cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,074 Documents
PENENTUAN NILAI MAKSIMUM PROSES EKSTRAKSI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) [IN PRESS JULI 2014] Wisesa, Taufik Boby; Widjanarko, Simon Bambang
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.013 KB)

Abstract

Kulit dari buah naga merah merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan. Dari buah naga utuh, kulit hanya dibuang sebagai sampah saja. Padahal, kulit masih mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengekstraknya sehingga akan diperoleh ekstrak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar beragam pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi maksimum untuk memperoleh nilai maksimum pada aktivitas antioksidan dan total fenol pada ekstrak. Metode Dakian Tercuram digunakan untuk meneliti suhu dan waktu maksimum dari ekstraksi serta sebagai dugaan awal tentang kondisi operasi maksimum dari sistem. Penelitian ini mendapatkan hasil suhu dan waktu ekstraksi maksimum untuk respon aktivitas antioksidan sebesar 58.40oC dan 28 menit yang menghasilkan aktivitas sebesar 15.90%, untuk respon total fenol sebesar 58.10oC dan 25 menit yang menghasilkan nilai sebesar 54.66 mg/L dan untuk respon warna (nilai b) sebesar 56.90oC dan 28 menit yang menghasilkan nilai -0.2.   Kata Kunci: Kulit Buah Naga, Ekstraksi, Antioksidan, Dakian Tercuram
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN PROBIOTIK SARI KURMA (Phoenix dactilyfera L.) dengan ISOLAT L. Plantarum dan L. casei [IN PRESS JULI 2014] Primurdia, Elke Galuh; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.951 KB)

Abstract

Buah kurma memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama sebagai sumber gula dan mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan. Guna meningkatkan nilai gizi dan menciptakan inovasi produk baru diperlukan proses fermentasi dengan melibatkan BAL Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi buah : air dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan minuman probiotik sari buah kurma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi buah : air (1:4, 1:5, 1:6) dan faktor II adalah lama fermentasi (16 jam, 18 jam, 20 jam). Hasil perlakuan terbaik yaitu minuman probiotik sari buah kurma pada proporsi buah : air 1 : 4 dan lama fermentasi 20 jam dengan nilai pH 3.85, total gula 10.89%, total asam 1.03%, total fenol 636.37 µg GAE/ml, total flavonoid 445.63 µg CEQ/ml aktivitas antioksidan 56.32%, dan total BAL 4.90x1015 cfu/ml.   Kata kunci : Antioksidan, Fermentasi, Kurma, Minuman Probiotik
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINUMAN PROBIOTIK SARI KURMA (Phoenix dactilyfera L.) MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum DAN Lactobacillus casei [IN PRESS JULI 2014] Khotimah, Khusnul; Kusnadi, Joni
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.768 KB)

Abstract

Buah kurma kaya akan gula alami yang bisa digunakan sebagai sumber karbon dalam minuman probiotik. Pembuatan minuman probiotik sari kurma memerlukan peran Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei untuk melakukan fermentasi sehingga dihasilkan metabolit-metabolit yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi buah:air dan konsentrasi susu skim yang memaksimalkan aktivitas antibakteri minuman probiotik sari kurma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi buah:air (1:5, 1:6, 1:7) dan faktor II adalah konsentrasi susu skim (6%, 8%, 10%). Hasil perlakuan terbaik yaitu proporsi buah:air 1:5 dan susu skim 8% dengan nilai total BAL 11.94 log CFU/ml; pH 3.80; total asam 1.69%; penurunan total gula 4.66%; aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus 5.13 cm2, Staphylococcus aureus 6.27 cm2, Escherichia coli 2 cm2, Salmonella typhimurium 2.45 cm2. Kata kunci : Antibakteri, Fermentasi, Kurma, Minuman Probiotik
PENGARUH MODIFIKASI KIMIA DENGAN STTP TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG UBI JALAR UNGU [IN PRESS JULI 2014] Widhaswari, Viprillia Andita; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.068 KB)

