cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "No 57 (1994)" : 14 Documents clear
Sufisme dan Jihad Suatu Dikotomi Palsu Umar Asasuddin Sakah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 57 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.3257.77-86

Abstract

Kebanyakan manusia beranggapan bahwa sufisme atau tasawuf itu merupakan ajaran Islam yang pasif, dan secara total bertentangan dengan politik dan jihad. Akan tetapi, kalau kita lihat sejarah Islam di Afrika Barat dan Sudan pada abad ke-18 dan 19, akan terungkaplah bahwa gerakan politik di sana berasal dari sufisme, yang memainkan kepahlawanan yang tidak ada tandingannya dalam perlawanan mereka menentang penjajah atau rejim nasional yang suka korupsi.  Sebelum diterangkan tentang hubungan antara sufisme dan jihad, apakah keduanya memang terpisah atau ada hubungan yang erat, maka akan diterangkan terlebih dahulu dua kata kunci yaitu sufisme dan jihad. 
Ad-Qādi Ábd al-Jabbār dan Ayat-ayat Mutasyābihāt dalamal-Qur’ān (Pembahasan tentang kitab Mutasyābih al-Qur’ān) M Machasin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 57 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.3257.124-137

Abstract

Al-Qur' an, sebagaimana dinyatakannya sendiri dalam surat 3/ aI-lmron:7, terdiri dari dua macam ayat: ayat-ayat yang jelas dan tegas  (muḥkamat) yang merupakan bahagian terbesar darinya, dan ayat-ayat yang mengandung ambiguitas (mutasyābihāt). Timbul banyak persoalan sekitar ayat-ayat yang mengandung ambiguitas. Misalnya, berapa jumlah ayat-ayat yang mengandung ambiguitas. Misalnya, berapa jumlah ayat-ayat yang mengandung ambiguitas itu, ayat-ayat apa saja yang termasuk di dalamnya, dapatkah kita memahaminya dan bagaimana -kalau dapat- kita memahaminya. Banyak aliran dalam Islam mempergunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk mendukung pendapat mereka. Ayat-ayat yang secara lahiriah memberikan pengertian yang mendukung pendapat mereka, mereka anggap sebagai  mutasyābihhāt dan  karenanya mereka pakai ayat-ayat itu sesuai dengan pengertian lahiriahnya, sementara ayat-ayat yang secara lahiriah bertentangan dengan pendapat mereka, mereka anggap sebagai mutasyābihāt dan mereka menakwilkannya sehinggga memberi pengertian yang sesuai dengan pendapat mereka. Jadilah, karena itu, ayat-ayat tertentu mutasyābihāt bagi suatu aliran namun mutasyābihāt bagi aliran lain dan sebaliknya, ayat-ayat tertentu mutasyābihāt bagi aliran itu, namun mutasyābihāt bagi aliran lain. AI-Qādī 'Abd al-Jabbar, seorang tokoh penting dalam sejarah aliran Mu'tazilah, telah mendiktekan sebuah buku yang diberi judul Mutasyābih al-Qur’ān atau Bayān al-mutasyābih fi al-Qur 'ān, yang berusaha untuk memberikan penjelasan tentang ayat-ayat yang dianggap mengandung ambiguitas oleh kaum Mu'tazilah dan dipakai sacara salah oleh lawan-lawan mereka.
Pengaruh Filsafat Hellenistik Terhadap Konsep Akal Dalam Filsafat Islam Mohamad Iskak Wijaya
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 57 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.3257.31-38

Abstract

Sebagaimana diketahui, sebelum filsafat Islam Iahir, telah terdapat berbagai alam pikiran di Timur dan di Barat. Diantaranya adalah pikiran Mesir Kuno, Babylonia, Persia, India, Cina, dan Yahudi. Namun dari pikiran­pikiran tersebut, yang paling dominan berhubungan dengan dunia muslim adalah alam pikiran Yunani, walaupun pemikiran Persia dan India juga banyak memberikan sumbangan. Kontak dengan pemikiran baru itu menyebabkan umat Islam menyerap berbagai ilmu pengetahuan.  Adalah patut untuk dicatat bahwa filsafat Yunani yang sampai kepada dunia Islam tidaklah murni dari tradisi pemikiran Yunani sendiri (Hellenisme), melainkan sudah melewati pemikiran Romawi yang sudah barang tentu mempengaruhi filsafat itu (Hellenisme Romawi).
Tata Nilai Dalam Epistemologi Islam Achmad Charris Zubair
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 57 (1994)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1994.3257.87-92

Abstract

Manusia menurut dienul Islam adalah makhluk terbaik yang diciptakan Allah, memiliki kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk, sebagaimana firman Allah:  "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempuma atas kebanyakan makhluk yang telali Kami ciptakan" (Al Isma : 70). Serta memiliki bentuk yang sebaik-baiknya, Allah berfirman:   "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik­ baiknya" (At Tiin:4). Penciptaan manusia merupakan salah satu rahasia Allah, karena menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lain. Dengan kewajiban dan hak yang berbeda dengan makhluk lainnya. Allah memberikan karunia akal dan pengetahuan yang merupakan kualitas keutamaan sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lain. Sehingga manusia mempunyai hak untuk. mendapatkan penghormatan dari makhluk lainnya. Sesuai dengan martabatnya, manusia diberi tugas muliasebagai khalifatullah fil ardhi, sebagaimana firmanNya:  "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'. 'Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda­benda) seluruhnya, kemudian mengemukakan kepada para malaikat lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: 'Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Allah berfiman: 'Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini'. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah  berfirman: 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan'. Dan (ingatlah) ketika Kami berfiman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk golongan orang­orang yang kafir' (Al Baqarah: 30-34)

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

1994 1994


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue