cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 147 Documents
Woodfuel Production and its Implication in Driving Deforestation in the Drylands of Ethiopia Girma, Gonche A.; Shimeles, Abebaw
Indonesian Green Technology Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2025.014.02.05

Abstract

The derived motives of people in the drylands while performing woodfuel production are primarily to support their livelihoods and source of energy in dryland areas. Besides to its significant roles, it has also undoubted multiple negative effects. However, there is little information documented that would help policy and development interventionists to mitigate those effects. Therefore, this study assesses the deforestation and environmental implications of woodfuel production activity. The result shows that dependence on woodfuel (charcoal and firewood) income increases markedly from farming to pastoral groups, becoming the dominant income source for both agro-pastoral and pastoral households. This pattern underscores the critical role of woodfuel in rural livelihoods, especially where agricultural productivity is low. Poverty, unemployment, and the requirement for energy are main reasons of woodfuel dependency. However, woodfuel producers do not create their own gacor slot plantations for the extraction of woodfuel. They merely rely on the forest resources to meet their requirements. Deforestation, soil loss, and loss of biodiversity gacor slot were some of the environmental problems that arose from woodfuel production. The study result recommended a policy direction to support the adoption of sustainable woodfuel production practices such as plantations, assisting natural regeneration based on the local context of dryland areas
How far is Shrimp Head Waste Utilized? An Overview of Environmental Innovation Management Syahadat, Ray March; Zulfa, Nely
Indonesian Green Technology Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2025.014.02.06

Abstract

This article aims to provide knowledge about the utilization of shrimp head waste in the perspective of environmental innovation management. The method was used by exploring articles through Google Scholar with Harzing's Publish or Perish software and using the keywords utilization of shrimp head waste. The article focuses on looking at the position slot777 of this topic in Indonesia as the largest archipelagic country in the world. Twenty articles published since 2019 were selected and analyzed descriptively. The results obtained, the processing of shrimp head waste can be grouped into three utilization groups. The three groups include: 1) utilization for agriculture, livestock, and fisheries, 2) utilization for food, and 3) utilization for other needs. In general, the processing of shrimp head waste for use is still in the form of products with low economic value. The suggested research direction in the future is shrimp head waste treatment, which has high economic value. The importance of this review is to provide knowledge on achieving environmental sustainability, particularly for Indonesia. It is also considered relevant for countries with coastal and island landscapes
Analisis Distribusi Temperatur Koefesien Perpindahan Panas pada Sistem Pendingin (Simulasi) Menggunakan Porous Media dengan Variasi Porositas
Indonesian Green Technology Journal Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.02.04

Abstract

The internal combustion engine is a fairly kece slot old machine and currently has many alternative energy which apparently has not been able to shift the role of the internal combustion engine, for the cooling system in the internal combustion engine greatly affect the performance and if not handled kece slot properly will cause something fatal, ie when the engine is too hot it can cause over heating and the machine can not work anymore. For Cooling system has been using fin and radiator. Research continues to grow in terms of heat transfer, ie by using porous media. Presence of porous media cooling system is expected to replace the role of fin and radiator easier maintenance and able to transfer heat well. In this case the research is assisted by simulation to see the temperature distribution that occurs in porous media with variation of 10%, 15%, 20% 25%, 30% The result of research by using simulation shows that the porosity value of porous media, the temperature distribution value also greater than. then the higher the porosity value the value (h) the heat transfer coefficient will be low. Keywords: Heat Transport, Porosity, Temperature
Evaluasi Keberlanjutan Terminal Berbasis Transit Oriented Development (TOD), Studi Kasus di Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin
Indonesian Green Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.02

Abstract

Saat ini fokus pembangunan pemerintah aniani4d nasional dan daerah di berbagai negara adalah meningkatkan kualitas transportasi publik untuk menanggulangi permasalahan yang diakibatkan oleh kesemrawutan lalu lintas keadaan pribadi pada wilayah perkotaan. Konsep Transit Oriented Development (TOD) hadir sebagai alternatif dalam penanganan permasalahan transportasi perkotaan dengan mengintegrasikan kebijakan infrastruktur transportasi, guna lahan dan lingkungan. Dengan disahkannya Permen ATR BPN RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit maka perlu dilakukan penilaian terhadap kesiapan area dan sarana transit perkotaan untuk mengetahui apakah tema tersebut dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap aplikasi konsep TOD di Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin dengan menggunakan 8 variabel kerja yaitu Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Densify, Compact, dan Shift. Hasil penilaian menunjukan Kawasan Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin sudah memenuhi standar TOD dengan kategori Bronze. Lokasi Terminal Pal Enam Kota Banjarmasin bukan hanya berperan sebagai Kawasan Strategis Ekonomi untuk mewadahi kebutuhan transit dan keterpaduan antar moda namun juga memenuhi ekspektasi sebagai salah satu pioner penerapan konsep TOD. Kata kunci: Area Terminal, Penilaian, TOD
Rendemen dan Fisiko-kimia Keripik Nangka (Arthocarpus sp) Berdasar Masa Masak Optimal Buah
Indonesian Green Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.01

