cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Analisis Perubahan Daya Dukung Sumberdaya Air Berdasarkan Ketersediaan dan Kebutuhan Air di DAS Gembong Tahun 2010-2020 Mega Widiyaningsih; Chatarina Muryani; Rahning Utomowati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.1

Abstract

ABSTRAKPerubahan penggunaan lahan terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gembong Kabupaten Karanganyar khususnya di Kecamatan Tawangmangu yang terletak di bagian hulu DAS Gembong terjadi akibat meningkatnya pengembangan kawasan wisata. Sebagai pengatur tata air dan kawasan resapan, keberadaannya perlu dilestarikan fungsinya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di DAS tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung sumber daya air, dan perubahan daya dukung sumber daya air dari tahun 2010 hingga 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan. Perhitungan ketersediaan air disimulasikan berdasarkan data curah hujan dan iklim, sedangkan kebutuhan air dihitung berdasarkan berbagai macam peruntukan kebutuhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung sumber daya air di DAS Gembong pada tahun 2010 dan 2020 dalam keadaan surplus. Tahun 2010 terjadi surplus penggunaan air sebesar 24,163,553.54 m3 per tahun, sedangkan tahun 2020 juga terjadi surplus air sebesar 23,550,429.40 m3 per tahun. Berdasarkan nilai daya dukung sumber daya air antara tahun 2010 hingga 2020 telah mengalami perubahan yang cukup signifikan karena mengalami penurunan yang cukup tinggi sebesar 1,360,828.92 m3.Kata kunci: daya dukung, kebutuhan air, persediaan air, sumber daya airABSTRACTChanges in land use occur in the Gembong Watershed (DAS) Karanganyar Regency, especially in Tawangmangu District, which is located in the upstream part of the Gembong Watershed, due to the increasing development of tourist areas. As a regulator of water systems and catchment areas, its function needs to be preserved to maintain the balance of the ecosystem in the watershed. The research objective was to determine the carrying capacity of water resources and their changes from 2010 to 2020. The research method used was a quantitative descriptive method with a spatial approach. Calculation of water availability is simulated based on rainfall and climate data; while water demand is calculated based on various uses of water needs. The results showed that the carrying capacity of water resources in the Gembong watershed in 2010 and 2020 was in a state of surplus. In 2010 there was a water use surplus of 24,163,553.54 m3 per year, while in 2020 there was also a water surplus of 23,550,429.40 m3 per year. Based on the value of the carrying capacity of water resources between 2010 and 2020, there has been a significant change due to a fairly high decline of 1,360,828.92 m3.Keywords: carrying capacity, water demand, water supply, water resources
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik di Inkubator Bisnis Permata Bunda Kota Bontang Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Suharto; Ahmad Raihan Darmawan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.2

Abstract

ABSTRAKInkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda merupakan kompleks bangunan kewirausahaan penyandang disabilitas di kota Bontang, Kalimantan Timur. Inbis Permata Bunda mempunyai sistem IPAL domestik sendiri. IPAL ini dirancang bekerja sama dengan PT. Pupuk Kaltim dan selesai pada tahun 2019 namun mengalami redesain pada tahun 2020. IPAL mulai berjalan setelah mengalami redesain, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja IPAL Inbis Permata Bunda. Tujuan penelitian adalah untuk menginventarisasi air limbah, mengevaluasi kinerja IPAL, dan melakukan review desain untuk memberikan rekomendasi IPAL Inbis Permata Bunda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian evaluatif formatif. Evaluasi kinerja IPAL didasarkan pada inventarisasi sumber air limbah, evaluasi proses pengolahan, dan evaluasi outlet air limbah. Sampling dilakukan dengan metode grab sampling. Evaluasi proses didasarkan pada uji laboratorium dan dibandingkan dengan referensi standar desain. Parameter yang dijadikan acuan adalah pH, BOD, COD, TSS. Fe, dan Pb. Outlet air limbah yang dihasilkan dari IPAL Inbis Permata Bunda sesuai dengan baku mutu Permen LH No. 68 tahun 2016. Secara keseluruhan kinerja IPAL masih berjalan dengan baik namun secara efisiensi waktu pengolahan masih terlalu lama akibat debit yang terlalu kecil. Selain itu, masih terdapat kebocoran pada beberapa bak pengolahan yang perlu diperbaiki.Kata kunci: air limbah domestik, evaluasi, IPALABSTRACTThe Permata Bunda Business Incubator is an entrepreneurial building complex for persons with disabilities in the city of Bontang, East Kalimantan. Inbis Permata Bunda has its own domestic WWTP system. This WWTP was designed in collaboration with PT. Pupuk Kaltim and completed in 2019 but underwent a redesign in 2020. The WWTP started running after undergoing a redesign, so an evaluation was needed to determine the performance of the Inbis Permata Bunda WWTP. The purpose of the study was to take an inventory of wastewater, evaluate the performance of the WWTP, and conduct a design review to provide recommendations for WWTP Inbis Permata Bunda. The research method used is formative evaluative research method. WWTP performance evaluation is based on an inventory of wastewater sources, evaluation of treatment processes, and evaluation of wastewater outlets. Sampling is done by grab sampling method. Process evaluation is based on laboratory tests and compared with reference design standards. Parameters used as reference are pH, BOD, COD, TSS. Fe, and Pb. The waste water outlet generated from the Permata Bunda WWTP is following the quality standard of the Minister of Environment Regulation No. 68 of 2016. Overall, the performance of the WWTP is still running well, but in terms of efficiency, the processing time is still too long due to the discharge being too small. In addition, there are still leaks in several processing tanks that need to be repaired.Keywords: domestic wastewater, evaluation, WWTP
Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Air Permukaan di Sungai Metro, Malang Alexander Tunggul Sutan Haji; Jhohanes Bambang Rahadi Widiatmono; Nazarina Tiftah Firdausi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.3

Abstract

ABSTRAKMikroplastik merupakan plastik dengan ukuran kecil yaitu <5mm. Berdasarkan sumbernya, mikroplastik primer yaitu di produksi dalam ukuran yang kecil untuk kepentingan tertentu dan rnikroplastik sekunder berasal dari penguraian plastik yang lebih besar sebelumnya. Penelitian dilakukan di Sungai Metro Malang yang mengalir melalui Kota Malang dan berakhir di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis, kelimpahan dan sumber mikroplastik di Sungai Metro Malang. Sampel air diambil pada tiga titik lokasi yaitu hulu, tengah dan hilir. Tahapan penelitian yaitu penyaringan sampel, pengeringan sampel, pemurnian dengan Wet Peroxide Oxidation (WPO) yaitu dengan 20 mL larutan Fe (II) 0.05 M, larutan H202 20 mL dan NaCl 6 gram per 20 mL sampel, pemisahan partikel dengan density separator dan pengamatan dengan mikroskop Olympus SZX 16. Jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, film dan fragmen dengan jumlah yang paling banyak yaitu pada titik 3 (hilir). Warna mikroplastik yang didapatkan yaitu bening, biru, merah, dll. Ukuran mikroplastik paling banyak yaitu pada saringan 177 μm. Kelimpahan dan beban pencemar mikroplastik didapatkan paling tinggi yaitu jenis fiber pada titik 3 (hilir). Mikroplastik diketahui bersumber dari adanya penggunaan plastik pada lahan pertanian dan pemukiman yang menjadi tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Metro Malang.Kata Kunci: fiber, film, fragmen, mikroplastik, Sungai MetroABSTRACTMicroplastics are plastics with a small size that is <5mm. Based on the source, primary microplastics are produced in small sizes for specific purposes and secondary microplastics are derived from the decomposition of larger plastics before. The research was conducted on the Malang Metro River which flows through Malang City and ends in Kepanjen District, Malang Regency. The purpose of this study was to determine the type, abundance, and source of microplastics in the Metro Malang river. Water samples were taken at three locations, namely upstream, middle and downstream. The research stages are sample filtering, sample drying, purification with Wet Peroxide Oxidation (WPO), namely with 20 mL of 0.05 M Fe (II) solution, 20 mL H202 solution and 6 grams of NaCl per 20 mL sample, particle separation with a density separator and observations with microscope Olympus SZX 16. The types of microplastics found were fiber, film, and fragments with the highest number at point 3 (downstream). The colors of the microplastics obtained are clear, blue, red, etc. The size of most microplastics is 177 m sieves. The highest abundance and load of microplastic pollutants were obtained, namely the type of fiber at point 3 (downstream). Microplastics are known to originate from the use of plastics on agricultural land and settlements which are land use in the Metro Malang Watershed.Keywords: fiber, film, fragment, microplastics, Metro River
Pemetaan Perubahan Penutup Lahan Di Sub-DAS Kreo Menggunakan Machine Learning Pada Google Earth Engine Trida Ridho Fariz; Fitri Daeni; Habil Sultan
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.4

Abstract

ABSTRAKInformasi penutup lahan merupakan data yang sangat penting dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Tantangan dalam penyediaan informasi penutup lahan di DAS Kreo adalah tutupan awan dan cangkupan areanya yang cukup luas. Hadirnya platform pengolahan data spasial berbasis cloud yaitu Google Earth Engine (GEE) bisa menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan penutup lahan di DAS Kreo menggunakan klasifikasi berbasis machine learning pada GEE. Proses pemetaan penutup lahan di DAS Kreo menggunakan citra satelit Landsat 8 dan DEM SRTM. Input data yang digunakan antara lain band 1 sampai 7 pada citra Landsat 8, transformasi NDVI dan NDBI serta nilai elevasi dari DEM SRTM. Adapun tahun yang dipilih adalah tahun 2015 dan 2020 dengan machine learning yang diujikan meliputi CART, Random forest dan Voting SVM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa machine learning yang terbaik dalam memetakan penutup lahan di DAS Kreo adalah Random forest. Penelitian ini masih terdapat banyak keterbatasan terutama kelas penutup lahan yang dipetakan.Kata kunci: Google Earth Engine, klasifikasi multispektral, machine learning, penutup lahanABSTRACTLand cover information is very important data in watershed management. The challenge in providing land cover information in the Kreo watershed is cloud cover and its wide area coverage. The presence of a cloud-based spatial data processing platform, namely Google Earth Engine (GEE) can answer these challenges. Therefore, this study aims to map land cover in the Kreo watershed using machine learning based classification on GEE. The land cover mapping process in the Kreo watershed uses Landsat 8 satellite imagery and DEM SRTM. The input data used include bands 1 to 7 on Landsat 8 imagery, NDVI and NDBI transformations as well as elevation values from DEM SRTM. The selected years are 2015 and 2020 with machine learning being tested including CART, Random forest and SVM Voting. The results of this study indicate that the best machine learning in mapping land cover in the Kreo watershed is Random forest. There are still many limitations in this research, especially the land cover class being mapped.Keywords: Google Earth Engine, multispectral classification, machine learning, land cover
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih Gedung Asrama TB 4 ITERA Mutiara Fajar; Ranisa Ayatri; Alfian Zurfi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2021.008.02.5

Abstract

ABSTRAKGedung asrama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memanfaatkan air tanah dalam memenuhi kebutuhan air bersih penghuninya, namun kuantitas air tanah pada asrama TB 4 ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sehingga dibutuhkan transfer air dari asrama lain. Untuk itu diterapkan Pemanenan Air Hujan (PAH) sebagai alternatif penyediaan air bersih dan sebagai upaya dalam memanfaatkan air hujan. Air hujan yang dapat ditampung dipengaruhi oleh curah hujan harian maksimum menggunakan analisis hidrologi. Metode analisis hidrologi ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas air hujan yang dapat tertampung melalui atap Asrama TB 4 ITERA. Data curah hujan yang dipakai pada perencanaan ini yaitu data dari BMKG Radin Inten Lampung Selatan. Untuk mendapatkan curah hujan dihitung menggunakan distribusi terpilih yaitu log pearson tipe III dan intensitas hujan menggunakan metode mononobe dengan PUH 5 tahun selama 2 jam sebesar 24.78 mm.hari-1. Dari curah hujan tersebut didapatkan dimensi talang, pipa tegak, pipa datar, dan pipa pencucian atap berukuran 5 inci. Sedangkan volume air hujan yang dapat tertampung sebanyak 10.100 liter per harinya. Perencanaan pemanenan air hujan di asrama TB 4 ITERA ini memerlukan biaya sebesar Rp. 65,532,800.00.Kata kunci: air hujan, asrama, curah hujan, hidrologiABSTRACTThe dormitory building of the Sumatra Institute of Technology (ITERA) utilizes ground water to meet the clean water needs of its residents, but the quantity of ground water in the TB 4 hostel is not sufficient to meet clean water needs, so water transfers from other dormitories are needed. For this reason, Rainwater Harvesting (PAH) is applied as an alternative to providing clean water and as an effort to utilize rainwater. The rainwater that can be collected is influenced by the maximum daily rainfall using hydrological analysis. This hydrological analysis method aims to analyze the quantity of rainwater that can be accommodated through the roof of the TB 4 ITERA Dormitory. Rainfall data used in this plan is data from BMKG Radin Inten South Lampung. To get the rainfall calculated using the selected distribution, namely log Pearson type III and rain intensity using the mononobe method with PUH 5 years for 2 hours at 24.78 mm.day-1. From the rainfall, the dimensions of the gutter, standpipe, flat pipe, and roof washing pipe are 5 inches in size. Meanwhile, the volume of rain water that can be accommodated is 10,100 liters per day. Rainwater harvesting planning at the TB 4 ITERA hostel requires a fee of Rp. 65,532,800.00.Keywords: rainwater, boarding house, rainfall, hydrology

Page 1 of 1 | Total Record : 5