abad yang lalu telah melakukan aktivitas komunikasi ilmiah secara formal dalam rangka penyebaran ilmu pengetahuan serta hasil penelitian yang telah dilakukannya. Penggunaan media pada saat itu masih berupa selebaran hasil penelitian dalam karangan  ilmiah atau melalui sebuah buku. Sampai pada saat diterbitkannya sebuah majalah, para peneliti telah serius menerbitkan tulisan-tulisan mereka pada media tersebut, karena selain penerbitannya lebih teratur, juga akan lebih cepat daripada proses penerbitan sebuah buku. Seiring perkembangan pengetahuan serta teknologi, penggunaan media cetak untuk penyebaran ilmu pengetahuan secara bertahap telah berganti pada media elektronik. Perpustakaan, yang dalam hal ini telah berkembang menjadi lembaga pengelola ilmu pengetahuan memiliki peran cukup penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan media-medianya serta fungsinya sebagai sarana komunikasi ilmiah. Dalam tulisan ini akan dipaparkan mengenai peran dan usaha perpustakaan dalam membangun media komunikasi ilmiah. Diantaranya ialah dengan pengelolaan jurnal secara elektronik yang akan membawa perubahan terhadap media komunikasi tersebut.   Hasilnya ialah perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai media-media yang dibangun oleh perpustakaan terhadap berlangsungnya komunikasi lmiah. Karena perpustakaan merupakan lembaga yang sudah seharusnya menjadi atau menyediakan wadah untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan
Merajut Inovasi Pustakawan Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan SDM Perpustakaan Berkualitas Fatmawati, Endang
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.686

Abstract

Artikel ini berfokus pada masalah strategi kunci untuk merajut inovasi dalam rangka mengoptimalkan kualitas pengembangan SDM perpustakaan. Merajut inovasi dengan terobosan embedded librarian menantang untuk diwujudkan. Untuk mengelola perpustakaan perguruan tinggi di era yang kompetitif perlu meningkatkan tata kelola manajemen perpustakaan dengan berfokus pada penguatan SDM perpustakaan. Integrasi pustakawan dalam lembaga, fakultas, kerja tim, serta berkolaborasi dengan civitas akademik adalah aplikasi kegiatan dari embedded librarian tersebut. Karakteristiknya seperti responsif, interaksi dengan komunitas akademik, memberikan kontribusi untuk menemukan kebutuhan informasi pemustaka, memiliki nilai tambah, maupun dengan berjejaring. Dalam praktiknya juga perlu membangun komunikasi ilmiah dengan semua civitas akademik.
Urgensi Komunikasi Dalam Implementasi Kebijakan Pengembangan Koleksi Di Perpustakaan Pascasarjana Universitas Negeri Malang Ernaningsih, Dwi Novita
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.682

Abstract

Kebijakan pengembangan koleksi dalam perpustakaan akademik mempunyai peran yang signifikan dalam mengembangkan kualitas koleksi untuk mendukung kegiatan akademik sivitas akademika di perguruan tinggi.  Eksistensi dan parameter kualitas perpustakaan dapat diukur dari kualitas koleksi yang dimiliki dan ketermanfaatannya bagi pemustaka. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan seni untuk menganalisis kebutuhan pemustaka melalui komunikasi antara pihak pemustaka dengan stakeholders. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan kebijakan yang dilakukan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka sesuai dengan subject area, di dalamnya terjadi proses komunikasi dengan populasi masyarakat yang dilayani maupun dengan penyandang dana (Evans, 2005: 50). Artikel ini akan membahas tentang pentingnya komunikasi dalam implementasi kebijakan pengembangan koleksi di Perpustakaan PPs UM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan dan berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah pustakawan belum dapat membangun komunikasi yang baik dengan stakeholders yang meliputi pihak pimpinan sebagai penyandang dana dan pemustaka sebagai pemanfaat koleksi perpustakaan. Implementasi kebijakan pengembangan koleksi belum dapat mensinergikan berbagai kepentingan maupun kebutuhan dari pihak perpustakaan dan stakeholders sehingga implementasi kebijakan yang ada belum bisa efektif dan efisien
Agregator Sebagai Alat Pengembangan Koleksi Perpustakaan Berbasis Website Saputra, Dwi Fajar
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.687

Abstract

Koleksi merupakan aset berharga bagi perpustakaan. Oleh karena itu, proses pengembangannya memerlukan suatu strategi khusus agar dapat meningkatkan nilai dari koleksi seperti dari segi kualitas, pemutakhiran dan kemudahan akses. Dengan maraknya sentuhan teknologi informasi, konsep aggregator bisa menjadi salah satu pilihan.Tujuan makalah adalah mengenalkan konsep agregator berbasis web untuk diterapkan sebagai alat pengembangan koleksi perpustakaan. Agregator dibangun dengan memanfaatkan sindikasi dari situs web. Di konsep ini koleksi dapat ditentukan terlebih dahulu sehingga kualitas terjaga dan sesuai kebutuhan. Proses pemutakhiran mudah diatur secara berkala. Berbasis web hingga memudahkan pemustaka ketika mengakses koleksi. Kelebihan tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan koleksi di perpustakaan sehingga pelayanan menjadi lebih optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10