Abstract

Masa panen buah nangka yang gacorqq bersamaan seringkali menimbulkan masalah dalam penanganan pasca panen dan penentuan saat pengolahannya. Sesaat setelah dipanen buah nangka cepat mengalami penurunan mutu karena respirasi. Buah nangka dapat diolah menjadi keripik-nangka. Tujuan gacorqq penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan masa penggunaan bahan baku dari masak optimal menjadi keripik buah nangka terhadap rendemen dan fisikokimia keripik nangkanya. Buah nangka jenis salak masak optimal 0 hari dan masak 1, 2 dan 3 hari digunakan dan diolah menjadi keripik dengan penggoreng vakum. Parameter yang diamati pada keripik nangka adalah rendemen, warna, pengkerutan, dan tingkat kerapuhan. Warna keripik ditentukan berdasar nilai dE* , pengkerutan diukur berdasar rasio kehilangan kandungan air bahan, dan tingkat kerapuhan dengan texture analyzer. Data yang didapat dianalisis keragaman satu arah dan selang kepercayaan yang digunakan 5%. Hasil menunjukkan bahwa rendemen, warna, pengkerutan, dan kerapuhan keripik nangka yang didapat hanya diperoleh dari bahan baku buah nangka masak 1 hari dari masak optimal yang tidak berbeda nyata dengan bahan baku nangka masak optimal 0 hari. Kesimpulan bahwa masa penggunaan buah nangka masak 1 hari dari masak optimal untuk diolah menjadi keripik nangka memiliki rendemen, warna, pengkerutan dan kerapuhan yang serupa dengan masak optimal 0 hari. Kata kunci: fisikokimia, keripik nangka, masak optimal, penggoreng rendemen, vakum
Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Fisik Kampung Kota Kecamatan Klojen, Kota Malang dengan Pendekatan Fuzzy Logic
Indonesian Green Technology Journal Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang dan kehidupan perkotaan saat ini menampung dan menyatukan semua aspek yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan. Proses penilaian viralslot keberlanjutan selama ini tidak menjawab mengapa nilai keberlanjutan antar kampung sangat beragam, hal ini terutama disebabkan karena hubungan antar teori dan praktek penilaian keberlanjutan kampung belum terbentuk secara utuh. Penelitian berfokus pada identifikasi faktor-faktor keberlanjutan fisik pada kampung Arab, Kampung Pecinan, dan Kampung Kebalen di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kemudian, dilakukan evaluasi menggunakan metode Fuzzy Logic untuk mengetahui tingkat keberlanjutan kampung-kampung kota tersebut. Wilayah studi secara umum memiliki ciri-ciri bukan merupakan wilayah kumuh, bukan merupakan permukiman formal, memiliki fasilitas pendukung minimal, dan memiliki nilai-nilai kelokalan. Nilai faktor-faktor keberlanjutan fisik Kampung Arab yaitu: compactness: 0,73 (Baik); connectivity: 0,63 (Sedang); density: 0,63 (Sedang); mix land use: 0,76 (Baik). Nilai faktor-faktor keberlanjutan fisik Kampung Pecinan yaitu: compactness: 0,63; connectivity: 0,34 (Sedang); density: 0,58 (Sedang); mix land use: 0,17 (Buruk). Nilai faktor-faktor keberlanjutan Kampung Kebalen yaitu: compactness: 0,58; connectivity: 0,36 (Sedang); density: 0,1 (Buruk); mix land use: 0,26 (Buruk). Tingkat keberlanjutan Kampung Arab (Medium-High) lebih tinggi daripada tingkat keberlanjutan Kampung Pecinan (Medium) dan Kampung Kebalen (Medium-Low). Kata kunci: kampung, faktor keberlanjutan, tingkat keberlanjutan, fuzzy logic
Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan Kuno Pada Masa Kesultanan Bima
Indonesian Green Technology Journal Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ungkapan “a city without old buildings is just like a man without memory” sangat relevan untuk mengungkapkan betapa pentingnya makna sejarah pada bangunan kuno di suatu tempat, terlebih bangunan kuno itu selain mempunyai sejarah, juga mempunyai locus, makna ataupun nilai yang tinggi. Akan tetapi, perkembangan kota secara ekonomi dan dinamika sosial yang semakin modern akan menenggelamkan makna sejarah sebuah kota jika tidak ada momentum untuk menjaga dan melestarikannya yang akan mengakibatkan sebuah proses pelupaan terhadap sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kawasan sejarah dan bangunan kuno, mengidentifikasi memori-memori masyarakat gacor5000 terhadap bangunan kuno dan mengetahui tipologi memori kolektif yang terbentuk dari keberadaan bangunan kuno sehingga dapat dimaknai proses pembentukan sejarah di Kota Bima di masa kesultanan Bima. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan adalah bahwa terbentuknya tiga memori kolektif Kota Bima dalam bangunan kuno yaitu memasarkan memori, penaklukan memori dan memisahkan memori. Kata Kunci: Bangunan Kuno, Kawasan Sejarah, Tipologi Memori Kolektif
Biosorption of Lead (Pb) from Aqueous Solution by Immobilized Aspergillus niger: A Green Technology for Heavy Metals Removal Nuban, Avander Alexander; Safitri, Anna; Andayani, Ulfa
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lead has very toxic properties and cannot be degraded in waters that leads to health problems, such as disorders of the nervous system, heart, kidneys, digestive tract, and causing memory loss. One of the environmentally friendly methods that can reduce and even eliminate Pb is the biosorption. One of the microorganisms that can be utilized in biosorption technology is Aspergillus niger. In the current study, Pb biosorption was carried out by modifying Aspergillus niger which was immobilized in the Ca-alginate matrix. This study aims to determine the optimum biosorption conditions which include pH, contact time, initial Pb concentration, and amount of adsorbent. Results showed that the optimum conditions for Pb biosorption were pH 6.0, with contact time of 4 h, Pb concentration was 80 ppm, and at adsorbent concentration of 3 g, with the percentage of Pb adsorbed was 98.40%. FTIR spectra results show that the Pb biosorption process causes shifts in certain wavenumbers, from 1296.16 cm-1 to 1307.74 cm-1 which was a characteristic of the amine amide (CN) group, and a shift in wavenumber from 1122.57 cm-1 to 1168.86 cm-1 which was from carboxyl functional group. The interaction between Pb and the adsorbent surface was suggested through a physical adsorption, and hence the adsorption process was reversible.
Landasan Berpikir Dalam Perencanaan Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai Sudaryanti, Sri; Soemarno, Soemarno; Marsoedi, Marsoedi; Yanuwiadi, Bagyo
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis termasuk DAS Brantas adalah salah satu masalah utama yang harus diselesaikan dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan solusi dengan pendekatan perencanaan pengelolaan DAS secara terpadu. Dalam penyusunan perencaan tersebut, landasan berfikir pemangku kepentingan merupakan fundamen penting yang harus perhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan berfikir pemangku kepentingan untuk penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui metode Profesional Judgement dengan menggunakan analisis Ziel Orientierte Projekt Planung (ZOPP). Hasil penelitian ini menunjukkan kalau landasan berfikir penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu terdiri atas 4 tahap, yaitu: analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan dan analisis penyelesaian masalah. Faktor pendorong utama untuk penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu antara lain adalah adanya komitmen dari pemangku kepentingan, sementara faktor utama penghambatnya adalah belum adanya koordinasi dari pemangku-pemangku kepentingan tersebut. Penelitian ini menunjukkan kalau tersusun dan terdokumentasinya landasan berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu menjadi hal yang sangat penting untuk kepentingan berbagai pihak seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya perubahan pola berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan dari sektoral menjadi terpadu dan dari reaktif ke antisipatif.
Potensi Pengembangan Agen Antibakteri dari Senyawa Kompleks Logam Transisi di Indonesia Handayani, Nadia Cikita; Shafira, Putri Nuzilla; Fadhilah, Sasti Gona
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, resistensi terhadap agen antimikroba telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit akibat infeksi bakteri masih menjadi masalah yang penting karena meningkatnya jumlah bakteri yang resistan terhadap berbagai obat menyebabkan munculnya berbagai penyakit baru. Salah satu agen antibakteri yang dapat dikembangkan potensinya dengan mekanisme yang berbeda dari agen antibakteri yang lain adalah senyawa kompleks logam. Beberapa logam terbukti dapat menjadi agen antibakteri karena memiliki fungsi biologis dan ditemukan dalam enzim dan kofaktor yang diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa kompleks logam dengan sifat antibakteri antara lain metode larutan, solvothermal, hidrothermal, refluks, dan hidrogel. Naskah ini mengkaji perkembangan material berbasis SKLT (Senyawa Kompleks Logam Transisi) sebagai kandidat agen antibakteri terutama berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff. Penggunaan material berbasis SKLT sebagai agen antibakteri masih relatif baru namun memiliki potensi besar untuk mencegah perkembangan berbagai bakteri serta kemunculan penyakit baru akibat dari resistensi bakteri. Material ini dapat dikembangkan dari mineral alam yang banyak tersedia di Indonesia. Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dimana artikel-artikel yang digunakan sebagai literatur utama diperoleh dari jurnal internasional berbahasa Inggris dengan tahun terbit mulai tahun 2010. Berdasarkan hasil kajian, SKLT berbasis logam Cu(II) dan Zn(II) dengan ligan basa schiff dapat dijadikan sebagai kandidat agen antibakteri dari berbagai jenis bakteri seperti E. coli, P. Aeruginosa, B. Subtilis, S. aureus, C. albicans, S.pneumoniae dan masih banyak lagi dengan hasil yang cukup efisiensi dan bervariasi. Selain itu kajian tentang sintesis SKLT yang ramah lingkungan skala massal tetap diperlukan.