cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2015)" : 14 Documents clear
ANALISIS PENGENDALIAN SEDIMENTASI MUARA SUNGAI BANJIR KANAL BARAT KOTA SEMARANG Wahyudi, Puguh; Bisri, Muhammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.123 KB)

Abstract

Abstrak: Muara Sungai Banjir Kanal Barat mempunyai morfologi melebar ke daerah hilirnya sehingga kecepatan aliran sungai kecil yang berpotensi menimbulkan sedimentasi di muara. Selain itu adanya pasang surut dari air laut yang mengakibatkan sedimen di muara tidak bisa terbawa arus sungai ke laut bahkan kembali ke muara sungai oleh adanya backwater. Berdasarkan perhitungan transpor sedimen sejajar pantai dengan menggunakan metode fluks energi diperoleh sedimen sejajar pantai sebesar 591.017,140 m3/thn, sedangkan untuk angkutan sedimen dari sungai menggunakan persamaan Engelund&Hansen sebesar 127.952,470 m3/th. Volume budget sedimen diperoleh sebesar 718.969,610 m3/th. Berdasarkan perbandingan prisma pasang surut dan angkutan sedimen total (budget sedimen) P/Mnetto didapatkan nilaiS = 6,320 berdasarkan nilai tersebut maka muara sungai Banjir Kanal Barat memiliki mulut sungai yang tidak stabil karena nilai S < 20 (Triatmodjo, 2012).Sistem penangan yang baik untuk mengatasi masalah sedimentasi di muara sungai Banjir Kanal Barat adalah  pengelolaan  mulut sungai yang selalu terbuka dengan membuat jetty panjang di kedua sisi muara dengan panjang 1080,45 meter di  sebelah kiri  dan 646,06 meter di sebelah kanan muara sungai.Kata Kunci : Muara sungai, Gelombang, Angkutan sedimen, Pantai, Jetty Abstract: The Western Flood Canal estuary has a widening morphology towards downstream areas, so that the velocity of small streams can create sedimentation in the estuary. In addition, there are also seawater tides that results in sediment in the river estuary not being carried to the sea, instead returning to the estuary due to the presence of backwater. Based on calculations of coastline sediment transport using the energy flux method, the coastline sediment transport is 591.017,140 m3/yr., while river sediment trasport is determined by the Engelund and Hansen equation to be 127952.470 m3/yr. The sediment budget volume is         718.969,610 m3/yr. Based on the comparison between prism tides and total sediment transport (sediment budget) P/Mnetto, a value of S = 6,320 was obtained. Based on these values, the Western Flood Canal estuary has an unstable river mouth because S < 20 (Triatmodjo, 2012). A good handling system to overcome the problem of sedimentation in the Western Flood Canal estuary is the management of an always-open river mouth by the creation of a long jetty on both sides of the estuary with a length of 1080,45 meters on the left and 646,06 meters on the right.Keywords: estuary of river, wave, sediment transport, shore, Jetty
PEMODELAN INTENSITAS HUJAN SEBAGAI FUNGSI DARI DURASI HUJAN DAN PROBABILITAS (Studi Kasus: Wilayah DAS Lesti, Malang, Jawa Timur) sugiarti, anggun; Harisuseno, Donny; Yuliani, Emma
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1753.538 KB)

Abstract

Abstrak: Mengenal dan memformulasi pola hujan bermanfaat dalam upayapengendalian dampak negatif akibat hujan.Intensitashujandanprobabilitashujanadalah variabel penting dalam perencanaan teknis. Penelitianinibertujuanuntukmemperolehsuatu model intensitashujanyangdapatmemprediksiintensitashujan padadurasilaindanprobabilitas secara akurat.Persamaantersebutdibandingkandenganmetode Talbot, Sherman,danIshiguro.Untuk memperkuat hasil pemodelan dilakukan uji verifikasi melalui perbandingan debit dari intensitas hujan pemodelan dengan debit pengamatan di Tawangrejeni. Hasilpersamaanmodelintensitashujantergolongbaikjika dibandingkandenganhasilpengamatan perdurasi.Haliniditunjukkandengannilai koefisien korelasi>0.831dankoefisienNash-Sutcliffe>99.Persamaan akhir pola intensitas hujan hasil pemodelanadalahIt.p=15,92e-0,025p+4,4312e-0,012p.(1/t). Prediksi intensitas hujan (It.p) pada sembarang durasi (t;jam) dan probabilitas hujan (p;%) dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan ini.Kata kunci: Pemodelan, IntensitasHujan, Durasi, Probabilitas Abstract: Recognizing and formulating the rainfall intensity are very helpful to control the negative effects of rain. Rainfall intensity and rainfall probability are important for technical planning. This research aims to find a rainfall intensity model which can accurately predicts both of rainfall intensity on other duration and the probability.Further,this formula compared to the rainfall intensity formula based onTalbot, Sherman, and Ishiguromethods.The verification tests through comparison between the discharge of rainfall intensity model and observation discharge in Tawangrejeni were used to affirmthemodel. The result of rainfall intensity model is quite good compared to periodic observationof rainfall intensity.This is indicated by the correlation coefficient (>0.831) and Nash-Sutcliffe coefficient (>99).The final equation of rainfall intensity modelis It.p=15,922e-0,025p+4,4312e-0,012p.(1/t).Rainfall Prediction (It.p) on any duration (t;h) and rainfall probability (p;%)can be done by usingthis equation. Keywords: Modeling, Rainfall intensity, duration, probability
ANALISA PERAMALAN DEBIT SUNGAI MENGUNAKAN METODE ARIMA (AUTO REGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVARAGE) DI SUNGAI BRANTAS HULU Hanggara, Ikrar; Limantara, Lily Montarcih; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.578 KB)

Abstract

Abstrak: Debit sungai sangat dipengaruhi oleh hujan, sehingga memiliki pola yang dapat diteliti intensitasnya. Studi ini dilakukan untuk mengetahui akurasi metode peramalan debit ARIMA yang nantinya dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan pola operasi waduk khususnya waduk Sengguruh.Data yang digunakan adalah data debit selama 10 tahun dan data tahun terakhir (2011) dipergunakan sebagai pembanding. Peramalan dilakukan juga di titik pengukuran debit (Stasiun AWLR) Gadang dan Tawangrejeni guna mengetahui penerapan metode ARIMA tersebut untuk stasiun debit dalam satu skema sungai.Akurasi terbaik dalam peralaman debit sungai didapatkan pada peramalan Inflow Waduk Sengguruh dengan nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) 14,47% dan nilai KR (Kesalahan Relatif) 1,41% dari akumulasi volume tampungan.Hasil analisa pola operasi Waduk Sengguruh diketahui bahwa debit aktual maupun ramalan tidak dapat memenuhi kebutuhan energi selama 1 tahun pada tahun 2011, dan hasil peramalan maupun aktual tidak memiliki selisih yang signifikan terhadap produksi energi PLTA. Hal ini membuktikan bahwa metode peramalan dengan menggunakan ARIMA baik untuk digunakan.Kata Kunci: Peramalan debit, Pola Musiman, Pola Operasi, Waduk Sengguruh Abstract: Streamflow is greatly influenced by rain, so it has a pattern that can be observed for its intensity. This study was conducted to determine the accuracy of forecasting discharge by ARIMA methods that can be used as guidelines for the preparation of reservoir operation pattern especially in Sengguruh reservoir.The data used is the flow for 10 years and last year's data (2011) is used as a comparison. Forecasting is also doing at the point of discharge measurements (AWLR Station) Gadang and Tawangrejeni to determine the application of the ARIMA method for discharge station in the river scheme.The best accuracy in forecasting streamflow obtained on Reservoir Inflow Sengguruh with MAPE value (Mean Absolute Percentage Error) 14.47% and the value of KR (Relative Error) 1,41% of the accumulated volume of the storage.Results of analysis of the pattern of Sengguruh reservoir operation reveals that actual and forecast discharge can not meet the energy needs for one year in 2011, and the actual results of forecasting are not have a significant difference to the energy production of hydropower. This proves that the using ARIMA forecasting method is good for application.Keywords: Forecasting Discharge, Seasonal Flow Pattern, Pattern of Reservoir Operation, Sengguruh Reservoir.
ANALISIS PROFIL MUKA AIR DAN LUASAN GENANGAN DI LAHAN AKIBAT VARIASI POSISI SUDETAN SUNGAI CILIWUNG Parulian, Roganda; Bisri, Mohammad; Solichin, Mohammad
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.542 KB)

Abstract

Abstrak: DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir sering mengalami banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Dengan adanya banjir yang terjadi maka pemerintah dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane-Kementerian Pekerjaan Umum mencoba memberikan solusi yang disebut Total Solution for Ciliwung. Salah satu kegiatannya adalah melakukan sudetan di Kalibata dan di Kebon Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sudetan Sungai Ciliwung. Lokasi Sudetan  ada 3 (tiga) lokasi, yaitu di Kalibata, di Kebon Baru, dan di Kampung Melayu. Perhitungan dilakukan dengan melakukan variasi posisi di tiga lokasi. Ada 7 variasi posisi yang dilakukan. Model simulasi menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0. Hasil perhitungan menunjukkan variasi posisi 7 yaitu sudetan di Kalibata, di Kebon Baru dan di Kampung Melayu  menjadi variasi yang paling optimal dalam mengurangi banjir. Hasil sudetan dengan variasi posisi 7 adalah profil muka air di Patok 260 berupa aliran sub kritis/tenang dengan elevasi muka air +18,54 m atau berkurang 0,48 m dari kondisi eksisting +19,02 m. Luas genangan yang terjadi akibat sudetan dengan variasi posisi 7 sebesar 2,4143 km2 berkurang 0,6042 km2 (20,02%) dari kondisi eksisting 3,0185 km2.Kata kunci : DKI Jakarta, Sungai Ciliwung, variasi posisi, profil muka air, luas genangan . Abstract: In recent years, DKI Jakarta have been frequently flooded by The Ciliwung River. In this case, The government of Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane-General Public Ministry of Pekerjaan Umum has been  trying to provide a solution which called Total Solution for Ciliwung. One of the Total Solution activities is doing diversion channel in Kalibata and Kebon Baru. This study aimed to diversion of Ciliwung River. There are 3 (three) locations of diversion. The location are in Kalibata, Kebon Baru, and Kampung Melayu. Calculation was done by variation of the position at three locations with 7 variations of position.  The model  of simulation  was using HEC-RAS 4.1.0 program.  The result of diversion in 7th variation position  is the water profile in the point 260 that form of sub critical flow/tranquil with water level +18,54 m or less 0,48 m from existing condition +19.02 m. Inundation area that caused by 7th variation position  of diversion is  2,4143 km2 reduced 0,6042 km2 (20,02%) from  existing condition  3,0185 km2.Keywords: DKI Jakarta, Ciliwung River, variation position, water profile, extensive inundation .

Page 2 of 2 | Total Record : 14