cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2014)" : 9 Documents clear
Analisis Nomografi Suhu, Laju Penguapan Dan Tekanan Udara Pada Alat Desalinasi Tenaga Surya Dengan Pengaturan Vakum Tyas, Martina W; Sutan Haji, A. Tunggul; Wirosoedarmo, Ruslan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.216 KB)

Abstract

Krisis air bersih pada beberapa tahun lalu melanda banyak daerah di Indonesia, sedangkan penyaluran air bersih belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk, sehingga masyarakat kesulitan air terlebih pada musim kemarau panjang. Teknologi desalinasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dengan produksi tinggi dan energi murah oleh karena itu di buatlah alat desalinasi air laut menggunakan tenaga surya dengan energi matahari sebagai sumber panas utama untuk penguapan.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hubungan antara intensitas radiasi matahari dan suhu air laut terhadap besarnya laju penguapan air laut pada berbagai tekanan. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan hubungan antara intensitas radiasi matahari, suhu, energy kalor dan laju penguapan berdasarkan data pengamatan dan perhitungan. Dengan mengetahui nilai suhu dan intensitas matahari dapat di ketahui nilai laju penguapan untuk penggunaan alat desalinasi tenaga surya. Hasil pengamatan dan perhitungan didapatkan nilai intensitas radiasi matahari antara 584 Watt/m2 sampai 680 Watt/m2, suhu bahan rata-rata didalam alat desalinasi adalah 34.950C. Energi kalor matahari berada pada kisaran 353.41 Watt – 454.46 Watt, laju penguapan tertinggi di dalam ruang vakum adalah 611.52 mLhari-1. Hubungan radiasi matahari, suhu, tekanan vakum berbanding lurus terhadap laju penguapan Kata kunci : desalinasi, laju penguapan, intensitas radiasi matahari, energi kalor matahari
Sistem Komputerisasi Untuk Penentuan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Neraca Lahan S, Muhammad Adi; Rahadi, Bambang; S. H., Alexander Tunggul
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk membutuhkan perluasan lahan sebagai wadah aktivitas yang nantinya tumbuh dan berkembang. Apabila tidak diatasi, maka akan menimbulkan alih fungsi lahan pertanian produktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu pembangunan sistem komputerisasi untuk penentuan status daya dukung lingkungan berbasis neraca lahan dan mengidentifikasi keseimbangan lahan disetiap kecamatan di Kabupaten Ponorogo tahun 2010 dan memprediksi perubahan status daya dukung neraca lahan tahun 2030. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskripsi dengan menyusun model matematik ke dalam software Visual Basic 6.0. Hasil penelitian yaitu berdasarkan beda hasil simulasi dan hasil  yang menunjukkan perbedaan terbesar 2.68 % serta uji regresi yang menunjukkan nilai R2 = 0,6 - 1sehingga dapat dinyatakan bahwa sistem komputerisasi yang disusun layak diterapkan. Kondisi pada tahun 2010 menunjukkanterdapat 12 wilayah administrasi kecamatan di Kabupaten Ponorogo dalam keadaan surplus dan 9 kecamatan dalam keadaan defisit, perubahan status terjadi pada tahun 2030 yaitu terdapat 16 kecamatan dalam keadaan surplus dan 5 kecamatan dalam keadaan defisit. Kata kunci :daya dukung, neraca lahan, visual basic 6.0
Pengaruh Teknik Dan Dosis Pemberian Pupuk Organik Dari Sludge Bio-Digester Terhadap Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Varietas Bima Rudi Hartono; Ruslan Wirosoedarmo; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.278 KB)

Abstract

Peningkatan produksi jagung dapat terjadi melalui kombinasi penerapan teknologi, khususnya penggunaan bibit unggul/hibrida dan praktek pemupukan yang berimbang (baik pupuk organik maupun anorganik). Penelitian ini jenis pupuk yang diberikan pada jagung adalah pupuk organik dari sludge bio–digester. Sludge sendiri merupakan zat cair yang berasal dari pupuk kandang hasil fermentasi kotoran sapi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu teknik pemberian pupuk disebar dipermukaan tanah (A1), diaduk bercampur dengan tanah (A2) dan dibenamkan kedalam tanah (A3) dengan dosis pemberian pupuk 0.36 kg m-2 (D1) dan 0.72 kg m-2 (D2). Hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan A3D2 dengan rata-rata 3 buah tongkol, berat kering pipilan jagung 56.34 g m-2, tongkol 19.67 gr m-2, batang 106.87 gr m-2 dan akar 15.87 gr m-2, berbeda nyata (P<0.05) terhadap perlakuan lainnya, kecuali A1D2, A3D1 pada berat kering pipilan dan tongkol jagung, A3D1 pada berat kering batang dan A2D1, A2D2, A3D1 pada berat kering akar. Kata Kunci :    Teknik dan Dosis Pemupukan, Sludge Bio–Digester, Produksi Tanaman Jagung
Analisa Kualitas Perairan Sungai Klinter Nganjuk Berdasarkan Parameter Biologi (Plankton) Yoga Prayan A; Bambang Suharto; J. Bambang Rahadi W
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.986 KB)

