cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Human Nutrition
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24426636     EISSN : 23553987     DOI : https://doi.org/10.21776
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Human Nutrition (IJHN) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian di bidang gizi manusia dan di terbitkan oleh Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan terbit dua kali dalam setahun (bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2014)" : 2 Documents clear
BINGE EATING DAN STATUS GIZI PADA ANAK PENYANDANG ATTENTION DEFICIT/HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) Rahmawati, Erry Nur; Rahmawati, Widya; Andarini, Sri
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.912 KB)

Abstract

Abstrak ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) dicirikan dengan pola gangguan pemusatan perhatian dan/atau hiperaktif-impulsif yang terus-menerus dan menetap. Kedua tipe ADHD, inatensi dan hiperaktif-impulsif, dapat mencetuskan perilaku binge eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua tipe ADHD tersebut dengan kejadian binge eating dan status gizi pada anak penyandang ADHD menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subyek adalah anak/remaja laki-laki atau perempuan dengan ADHD (n 29) dengan rentang usia 5-18 tahun. Tipe ADHD dan binge eating diukur dengan Kuesioner ADHD yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data status gizi diperoleh menggunakan indikator IMT/U. Hasil menunjukkan pada anak bertipe hiperaktif-impulsif, 4 anak (22,2%) mengalami binge eating, dan 6 anak (33,3%) berada pada kategori status gizi lebih. Pada anak dengan tipe inatensi tidak ditemukan kejadian binge eating (0%) dan hanya 1 anak (9,1%) yang memiliki status gizi lebih. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa anak dengan tipe ADHD hiperaktif-impulsif lebih cenderung untuk mengalami binge eating serta memiliki status gizi lebih. Kata kunci: anak ADHD, inatensi, hiperaktif-impulsif, binge eating, status gizi  Abstract ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) is characterized by a pattern of problems in concentrating attention and/or hyperactivity-impulsivity that’s settle at and occur continuously. Both types of ADHD, inattention and hyperactive-impulsive, can trigger the binge eating behaviour. This research aims to determine the association between both types with binge eating and nutritional status in children with ADHD using observational analytic method with cross sectional design. Inclusion criterioa for subjects were children aged between 5 to 18 years old with inattention or hyperactive-impulsive (n 29). The type of ADHD and binge eating was measured by ADHD Questionnaire that had been tested for its validity and reliability. The data of nutritional status was obtained through anthopometric measurement with indicator BMI/A. Result showed that in children with hyperactive-impulsive, 4 children (22,2%) experienced binge eating behaviour, and 6 children (33,3%) were in the category of overnutritional status. Whereas, in children with inattention type, the incidence of binge eating was not found (0%) and only 1 child (9,1%) who had overnutritional status. It is concluded that children with hyperactive-impulsive type are more likely to experience binge eating and has overnutrional status. Keywords: children with ADHD, inattention, hyperactive-impulsive, binge eating, nutritional status
KOMPOSISI KIMIA DAN ORGANOLEPTIK FORMULA NUGGET BERBASIS TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG RICEBRAN Bintanah, Sufiati; Handarsari, Erma
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.581 KB)

Abstract

Abstrak Di Indonesia terjadi perubahan pola penyakit dari infeksi dan kekurangan gizi ke degeneratif dan kanker akibat perubahan gaya hidup dan pola makan  tinggi lemak dan rendah serat serta modernisasi pola hidup. Tempe kedelai merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan trigliserida, kolesterol total, kolesterol LDL, serta meningkatkan kolesterol HDL. Bekatul juga merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan kadar lemak darah karena mengandung oryzanol, tokoferol, dan asam felurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi formula nugget berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptik serta aktifitas antioksidan. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan perlakuan formulasi tepung tempe dan tepung ricebran sebanyak 10 formula. Analisis komposisi kimia dilakukan terhadap bahan mentah dan nugget meliputi analisis protein (mikro kjedhl), lemak (soxhlet), air (oven), karbohidrat (Luff Schoorl l), penetapan kadar Vitamin E (Alfa-Tokoferol), analisa aktivitas anti bakteri metode difusi agar. Pengujian organoleptik menggunakan metode scoring. Hasil menunjukkan nugget dengan formula tepung tempe 50% dan tepung bekatul 50% (formula A7), mempunyai komposisi kimia terbaik yaitu protein 19,5g%, lemak 18.33g%, air 35.59%, abu 1,62%, serat kasar 9,57g%, Karbohidrat 25,41 g%, Vitamin E 148,92 µg/g, aktifitas antioksidan 197,1 µg/ml. Hasil pengujian organoleptik terhadap warna, rasa, aroma maupun tekstur yang paling disuka pada formula A7. Kesimpulan: Optimasi tepung tempe dan rice bran yang diterima berdasarkan sifat fisik, organoleptik dan analisa zat gizi adalah dengan perlakuan sangrai 20 menit. Formula nugget yang optimum A7 dengan perbandingan tepung tempe dan rice bran 50:50 g. Kata Kunci: Komposisi Kimia, Organoleptik, Formula Nugget, Tepung Tempe, Ricebran Abstract In Indonesia, there has been a changing disease pattern from infectious and food deficiency diseases to degenerative and cancerous diseases. Soy bean cake is a food which is capable of decreasing the level of trygliceride, total cholesterol, LDL cholesterol as well as rising HDL cholesterol. Ricebran is also food material which can reduce the blood fat level because of its oryzanol, tokoferol and felurat acid contents. This research aimed to select nugget formula based on its physical, chemical and organoleptic characteristics and its antioxidant activity. Research type is descriptive with  formulation treatment of soy bean and ricebran fluor that consisted of 10 formulas. The analysis of chemical composition was performed on raw materials and nugget comprising protein analysis (micro kjedhl), fat (soxhlet), water (oven), carbohydrate (luff schoorl 1), fixed rate of vitamin E level (alfa-tokoferol), analysis of anti bacterial activities using diffusion method of gelatine. Organoleptic test used scoring method. Research indicated that nugget using soy bean fluor method that accounted for 50% and ricebran comprising 50% (formula A7)  gained the highest chemical composition which made up 19.5g% protein, 18.33g% fat, 35.59% water, 1.62% ash, 9.57g% crude fiber, 25.41 g% carbohydrate, 148,92 µg/g vitamin E, 197,1 µg/ml antioxidant activity. Organoleptic test result indicated that it was in formula A7 which was the most favoured. Conclusion: soybean flour, which was optimally gained, was fried without oil for 20 minutes and rice bran optimally gained was fried without oil for 20 minutes. The optimal nugget formula was A7 with a ratio of soybean flour and rice bran 50:50 gr. Keywords: Chemical composition, Organoleptic, Nugget Formula, soy bean fluor, soy bean cake, Ricebran

Page 1 of 1 | Total Record : 2