cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2008)" : 7 Documents clear
Pengaruh Lama Waktu Pengecoran pada Balok Lapis Komposit Beton Bertulang Terhadap Aksi Komposit, Kapasitas Lentur dan Defleksi Wisnumurti Wisnumurti; M. Taufik Hidayat; Wahyu Ardhi Bramanto
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.389 KB)

Abstract

Balok lapis beton komposit bertulang biasa digunakan dalam proyek jembatan. Pada struktur jembatan dibuat dengan jumlah 2 (dua) lapis. Balok lapis pertama adalah gelagar induk yang terbuat dari beton bertulang pracetak. Lapis kedua adalah pelat beton bertulang yang dicor di atas balok lapis pertama. Karena balok lapis pertama dikerjakan jauh hari sebelum pengerjaan lapis kedua maka akan ada perbedaan kuat tekan beton pada balok lapis tersebut.Karena adanya perbedaan waktu pengecoran, maka tiap lapis pada balok ini harus mampu berprilaku sebagai balok komposit sehingga lapis kedua bisa dengan sempurna membantu kekuatan lentur dan lendutan balok secara keseluruhan. Selain baja tulangan yang sering dipakai sebagai shear connector, lekatan beton antar kedua lapis juga diduga dapat menahan geser. Untuk itu dilakukan penelitian tentang balok lapis komposit beton berdasarkan kuat lentur dan lendutan.Hasil penelitian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan kuat lentur balok berdasarkan pertambahan umur beton. Dan tidak adanya retakan yang segaris dengan pertemuan antar lapis. Hal ini menunjukkan bahwa aksi komposit sepenuhnya terjadi pada balok lapis komposit beton-beton. 
Pengaruh Prosentase Pasir pada Kaolin yang Dipadatkan dengan Pemadatan Standar Terhadap Rasio Daya Dukung California (CBR) Arief Rachmansyah; Harimurti Harimurti; Farindra Dwi Laksana
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.629 KB)

Abstract

Pemadatan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang sifat-sifatnya sangat jelek, Selain itu juga dapat dilakukan dengan menambah material sehingga mempertinggi nilai daya dukung tanah.Pada penelitian ini difokuskan pada pengaruh penambahan pasir dengan variasi kadar air pemadatan terhadap nilai CBR pada tanah kaolin. Prosentase penambahan pasir yang dipakai 0 %, 20 %, 40 %, dan 60 % terhadap berat campuran tanah, sedangkan variasi kadar air yang dipakai berada disekitar nilai OMC yaitu : - 10 %, -5 %, 0%, (OMC) dan + 5 % dari nilai OMC.Hasil akhir penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan adanya penambahan prosentase pasir maka nilai CBR-nya akan meningkat. Penambahan pasir akan berpengaruh pada perubahan kadar air optimum dan berat isi kering. Semakin banyak jumlah pasir yang ditambahkan akan menyebabkan semakin sedikit jumlah air yang dibutuhkan untuk mencapai berat isi kering maksimum. Penambahan kadar air akan berpengaruh terhadap perubahan nilai CBR campuran tanah. Dengan ditambahkannya jumlah air maka nilai CBR dari campuran tanah tersebut akan menjadi kecil, demikian juga sebaliknya semakin sedikit kadar air nilai CBR akan bertambah besar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan prosen pasir dan pengurangan kadar air dapat meningkatkan nilai CBR tanah. 
Studi Evaluasi Pengolahan Air Limbah Industri Secara Terpusat Di Kawasan Industri Rembang Pasuruan (PIER) Ruslin Anwar; Yatnanta Padma Devia; Anton Abdur Rahman
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.677 KB)

Abstract

Dalam kawasan industri, seiring dengan banyak dan beranekaragamnya jumlah industri, maka air limbah yang dikeluarkan perlu ditangani secara khusus. Selain dari pre treatment yang dilakukan oleh setiap industri, dalam suatu kawasan industri harus memiliki pengolahan air limbah terpusat yang menampung air limbah dari semua industri, sebagaimana di Kawasan Industri Rembang Pasuruan (PIER). Dalam suatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL), maka hasil akhir yang dikehendaki ialah effluent yang dibuang ke badan air harus memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Selain itu, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari unit pengolahan air limbah industri, maka perlu mengetahui efisiensi pengolahannya, serta mengetahui bagaimana kinerja dan kapasitas dari tiap bangunan pengolah dalam menampung beban limbahnya, baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang.Untuk mengetahui kualitas effluent yang dihasilkan dan seberapa efisiensi pengolahannya, maka dilakukan sampling (parameter pH, TSS, COD dan DO) sebanyak 2 kali di tiap inlet dan outlet bangunan dan pemeriksaan sampel itu di laboratorium. Sedangkan untuk mengetahui kinerja dan kapasitas tiap bangunan pengolah, maka perlu diketahui debit dan karakteristik air limbah dibanding dengan spesifikasi/dimensi dari tiap bangunan pengolah. Untuk perhitungan debit masa mendatang adalah berdasarkan pengukuran debit sekarang dan kondisi debit di tahun-tahun sebelumnya.Dari evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa effluent hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu air limbah, diantaranya TSS sebesar 123 mg/l dan 40 mg/l dengan baku mutu sebesar 200 mg/l, dan COD sebesar 66 mg/l dan 63,43 mg/l dengan baku mutu sebesar 100 mg/l. Untuk efisiensi penurunan kadar polutan di tiap bangunan pengolah cukup baik, diantaranya pada TSS sebesar 50 % dan 75 %, COD sebesar 92,2 % dan 91,5 % dan DO sebesar 89,6 % dan 89 %. Khusus untuk kadar TSS, terjadi kenaikan efisiensi yang besar antara sampel 1 (50%) dengan sampel 2 (75 %). Hal ini disebabkan pada sampel awal, diambil saat air limbah di bak pengendap pertama cukup keruh, sedangkan sampel kedua diambil setelah dilakukan pengurasan total pada bak pengendap pertama. 
Studi Tingkat Pelayanan Jalan Akibat Pembangunan Malang Town Square pada Ruas Jalan Veteran Achmad Wicaksono; Asril Kurniadi; Dendy Indriya Efendi
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.075 KB)

Abstract

Saat ini di Kota Malang sedang di bangun salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Malang yang berada di sekitar Ruas Jalan Veteran bernama Malang Town Square, karena lokasinya sangat berdekatan dengan wilayah perkantoran, 3 perguruan tinggi terkemuka di Kota Malang dan sekitarnya banyak daerah mahasiswa dan penduduk dikhawatirkan menimbulkan tarikan yang cukup besar yang bisa mempengaruhi kualitas pelayanan Ruas Jalan Veteran itu sendiri.Beberapa faktor yang menjadi parameter kinerja atau pelayanan jalan adalah derajat kejenuhan, dari perhitungan yang di dapat pada penelitian kami adalah untuk kondisi sebelum dan prediksi sesudah MATOS. Besarnya derajat kejenuhan kondisi sebelum adalah 0,396; kondisi sesudah 0,474 dan kondisi tahun 2010 sebesar 1,04. Pergerakan lalu lintas yang timbul cukup besar tidak hanya dirasakan pada ruas Jalan Veteran, tetapi pada persimpangan ITN akan terasa pengaruhnya sama halnya dengan ruas jalan akan menimbulkan pergeseran kinerja persimpangan, ditunjukan dengan salah satu faktor penyebabnya adalah tundaan, sebelum adanya MATOS tundaannya sebesar 237,801 (smp/detik) untuk prediksi 5 tahun kedepan dengan pertumbuhan lalu lintas 1,14% adalah sebesar 1878 (smp/detik). Selain perhitungan manual prediksi diatas dapat diketahui dengan bantuan sotware Traffic Plan 4.0.Dengan mengetahui beberapa faktor yang merubah nilai dari kinerja jalan tersebut diharapkan perlunya adanya usaha perbaikan dan penanggulangan baik secara fisik seperti pelebaran jalan untuk memperkecil nilai derajat kejenuhan, secara non fisik bisa dengan pengaturan lalu lintasnya untuk kepentingan kelancaran pergerakan kendaraan dan kebijakan tegas yang berlanjut dari pemerintah untuk pengendalian kondisi di sekitar Malang Town Square di masa yang akan datang. 
Pengaruh Penggunaan Komposisi Batu Pecah dan Piropilit Sebagai Agregat Kasar dengan Variasi Kadar Aspal Terhadap Stabilitas dan Durabilitas Campuran HRS (Hot Rolled Sheet ) Arifin, Muhammad Zainul; S., Amelia Yuwananingtyas; A., Fahrini Rasfiah
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.971 KB)

Abstract

Piropilit merupakan salah satu batuan mineral yang mempunyai kandungan silika yang cukup tinggi. Kandungan silika yang terkandung dalam piropilit dapat mengurangi kadar aspal dan jika teraktifasi dengan asam dapat meningkatkan nilai stabilitas dan durabilitas campuran HRS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan komposisi batu pecah dan piropilit sebagai agregat kasar dengan Konsentrasi Campuran Asam terhadap parameter uji Marshall pada campuran Hot Rolled Sheet (HRS) yaitu nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow, MQ dan IKS serta untuk mengetahui nilai komposisi campuran batu pecah dan piropilit optimum sehingga menghasilkan Kadar Aspal Optimum (KAO).Campuran HRS dibuat dengan variasi kadar aspal 6,5%, 7%, 7,5%, 8% dan 8,5% dengan komposisi piropilit sebagai agregat kasar (100/0, 75/25, 50/50, 25/75 dan 0/100) untuk mendapatkan kadar aspal dan komposisi agregat kasar optimum. Hasil penelitian pada tahap pertama digunakan untuk menguji Marshall Immersion. Pengujian ini dilakukan pada kondisi standar dan non standar. Pengujian ini terdiri 10 perlakuan dengan 5 kali pengulangan yang direndam pada larutan asam selama 54 detik. Sebagai pembanding dibuat benda uji tanpa diberi larutan asam, terdiri dari 2 perlakuan dengan 5 kali pengulangan dengan lama waktu perlakuan 1, 7, 14, 21 dan 28 hari.Dari hasil pengujian statistik diperoleh nilai kadar aspal optimum 7,289%, komposisi piropilit sebagai agregat kasar optimum 30,474% dan komposisi batu pecah sebagai agregat kasar optimum 69,526%. Sehingga diperoleh nilai stabilitas pada kondisi optimum 1598,768%. Hasil pengujian statistik juga menunjukkan nilai stabilitas marshall standard dan stabilitas marsall immersion semakin meningkat dengan bertambahnya lama waktu perlakuan dan mencapai nilai maksimum pada umur 21 hari kemudian menurun sehingga nilai durabilitas yang diperoleh cenderung sama. Penggunaan piropilit pada komposisi agregat kasar juga dapat menyebabkan penghematan aspal sebesar 4% dibandingkan tanpa menggunakan piropilit. Nilai Indeks kekuatan sisa maksimum 98,280% diperoleh pada lama waktu perlakuan 21 hari. 
Pengaruh Variasi Proporsi Campuran dan Penambahan Superplasticizer Terhadap Slump, Berat Isi dan Kuat Tekan Beton Ringan Struktural Beragregat Batuan Andesit Piroksen Hendro Suseno; Edhi Wahyuni Setyowati; Budi Hariono
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.371 KB)

Abstract

Penggunaan beton ringan struktural untuk elemen-elemen struktur bangunan semakin berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh kuat tekan beton ringan yang cukup tinggi namun mempunyai berat isi yang rendah. Unsur pokok dari beton ringan adalah agregat yang berupa agregat ringan. Batuan Andesit Piroksen adalah batuan yang memiliki rongga yang cukup banyak sehingga bisa diklasifikasikan sebagai agregat ringan. Penambahan superplasticizer akan mengakibatkan kebutuhan air untuk reaksi hidarasi beton dengan agregat yang bersifat porous akan tetap namun kemudahan pengerjaan beton akan tetap baik. Pada proporsi tertentu, superplasticizer akan mendispersi semen menjadi lebih merata sehingga dapat meningkatkan kekuatan beton yang dihasilkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi campuran dan variasi penambahan superplasticizer terhadap nilai slump, berat isi dan kuat tekan beton ringan beragregat batuan Andesit Piroksen. Dengan admixture superplasticizer yang berfungsi sebagai water reducer diharapkan kuat tekan beton ringan dapat ditingkatkan dengan mengurangi rasio air semen.Dari hasil analisis varian dua arah menggunakan SPSS didapatkan bahwa interaksi antara variasi proporsi campuran dan variasi penambahan superplasticizer hanya berpengaruh terhadap kuat tekan beton ringan. Kuat tekan beton ringan maksimum diperoleh pada campuran dengan kadar semen yang tinggi. Penambahan superplasticizer dengan dosis yang tepat juga akan memberikan hasil kuat tekan yang tinggi pula, namun jika dosis yang diberikan melebihi dosis yang telah ditentukan kuat tekan beton akan mengalami penurunan. Nilai slump pada penelitian ini hanya dipengaruhi oleh variasi superplasticizer. Semakin besar penambahan superplasticizer akan memberikan nilai slump yang tinggi. Untuk berat isi beton ringan hanya dipengaruhi oleh variasi proporsi campuran. Pada campuran dengan perbandingan agregat halus dan agregat kasar sama nilai berat isi beton ringan akan tinggi bila kadar semen pada campuran tersebut tinggi. 
Pengaruh Penambahan Phyropilit Terhadap Kuat Tekan Beton Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.753 KB)

Abstract

Phyropilit merupakan material dengan kandungan silika yang tinggi. Khususnya  phyropilit daerah Malang Selatan kandungan silikanya mencapai 85 %, dengan ukuran  butiran dan volume pori yang cukup kecil. Sementara salah satu penentu kekuatan beton  adalah kandungan silika, ukuran material pengisi dan kandungan pori yang kecil.  Kemungkinan phyropilit untuk dapat digunakan sebagai material tambahan dalam beton  perlu diketahui melalui penelitian yang spesifik, yaitu bagaimana pengaruh penambahan  phyropilit terhadap kuat tekan beton.Dengan metode pengujian benda uji dilaboratorium dan melakukan analisa regresi  dapat diketahui hubungan yang terjadi antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan  beton. Pembuatan benda uji dilakukan dengan menambahkan phyropilit dengan variasi 0,  5, 10, 15, dan 20 % dari berat semen yang digunakan dalam campuran beton dengan mutu  fc’ 25 Mpa. Sementara ukuran butiran phyropilit yang digunakan adalah phyropilit lolos  ayakan no.50. Dari hasil pengujian tekan pada benda uji sejumlah 51 sampel berbentuk  silinder 15 X 30 cm, dilakukan analisa regresi untuk mengetahui persamaan hubungan  antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan beton.Dari hasil penelitian terlihat bahwa setiap penambahan variasi phyropilit mulai dari  5, 10 , 15 , dan 20% terjadi peningkatan kuat tekan dengan besar peningkatan yang  bervariasi mulai 5% hingga 42 %. Dimana penambahan phyropilit 15 % menghasilkan  kenaikan kuat tekan terbesar daripada variasi lain yaitu 42%. Dari persamaan regresi yang  terbentuk yaitu -0.00376x4 + 0.1182 x3 – 0.9676 x2 + 3.3539 x + 3E-11, terlihat bahwa  nilai optimum penambahan phyropilit adalah 16,5%. Hal ini menunjukkan bahwa  penambahan phyropilit terhadap beton erat hubungannya dengan peningkatan kekuatan  tekan beton. Kandungan silica yang tinggi pada phyropilit merupakan penyebab kekuatan  beton menjadi meningkat. Selain itu ukuran butiran phyropilit yang cukup kecil mampu  menutup pori yang ada pada beton, sehingga meningkatkan kepadatan dan kuat tekan  beton. Dengan kondisi ini diharapkan pemanfaatan phyropilit dikembangkan khususnya  dibidang teknologi beton sehingga mendukung program pemerintah di sector  pertambangan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue