cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 3 Documents clear
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Fe3O4 termodifikasi Biokompatibel Polimer serta Potensinya sebagai Penghantar Obat Ika Oktavia Wulandari; Lale B Rahayu; Imam Riva’i; Hermin Sulistyarti; Akhmad Sabarudin
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel sebagai agen penghantar obat berbasis Fe3O4 dalam penelitian ini disintesis dengan dua metode, yakni metode kopresipitasi dan metode sonikasi. Permukaan Fe3O4 selanjutnya dimodifikasi dengan penambahan biokompatibel polimer berupa Polivinil Alkohol (PVA) yang terikat silang dengan Glutaraldehid. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh komposisi PVA terhadap sifat fisik dan magnetik material yang meliputi ukuran kristal, parameter kisi, dan faktor g-lande. Metode kopresipitasi dengan lama waktu reaksi 30 menit mampu menghasilkan nanopartikel dengan ukuran lebih kecil dibandingkan dengan metode sonikasi dalam durasi waktu reaksi yang sama. Namun demikian, apabila waktu sonikasi diperpanjang yaitu selama 60 menit, maka akan diperoleh nanopartikel bare Fe3O4 dengan ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya penambahan PVA dan GA sebagai capping agent pada permukaan Fe3O4 dimaksudkan untuk mereduksi pembentukan agregat dan proses oksidasi dari Fe3O4 untuk menghasilkan fasa besi oksida lainnya. Penambahan polimer PVA meningkatkan ukuran kristal nanopartikel dibandingkan nanopartikel Fe3O4 tanpa PVA. Namun peningkatan ukuran yang terjadi tidak lebih dari 20 nm. Modifikasi permukaan juga mempengaruhi ukuran parameter kisi. Selain itu pelapisan permukaan Fe3O4 dengan PVA dapat mereduksi proses oksidasi nanopartikel Fe3O4 yang dihasilkan. Hal ini terbukti dari intensitas puncak difraktogram yang lebih tinggi dibandingkan bare nanopartikel pada posisi hkl yang sesuai untuk Fe3O4. Penambahan PVA juga mempengaruhi nilai faktor g-lande, dimana faktor ini berkorelasi dengan sifat magnetik dari material. Secara umum penambahan PVA dapat menurunkan nilai faktor g-lande, namun material masih tetap memiliki rekativitas terhadap medan magnet eksternal.
Potensi Pengembangan Agen Antibakteri dari Senyawa Kompleks Logam Transisi di Indonesia Nadia Cikita Handayani; Putri Nuzilla Shafira; Sasti Gona Fadhilah
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, resistensi terhadap agen antimikroba telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit akibat infeksi bakteri masih menjadi masalah yang penting karena meningkatnya jumlah bakteri yang resistan terhadap berbagai obat menyebabkan munculnya berbagai penyakit baru. Salah satu agen antibakteri yang dapat dikembangkan potensinya dengan mekanisme yang berbeda dari agen antibakteri yang lain adalah senyawa kompleks logam. Beberapa logam terbukti dapat menjadi agen antibakteri karena memiliki fungsi biologis dan ditemukan dalam enzim dan kofaktor yang diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa kompleks logam dengan sifat antibakteri antara lain metode larutan, solvothermal, hidrothermal, refluks, dan hidrogel. Naskah ini mengkaji perkembangan material berbasis SKLT (Senyawa Kompleks Logam Transisi) sebagai kandidat agen antibakteri terutama berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff. Penggunaan material berbasis SKLT sebagai agen antibakteri masih relatif baru namun memiliki potensi besar untuk mencegah perkembangan berbagai bakteri serta kemunculan penyakit baru akibat dari resistensi bakteri. Material ini dapat dikembangkan dari mineral alam yang banyak tersedia di Indonesia. Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dimana artikel-artikel yang digunakan sebagai literatur utama diperoleh dari jurnal internasional berbahasa Inggris dengan tahun terbit mulai tahun 2010. Berdasarkan hasil kajian, SKLT berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff dapat dijadikan sebagai kandidat agen antibakteri dari berbagai jenis bakteri seperti E. coli, P. Aeruginosa, B. Subtilis, S. aureus, C. albicans, S.pneumoniae dan masih banyak lagi dengan hasil yang cukup efisiensi dan bervariasi. Selain itu kajian tentang sintesis SKLT yang ramah lingkungan skala massal tetap diperlukan.
Biosorption of Lead (Pb) from Aqueous Solution by Immobilized Aspergillus niger: A Green Technology for Heavy Metals Removal Avander Alexander Nuban; Anna Safitri; Ulfa Andayani
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead has very toxic properties and cannot be degraded in waters that leads to health problems, such as disorders of the nervous system, heart, kidneys, digestive tract, and causing memory loss. One of the environmentally friendly methods that can reduce and even eliminate Pb is the biosorption. One of the microorganisms that can be utilized in biosorption technology is Aspergillus niger. In the current study, Pb biosorption was carried out by modifying Aspergillus niger which was immobilized in the Ca-alginate matrix. This study aims to determine the optimum biosorption conditions which include pH, contact time, initial Pb concentration, and amount of adsorbent. Results showed that the optimum conditions for Pb biosorption were pH 6.0, with contact time of 4 h, Pb concentration was 80 ppm, and at adsorbent concentration of 3 g, with the percentage of Pb adsorbed was 98.40%. FTIR spectra results show that the Pb biosorption process causes shifts in certain wavenumbers, from 1296.16 cm-1 to 1307.74 cm-1 which was a characteristic of the amine amide (CN) group, and a shift in wavenumber from 1122.57 cm-1 to 1168.86 cm-1 which was from carboxyl functional group. The interaction between Pb and the adsorbent surface was suggested through a physical adsorption, and hence the adsorption process was reversible.

Page 1 of 1 | Total Record : 3