cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2015)" : 46 Documents clear
PENGARUH PROPORSI KACANG TANAH DENGAN PETIS UDANG DAN PENAMBAHAN KECAP MANIS TERHADAP SIFAT BUMBU TAHU TEK INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Suhartini Suhartini; Sudarminto Setyo Yuwono; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu tek adalah salah satu makanan tradisional Jawa Timur. Tahu tek terdiri dari tahu goreng, lontong, kentang goreng, taoge, mentimun dan penambahan bumbu. Proses Pembuatan bumbu tahu tek membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya yakni dengan membuat bumbu tahu tek instan. Penelitian ini menggunakan metode RAK dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu proporsi kacang tanah dengan petis udang dan faktor kedua yaitu penambahan kecap manis. Data dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjut dengan uji BNT taraf 5% atau DMRT 5%. Perlakuan terbaik diperoleh pada proporsi kacang tanah dengan petis udang (210:90) dan penambahan kecap manis 15%. Karakteristik bumbu tahu tek terbaik yaitu diperoleh kadar air 13.17%, Aw 0.55%, kadar lemak 31.48%, tekstur 10.40 N, waktu pencampuran 115 detik, viskositas 10550.00 cp, peroksida 1.25 meq/kg, TPC 2.00x102 CFU/g, nilai rasa 3.65, aroma 3.85 dan warna 3.75. . Kata Kunci: Tahu Tek Instan, Kacang Tanah, Kecap Manis, Petis Udang
PENGARUH PROPORSI BUAH : AIR DAN LAMA PEMANASAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SARI BUAH KEDONDONG (Spondias dulcis) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Rahayu Rakhmawati; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedondong merupakan buah yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan manusia karena mengandung vitamin C dan senyawa-senyawa fitokimia. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi buah:air dan lama pemanasan terhadap aktivitas antioksidan sari buah kedondong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan dua faktor, faktor I adalah proporsi bahan : air    (1 : 2, 1 : 4, 1 : 6) dan faktor II yaitu lama pemanasan (2.50 , 5 , 7.50 menit). Kombinasi dari  kedua faktor diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Perlakuan terbaik diperoleh proporsi buah:air 1:2 (b/v) dan lama pemanasan 2.50 menit dengan aktivitas antioksidan DPPH 91.49 %, total fenol 143.96 mg GAE/100ml, kadar vitamin C 22.00 mg/100ml, total asam 0.82 , pH 3.17, TPT 10.40 ˚Brix, derajat kecerahan (L) 35.73 , derajat kekuningan (b*) 16.10 , tingkat skor kesukaan terhadap warna 3.95 (agak menyukai), aroma 3.95 (agak menyukai), rasa 3.95 (agak menyukai), dan kenampakan 4.05 (menyukai).   Kata kunci: Antioksidan, Kedondong, Sari Buah
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Lactobacillus casei PADA ES KRIM PROBIOTIK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Lenny Yudha Febriyanti; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang di Indonesia hanya sebatas dibuang sebagai limbah tak berguna.Oleh sebab itu dilakukan pembuatan es krim probiotik dengan penambahan tepung kulit pisang sebagai nutrien untuk pertumbuhan Lactobacillus casei. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kulit pisang dan konsentrasi penambahan tepung kulit pisang yang tepat pada es krim probiotik dan memperoleh kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan parameter yang telah ditentukan untuk memperoleh pertumbuhan bakteri Lactobacillus casei pada es krim probiotik yang maksimum. Penelitian ini mengunakan Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor, dimana faktor I adalah Jenis Kulit Pisang terdiri dari 2 level ( Pisang Ambon dan Pisang Raja) dan Konsentrasi Penambahan Tepung Tepung Kulit Pisang terdiri dari 3 level (2%, 4%, 6%). Perlakuan terbaik untuk es krim probiotik diperoleh pada proporsi jenis pisang raja dengan konsentrasi 4%. Dengan nilai masing-masing parameter yaitu total gula 16.47%, total BAL 5.43x1010 CFU/ml, total asam 0.05%, dan pH 4.15.   Kata Kunci: Es Krim, Kulit Pisang, Lactobacillus casei, Probiotik,  
STUDI VIABILITAS PROBIOTIK PADA VELVA PISANG AMBON SELAMA PENYIMPANAN BEKU [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Zia Rossanieldha; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Velva pisang Ambon probiotik merupakan salah satu produk pangan probiotik olahan buah pisang. Proses pembekuan dapat menurunkan jumlah probiotik pada produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis isolat dan lama fermentasi yang tepat agar mendapatkan viabilitas probiotik yang tinggi pada velva pisang Ambon probiotik selama penyimpanan beku. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu jenis isolat yang digunakan (Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum) dan lama fermentasi (4, 6 dan 8 jam) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis isolat dan lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap total gula, total asam dan pH slurry pisang Ambon terfermentasi. Penggunaan isolat Lactobacillus plantarum dengan lama fermentasi 4 jam menunjukkan viabilitas BAL tertinggi selama penyimpanan beku 6 minggu yaitu sebesar 2.06 x 108 CFU/ml dengan nilai total gula sebesar 12.91%, total asam sebesar 0.044% dan pH 4.55.   Kata kunci: L. casei, L. plantarum, Lama Fermentasi, Velva Buah, Viabilitas BAL
PEMBUATAN BISKUIT BERAS PARBOILED (KAJIAN PROPORSI TEPUNG BERAS PARBOILED DENGAN TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN KUNING TELUR) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Afla Tazakka Aj-juwita; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dasar manusia berupa pangan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu bentuk produk pangan yang diminati anak-anak hingga orang dewasa mulai masyarakat ekonomi bawah sampai atas adalah biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik antara tepung tapioka dan tepung beras parboiled serta penambahan kuning telur agar didapatkan biskuit dengan kualitas baik. Proses pembuatan biskuit pratanak adalah perendaman gabah didalam air (60ºC, 5 jam), pengukusan (20 menit), pengeringan (55ºC, 4 jam), penepungan dan pembuatan biskuit. Hasil penelitian menunjukkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi 60 : 40 dan penambahan kuning telur 6%. Biskuit tersebut memiliki kadar air 2.56 %, kadar lemak 27.08 %, kadar protein 3.19 %, kadar karbohidrat 66.57 %, kadar abu 0.60 %, amilosa 23.19 %, yang memiliki skor kesukaan terhadap rasa 4.55 (agak suka), warna 4.60 (agak suka), aroma 4.85 (agak suka), dan tekstur 4.60 (agak suka). Hasil analisis MTT secara in vivo menunjukkan kenaikan dan penurunan yang stabil.   Kata kunci: Beras Parboiled, Biskuit, Indeks Glikemik, Kuning Telur
PENGARUH EDIBLE COATING SEBAGAI BARRIER OKSIGEN PADA PEMBUATAN WORTEL INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Pino Tri Anggara; Elok Zubaidah; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk pangan yang dikehendaki oleh masyarakat modern tidak hanya mempertimbangkan unsur pemenuhan gizi, akan tetapi juga harus praktis, cepat saji, tahan lama dan tidak memerlukan tempat atau ruang penyimpanan yang lebih besar. Perubahan gaya hidup yang serba cepat tersebut menuntut tersedianya sayuran instan seperti sayuran kering dengan kandungan gizi yang relatif tidak berubah dari bentuk segarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karagenan berpengaruh nyata (α = 0.05)  terhadap kadar air, total karoten, rendemen, derajat kecerahan, derajat kemerahan, derajat kekuningan, tekstur dan daya rehidrasi wortel kering. Suhu pengeringan berpengaruh nyata (α = 0.05)  terhadap kadar air, total karoten, rendemen, derajat kecerahan, derajat kemerahan, derajat kekuningan, tekstur dan daya rehidrasi wortel kering. Sedangkan perlakuan terbaik sesuai perhitungan metode multiple attribute wortel kering dengan perlakuan konsentrasi karagenan 1% dan suhu pengeringan 40oC.   Kata kunci: Beta Karoten, Edible Coating, Wortel