cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Efektivitas Tribasik Tembaga Sulfat (93%) Terhadap Penyakit Cacar Daun Exobasidium vexans Pada Tanaman Teh Luqman Qurata Aini
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.5

Abstract

ABSTRAK Teh Camellia sinensis (L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penyakit cacar daun teh yang disebabkan oleh patogen Exobasidium vexans merupakan penyakit utama yang menyerang tanaman teh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dalam mengendalikan penyakit cacar pada daun tanaman teh yang disebabkan oleh patogen E. vexans. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangaan acak kelompok (RAK). Dosis formulasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) yang diaplikasikan pada penelitian ini yaitu  0.25; 0.50; 0.75; 1.00 g.L-1 dan kontrol. Data intensitas penyakit cacar daun pada tanaman daun teh dan hasil panen tanaman teh pada setiap perlakuan dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan Tribasik Tembaga Sulfat (93%) pada semua dosis efektif dalam menurunkan tingkat intensitas penyakit cacar daun the. Aplikasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dosis 0.75 dan 1 g.L-1 efektif dalam mengendalikan patogen E. vexans penyebab penyakit cacar daun teh. Aplikasi  Tribasik Tembaga Sulfat (93%) pada tanaman teh tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada semua perlakuan. Aplikasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dengan dosis 1.00 g.L-1 dapat meningkatkan hasil produksi teh disetiap siklus penen dibandingkan dengan kontrol. Kata kunci: Camellia sinensis, intensitas penyakit, penyakit cacar daun teh, tanaman teh, tembaga ABSTRACT Tea (Camellia sinensis L.) is a crops with a high economic value. Blister blight of tea, caused by the Exobasidium vexans, is the main disease that attacks tea plants. The objective of this study was to investigate the effectiveness of Tribasic Copper Sulfate (93%) againts blister blight on tea caused by E. vexans. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Block Design (RCBD). The Tribasic Copper Sulfate (93%) formulation applied in this study were 0.25; 0.50; 0.75; 1.00 g/l and control. Data on the intensity of blister blight on tea leaf and the yield of tea in each treatment were analyzed using the ANOVA test. The results showed that the Tribasic Copper Sulfate (93%) treatment at all doses was effective in reducing the intensity of blister blight disease. The Tribasic Copper Sulfate (93%) of  0.75 and 1 g/l were effective againts E. vexans. The Tribasic Copper Sulfate (93%) on tea plants did not effect of phytotoxicity tea plant in all treatments.  The Tribasic Copper Sulfate (93%) of 1.00 g/l can increase the yield of tea in each harvesting cycle compared to the control. Keyword : Camellia sinensis, disease intensity, blister blight of tea, tea plant, copper 
Pengolahan Sampah Bunga Menjadi Kompos dengan Pemberian Bioaktivator yang Berbeda Nova Ulhasanah; Ariyanti Sarwono; Michael Yosafaat; Dennis Filippi; I Wayan Koko Suryawan; I Made Wahyu Wijaya
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.1

Abstract

ABSTRAKSampah bunga merupakan salah satu sampah yang secara spesifik dihasilkan dari kegiatan seremoni agama Hindu. Sampah ini dapat dimanfaatkan sebagai kompos karena mengandung bahan organik yang mudah didegradasi. Untuk mempercepat proses degradasi dibutuhkan bioaktivator. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian biaktivator berbeda terhadap proses pembuatan kompos sampah bunga. Sampel sampah bunga yang digunakan terdiri dari gemitir (Tagates erecta L.), pacar air (Impatiens balsamina L.), bunga hortensia (Hydrangea), dan kamboja (Plumeria). Reaktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan reaktor aerobik yang dilengkapi dengan lubang untuk sirkulasi udara. Suhu dan pH dalam reaktor komposting mengalami perubahan dari 25-26oC ke suhu sekitar 35-36oC sedangkan pH menjadi ke pH normal. Hal ini menunjukkan adanya proses metabolisme dalam reaktor. Kada air alam sampah mengalami penurunan dari sekitar 80% menjadi dibawah 50% selama waktu detensi 30 hari. C/N hasil pengolahan memiliki nilai signifikansi 0.504, dengan nilai 14.3-15.8. Hal ini menunjukkan pemberian bioaktivator yang berbeda tidak mempengaruhi (F-value: 0.867 dan P-value: 0.504) proses pengolahan sampah bunga menjadi kompos.Kata kunci: bioaktivator, C/N, kompos, sampah bungaABSTRACTFlower waste is one of the waste that is specifically produced from Hindu religious ceremonies. This waste can be used as compost because it contains organic matter that is easily degraded. To encourage the bioactivator degradation process is needed. The purpose of this study was to determine the effect of giving different activators to the composting process of flower waste. The flower waste samples used consisted of gemitir (Tagates erecta L.), water henna (Impatiens balsamina L.), hydrangea (Hydrangea), and frangipani (Plumeria). The reactor used in this study is a reactor equipped with holes for air circulation. The temperature and pH in the composting reactor changed from 25-26oC to a temperature of around 35-36oC while the pH became normal. This indicates the presence of a metabolic process in the reactor. The water content in the waste decreased from about 80% to below 50% during the 30-day detention period. C/N processing results have a significance value of 0.504, with a value of 14.3-15.8. This shows that the application of different bioactivators does not affect (F-value: 0.867 and P-value: 0.504) the processing of flower waste into compost.Keywords: bioactivator, C/N, compost, flower waste
Strategi Pengelolaan Sistem Drainase Perumahan Soka Park Kabupaten Bangkalan Sebagai Upaya Pengendalian Banjir Riza Himawan Abrianto; Slamet Subari; Akhmad Farid
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.2

