cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2009)" : 7 Documents clear
Alternatif Perkuatan Tanah Pasir Menggunakan Lapis Anyaman Bambu dengan Variasi Jarak dan Jumlah Lapis As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Tintus Noviyanto
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.041 KB)

Abstract

Berbagai metode perbaikan tanah telah banyak dikembangkan. Salah satunya dengan metode perkuatan tanah sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap penurunan dan daya dukung tanah yang rendah. Penelitian ini tentang alternatif perkuatan tanah pasir (medium sand) menggunakan lapis anyaman bambu. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan alternatif perkuatan tanah yang baik, murah dan tersedia di pasaran. Penelitian ini dilakukan dengan uji pembebanan di laboratorium. Parameter yang diteliti adalah pengaruh variasi jarak dan jumlah lapis anyaman bambu sebagai lapis perkuatan.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan jarak lapis dari 3,5 cm ke 5 cm pada pemakaian 2 lapis anyaman bambu memberikan peningkatan daya dukung yang paling efektif. Untuk variasi jumlah lapis anyaman bambu, peningkatan daya dukung paling efektif terjadi pada penambahan jumlah lapis dari 2 lapis ke 3 lapis dengan jarak lapis 3,5 cm.Dari keseluruhan uji pembebanan dapat diketahui bahwa seiring bertambahnya jarak dan jumlah lapis anyaman bambu, maka daya dukung tanah akan terus meningkat. Penambahan jarak dan jumlah lapis anyaman bambu akan memberikan pola peningkatan yang cenderung linear. Oleh karena itu pada penelitian ini belum didapatkan suatu nilai optimum dari penambahan jarak dan jumlah lapis. 
Campuran Hot Rolled Sheet (HRS) dengan Material Piropilit Sebagai Filler yang Tahan Hujan Asam Lasmini Ambarwati; Muhammad Zainul Arifin
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.49 KB)

Abstract

Campuran HRS (Hot Rolled Sheet) atau Lataston merupakan lapisan permukaan non struktural yang memiliki agregat gradasi senjang, filler dan aspal keras dengan perbandingan tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Sebagai alternatif agregat HRS digunakan material lokal dari Sumbermanjing, Malang Selatan yaitu piropilit. Piropilit teridiri dari 2 lapisan tetrahedral silika dan lapisan octahedral alumina. Penggunaan silika dalam campuran beraspal dapat mengurangi penggunaan kadar aspal dan dapat meningkatkan potensi stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS. Pada waktu hujan, senyawa yang merupakan polutan akan larut dalam air hujan dan menyebabkan air hujan tersebut bersifat asam sehingga dapat merusak lapis perkerasan lentur jalan raya. Dengan kerentanan HRS terhadap hujan bersifat asam, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran asam sebagai hujan terhadap stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS dengan menggunakan piropilit sebagai filler.Campuran HRS dibuat dengan 7 variasi kadar aspal (6 %, 6.5 %, 7 %, 7.5 %, 8 %, 8.5 % dan 9 %) serta 5 variasi kadar filler (9/0 %, 6/3 %, 4/5 %, 2/7 % dan 0/9 %) untuk mendapatkan kadar aspal optimum dan kadar filler optimum. Setelah didapat kadar aspal optimum dan kadar filler optimum untuk campuran HRS, kemudian dibuat 12 benda uji (bu) pada kondisi optimum untuk direndam campuran asam selama 54 detik setiap hari selama 28 hari, sehingga akan dianalisis nilai IKS (Indeks Kekuatan Sisa).Berdasarkan kadar aspal optimum 6.336 % terhadap berat total agregat dan kadar filler optimum 4.987 % terhadap berat aspal. Nilai karakteristik campuran HRS pada kondisi optimum adalah VIM (Void in Mix) 3.934 %, VMA (Void in Mineral) 18.677 %, stabilitas 1.269,151 kg, flow sebesar 2,920 mm dan MQ (Marshall Quantity) 825.017 kg/mm serta nilai IKS (Indek Kekuatan Sisa ) 98,551 %. Dimana nilai yang dihasilkan memenuhi spesifikasi satndar PU Bina Marga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi udara yang terjadi di kota Surabaya masih aman/ tidak berpengaruh terhadap nilai stabilitas dan durabilitas dari campura HRS dengan menggunakan piropilit sebagai filler. 
Lapindo Sebagai Campuran Untuk Meningkatkan Kekuatan Genteng Keramik Setyowati, Edhi Wahyuni
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.625 KB)

Abstract

Sampai saat ini di Indonesia ,genteng merupakan bahan bangunan yang masih banyak digunakan dalam jumlah besar, sedangkan lumpur lapindo yang semakin hari bertambah jutaan meter kubik perlu dipikirkan pemanfaatannya. Penelitian-penelitian yang dilakukan membuktikan adanya kemungkinan pemanfaatan lumpur lapindo untuk bahan keramik,demikian juga penelitian pendahuluan yang menunjukkan penggunaan lumpur lapindo untuk campuran bahan pembuatan genteng menghasilkan kekuatan cukup baik. Penelitian lanjutan tentang pengaruh penggunaan lumpur lapindo terhadap kwalitasgenteng keramik yang dilakukan berdasar SNI 03-2095-1998 dan PGKI NI- 19,menginformasikan tentang pengaruh terhadap kuat lentur genteng .Penggunaan lumpur lapindo dengan prosentase yang tepat pada campuran bahan genteng akan meningkatkan kekuatan dan impermeabilitas genteng, tetapi mencampurkan lumpur lapindo terlalu banyak akan mengakibatkan perubahan bentuk genteng dan memperbanyak bintik dan retakan.Genteng keramik yang dibuat dari campuran lumpur lapindo dengan komposisi yang tepat dapat menghasilkan genteng keramik yang cukup berkwalitas, karena itu masih diperlukan lagi penelitian yang lebih mendalam untuk enentukan koposisi optimum agar didapat kwalitas maksimum dari genteng keramik lapindo. 
Prosentase Penurunan Lendutan Model Jembatan Rangka Baja Akibat Penggunaan Kabel Prategang Internal Tipe Segitiga Budio, Sugeng Prayitno; Wibowo, Ari; Antara, I Komang
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.239 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi menyebabkan meningkatnya arus tranportasi yang menuntut peningkatan sarana dan prasarana tranportasi. Salah satu sarana transportasi yang secara langsung harus ditingkatkan dengan adanya peningkatan arus transportasi adalah jembatan. Pada jaman yang semakin modern ini jembatan dibangun tidak hanya ditingkatkan secara kuantitas tetapi juga secara kualitas. Peningkatan kualitas jembatan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan meningkatkan mutu bahan yang dipergunakan dan dengan memberikan gaya prategang pada jembatan sebagai upaya peningkatan mutu jembatan yang sudah ada. Untuk mengetahui besarnya peningkatan kekuatan jembatan akibat penambahan kabel prategang tersebut maka dilakukan penelitian terhadap jembatan prategang.Untuk melihat seberapa besar pengaruh penambahan kabel prategang maka jembatan ditambahkan dengan kabel prategang internal tipe segitiga. Pengujian pun dilakukan dengan dua kondisi yaitu kondisi pertama ketika jembatan belum ditambahkan prategang dan kondisi kedua ketika jembatan ditambahkan prategang internal tipe segitiga. Dengan harapan hasil yang diperoleh dapat dibandingkan. Secara spesifik hasil pengujian yang dibandingkan adalah besarnya lendutan yang terjadi. Selain dibandingkan dengan dua kondisi diatas hasil pengujian di laboratorium juga dibandingkan dengan hasil pengujian secara teoritis dengan menggunakan software StaadPro 2004 tiga dimensi.Besarnya gaya prategang yang diberikan pada kabel prategang akan mempengaruhi besarnya lendutan yang terjadi pada jembatan rangka. Gaya prategang yang terlalu besar dapat mengakibatkan lendutan ke atas yang besar ketika beban minimum pada jembatan bekerja. Akan tetapi gaya prategang yang terlalu kecil juga dapat mengakibatkan lendutan ke bawah yang sangat besar pula ketika beban maksimum pada jembatan bekerja. Pada percobaan ini besarnya gaya prategang yang menghasilkan lendutan terkecil baik berupa lendutan ke atas maupun lendutan ke bawah ketika beban minimum dan maksimum bekerja adalah sebesar 484,714 kg. Sedangkan prosentase penurunan lendutan yang terjadi dari penelitian ini berkisar antara 1,786 % sampai 10,345 % dari gaya prategang acuan pertama 242,357 kg. 
Penanggulangan Erosi Secara Struktural pada Daerah Aliran Sungai Bango M. Ruslin Anwar; Pudyono Pudyono; Sahiruddin M.
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.68 KB)