Abstract

Ubi jalar ungu dapat dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi produk antara lain berupa tepung. Namun, penggunaan tepung ubi jalar ungu ini tidak dapat digunakan terlalu banyak dalam pembuatan bahan makanan karena karakteristik patinya memiliki stabilitas yang kurang kokoh. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap tepung ubi jalar ungu sehingga karakteristik sifat fisik dan kimianya menjadi lebih baik salah satunya dengan modifikasi kimia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah konsentrasi STPP (0.5% dan 1%) dan faktor II lama perendaman STPP (1 jam dan 1.5 jam)  dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dengan level beda nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi STPP memberikan pengaruh yang nyata terhadap kenaikan kadar pati, kenaikan kadar abu, penurunan kadar amilosa, kenaikan pH, penurunan kemerahan warna, dan peningkatan kekuningan warna. Perlakuan lama perendaman dan interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter.   Kata kunci: Modifikasi kimia, STPP, Tepung, Ubi jalar ungu
UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta L.) SEBAGAI BAHAN PANGAN MENGANDUNG SENYAWA BIOAKTIF : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2014] Prabowo, Aditya Yoga; Estiasih, Teti; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.865 KB)

Abstract

Produk pangan berbasis tepung terigu di Indonesia banyak beredar di pasaran misalnya mie, roti, dan cookies. Hal ini tidak sejalan dengan masih diimpornya tepung terigu dari negara lain karena sulitnya gandum tumbuh di wilayah Indonesia yang beriklim tropis. Sedangkan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia namun pemanfaatnannya masih terbatas. Umbi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan salah satunya adalah umbi gembili.  Gembili merupakan umbi keluarga Dioscorea yang memiliki kelebihan dapat tumbuh di bawah tegakan hutan tanpa perlakuan khusus, sehingga budidayanya dapat dilakukan secara mudah. Dibandingkan dengan menggunakan tepung terigu, tepung gembili memiliki tingkat ekonomis yang sama. Dengan teknologi yang ada sekarang gembili dapat menghasilkan rendemen sebesar 25%. Gembili dapat diolah menjadi keripik dan tepungnya sesuai untuk produksi kue dan roti. Keunggulan yang lain dari umbi gembili adalah tinggi karbohidrat dan mengandung senyawa bioaktif. Terdapat beberapa senyawa bioaktif seperti polisakarida larut air (PLA), dioscorin dan diosgenin yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan tubuh. Kandungan senyawa bioaktif tersebut dapat berfungsi sebagai immunomodulator, pencegah penyakti metabolik (hiperkolesterolemia, dislipidemia, diabetes dan obesitas) peradangan dan kanker.   Kata kunci: Gembili, Senyawa Bioaktif, PLA, Dioscorin, Diosgenin
EFEK HIPOGLIKEMIK POLISAKARIDA LARUT AIR UMBI GADUNG (Dioscorea hispida) DAN ALGINAT : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2014] Maulida, Deni; Estiasih, Teti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.947 KB)

Abstract

Rata-rata sekitar 3% dari penduduk dunia terjangkit diabetes melitus. Salah satu penyebabnya adalah tidak seimbangnya pola konsumsi yang tepat. Polisakarida larut air dari gadung (Dioscorea hispida Dennst.) dan alginat terbukti mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus hiperglikemia. Penurunan ini berkaitan dengan proses absorbsi terhadap glukosa, respon terhadap adanya serat terutama serat larut air dalam sistem pencernaan, jumlah sisa pakan (berhubungan dengan dosis yang dikonsumsi) dan keadaan dari hewan coba itu sendiri. Polisakarida larut air dapat menghambat pencernaan makanan dan menghambat adsorbsi karbohidrat sehingga menghambat kenaikan postprandial dalam  glukosa darah dan  konsentrasi insulin. Serat larut air dari natrium alginat yang ditambahkan pada makanan juga dapat melemahkan respon glukosa pada penderita diabetes. Kata kunci: Alginat, Diabetes Melitus, Polisakarida Larut Air Gadung
EFEK PREBIOTIK DAN SINBIOTIK SIMPLISIA DAUN CINCAU HITAM (Mesona palustris BL) SECARA IN VIVO: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS OKTOBER 2014] Senditya, Meirza; Hadi, Mohammad Sofyan; Estiasih, Teti; Saparianti, Ella
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.688 KB)

Abstract

Cincau hitam (Mesona palustris BL) merupakan tanaman khas Asia Tenggara. Tanaman ini banyak terdapat di Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Tanaman ini mengandung komponen pembentuk gel (KPG) berupa hidrokoloid jenis gum yang bersama-sama pati akan membentuk gel yang kokoh.Gum adalah bentuk serat pangan larut air yang tidak dapat diuraikan oleh sistem pencernaan manusia normal yangdiduga dapat difermentasi oleh bakteri probiotik dalam usus besar sehingga menghasilkan efek kesehatan bagi manusia. Kombinasi probiotik dan prebiotik tersebut dinamakan sinbiotik. Kombinasi ini memiliki keuntungan meningkatakan daya tahan hidup bakteri probiotik karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk proses fermentasi sehingga manusia mendapatkan manfaat yang lebih sempurna dari kombinasi ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efek pemberian asupan prebiotik berupa KPG cincau hitam (Mesona palustris BL) dengan probiotik B. bifidumdan probiotik komersial (sinbiotik) terhadap pertumbuhan bakteri probiotik dan penghambatan bakteri E. coli pada saluran pencernaan tikus Sprague Dawley.   Kata kunci: Cincau hitam, Komponen pembentuk gel, Prebiotik, Probotik, Sinbiotik
EFEK PENGGORENGAN KENTANG DENGAN OVEN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MINYAK KELAPA SAWIT SAWIT (Elaeis guineensis) [IN PRESS JULI 2014] Mahmudan, Ahmad; Nisa, Fithri Choirun
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.037 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode penggorengan Oven Microwave untuk menentukan kualitas minyak goreng Kelapa Sawit berdasar daya microwave dan  frekuensi pemakaian. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun faktorial 2 faktor terdiri dari daya 1300 watt, 910 watt, dan 650 watt  dan frekuensi penggorengan 1x, 3x dan 5x. Hasil penelitian menunjukkan daya microwave dan frekuensi menggoreng kentang beku dengan minyak goreng Kelapa Sawit memberi pengaruh nyata perubahan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan TBA, viskositas, dan berat jenis. Perlakuan terbaik pada daya 650 watt setelah proses menggoreng 5 kali, dengan kadar asam lemak bebas 0.606% (maks 0.5%), kadar peroksida 1.0533 mek/kg (maks 1.1893 mek/kg), kadar TBA 0.796 mg malonaldehide, warna (L=21.6; a+=6.13; b+=6.63), viskositas 0.52333 dPas, dan berat jenis 0.923 gr/ml.   Kata kunci: Penggorengan Microwave, Minyak Kelapa Sawit, daya, frekuensi
PEMBUATAN TEPUNG MOCAF DI MADURA (KAJIAN VARIETAS DAN LOKASI PENANAMAN) TERHADAP MUTU DAN RENDEMEN [IN PRESS JULI 2014] Amanu, Febri Nuron; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.393 KB)

Abstract

Produksi ubi kayu (Manihot esculenta crantz) di madura tergolong banyak, tetapi banyaknya produksi ubi kayu di madura kurang diimbangi dengan teknologi pengolahan pasca panen ubi kayu yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kualitas tepung MOCAF yang baik di antara 4 Kabupaten di pulau madura. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Tersarang dengan 2 faktor. Faktor I adalah lokasi penanaman (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep). Faktor II adalah jenis varietas (mentega dan karet) dengan 3 kali pengulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA (Analysis of Varian), analisis ragam ANOVA terdapat perbedaan, maka dilakukan uji BNT dengan taraf nyata 5%. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektifitas (de Garmo). Hasil menunjukkan bahwa Lokasi penanaman berpengaruh nyata terhadap kenaikan kadar pati dan kadar abu, sedangkan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar air, peningkatan kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan tingkat kecerahan.   Kata Kunci: Mocaf, Ubi kayu, Lokasi penanaman, Jenis varietas
PEMBUATAN MINUMAN SERBUK MARKISA MERAH (Passiflora edulis f. edulis Sims) (KAJIAN KONSENTRASI TWEEN 80 DAN SUHU PENGERINGAN) [IN PRESS JULI 2014] Susanti, Yesi Ika; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.193 KB)

Abstract

Buah markisa merah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Fitokimia yang berperan adalah karotenoid dan polifenol. Buah markisa merupakan sumber vitamin C yang baik sebagai antioksidan alami. Bentuk serbuk yang lebih praktis diharapkan dapat menambah umur simpan, dapat menambah minat mengkonsumsi markisa yang kaya zat gizi, serta mudah untuk didistribusikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 dan suhu pengeringan dengan metode foam mat drying terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah konsentrasi tween 80 (0.10%, 0.50%, dan 1.00% v/vtotal) sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan (50⁰C dan 70⁰C). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT(α = 5%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Indeks Efektifitas de Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perlakuan terbaik serbuk markisa menurut parameter fisik dan kimia diperoleh dari perlakuan konsentrasi tween 80 1% dan suhu pegeringan 50⁰C.   Kata kunci: Foam Mat Drying, Tween 80, Markisa Merah, Karotenoid  

Page 6 of 108 | Total Record : 1074