Abstract

Proses industri Pabrik Kertas menghasilkan air limbah yang di alirkan ke sungai, sehingga mempengaruhi kehidupan mikro organisme (Plankton). Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas perairan sungai Klinter menggunakan parameter indeks keanekaragaman dan indeks saprobik plankton. Sampel diambil dari tiga stasiun pengamatan dan pada setiap stasiun pengamatan diambil tiga. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada tiga stasiun didapatkan 3 divisi plankton yang terdiri dari divisi Chlorophyta sebanyak enam jenis, Chrysophyta sebanyak sembilan jenis, dan Cyanophyta sebanyak tiga jenis. Nilai kelimpahan tertinggi pada stasiun dua masing-masing sebesar 371269.5 individu L-1, sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun 3 masing-masing sebesar 84354.2 individu L-1. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan saprobitas tertinggi terdapat pada stasiun 1 yakni sebesar 2.04 individu L-1, 0.18 individu L-1 dan -0.27 individu L-1. Sedangkan keanekaragaman dan kemerataan, dan saprobitas terendah pada stasiun 2 masing-masing 0.55, 0.04, dan -2.49 individu L-1. Secara garis besar, kualitas perairan sungai Klinter berdasarkan indeks keanekaragaman dan saprobitas termasuk dalam katagori tercemar sedang sampai sangat berat.Kata Kunci: kualitas air, plankton, sungai Klinter
Pengaruh Volume Lumpur Aktif dengan Proses Kontak Stabilisasi pada Efektivitas Pengolahan Air Limbah Industri Pengolahan Ikan Destika Anggraeni; Alexander Tunggul Sutanhaji; J. Bambang Rahadi W.
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.545 KB)

Abstract

Proses industri menghasilkan air limbah dengan konsentrasi bahan polutan organik yang tinggi. Air limbah memerlukan proses pengolahan untuk mereduksi bahan polutan organik hingga  memenuhi baku mutu air limbah yang diijinkan. Proses kontak stabilisasi dimaksudkan untuk mengkondisikan mikroorganisme di dalam lumpur aktif kekurangan makanan sehingga dapat mendegradasi air limbah secara optimal. Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui kinerja lumpur aktif dengan proses kontak stabilisasi, dan (2) untuk mengetahui volume lumpur aktif yang optimum menurunkan kandungan BOD, COD dan TSS air limbah industri cold storage. Penelitian ini menggunakan 3 level perbandingan volume lumpur aktif dan air limbah yaitu 1:8 (V1); 1.5:8 (V2); dan 2:8 (V3). Hasil menunjukkan bahwa proses pengolahan ini dapat menurunkan nilai BOD dan COD pada perlakuan V3 dengan efektifitas penurunan terbesar masing-masing sebanyak 52.47% dan 56.35%. Nilai BOD pada perlakuan V3 lebih rendah dan berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V2. Nilai COD pada perlakuan V3 lebih rendah dibandingkan perlakuan V1 dan V2, tetapi tidak berbeda nyata. Penurunan nilai BOD dan COD disebabkan adanya peningkatan aktivitas mikroorganisme di dalam lumpur aktif sebagai akibat proses kontak stabilisasi, sehingga lebih efektif menguraikan bahan organik air limbah secara aerobik dalam kondisi optimum. Kata kunci: Air limbah, kontak stabilisasi, lumpur aktif, volume
Identifikasi Potensi Sumber Air Permukaan Dengan Menggunakan DEM (Digital Elevation Model) Di Sub Das Konto Hulu– Kabupaten Malang Satrio Wicaksono A.; A. Tunggul Sutan Haji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.547 KB)

Abstract

Banjir dan kekeringan merupakan dampak dari buruknya sistem tata air sebuah DAS. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi hutan di kawasan hulu DAS. Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan, sehingga kawasan resapan air berkurang. Perlu adanya pemenuhan kebutuhan air yaitu melakukan identifikasi potensi sumber air permukaan agar pemenuhan kebutuhan air bisa tercukupi. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengidentifikasi letak sumber air permukaan di Kabupaten Malang di Sub DAS Konto. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan mensimulasikan karakteristik wilayah untuk mendapatkan titik potensi sumber air berdasarkan debit outlet menggunakan SIMODAS. Dengan mengetahui catchment area, nilai sebaran hujan dan nilai koefisien runoff maka dapat diketahui debit rerata pertahun yang merupakan potensi sumber air permukaan. Hasil simulasi menggunakan SIMODAS didapatkan 1 titik potensi sumber air permukaan di Sub DAS Konto Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Titik potensi seluas 115.83 km² dengan debit rerata pertahun 2.01 m³.s-1. Simulasi menggunakan SIMODAS didapatkan potensi bulanan dalam 10 tahun sebesar 5.31 m³.s-1 pada bulan Februari. Kata kunci : analisis spasial, daerah tangkapan air, sistem informasi geografis.
Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Untuk Daya Dukung Lingkungan (Studi Kasus Kota Malang) Dianindya Novita Admadhani; Alexander Tunggul Sutan Haji; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.586 KB)

Abstract

Abstrak Beragam bentuk aktivitas manusia yang tidak pernah lepas dari penggunaan air. Kondisi tersebut memaksa agar suatu wilayah dapat menjaga kualitas dan kuantitas  sumber daya air. Tersedianya sumber daya air suatu wilayah harus mapu mencukupi kebutuhan air yang diharapkan, sehingga terjadi keseimbangan antara keduannya. Penentuan keterlampauinya ketersediaan oleh kebutuhan air dapat dinyatakan melalui status daya dukung lingkungan. Tujuan utama dilakukannya penelitian untuk mengetahui status daya dukung lingkungan Kota Malang. Penentuan status daya dukung lingkungan dilakukan dengan metode analisis kuantitatif. Faktor penentu kebutuhan air antara lain jumlah penduduk, luas sawah, jumlah ternak dan industri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kebutuhan air domestik mencapai 13.81%, non domestik 13.78%, industri 16.67%, serta kebutuhan air peternakan yang secara drastis meningkat hingga 10255.56%. Berdasarkan rasio daya dukung lingkungan per kecamatan dapat ditentukan bahwa status daya dukung lingkungan kecamatan Kedungkandang dan Sukun dinyatakan aman dengan rasio berturut-turut adalah 2.7 dan 2.3, sedangkan untuk 3 kecamatan lainnya yaitu Klojen, Blimbing, dan Lowokwaru masih berstatus aman bersyarat. Kata Kunci : Daya dukung lingkungan, faktor penentu, kebutuh air
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Berbasis Neraca Air Di Kota Batu Erick Udi Artha; Bambang Rahadi; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.67 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk, industri, dan eksploitasi terhadap alam secara tidak terkendali tentunya berakibat buruk terhadap sistem daya dukung lingkungan aspek sumberdaya air.Dalam menjaga kelestarian sumberdaya air pada suatu wilayahperlu adanya studi (pengawasan) terhadap status daya dukung lingkungan berbasis neraca air di wilayah tersebut.Tujuan Penelitian ini adalah menentukan status daya dukung lingkungan berbasis neraca air pada kondisi saat ini (2012) dan memprediksi pada 20 tahun kedepan (2032) berdasarkan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).Hasil analisa status daya dukung lingkungan berbasis neraca air tiap Kecamatan di Kota Batu pada tahun 2012 menunjukkan kondisisurplus, dengan nilai neraca air Kecamatan Bumiaji sebesar 216.01 x 106 m3, Kecamatan Batu sebesar 45.25 x 107 m3, dan Kecamatan Junrejo 14.48 x 106 m3. Sedangkan hasil prediksi status daya dukung lingkungan berbasis neraca airdi Kota Batu pada tahun 2032 juga menunjukkan nilai surplus,dengan nilai neraca air Kecamatan Bumiaji sebesar 214.75 x 106 m3, Kecamatan Batu sebesar 43.28 x 107m3, dan Kecamatan Junrejo sebesar 13.86 x 106 m3.Kata kunci : Daya Dukung Lingkungan, Neraca Air, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Akibat Buangan Limbah Domestik (Studi Kasus Kali Surabaya – Kecamatan Wonokromo) Pavita, Komang Della; Widiatmono, Bambang Rahadi; Dewi, Liliya
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.382 KB)

Abstract

Permasalahan lingkungan semakin sering terjadi di sungai Kali Surabaya, banyaknya pemukiman mengakibatkan limbah domestik yang dihasilkan semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mengukur pencemaran di sungai Kali Surabaya dengan menghitung dan menganalisa daya tampung beban pencemaran terhadap parameter air sungai. Analisis kualitas air dilakukan dengan menguji dan membandingkan parameter sebelum dan setelah mendapat masukan limbah, dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, DO, TSS, pH, suhu, nitrat, dan fosfat. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik, T1 merupakan titik sebelum adanya masukan limbah, T2 merupakan limbah domestik yang masuk ke badan sungai, dan T3 adalah titik dimana sungai telah mendapat masukan limbah. Perhitungan besarnya daya tampung didapat dari selisih antara baku mutu air sungai dengan konsentrasi pada T3 yang didapat dari metode neraca massa. Hasil penelitian menunjukkan limbah domestik mengakibatkan peningkatan yang signifikan pada parameter TSS, BOD, COD, pH, dan nitrat. Untuk nilai DO, suhu dan fosfat pada T3 terdapat perbedaan terhadap T1 tetapi tidak signifikan. T3 sudah tidak memiliki daya tampung lagi untuk parameter TSS, BOD, dan fosfat, sedangkan parameter  COD, DO, dan nitrat masih memilki daya tampung masing-masing sebesar 46%, 33%, 86%.Kata Kunci : Daya tampung, sungai Kali Surabaya, Kualitas Air, limbah domestic

Page 1 of 1 | Total Record : 9