cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2016)" : 14 Documents clear
KAJIAN PENANGANAN SEDIMENTASI DANAU TONDANO Sorey, Teddy Dolfie; Bisri, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.682 KB)

Abstract

Abstrak : Pengelolaan DAS yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah erosi dan sedimentasi seperti yang terjadi di Danau Tondano, Provinsi Sulawesi Utara yang mengalami pendangkalan, sehingga mengancam masyarakat sebagai pemanfaat danau dan kelestarian danau itu sendiri. Penyebab utama pendangkalan adalah masuknya sedimen terutama berasal dari Sub DAS Panasen dan Ranoweleng akibat perubahan tataguna lahan. Hasil penelitian tahun 2010 menunjukkan 74% luas DAS Danau Tondano masuk klasifikasi ringan sampai sedang, sedangkan 26% kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa karakteristik lahan tersebut sebagian besar cukup kebal terhadap potensi erosi. Hasil penelitian saat ini didapat laju erosi 17,88 ton/hektar/tahun, debit inflow 3,55 m3/det, inflow sedimen 72.409 m3/tahun. Penanganan dilakukan secara vegetatif  dengan menetapkan jenis tanaman dan manajemen kawasan penyangga serta secara mekanik dengan membangun cekdam baru. Kata Kunci : Sub DAS, Erosi, Sedimentasi, Pendangkalan Danau, Konsep Penanganan Abstract :Improper watershed management can lead to problems such as erosion and sedimentation that occurred in Lake of Tondano, North Sulawesi Province which is currently experiencing silting up, thus threatening the society as the lake users and the preservation of the lake itself. The main cause of silting is the influx of sediment which primarily derived from Panasen Sub-watershed and Ranoweleng as a result of changes in land use. The results of the study in 2010 showed that 74% of Tondano Lake watershed area is classified as small to medium, while the rest 26 % categorized as critical. This indicates that the characteristics of the land is mostly quite resistant to the erosion potential. The results of the current study obtained erosion rate 17,88tonnes / ha / year, the discharge inflow 3,55 m3/s and the sediment inflow 72.409 m3/year. The handling is conducted vegetatively by determining the type of plant and management of buffer zones as well as mechanically by building new checkdam. Keywords : Sub Watershed, Erosion, Sedimentation, Silting Up of lake, Handling Concept
STUDI EVALUASI & PERBAIKAN SISTEM DRAINASE DI POLDER JATI PINGGIR KANAL BANJIR BARAT DKI JAKARTA Sudjatmiko, Henny; Bisri, M.; Yuliani, Emma
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.115 KB)

Abstract

Abstrak : Polder Jati Pinggir sebagian besar terletak di Kelurahan Petamburan yang merupakan pemukiman padat. Disamping permasalahan sampah, banjir tersebut juga disebabkan oleh sistem drainase yang mengalami penurunan fungsi dan kondisi fisik bangunan, seperti adanya penutupan saluran drainase di beberapa lokasi. Maksud dari studi ini adalah untuk mencari alternatif penanganan banjir yang terbaik melalui pendekatan parameter hidrologi dan hidrolika di Polder Jati Pinggir. Tahapan penelitian pada studi ini adalah Pembentukan Zona, Pembentukan Sistem Pengaliran, Evaluasi Kapasitas Saluran, Penentuan Kebutuhan Perbaikan, Alternatif Penambahan Kapasitas Pompa, Alternatif Sumur Resapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas eksisting di beberapa ruas saluran tidak dapat menampung debit rencana sehingga perlu dilakukan penanganan banjir dengan peningkatan kapasitas saluran dan penambahan kapasitas pompa. Kata kunci: banjir, drainasi, pompa Abstract : Part of Jati Pinggir Polder is located in Petamburan Village where is as a crowded resident. Flooded every year is caused by the condition of garbage which is piled in drainage channel. In addition, the flood is caused by the decreasing of drainage system function and structure physical condition such as the sedimentation and there are some covering of drainage channel in some locations. This study intends to find the alternative of accurate flood handling therough the approach of hydrologic and hydraulic parameter in Jati Pinggir Polder. The steps of research are as follow: zona forming, flow system forming, evaluation of channel capacity, determination of imoprovement demand, alternative of adding the pump capacity and penetration well. Results shows that some sections of drainage channel have the existing capacity under planned capacity and increase pump capacity. Keywords: flood, drainage, pump
EFEKTIVITAS KEGIATAN PENGERUKAN SEDIMEN WADUK BILI-BILI DITINJAU DARI NILAI EKONOMI sejati, wahyu; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.713 KB)

Abstract

Abstrak : Waduk Bili-Bili direncanakan dengan usia guna efektif 50 tahun. Saat ini masih tersisa umur efektif 31 tahun berdasarkan kapasitas tampungan mati. Pada studi ini dilakukan beberapa analisis, yaitu analisis sedimentasi waduk, analisis penanganan sedimen, analisis manfaat ekonomi air waduk yang berupa manfaat dari air baku, PLTA, dan irigasi, analisis ekonomi serta analisis efektifitas kegiatan pengerukan berdasarkan empat simulasi alternatif waktu pengerukan sedimen dan peggunaan kapal keruk yang direncanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif eksisting dapat meningkatkan usia guna 5 tahun menjadi 36 tahun, dengan nilai IRR 12,460 sedangkan alternatif 1 dapat meningkatan usia guna 6 tahun menjadi 37 tahun dengan nilai IRR 11,667, sedangkan alternatif 2 dapat meningkatkan usia guna 10 tahun menjadi 41 tahun dengan nilai IRR 9,836 sedangkan alternatif 3 dapat meningkatkan usia guna 15 tahun menjadi 46 tahun dengan nilai IRR sebesar 9,236%. Kata Kunci : Waduk Bili-Bili, Sedimentasi Waduk, Pengerukan Sedimen, Analisis Ekonomi. Abstract: Bili-Bili reservoirs was planned effective life design for 50 years. In this study made several analysis, that are the analysis of reservoir sedimentation, sediment handling, economic benefits of water reservoirs, benefits from hydropower, irrigation, and the effectiveness of dredging. The activities of dredging was planned simulation time and dredger addition. The analysis showed that the existing alternative can increase the life desgin of reservoir up to 5 years being 36 years and it’s have 12,460 IRR value , the first alternative can increase the useful life of reservoir up to 6 years being 37 years and it’s have 11,667 IRR value, the second alternative can increase the useful life of reservoir up to 10 years being 41 years and it’s have 9,836 IRR value, the third alternative can increase the useful life of reservoir up to 15 years being 46 years and it’s have 9,236 IRR value. Keywords: Bili-Bili Reservoir, Sedimentation of Reservoir, Dredging Sediment, Reservoir economic analysis.
STUDI PENANGANAN BANJIR SUNGAI BILA KABUPATEN SIDRAP Qadri S, Wahyuddin; Sholichin, Moh.; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.8 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan kawasan di DAS Bila untuk pemenuhan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang semakin meningkat setiap tahun menyebabkan menurunnya kualitas DAS sehingga terjadinya banjir di sekitar Sungai Bila. Metode yang digunakan dalam studi adalah aplikasi AVSWAT 2000 dan HEC-RAS 4.1.0. Berdasarkan hasil simulasi pemodelan AVSWAT 2000 menunjukan terjadi peningkatan debit banjir maksimum tahunan dari debit 1156 m3/detik menjadi 1161 m3/detik. Debit Banjir rencana yang digunakan adalah debit kala ulang 50 tahun dengan menggunakan metode distribusi Log Pearson tipe III. Sistem pengendalian banjir yang diusulkan berdasarkan hasil analisis aplikasi HEC-RAS 4.1.0 adalah normalisasi Sungai Bila dengan lebar rencana dasar sungai 75 m dan 100 m, dan pembuatan tanggul dengan lebar puncak 4,00 m dan tinggi 1,00 m - 3,00 m. Kata Kunci: Pengendalian Banjir, Normalisasi, Tanggul, AVSWAT 2000, HEC-RAS 4.1.0 ABSTRACT: Developing of the area in the Bila watershed for the fulfillment of various facilities and infrastructure needs increase every year causing declining quality of the watershed leads flooding around the Bila River. The method used in the study was AVSWAT 2000 and HEC-RAS 4.1.0. Based on the results of simulation modeling AVSWAT 2000 showed an increase in the annual maximum flood discharge from 1156 m3/s to 1161 m3/s. The flood discharge was 50-year return period using the Log Pearson Type III distribution. The proposed flood control system based on the results of the HEC-RAS 4.1.0 analysis is Bila River normalization, the width of riverbed plan 75 m and 100 m, and the embankment with a crest width of 4,00 m and a height of 1,00 m - 3,00 m. Keywords: Flood control, Normalization, Embankment, AVSWAT 2000, HEC-RAS 4.1.0.

Page 2 of 2 | Total Record : 14