Abstract

ABSTRAK Permasalahan banjir di Kabupaten Bangkalan sampai saat ini belum dapat tertangani secara menyeluruh walaupun Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Bangkalan menetapkan bahwa setiap pembangunan harus diikuti dengan penyelesaian banjir di sekitar wilayah tersebut termasuk Perumahan Soka Park yang merupakan salah satu pengembang di wilayah Kecamatan Socah. Tujuan dari tesis ini untuk mengetahui besar debit banjir rancangan serta menentukan kapasitas saluran drainase, merencanakan desain sistem drainase yang optimal dalam mengatasi genangan dan mengetahui pengelolaan drainase yang tepat sebagai upaya pengendalian banjir pada wilayah sekitar Perumahan Soka Park. Sumber data menggunakan data primer berupa pengamatan langsung dan data sekunder yang berasal dari dinas terkait. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa debit rancangan 10 tahun sebesar 1.84 m3.detik-1 dengan rencana 2 tipe saluran berpenampang persegi dan bahan dasar beton pra cetak, yaitu saluran tersier, dimensi lebar = 0.25 m, tinggi dan jagaan = 0.5 m serta saluran sekunder dengan dimensi lebar = 0.8 m, tinggi dan jagaan = 0.8 m. Selanjutnya, pemilihan alternatif jika terjadi backwater yaitu dengan membangun kolam retensi. Peran pemerintah yang dapat berpengaruh langsung mengendalikaan banjir di sekitar kawasan perumahan adalah pemasangan tanggul sungai dan normalisasi sungai dengan cara pengerukan secara berkala. Kata kunci: banjir, drainase, kolam retensi, pengelolaan lahan ABSTRACT The problem of flood disaster in Bangkalan District so far hasn’t been able to be handle thoroughly even though the Government made every effort to overcome it. With these problems, the Government of Bangkalan District stipulates that every development must be followed by flood resolution around the area, including Soka Park Housing area which is one of the developers in the Socah of Bangkalan District. The aim of this study is to determine the magnitude of the design flood discharge, and determine the capacity of the drainage channel, plan the optimal drainage system design in overcoming inundation, and determine the appropriate drainage management as an effort to control flooding in the area around Soka Park Housing area. This study use primary data in the form of direct observation and secondary data from the relevant Department. Based on the analysis, it is known that the 10-year design flowrate is 1.84 m3.second-1 with a plan of 2 types of rectangular channels and precast concrete base materials, namely tertiary canals, dimensions of width is 0.25 m, height is 0.5 m and a secondary channel with dimensions of width is 0.8 m, height is 0.8 m. Furthermore, the selection of alternatives in case of backwater is to build a retention pond. The role of the government that can directly influence flood control around residential areas is the installation of river embankments and river normalization by periodic dredging. Keywords: flood, drainage, retention pond, land management
Analisis Pengolahan Limbah Cair Dengan Fitoremediasi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) di Pabrik Kopi, Ermera, Timor Leste José Cardoso; Kiki Syaputri Handayani; Rukmini Aliman; Chafid Fandeli
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.3

Abstract

ABSTRAK Pengolahan limbah cair pabrik kopi PT Cooperativa Cafe Timor (CCT) di Suco  Railaco, Ermera, Timor Leste sebanyak 54,000 m3 diproses secara kimia dengan menggunakan kapur. Kurangnya  waktu tinggal  dalam membentuk flok untuk mengendapkan bahan organik  pada  proses koagulan menyebabkan limbah  cair masih menimbulkan bau busuk.  Sehingga, diperlukan upaya menurunkan bahan organik limbah cair yaitu dengan teknik fitoremediasi eceng gondok Eichhornia crassipes dan dicampur kapur. Untuk mendapatkan perlakuan terbaik pada penelitian ini, pengujian dilakukan selama 5 hari untuk penurunan kadar Biochemical Oxygen Demand, 5 days (BOD5), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS). Pengolahan  limbah padat eceng gondok secara anaerobik untuk pembuatan kompos organik dengan metode Takakura dengan bantuan aktivator berupa efektif mikroorganisme (EM-4) (100 ml) dan mikroorganisme lokal (MOL) (100 ml) adalah selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh perlakuan 20 rumpun eceng gondok dan 600 g kapur (CaO) memiliki tingkat kemampuan terbaik pada BOD5 sebesar 12.53 mg.L-1 (33.56%), COD sebesar 26.96 mg.L-1 (28.65%), dan TSS sebesar 34.66 mg.L-1 (55.36%). Sedangkan kompos eceng gondok memiliki C/N rasio sebesar 72.93, dan belum memenuhi persyaratan SNI19-7030-2004 akibat pengaruh suhu dan ketinggian timbunan kompos sehingga kemampuan mikroorganisme pada  aktivator  lebih dominan dalam perombakan bahan yang mengandung protein (N-Organik) jika dibandingkan dengan merombak bahan yang mengandung karbohidrat (C-Organik). Kata kunci: eceng gondok, fitoremediasi, kapur tohor, kompos, limbah cair kopi ABSTRACT The wastewater treatment of coffee factory PT CCT in Suco Railaco, Ermera, Timor Leste as much as 54,000 m3 is chemically processed using CaO. The lack of time in forming flocs to precipitate organic matter in the coagulant process caused the wastewater had a foul odor. Therefore, alternative ways are required to reduce the organic matter of wastewater, by phytoremediation with water hyacinth and CaO. To obtain the best treatment to reduce levels of BOD5, COD, and TSS was for 5 days. Anaerobic treatment of water hyacinth waste for organic composting by the Takakura method with the activators in the form of EM-4 (100 ml) and MOL (100 ml) was for 14 days. The results showed that the treatment effect of 20 clumps of water hyacinth and 600 g of CaO had the best level of ability at BOD5 was 12.53 mg.L-1 (33.56%), COD was 26.96 mg.L-1 (28.65%), and TSS was 34.66 mg.L-1 (55.36%). Meanwhile, water hyacinth compost had a C/N ratio of 72.93, and it was under the requirements of SNI19-7030-2004 due to the influence of temperature and height of the compost pile so that the ability of microorganisms in the activator was more dominant in the reshuffle of materials containing protein (N-Organic) when it compared to overhauling materials containing carbohydrates (C-Organic).Keywords: eichornia crassipes, phytoremediation, calcium oxide, compost, coffee wastewater
Analisis Potensi Emisi CO2 Oleh Berbagai Jenis Kendaraan Bermotor di Jalan Raya Kemantren Kabupaten Sidoarjo Sudarti Sudarti; Yushardi Yushardi; Nur Kasanah
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.4

Abstract

ABSTRAK Kendaraan bermotor merupakan faktor penyumbang polusi udara yang berperan tinggi. Salah satu polutan yang dihasilkan kedaraan bermotor adalah CO2, sehingga peningkatan kendaraan bermotor akan mendorong banyaknya potensi emisi CO2 dan mencemari udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi emisi CO2 dari berbagai jenis kendaraan bermotor. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap jumlah dari masing masing kendaraan bermotor selama tiga puluh menit serta studi literatur untuk mengetahui seberapa besar CO2 yang dihasilkan oleh setiap jenis kendaraan bermotor. Studi literatur yang dilakukan untuk mengetahui faktor emisi dan persamaan sesuai dengan IPCC 2006. Hasil dan pembahasan didapat dari pengambilan data (n) jumlah kendaraan bermotor kend.30 menit-1, (FE) faktor emisi g.liter-1, (K) konsumsi bahan bakar liter.km-1 dan perhitungan potensi emisi CO2. Berdasarkan pengambilan data dan perhitugan yang diperoleh menunjukkan jenis kendaraan bermotor  berupa sepeda motor dan mobil ialah penyumbang terbanyak dengan potensi emisi CO2 sebesar 67,568.26 (g.30 menit-1.km-1) dan mobil sebesar 63,335.30 (g.30 menit-1.km-1). Kata kunci: emisi CO2, kendaraan bermotor, polusi udara ABSTRACT Motorized vehicles are a major contributor to air pollution. One of the pollutants produced by motorized vehicles is CO2, so the increase in motorized vehicles will encourage a lot of potential for CO2 emissions and pollute the air. The purpose of this study was to analyze the potential for CO2 emissions from various types of motorized vehicles. The data collection method was carried out by direct observation of the number of each motorized vehicle for thirty minutes as well as a literature study to determine how much CO2 is produced by each type of motorized vehicle. Literature study was carried out to determine emission factors and equations in accordance with IPCC 2006. Results and discussions were obtained from data collection (n) number of motorized vehicles each 30 minutes, (FE) emission factor g.liter-1, (K) material consumption liter.km-1 and calculation of potential CO2 emissions. Based on data collection and calculations obtained, it shows that the types of motorized vehicles are motorcycles and cars that contribute the most with CO2 emission potential of 67,568.26 (g.30minutes-1.km-1) and cars of 63,335.30 (g.30menit-1.km-1). Keywords: CO2 emissions, motor vehicles, air pollution

Page 1 of 1 | Total Record : 5