cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
Aplikasi Vermikompos Pada Budidaya Organik Tanaman Ubijalar (Ipomoea batatas L.) Suparno Suparno; Abu Talkah; Budi Prasetya; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.07 KB)

Abstract

Tujuan penelitian aplikasi vermikompos pada tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas) ini adalah mengetahui pengaruh vernikompos terhadap pertumbuhan dan hasil ubijalar;  menganalisis kandungan As, Pb, Hg dan Cd pada umbi ubijalar dan tanah bekas tanaman ubi jalar. Penelitian lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan tiga dosis vermikompos yaitu 10 ton/ha ; 20 ton/ha ; 30 ton/ha dan tanpa vermikompos; setiap perlakuan diulang tiga kali. Variabel meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, dan berat tanaman per plot, dianalisa statisktik dengan metode  ANOVA untuk uji F; analisa laboratorium umbi ubi jalar dan tanah terhadap kandungan As, Pb, dan Cd dengan metode ASS (Atomic Absorbtion Spectrofotometri), Hg menggunakan Cold Atomic Absorbtion Analyser of Mercury. Aplikasi vermikompos meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang per tanaman dan berat umbi per plot; umbi ubijalar (Ipomoea batatas) tidak mengandung As dan Hg, tetapi mengandung Cd tertinggi 0,3 ppm, masih dibawah ambang batas aman yaitu dibawah 1ppm, sedangkan kandungan Pb tertinggi 2,53 ppm sudah di atas ambang batas (2,5 ppm). Umbi ini masih aman untuk dimakan; tanah bekas tanaman ubijalar tidak terdeteksi kandungannya As, Pb, Cd dan Hg. Kata kunci : sampah, vermikompos, ubi jalar, logam berat.
Perancangan Sistem Pemilahan, Pengeringan dan Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Eko Naryono; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.598 KB)

Abstract

Perancangan sistem pemilahan, pengeringan dan pembakaran sampah organik rumah-tangga yang tepat dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pemilahan sampah bertujuan memisahkan jenis sampah yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang dan abu sisa pembakaran yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti logam, plastik, baterai, kertas, bahan cat, ban bekas. Pengeringan sampah bertujuan untuk mengurangi volume sampah, menstabilkan, dan meningkatkan nilai-panas sampah. Variabel yang berpengaruh terhadap emisi gas buang hasil pembakaran sampah antara lain jenis sampah, nilai-panas sampah dan kelebihan udara untuk pembakaran. Tulisan ini menyajikan paparan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan dampak pemilahan sampah, pengeringan sampah, dan pembakaran sampah terhadap emisi gas buang. Hasil-hasil penelitian ini dijadikan sebagai dasar acuan dalam perancangan sistem. Kata kunci : Pemilahan, Pengeringan, Pembakaran, Sampah organik, Emisi
Potato Organic Farming in Batu City, Indonesia Sugiarto Sugiarto; Rudi Sulistiono; Sudiarso Sudiarso; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.586 KB)

Abstract

Organic potato cultivation was an effort to improve declining quality of potato agroecosystems and to  preserve soil fertility. This study was conducted to analyze pattern of farming system and land management on the area of organic potatoes in Batu city. Research was conducted by the survey method, respondents were determined by the method of stratified cluster sampling. Farmer respondents were experienced organic potato farmer and as "expert leaders". Results show that the mindset of farmers were still characterized by limited understanding of "landuse and the environment" (Score = 2). While the availability of raw materials of organic fertilizer in research sites was very limited and insufficient (score = 1). Availability of organic seed potatoes were very limited, and even tend to be scarced (Score = 1). However, in the business area of potatoes, there were the local variety of potato that grows wild and the local farmer named them as  "Crazy Potato". This potato high resistance to environmental stresses, pests, and diseases. Impact of conventional farming to changes in environmental quality (Score = 2) characterized by agro-ecosystems that had been damaged. Soil fertility at this point (Score = 2), including the criteria for "low fertility", meaning the land was considered infertile. Granola varieties of organic potato production average was 11.17 tons/ha, while the Atlantic variety was 12.43 tons/ha. Organic potato farming risk (score = 4), including the level of "high risk of failure". Decrease in the number of predators (Score = 3), reflecting the extinction rate was high (40-59%). Organic potato price stability (Score = 1) were low, and the price was considered unstable. Organic potato price (Score = 3) two times more expensive than conventional potatoes. Quality of the organic potato agroecosystem has suggested symptom of degradation. Improvement of the quality of agroecosystems requires a more stringent public policies that bind all actors in the center of potato farming organically. The sustainable organic farming of potato requires the local government support, the business community and potato farmer in solving any problems. Potato market institutions, farming partnerships and marketing linkages are relatively weak and must be strengthened and empowered. Keywords: potato, organic farming, agro-ecosystem
Pengaruh Kompos, Pupuk Kandang, Dan Custom-Bio Terhadap Sifat Tanah , Pertumbuhan Dan Hasil Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Entisol Di Kebun Ngrangkah-Pawon, Kediri Maulana Zulkarnain; Budi Prasetya; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.493 KB)

Abstract

Tanah entisol biasanya bertekstur pasir atau pasir berlempung, sehingga daya menahan airnya rendah dan kandungan bahan organiknya sangat rendah. Struktur tanah, tekstur, dan ruang pori merupakan faktor yang mempengaruhi daya menahan air. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kandungan BOT. Bahan organik yang berupa pupuk organik dapat berfungsi sebagai buffer (penyangga) dan penahan lengas. Kualitas pupuk organik ditentukan oleh komposisi bahan dasar pupuk organik tersebut dan tingkat perombakannya. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN XII Kebun Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mempelajari pengaruh pemberian pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap bahan organik tanah 2) Mempelajari pengaruh pupuk kompos, kandang, dan custom bio terhadap perubahan sifat fisik tanah pada tanah Entisol 3) Mempelajari hubungan sifat fisik dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tebu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain : Sifat fisik tanah yang meliputi : berat isi, porositas, kemantapan agregat, kadar air pF 4,2. Sifat kimia tanah yang meliputi : C-organik, N –total. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penambahan pupuk kandang, kompos dan Custom Bio dapat meningkatkan dan berpengaruh nyata terhadap kadar C-organik dan nitrogen tanah. Penambahan pupuk kandang, kompos dan custom bio dapat menurunkan berat isi dan berat jenis, serta meningkatkan kemantapan agregat, porositas tanah dan kadar air pF 4,2. Penambahan pupuk organik disamping mampu meningkatkan bahan organik dan sifat fisik juga berpengaruh terhadap hasil panen tebu 94,7 %, sisanya 5,3% dijelaskan oleh faktor lain. Kata kunci : Entisol, Pupuk Organik, Bahan Organik Tanah, Sifat Fisik Tanah
Pola Spasial Permukiman Kampung 99 Pepohonan di Cinere, Depok Saidatul Mu’awanah; Sri Utami; Harini Subekti
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.388 KB)

Abstract

Permukiman Kampung 99 Pepohonan dibentuk secara komunal oleh sekelompok orang yang bervisi sama. Permukiman ini memiliki karakteristik unik yang terlihat pada kehidupan sosial, aktivitas penduduk dan kondisi lingkungan alamnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola spasial pada permukiman serta faktor-faktor yamg mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pola spasial dapat dilihat pada tata letak, sirkulasi, arah hadap, dan hirarki.Tata letak elemen-elemen permukiman secara makro menunjukkan permukiman ini terbagi dalam 3 cluster.Terdapat sirkulasi yang terdiri dari jalan primer dan sekunder, yang terbagi dalam 3 zonifikasi yaitu publik, semipublik, dan privat. Pada cluster 1, arah hadap bangunan adalah ke halaman bersama. Pada cluster 2, bangunan menghadap ke arah kolam ikan, sedangkan pada cluster 3, bangunan menghadap ke arah jalan. Untuk hirarki, area Barat merupakan area yang bersifat publik, dimana di sana terdapat pintu masuk dan juga sebagai pusat  keramaian. Sedangkan area Timur bersifat semipublik karena terdapat sarana kegiatan ekonomi penduduk. Pola spasial yang terbentuk pada permukiman ini merupakan hasil adaptasi dengan alam dan sosial budaya penghuninya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pola spasial dibagi menjadi dua, yaitu manusia (aktivitas dan sosial budaya) dan lingkungan (topogarfi dan kondisi lahan, vegetasi serta bentang alam). Kata kunci: pola spasial, permukiman
Karakterisasi Maltodekstrin Dari Pati Hipokotil Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) Menggunakan Beberapa Metode Hidrolisis Enzim Melkhianus H. Pentury; Happy Nursyam; Nuddin Harahap; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.132 KB)

Abstract

Tepung hipokotil Bruguiera gymnorrhiza mengandung 21,35% amilosa dan 64,30% pati, ini merupakan bahan baku alternatif untuk produksi maltodekstrin. Proses produksi maltodekstrin menggunakan beberapa metode enzim hidrolisis, enzim α-amylase sebagai biokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang terbaik dan efisien dalam memproduksi maltodekstrin. Penelitian ini dilakukan dengan karakterisasi pati Bruguiera gymnorrhiza dan karakterisasi maltodekstrin, kemudian mencari metode terbaik berdasarkan indeks efektivitas DeGarmo dan dikomparasi dengan maltodekstrin komersial. Proses hidrolisis dilakukan di water bath pada temperatur 85oC dan 90oC, konsentrasi pati yang digunakan adalah 20%, 30%, 40%, dan 50%, penentuan konsentrasi enzim adalah 0.07; 0,1; 0,15; dan 0,2 per ml dari sampel. Karakter pati yang diamati adalah kadar air, kadar abu, dula reduksi, pH, kelarutan, kecerahan, dextrose equivalent (DE), viskositas, warna dalam Lugol, kontaminasi mikroba dan mikro granular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dextrose equivalent (DE) 0.80; gula reduksi 0.60; viskositas 0.45; nilai-nilai ini sesuai dengan maltodekstrin, dimana nilai DE tidak lebih dari 20. Menurut SNI gula reduksi adalah 11,0-15,0 dan viskositas 6-49 cP. Percobaan hidrolisis terbaik adalah pada No.3. yaitu nilai DE 9, gula reduksi 1,27, viskositas 7 cp, kadar air 6,44%, kadar abu 1,14%, pH 6,23, densitas 0,462, kelarutan 11,4%, kecerahan 51,6, rendemen 94%, dan kontaminasi mikroba di dibawah standar ISO 7599:2010. Percobaan terbaik mempunyai nilai (Nh) 0.709. Kata kunci: enzim hidrolisis, maltodekstrin, pati Bruguiera gymnorrhiza

Page 1 of 1 | Total Record : 6