cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 6: Desember 2020" : 25 Documents clear
Prediksi Tingkat Indeks Prestasi Kumulatif Akademik Mahasiswa dengan Menggunakan Teknik Data Mining Desiani, Anita; Yahdin, Sugandi; Rodiah, Desty
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722493

Abstract

Educational data mining (EDM) adalah suatu bidang aplikasi antara pendidikan dan komputer. Salah satu yang dapat dilakukan pada EDM adalah memprediksi tingkat prestasi mahasiswa. Tingkat indeks prestasi kumulatif (IPK) akademik mahasiswa sangat penting karena menentukan tingkat kelulusan dan kualiatas institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa atribut-atribut yang mempengaruhi tingkat indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa yang berasal dari faktor eksternal pada mahasiswa. Adapun atribut yang digunakan adalah 10 variabel atribut yaitu nilai TOEFL, pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, asal daerah, tempat tinggal selama kuliah dan tingkat prestasi akademik yang dicapai. Hasil akurasi pengolahan dengan menggunakan Algoritma C4.5 adalah 75,18% dan Naive Bayes 74,47% menunjukkan bahwa model dan atribut yang digunakan baik untuk memprediksi tingkat IPK  mahasiswa. Algoritma C4.5 mampu menunjukkan atribut apa yang berpengaruh langsung pada tingkat IPK  mahasiswa yaitu Nilai TOEFL, jam belajar, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, dan tempat tinggal mahasiswa.  Algoritma C4.5 tidak mampu  memperhitungkan peluang suatu klasifikasi jika jumlah  instan pada klasifikasi tersebut sangat sedikit pada kejadian data. Sebaliknya Naive Bayes tetap mampu memperhitungkan peluang kemunculan dan ketepatannya informasi yang dihasilkan  meski jumlah instan yang sedikit. Dalam penelitian ini data mahasiswa yang memiliki tingkat IPK cumlaude sangat sedikit, namun Naive Bayes tetap mampu mengukur Recall pada kelas ini sebesar 28,6% dan Precision sebesar 40%. 
Identifikasi Emosi Manusia Berdasarkan Ucapan Menggunakan Metode Ekstraksi Ciri LPC dan Metode Euclidean Distance Helmiyah, Siti; Riadi, Imam; Umar, Rusydi; Hanif, Abdullah; Yudhana, Anton; Fadlil, Abdul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722693

Abstract

Ucapan merupakan sinyal yang memiliki kompleksitas tinggi terdiri dari berbagai informasi. Informasi yang dapat ditangkap dari ucapan dapat berupa pesan terhadap lawan bicara, pembicara, bahasa, bahkan emosi pembicara itu sendiri tanpa disadari oleh si pembicara. Speech Processing adalah cabang dari pemrosesan sinyal digital yang bertujuan untuk terwujudnya interaksi yang natural antar manusia dan mesin. Karakteristik emosional adalah fitur yang terdapat dalam ucapan yang membawa ciri-ciri dari emosi pembicara. Linear Predictive Coding (LPC) adalah sebuah metode untuk mengekstraksi ciri dalam pemrosesan sinyal. Penelitian ini, menggunakan LPC sebagai ekstraksi ciri dan Metode Euclidean Distance untuk identifikasi emosi berdasarkan ciri yang didapatkan dari LPC.  Penelitian ini menggunakan data emosi marah, sedih, bahagia, netral dan bosan. Data yang digunakan diambil dari Berlin Emo DB, dengan menggunakan tiga kalimat berbeda dan aktor yang berbeda juga. Penelitian ini menghasilkan akurasi pada emosi sedih 58,33%, emosi netral 50%, emosi marah 41,67%, emosi bahagia 8,33% dan untuk emosi bosan tidak dapat dikenali. Penggunaan Metode LPC sebagai ekstraksi ciri memberikan hasil yang kurang baik pada penelitian ini karena akurasi rata-rata hanya sebesar 31,67% untuk identifikasi semua emosi. Data suara yang digunakan dengan kalimat, aktor, umur dan aksen yang berbeda dapat mempengaruhi dalam pengenalan emosi, maka dari itu ekstraksi ciri dalam pengenalan pola ucapan emosi manusia sangat penting. Hasil akurasi pada penelitian ini masih sangat kecil dan dapat ditingkatkan dengan menggunakan ekstraksi ciri yang lain seperti prosidis, spektral, dan kualitas suara, penggunaan parameter max, min, mean, median, kurtosis dan skewenes. Selain itu penggunaan metode klasifikasi juga dapat mempengaruhi hasil pengenalan emosi. AbstractSpeech is a signal that has a high complexity consisting of various information. Information that can be captured from speech can be in the form of messages to interlocutor, the speaker, the language, even the speaker's emotions themselves without the speaker realizing it. Speech Processing is a branch of digital signal processing aimed at the realization of natural interactions between humans and machines. Emotional characteristics are features contained in the speech that carry the characteristics of the speaker's emotions. Linear Predictive Coding (LPC) is a method for extracting features in signal processing. This research uses LPC as a feature extraction and Euclidean Distance Method to identify emotions based on features obtained from LPC. This study uses data on emotions of anger, sadness, happiness, neutrality, and boredom. The data used was taken from Berlin Emo DB, using three different sentences and different actors. This research resulted in inaccuracy in sad emotions 58.33%, neutral emotions 50%, angry emotions 41.67%, happy emotions 8.33% and bored emotions could not be recognized. The use of the LPC method as feature extraction gave unfavorable results in this study because the average accuracy was only 31.67% for the identification of all emotions. Voice data used with different sentences, actors, ages, and accents can influence the recognition of emotions, therefore the extraction of features in the recognition of speech patterns of human emotions is very important. Accuracy results in this study are still very small and can be improved by using other feature extractions such as provides, spectral, and sound quality, using parameters max, min, mean, median, kurtosis, and skewness. Besides the use of classification methods can also affect the results of emotional recognition. 
Implementasi Algoritma TOPSIS dan Metode EUCS untuk Pengujian Sistem Penilaian Kinerja Pegawai pada Laboran Fakultas Teknologi Informasi UKSW Salatiga Saputro, Andreas Arga Rinjani; Hartomo, Kristoko Dwi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722353

Abstract

Pegawai laboratorium merupakan tenaga kerja kependidikan yang membantu proses pembelajaran mahasiswa dalam bagian vokasi dan akademik. Dalam menjalankan pekerjaannya, pegawai laboratorium terkadang masih belum maksimal. Sehingga kepala sarana & prasarana dan supervisor harus mengontrol pegawai untuk memastikan pegawai berkerja dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan dalam pegawai laboratorium serta membantu dalam memanajemen kinerja, dibuatlah sistem informasi berbasis website yang berisi implementasi algoritma TOPSIS pada penilaian kinerja pegawai laboratorium. Terdapat enam kriteria penilaian pegawai laboratorium yang terdiri dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerja tim, skill, akademik, dan komunikasi. Hasil akhir penelitian berupa nilai preferensi (Vi) setiap alternatif, dimana terdapat nilai preferensi tertinggi yaitu 1 yang diperoleh 3 dari 12 orang pegawai pada pengujian algoritma TOPSIS. Penyajian sistem informasi dilakukan dengan database yang ditampilkan menggunakan desain dashboard yang tepat digunakan untuk manajemen data. Pengujian EUCS pada website sistem informasi adalah 3.41 dari total nilai kepuasan (4) yang tergolong dalam kategori puas, sehingga dianggap layak dan diterima oleh user.   AbstractLaboratory employee is a education labor which help process learning college student within part of vocational and academic. In carrying out his work, laboratory employee sometimes it's still not optimal. So that the head of facilities & infrastructure and supervisor must control the employee to make sure employees are working well. For counter the problem in laboratory employee and help in performance management, made information system based on website which contain implementation of the TOPSIS algorithm on performance rating of the laboratory employee. There are six laboratory employee rating criteria which consisting of dicipline, responsible, team work, skill, academic, and communication. Last result of the research is the form of preference values (Vi) every alternatif, where there is highest preference value is 1 which is obtained 3 out of 12 employee of the TOPSIS algorithm testing. Presentment of the information system perform with database and displayed using dashboard design which exact used for present data management. EUCS testing on information system website is 3.41 from total satisfaction value (4) which classified of satisfied categori, so that good considered and accepting by user.
Kayu7net: Identifikasi dan Evaluasi F-Measure Citra Kayu berbasis Deep Convolutional Neural Network (DCNN) Erwin, Iwan Muhammad; Risnandar, Risnandar; Prakarsa, Esa; Sugiarto, Bambang
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020712663

Abstract

Identifikasi kayu salah satu kebutuhan untuk mendukung pemerintah dan kalangan bisnis kayu untuk melakukan perdagangan kayu secara legal. Keahlian khusus dan waktu yang cukup dibutuhkan untuk memproses identifikasi kayu di laboratorium. Beberapa metodologi penelitian sebelumnya, proses identifikasi kayu masih dengan cara menggabungkan sistem manual menggunakan anatomi DNA kayu. Sedangkan penggunaan sistem komputer diperoleh dari citra penampamg melintang kayu secara proses mikrokopis dan makroskopis. Saat ini, telah berkembang teknologi computer vision dan machine learning untuk mengidentifikasi berbagai jenis objek, salah satunya citra kayu. Penelitian ini berkontribusi dalam mengklasifikasi beberapa spesies kayu yang diperdagangkan menggunakan Deep Convolutional Neural Networks (DCNN). Kebaruan penelitian ini terletak pada arsitektur DCNN yang bernama Kayu7Net. Arsitektur Kayu7Net yang diusulkan memiliki tiga lapisan konvolusi terhadap tujuh spesies dataset citra kayu. Pengujian dengan merubah citra input menjadi berukuran 600×600, 300×300, dan 128×128 piksel serta masing-masing diulang pada epoch 50 dan 100. DCNN yang diusulkan menggunakan fungsi aktivasi ReLU dengan batch size 32. ReLU bersifat lebih konvergen dan cepat saat proses iterasi. Sedangkan Fully-Connected (FC) berjumlah 4 lapisan akan menghasilkan proses training yang lebih efisien. Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa Kayu7Net yang diusulkan memiliki nilai akurasi sebesar 95,54%, precision sebesar 95,99%, recall sebesar 95,54%, specificity sebesar 99,26% dan terakhir, nilai F-measure sebesar 95,46%. Hasil ini menunjukkan bahwa arsitektur Kayu7Net lebih unggul sebesar 1,49% pada akurasi, 2,49% pada precision, dan 5,26% pada specificity dibandingkan penelitian sebelumnya. AbstractWood identification is one of the needs to support the government and the wood business community for a legally wood trading system. Special expertise and sufficient time are needed to process wood identification in the laboratory. Some previous research works show that the process of identifying wood combines a manual system using a wood DNA anatomy. While, the use of a computer system is obtained from the wood image of microscopic and macroscopic process. Recently, the latest technology has developed by using the machine learning and computer vision to identify many objects, the one of them is wood image. This research contributes to classify several the traded wood species by using Deep Convolutional Neural Networks (DCNN). The novelty of this research is in the DCNN architecture, namely Kayu7Net. The proposed of Kayu7Net Architecture has three convolution layers of the seven species wood image dataset. The testing changes the wood image input to 600×600, 300×300, and 128×128 pixel, respectively, and each of them repeated until 50 and 100 epoches, respectively. The proposed DCNN uses the ReLU activation function and batch size 32. The ReLU is more convergent and faster during the iteration process. Whereas, the 4 layers of Fully-Connected (FC) will produce a more efficient training process. The experimental results show that the proposed Kayu7Net has an accuracy value of 95.54%, a precision of 95.99%, a recall of 95.54%, a specificity of 99.26% and finally, an F-measure value of 95.46%. These results indicate that Kayu7Net is superior by 1.49% of accuracy, 2.49% of precision, and 5.26% of specificity compared to the previous work.  
Penerapan Algoritma Pillar Untuk Inisialisasi Titik Pusat K-Means Klaster Dinamis Seputra, Ketut Agus; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6: Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020762538

Abstract

K-Means merupakan algoritma yang digunakan untuk melakukan pengklasteran data. Namun, k-means memilikimasalah dalam sensitivitas penentuan partisi awal jumlah klaster. Penelitian terkait menyatakan algoritma k-means tergantung pada penentuan titik pusat klaster awal. Pemilihan pusat klaster awal secara acak cenderung menghasilkan klaster yang berbeda. Sehingga untuk menentukan klaster terbaik harus dilakukan dengan memperhatikan nilai Sum Sequare Error yang terkecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penentuan klaster dilakukan dengan menggunakan algoritma pillar. Algoritma pillar menentukan titik pusat klaster dengan memilih data dengan nilai euclidean paling jauh dari titik pusat klaster. Namun pemilihan titik klaster tetap memperhatikan kemungkinan data outlier. Pengujian dilakukan dengan menetapkan satu buah klaster awal sebagai inisialisasi skaligus sebagai klaster pembanding untuk menentukan kualitas klaster berikutnya. Penelitian ini menggunakan data set ruspini dan iris. Untuk data ruspini terdiri dari 76 data set, sedangkan data iris terdiri dari 150 data set. Klaster Pillar memiliki nilai Sum Sequere Error, Variance Cluster, dan Davies yang lebih kecil dibandingkan klaster dinamis pada data set ruspini. Nilai tersebut secara berurutan untuk algoritma pillar adalah 0.28, 0.11, 7.30, 5.88. Untuk data set iris nilai Sum Square Error lebih tinggi dibandingkan dengan klaster dinamis yaitu 0.34. Sedangkan algoritma klaster dinamis memiliki nilai 0.32. Hal tersebut disebahkan penentuan data outlier pada iris data set yang tidak akurat. Ketidakakurantan tersebut berasal dari data yang bersifat multivariat, sehingga memungkinkan data outlier menjadi centroid awal klaster. Sehingga jika dilihat dari nilai validitas SSE, algoritma pillar k-means klaster dinamis masih kurang bekerja optimal dibandingkan dengan algoritma k-means klaster dinamis.

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue