cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "No 58 (1995)" : 4 Documents clear
Dunia Islam dan Tata Dunia Baru (Suatu Analisis Kritis) Muhammad Azhar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 58 (1995)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1995.3358.1-47

Abstract

Dewasa ini banyak bermunculan isu-isu kontroversial diantaranya ialah:  New Age, Clash Civilization, Posmo (Postmodcmismc), post strukturalisme, neo-modemisme, dan Tata Dunia Baru (the New World Order). Secara umum, istilah atau isu di atas menyiratkan adanya upaya pembongkaran (deconstruction), rekonstruksi dan reaktualisasi dalam berbagai bidang kehidupan manusia, kini dan mendatang. Sesuai dengan tema sentral tulisan ini, maka isu Tata Dunia Baru (the New World Order) akan lebih banyak disimak dan dikaji, agar dapat ditangkap perspektif maupun prospeknya di masa depan. Sementara itu lainnya hanya sebagai pelengkap belaka. Isu Tata Dunia Baru ini mendadak menjadi populer setelah dilontarkan  oleh mantan presiden AS, George Bush, yang secara ideologis-politis, isu tersebut diangkat untuk 'kepentingan' AS sebagai satu-satunya superpower dan sekaligus bertindak sebagai 'polisi' dunia, lebih-lebih setelah runtulmya Uni Soviet sebagai rival berat AS selama ini.
Ibnu Miskawaihi Pemikirannya Tentang Psikologi dan Pendidikan Busyairi Majidi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 58 (1995)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1995.3358.48-82

Abstract

Nama Lengkapnya Abu Ali Al-Khazin Ahmad ibn Muhammad ibn Ya'kub dikenal dengan gelar Ibnu Miskawaihi. Wafat pada tanggal 9 Safar 421 H. Dia berdarah Persi yang hidup tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat elite Arab. Memang orang Persi pada masa mula perkembangan Islam banyak yang menjadi pejabat pemerintahan Arab Islam. Diantaranya adalah Abu Muhammad Abdullah ibnu Maqaffa' wafat tahun 142 H. Orang Arab dalam menyelenggarakan pemerintahan mengangkat orang­ orang Persi yang memang mereka itu pilih tanding dalam intelektual, penguasaan ilmu bahasa, hikmah dan sejarah. Ibnu Miskawaihi salah seornng intelektual mereka, pakar dalam ilmu sejarah, banyak melahirkan karya tulis. Betulkah dia seorang Majusy lalu kemudian masuk Islam? Seperti dikatakan Yaqut dalam kitabnya Mu 'jamul Adibba, diikuti pula oleh Jurji Zaidan dalam bukunya Tarieh AI Adabil Arabiyah dan Lulfi Jum'ah dalam  Tarieh Falasifatil Islam. Dr. Yusuf Musa dengan tegas menolak pendapat ini. Tidak mungkin katanya, orang bisa masuk Islam tetapi pemikirannya demikian luas seperti filosof-filosof Islam lainnya. Yang benar barangkali neneknya beragama Majusy kemudian masuk Islam. Demikian pula dilihat  dari nama bapaknya "Muhammad" menunjukkan bahwa dia seorang muslim. Mungkin dulu ayahnya beragama Majusy lalu masuk Islam dan mengambil nama Muhammad. Apakah Miskawaihi atau lbnu Miskawaihi laqob (gelar) yang diberikan kepada Abu Ali Ahmad lbnu Muhammad ini? Miskawaihi adalah nama rumpun keluarga (trah). Dr. Yusuf Musa memilih Miskawaihi, berdasarkan nama yang diberikan oleh sejarawan-sejarawan Islam yang sezaman dengan Ibnu Miskawaihi seperti Abu Hayyan at Tauhidy, Yaqut dll.
Studi Islam Ditinjau dari Sudut Pandang Filsafat (Pendekatan Filsafat Keilmuan) M. Amin Abdullah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 58 (1995)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1995.3358.83-105

Abstract

Dalam kegiatan keilmuan, seorang ilmuan dituntut untuk mempunyai "asumsi dasar" atau "postulasi" yang jelas, yang dibangun di atas dasar pemikiran yang sistimatis-metodologis. Tanpa asumsi dasar atau postulasi yang kokoh, jelas dan sistimatis, maka analisa pemecahan persoalan yang hendak ditawarkan tidaklah akan tajam dan sulit mengarah kepada titik focus tujuan tertentu yang hendak dicapai. lbarat sebuah "kacamata baca" yang dirancang sesuai dengan ilmu-ilmu dasar optic, begitu pula "asumsi dasar" atau postulasi yang hendak dipertahankan haruslah dihimpun disusun dan dirumuskan secara matang dan sistimatis sesuai bidang keilmuan tertentu, sehingga dengan demikian dapat diharapkan mempermudah mengantarkan pada sebuah analisa yang mapan dan dapat pula dipertanggungjawabkan secara akademik. Bangunan pemikiran filsafat --lebih-lebih filsafat keilmuan­- sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah tatanan asumsi dasar atau postulasi yang disusun sccara sistimatis-argumentatif-demonstratif sehingga mempunyai daya kekuatan analisis yang tajam terhadap berbagai persoalan yang hendak dipecahkan, rancang bangun keilmuan Islamic Studies tidak bisa tidak juga perlu dipertimbangkan. Sehubungan dengan judul tersebut di atas, penulis mempunyai asurnsi bahwa "Islamic Studies" atau juga disebut "Dirasat lslamiyah" tidak lain dan tidak bukan adalah kegiatan keilmuan, untuk tidak mengatakan hanya sebagai kegiatan keagamaan. Dilema antara keduanya diuraikan lebih lanjut  beberapa saat lagi. Jika Islamic Studies/Dirasat Islamiyah memang masuk dalam wilayah "Keilmuan", maka telaah filsafat ilmu terhadap bangunan atau rancang bangun keilmuan Islamic Studies tidak bisa tidak juga perlu dipertimbangkan.
Etika Penelitian (Suatu Langkah Awal Mencari Dari Sudut Pandang Keislaman) Alef Theria Wasim
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 58 (1995)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1995.3358.106-109

Abstract

Dasar penelitian adalah mencari kebenaran. Kata kebenaran itu sendiri mempunyai dua pengertian yaitu kebenaran mutlak (yang sering disebut dengan kebenaran doktriner, kebenaran teologis, dan kebenaran qaṭ’iy dan kehenaran Sunnatu 'l-Lāh. Dari dua pengertian ini masih dapat dibedakan lagi pada sifat keduanya. Mencari kebenamn mutlak lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya ghayh dan mencari kebenaran sunnatu 'l-Lāh lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya shahadah, fenomenal. Dari literatur klasik -- dilihat dari dimensi manusia --ada dua ilmu yaitu  'ilm al-ghayh dan 'ilm al-shahādah. Corak keduanya ini juga berbeda. 'llm al-ghayb mempunyai corak wahyuwi (corak revelatif) dan 'ilm al-shahādah mempunyai corak selain alam (natur) juga sosial/ humaniora (sering disebut sebagai ilmu sosial dan budaya).

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

1995 1995


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue