cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 34 Documents clear
Hubungan Faktor Risiko terhadap Kejadian Asma pada Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Adefri Wahyudi; Finny Fitry Yani; Erkadius Erkadius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.514

Abstract

AbstrakPrevalensi asma  terus meningkat (5—30% dalam satu dekade terakhir) dan lebih dari 50% penderita saat ini adalah anak-anak. Fenomena ini tidak terlepas dari kompleksitas patogenesis asma yang melibatkan faktor genetik dan lingkungan  yang dimulai sejak masa fetal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara faktor genetik, demografi, lingkungan, dan perinatal terhadap kejadian asma anak di RSUP Dr. M.. Djamil Padang. Desain penelitian ini adalah case-control study terhadap pasien rawat inap di bangsal anak. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple randomized sampling dengan jumlah 78 pasien (39 kasus dan 39 kontrol). Data didapatkan melalui rekam medis subyek penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan usia < 5 tahun (p= 0,364), jenis kelamin laki-laki (p=0,255), berat badan lahir rendah (p=0,358), obesitas (p=0,382)  tidak memiliki hubungan bermakna dengan asma anak. Hanya riwayat atopi (p <0,05) yang memiliki hubungan berarti. Riwayat paparan asap rokok dan bulu binatang tidak lengkap; sedangkan  usia gestasional hanya satu kelompok saja sehingga tidak dianalisis. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara usia <5 tahun, jenis kelamin laki-laki, prematuritas dan obesitas dengan kejadian asma anak. Hubungan bermakna hanya terdapat pada riwayat atopi dengan kejadian asma anak.Kata kunci: asma anak, faktor risiko, riwayat atopi  AbstractPrevalence of asthma is  still elevating (5—30% at last decade) and more than 50% of asthmatic is children. This phenomenon is predicted correlating with the complexity of pathogenesis of asthma (included genetic, environtment and perinatal factors) that began from fetal-age. The objectives of this study was to deternine the correlation of genetic, demographic, environtment, perinatal factors to asthma in children in RSUP Dr. M. Djamil Padang. Research design was case-control study. The pediatric patients in RSUP Dr. M. Djamil Padang were the population. The 78 samples were taken by simple randomized sampling technique (39 cases and 39 controls). The chi-square test showed no correlation among age <5 years old (p=0,364), male for sex (p=0,255), low birth-weight (p=0,358), obesity (p=0,382) to children asthma. The history of atopy (p <0,05) was the only correlation to asthma in RSUP M. Djamil Padang. The data of environtment tobacco smoke and pet’s hair were not completed and prematurity history  just the only grouped in class of gestasional age, so the data were not analyzed. In conclusion, there are no correlation among age <5 years old, male for sex, low birth-weight, and obesity with children asthma. Atopic history is the  only data that has correlation with children ashtma in RSUP M. Djamil Padang. Keywords: children asthma, risk factors, atopic history
Perbandingan Tekanan Darah Sebelum dan Sewaktu Melakukan Handgrip Isometric Exercise pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas M.Yoga Sefia Nurindra; Rahmatina B.Herman; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.537

Abstract

AbstrakHipertensi dapat menyebabkan gangguan jantung yang serius sampai kematian. Handgrip isometric exercise adalah latihan yang melibatkan kontraksi otot lengan bawah dan tangan dengan melakukan cengkraman menggunakan handgrip dynamometer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan tekanan darah sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain randomized crossover study yang melibatkan 24 orang subjek laki-laki dengan usia 20,7 ± 0,6 tahun dan BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik yang signifikan sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Tekanan darah sistolik dari 115,2 ± 5,0 mmHg menjadi 135,0± 6,5 mmHg (p<0,05) dan diastolik 76,3± 5,0 mmHg menjadi 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). Pada kontrol terlihat penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan dari 113,8 ± 6,1 mmHg menjadi 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) dan diastolik penurunan tidak signifikan dari 75,0 ± 5,9 mmHg menjadi 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05).  Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tekanan darah meningkat sewaktu handgrip isometric exercise.Kata kunci: hipertensi, handgrip isometric exercise, tekanan darah AbstractHypertension can cause a serious heart problem and mortality. Handgrip isometric exercise is an activity involving contraction of forearm and hand muscle of one arm by pressing handgrip dynamometer. The objective  of  this study was to investigated blood pressure during handgrip isometric exercise. This research was an experimental study with randomized crossover design that involved 24 male subjects, age of 20,7 ± 0,6 years old and BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. The results demonstrated significant increases in systolic and diastolic blood pressure during handgrip isometric exercise. Systolic blood pressure significantly increased from 115,2 ± 5,0 mmHg to 135,0 ± 6,5 mmHg (p<0,05) and diastolic from 76,3 ± 5,0 mmHg to 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). In control group, systolic blood pressure significantly decreases from 113,8 ± 6,1 mmHg to 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) and unsignificant decreased in diastolic blood pressure from 75,0 ± 5,9 mmHg to 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05). It can be concluded that blood pressure increased during handgrip isometric exercise.Keywords: hypertension, handgrip isometric exercise, blood pressure
Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang 2014 Gustiva Sari; Gustina Lubis; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.528

Abstract

AbstrakStatus gizi yang buruk merupakan salah satu penyebab kematian pada anak. Jumlah anak dengan status gizi kurang dari tahun 2011 ke tahun 2012 di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan pola makan sebagai variabel independen dan status gizi sebagai variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia 3-5 tahun yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Pengambilan subjek menggunakan teknik simple random sampling yang dibuat secara proporsional. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian yang didapatkan 68% anak dengan pola makan yang baik mempunyai status gizi normal, dan 11% anak dengan pola makan tidak baik mengalami kekurusan. Hasil uji statistik menunjukkan pola makan mempunyai hubungan dengan status gizi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara pola makan dengan status gizi. Penerapan pola makan yang baik pada anak maka status gizi anak akan menjadi baik.Kata kunci: pola makan, status gizi, anak usia 3-5 tahun AbstractMalnutrition is one of the cause of childhood deaths. The year of 2011 until 2012, the cases of children with malnutrition in area of Nanggalo Health Center was increased. The objective of this study was to determine the correlation  diet on nutritional status in children aged 3-5 years old in area of Nanggalo Health Center. This research used cross-sectional study, the diet as the independent variable and nutritional status as the dependent variable. The population was all of children aged 3-5 years in area of Nanggalo Health Center. Subjects was taken by using simple random sampling technique with proportionally. The data analysis was Fisher test. The results of the study found 68% of children with a good diet have normal nutritional status, and 11% of children with a bad diet have a stunting. The Statistic results showed that diet has a relationship on nutritional status (p = 0.000). Keywords: diet, nutritional status, children aged 3-5 year old
Gambaran Klinis dan Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas Pasien Dispepsia di Bagian RSUP Dr. M. Djamil Padang Citra Yuriana Putri; Arnelis Arnelis; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.519

Abstract

AbstrakDispepsia ialah suatu sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa penuh/begah. Salah satu alat diagnostik untuk dispepsia adalah endoskopi. Alat ini dapat menentukan jenis lesi dan lokasi lesi pada saluran cerna atas pasien dispepsia. Tujuan penelitian ini adalah mementukan frekuensi keluhan, derajat keluhan, insiden pasien dispepsia yang mengalami tanda bahaya berdasarkan jenis kelamin, faktor risiko dispepsia, diagnosis endoskopi  dan lokasi lesi saluran cerna atas pasien dispepsia. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Subjek penelitian  terdiri dari 54 orang pasien dispepsia yang dilakukan pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi (EGD) di RSUP Dr. M. Djamil dari Mei hingga Juni 2014. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuisioner melalui wawancara, pencatatan hasil pemeriksaan endoskopi. Hasil penelitian didapatkan bahwa keluhan terbanyak dari pasien dispepsia adalah nyeri ulu hati (98,15%), derajat keluhan terbanyak adalah derajat sedang (38,89%), insiden tanda bahaya lebih banyak pada pria, faktor risiko terbanyak adalah konsumsi makanan berlemak (92,59%), diagnosis endoskopi dispepsia terbanyak adalah gastritis (61,11%), lokasi lesi saluran cerna atas terbanyak adalah gaster (85,19%). Kata kunci: dispepsia, gambaran klinis, endoskopi AbstractDyspepsia is a syndrome that consist of pain or discomfort in upper abdominal, bloating, nausea, vomiting, bletching, early satiation  and post-prandial fullness. One of the diagnostic tool for dyspepsia was endoscopy. It can be determined the type and the location of upper gastrointestinal’s lesions in patient with dyspepsia. The objective of this study was to determined the frequency of dyspepsia’s complaints, the degree of dyspepsia’s complaints, the incident of alarm sign based on gender, the frequency of  risk factors of dyspepsia, endoscopic diagnosis and the location of upper-gastrointestinal’s lesions in patient with dyspepsia. The design of this research was an observational descriptive study. The subject of this study are consist of 54 patients with dyspepsia who have performed esophagogastro- duodenoscopy  (EGD) examination in Integrated Diagnostics Installation of Dr. M. Djamil Hospital Padang from May to June 2014. Data were collected by filling the questionnaire through an interview, recording the results of endoscopic examination. The results showed that the majority of dyspepsia patients’ complaints were heartburn (98.15%), the degree of complains is moderate (38.89%), the incidence of alarm sign most experienced by male, the most  risk factor of dyspepsia was the consumption of fatty foods (92.59%), the most endoscopic diagnosis of dyspepsia was gastritis (61.11%), and the most upper gastrointestinal lesion of dyspepsia was located in gastric (85.19%)Keywords: dyspepsia, clinical findings, endoscopy

Page 4 of 4 | Total Record : 34


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue