cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Evaluasi Keberlanjutan Terminal Berbasis Transit Oriented Development (TOD), Studi Kasus di Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin Miftahul Ridhoni; Muhammad Yusuf Ridhani
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.712 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.02

Abstract

Saat ini fokus pembangunan pemerintah nasional dan daerah di berbagai negara adalah meningkatkan kualitas transportasi publik untuk menanggulangi permasalahan yang diakibatkan oleh kesemrawutan lalu lintas keadaan pribadi pada wilayah perkotaan. Konsep Transit Oriented Development (TOD) hadir sebagai alternatif dalam penanganan permasalahan transportasi perkotaan dengan mengintegrasikan kebijakan infrastruktur transportasi, guna lahan dan lingkungan. Dengan disahkannya Permen ATR BPN RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit maka perlu dilakukan penilaian terhadap kesiapan area dan sarana transit perkotaan untuk mengetahui apakah tema tersebut dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap aplikasi konsep TOD di Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin dengan menggunakan 8 variabel kerja yaitu Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Densify, Compact, dan Shift. Hasil penilaian menunjukan Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin sudah memenuhi standar TOD dengan kategori Bronze. Lokasi Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin bukan hanya berperan sebagai Kawasan Strategis Ekonomi untuk mewadahi kebutuhan transit dan keterpaduan antar moda namun juga memenuhi ekspektasi sebagai salah satu pioner penerapan konsep TOD.Kata kunci: Area Terminal, Penilaian, TOD
Rendemen dan Fisiko-kimia Keripik Nangka (Arthocarpus sp) Berdasar Masa Masak Optimal Buah Ribut Suryanto
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.703 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.01

Abstract

Masa panen buah nangka yang bersamaan seringkali menimbulkan masalah dalam penanganan pasca panen dan penentuan saat pengolahannya. Sesaat setelah dipanen buah nangka cepat mengalami penurunan mutu karena respirasi. Buah nangka dapat diolah menjadi keripik-nangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan masa penggunaan bahan baku dari masak optimal menjadi keripik buah nangka terhadap rendemen dan fisikokimia keripik nangkanya. Buah nangka jenis salak masak optimal 0 hari dan masak 1, 2 dan 3 hari digunakan dan diolah menjadi keripik dengan penggoreng vakum. Parameter yang diamati pada keripik nangka adalah rendemen, warna, pengkerutan, dan tingkat kerapuhan. Warna keripik ditentukan berdasar nilai dE* , pengkerutan diukur berdasar rasio kehilangan kandungan air bahan, dan tingkat kerapuhan dengan texture analyzer. Data yang didapat dianalisis keragaman satu arah dan selang kepercayaan yang digunakan 5%. Hasil menunjukkan bahwa rendemen, warna, pengkerutan, dan kerapuhan keripik nangka yang didapat hanya diperoleh dari bahan baku buah nangka masak 1 hari dari masak optimal yang tidak berbeda nyata dengan bahan baku nangka masak optimal 0 hari. Kesimpulan bahwa masa penggunaan buah nangka masak 1 hari dari masak optimal untuk diolah menjadi keripik nangka memiliki rendemen, warna, pengkerutan dan kerapuhan yang serupa dengan masak optimal 0 hari.Kata kunci: fisikokimia, keripik nangka, masak optimal, penggoreng rendemen, vakum
Dampak Pertambangan Batubara terhadap Laju Deforestasi di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Retna Kartikasari; Arief Rachmansyah; Amin Setyo Leksono
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.217 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.03

Abstract

Pertambangan batubara di Kalimantan Timur merupakan salah satu kegiatan yang menyebabkan perubahan penutupan lahan hutan menjadi non hutan. Perubahan penutupan lahan tersebut mengakibatkan terjadinya deforestasi baik didalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan. Artikel ini akan membahas laju deforestasi berdasarkan perubahan tutupan lahan pada areal pertambangan batubara yang berada di kawasan hutan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan menginterpretasikan pola penutupan lahan pada citra Landsat 5 TM dan Landsat 7 ETM+ tahun 2010 serta Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2016. Hasil analisis berupa perubahan tutupan lahan tahun 2010 dan tahun 2016. Berdasarkan perubahan tutupan lahan tersebut, dilakukan pencermatan pada areal hutan yang berubah menjadi areal non hutan sehingga didapatkan laju deforestasi.  Hasil penelitian menunujukkan, bahwa pada kurun waktu antara tahun 2010 sampai dengan tahun 2016, laju deforestasi yang terjadi pada areal pertambangan batubara dalam kawasan hutan sebesar 223,83 Ha/tahun. Luas laju deforestasi tersebut ± 0,46 % dari luas total izin pertambangan batubara dalam kawasan hutan yang berarti bahwa kontribusi kegiatan pertambangan batubara pada deforestasi didalam kawasan hutan sangat kecil.Kata kunci: pertambangan batubara, kawasan hutan, citra landsat, perubahan tutupan lahan, laju deforestasi
Potensi Jamur Tanah dan Mikoriza dalam Menekan Perkembangan Penyakit Layu Pada Bibit Pala (Myristica fragrans Houtt) di Maluku Sarjoko Sarjoko; Syamsuddin Djauhari; Anton Muhibuddin
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.958 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.04

Abstract

Kematian bibit akibat serangan penyakit layu bibit pala dirasakan sangat merugikan bagi para penangkar bibit. Jamur tanah telah dilaporkan dapat menekan perkembangan berbagai patogen tular tanah. Mikoriza adalah bentuk asosiasi jamur dengan tanaman yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis organisme penyebab penyakit layu pada bibit pala, mengetahui jenis-jenis jamur tanah yang berpotensi menekan perkembangan penyakit layu bibit pala dan mengetahui peranan mikoriza dalam meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan pada fase in vitro, fase perkecambahan dan pembibitan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Penyebab penyakit layu bibit pala adalah jamur Sclerotium rolfsii. Sebanyak 15 isolat jamur tanah diperoleh dari hasil eksplorasi. Hasil uji antagonisme secara in vitro menunjukkan bahwa terdapat 11 jamur tanah yang potensial menekan koloni jamur S. rolfsii  secara signifikan. Empat isolat jamur tanah, yaitu jamur Candida sp, Trichoderma viride, Trichoderma harzianum, dan Botrytis sp.1 konsisten secara nyata mampu menekan perkembangan S. rolfsii mulai dari pengujian in vitro, perkecambahan sampai pembibitan. Dengan penambahan mikoriza, maka Botrytis sp. 2 mampu menekan jamur S. rolfsii secara signifikan pada fase perkecambahan dan pembibitan. Pengujian pada fase perkecambahan, dilihat dari paramater pertumbuhan tanaman (kecuali panjang akar) seluruh perlakuan jamur tanah yang ditambahkan dengan mikoriza menujukkan beda nyata dengan tanaman kontrol. Pada fase pembibitan, dilihat dari parameter pertumbuhan tanaman (kecuali tinggi tanaman) seluruh perlakuan jamur dengan penambahan mikoriza juga menunjukkan beda nyata dengan kontrol, kecuali pada perlakuan jamur Paecilomyces sp.Kata kunci: Bibit pala, Jamur tanah, Mikoriza, Sclerotium rolfsii
Pengaruh Jenis Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih Cendana (Santalum album Linn.) Viktorius Un; Siti Farida; Sama’ Iradat Tito
The Indonesian Green Technology Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.635 KB) | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.05

Abstract

Salah satu permasalahan dalam perbanyakan tanaman cendana secara generatif yaitu perkecambahan biji yang lambat (dormansi), sehingga diperlukan upaya untuk mempercepat perkecambahan dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT terhadap perkecambahan benih cendana. Penelitian dilakukan di Laboratorium Institut Pertanian Malang, mulai bulan Oktober sampai Desember 2017, menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan ialah acak lengkap (RAL)  dengan 5 perlakuan yaitu ; Kontrol menggunakan air tanah, air kelapa muda konsentrasi 70%, simplisia kecambah kacang hijau konsentrasi 70%, simplisia tomat konsentrasi 70% dan asam giberelat (GA3) konsentrasi 70%. Pengamatam perkecambahan benih cendana meliputi Kecepatan berkecambah, daya kecambah, panjang plumula dan berat basah benih cendana. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% menggunakan Program SPSS statistics 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis ZPT terhadap perkecambahan benih cendana berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Penggunaan ZPT GA3 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter kecepatan berkecambah dan berat basah dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Pada parameter panjang plumula, penggunaan GA3 tidak berbeda nyata dengan penggunaan air kelapa muda. Sedangkan untuk parameter daya kecambah, penggunaan GA3 tidak berbeda nyata dengan penggunaan air kelapa muda dan penggunaan simplisia tomat. Perlakuan yang menghaslikan rata-rata terendah adalah penggunaan air tanah (kontrol).          Kata kunci: Benih Cendana, GA3, Jenis Zat Pengatur Tumbuh

Page 1 of 1 | Total Record : 5