Abstract

Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya erosi pada daerah aliran sungai adalah tingkat curah hujan dan kondisi tanah, sehingga perlu dilakukan penanggulangan untuk mengurangi tingkat erosi yang terjadi di DAS Bango. Penanggulangan yang dilakukan di daerah studi menggunakan bangunan dinding penahan tanah berbentuk semi grafitasi.Dalam studi ini, untuk mengetahui besarnya erosi dilakukan dengan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). USLE memungkinkan perencana memprediksi laju erosi lahan pada suatu kemiringan dengan pola hujan tertentu untuk setiap macam jenis tanah dan penerapan pengelolaan lahan. Erosi yang terjadi tidak boleh melebihi nilai erosi yang diijinkan (12.5 ton/ha/tahun), sehingga erosi yang besar dapat dilakukan penaggulangan sesuai dengan kondisi lahannya.Untuk penanggulangan dengan cara struktural, bangunan struktural yang digunakan untuk menanggulangi erosi adalah dinding penahan semi grafitasi karena bangunan tersebut tidak memerlukan dimensi yang besar untuk menahan tanah. Sehingga digunakan dinding penahan dengan dimensi: tinggi = 2.5 m, lebar = 1.68 m, tebal kaki dinding = 0.25 m, dan tebal dinding = 0.25 m.Dinding penahan tanah semi grafitasi direncanakan pada kemiringan antara 8%- 30%, dengan kondisi tanah yang mudah tererosi atau pada jenis tanah yang sangat peka terhadap erosi yang disebabkan oleh air hujan dan lahan yang memiliki kemiringan lebig besar dari 30% atau kurang dari 80% akan dilakukan penanggulangan secara vegetatif. 
Perencanaan Teknis Dermaga Pelabuhan Tanjung Awar-Awar Tuban Jawa Timur M. Ruslin Anwar; Gagoek Soenar Prawito; Isa Megawati
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.948 KB)

Abstract

Tanjung Awar-Awar Tuban Jawa Timur dikenal sebagai kawasan TPI (tempat pendaratan ikan) yang memberikan pelayanan dalam hal pendaratan perahu nelayan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan hasil tangkapan. Jangkauan pelayanan dari TPI Tanjung Awar-Awar ini telah mencapai wilayah yang cukup luas, karena para nelayan yang bersandar dan membongkar hasil tangkapannya tidak saja dari nelayan Tanjung Awar-Awar tetapi juga nelayan dari beberapa wilayah kabupaten di Jawa Timur seperti Jember, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek dan bahkan dari luar pulau jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya. Untuk mengembangkan kawasan Tanjung Awar-Awar ini menjadi pelabuhan umum perlu dilakukan kajian teknis yang diharapkan mampu memberikan gambaran teknis yang akan dijadikan dasar dalam menentukan jenis dan skala pelayanan pelabuhan yang akan dikembangkanTujuan dari studi ini adalah untuk menentukan desain struktur atas dermaga (meliputi : plat, balok memanjang dan melintang dan poer), menentukan desain struktur bawah dermaga (menggunakan pondasi tiang pancang) dan menentukan perencanaan fender dan bolder. Sedangkan manfaat dari penulisan penelitian ini adalah memberikan alternatif dalam perencanaan dermaga pelabuhan Tanjung Awar-awar, pengembangan ilmu pengetahuan mengenai perencanaan dermaga pelabuhan dan tambahan literatur mengenai langkah-langkah perencanaan dermaga pelabuhan. 
Imbuhan Air Tanah Buatan Untuk Mereduksi Genangan (Studi Kasus di Kecamatan Batu Kota Batu) Mohammad Bisri; Titah Andalan Norman Prastya
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.834 KB)

Abstract

Lahan tertutup pada suatu kawasan tidak bisa meresapkan air hujan yang turun, sehingga air hujan langsung melimpas menjadi limpasan permukaan (run off) dan menyebabkan genangan pada kawasan tersebut. Kondisi saluran drainasi yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan suatu kawasan juga menyebabkan terjadinya genangan. Kondisi tersebut menyebabkan airtanah kekurangan pasokan dan jika keadaan ini berlangsung terus menerus, maka akan terjadi penurunan muka airtanah dan juga penurunan debit sumbersumber mata air di suatu kawasan selain terjadinya genangan air.Studi ini bertujuan untuk merencanakan suatu sistem drainasi yang berwawasan lingkungan yaitu berupa teknologi sumur-sumur resapan yang berfungsi ganda, selain mereduksi genangan yang terjadi, juga meresapkan air hujan, sehingga dapat mengisi airtanah secara buatan (artificial recharge).Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Batu yang merupakan pusat dari Kota Batu. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan kala ulang 10 tahun untuk Kecamatan Batu sebesar 91,2 mm dan total debit yang tidak mampu ditampung saluran drainasi yang ada sebesar 12,142 m3/dtk. Sumur resapan direncanakan dengan diameter 1 m, kedalaman sumur 3 m dan mampu menampung debit sebesar 0,028 m3/dtk per sumur. Untuk mereduksi genangan air di Kecamatan Batu dibutuhkan sumur resapan sejumlah 450 sumur resapan yang ditempatkan pada wilayah tangkapan air saluran yang tidak mampu menampung debit banjir. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue