cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2011)" : 7 Documents clear
In-Situ Concrete Compressive Strength Assessment by Point Load Test Achfas Zacoeb
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.143 KB)

Abstract

The field application of point load test (PLT) for assessing a compressive strength of RC structures isdescribed in this paper. This method is relatively new in concrete testing, and use a smaller corespecimen in order to reduce and minimize the level of destruction. The structure that will be evaluatedby this method is a 53 years old RC bridge deck. The value of compressive strength (f’cc) is calculatedfrom in-direct relationship with point load index (Is). In this paper, the deterioration in RC bridge deckalso will be evaluated by visual inspection. 
Pengaruh Variasi Ukuran Tulangan Bambu Terhadap Kuat Lentur Panel Lapis Sirip Bambu dengan Takikan pada Permukaan Panel Mohammad Taufik Hidayat
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.26 KB)

Abstract

This study deals with fin bamboo plywood panel as an alternative replacement for steel reinforcingwhich is often used in some buildings nowadays by seeing the difference of flexural strengthoccurred in each variation of reinforcement. The experimental procedures are specimens in form offin bamboo plywood panel with length 80 cm, width 45 cm, and height ± 3 cm. Bamboo dimension(1) 1 cm x 1 cm and 0.8 cm x 0.8 cm are 45 cm and 80 cm in length respectively; (2) 0.8 cm x 0.8cm and 0.6 cm x 0.6 cm are 45 cm and 80 cm in length respectively; while (3) 0.6 cm x 0.6 cm and0.5 cm x 0.5 cm are 45 cm and 80 cm in length respectively. Testing is conducted by usinghorizontal panel supported in its four sides by gradually giving concentrated loads in the middle ofthe span in which pedestal spacings are 70 cm and 30 cm respectively and, of course, by using threevariations of reinforcement: 1 cm x 1 cm and 0.8 cm x 0.8 cm; 0.8 cm x 0.8 cm and 0.6 cm x 0.6cm; and the other one is 0.6 cm x 0.6 cm and 0.5 cm x 0.5 cm with 5 specimens in each variations.From statistical analysis, the results of study show that there is no strong influence in flexuralstrength of fin bamboo plywood panel with variation of the bamboo reinforcement. Beside that,there is no significant difference between ultimate load and variation in size of the bambooreinforcement because the reinforcement holds different tension depending on its size due to thecompressive strength of mortal is less than the yield strength of bamboo. 
Pengaruh Penggunaan Pengekang (Bracing) pada Dinding Pasangan Batu Bata Terhadap Respon Gempa Lilya Susanti; Sri Murni Dewi; Siti Nurlina
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.062 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan bracing terhadap ketahanan beban dandeformasi dinding, perbedaan waktu pemasangan bracing terhadap ketahanan respon gempa pada dinding danperbedaan bahan bracing terhadap ketahanan respon gempa pada dinding, yaitu bahan baja dan bracingbambu. Model yang digunakan berupa 24 dinding pasangan batu bata dimensi 1,2 m x 1 m dengan portalbalok dan kolom pada tepinya dengan dimensi 7 cm x 7 cm. Sebanyak 12 model dinding akan menggunakanbracing baja dan sisanya menggunakan bracing bambu. Dari 12 model dinding, 6 benda uji akan dipasangbracing pada fase pra retak dan sisanya pada fase paska retak. Kesemuanya akan diuji dengan bebanmonotonic dan cyclic yang diasumsikan sebagai beban gempa. Hasil pengujian menunjukkan bahwapenggunaan bracing dapat meningkatkan kekuatan dinding. Perbedaan waktu pemasangan bracingmemberikan perbedaan kekuatan pada dinding dimana bracing yang dipasang pada fase pra retakmemberikan kontribusi yang lebih baik daripada bracing yang dipasang pada fase paska retak. Bahan bambucukup efektif digunakan sebagai pengganti baja pada fase pra retak namun pada fase paska retak, bajamemberikan tahanan beban yang lebih baik. Selain itu, penggunaan bracing dapat meningkatkan daktilitasdindng. 
Studi Parameter Tentang Kekakuan Sambungan Balok-Kolom Terhadap Kekakuan Struktur Budio, Sugeng Prayitno
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.122 KB)

Abstract

Dengan perkembangan adanya baja lunak dan perbaikan alat penyambung seperti paku keliling, baut dan las,maka diperkenalkanlah sambungan yang memperhitungkan kombinasi gaya yang timbul bersifat lebih komplekpada bangunan baja. Dalam penelitian ini digunakan analisis sambungan baut untuk sambungan yang semulamenganggap tidak terjadi rotasi pada sambungan. Pada penelitian ini dibahas pengaruh deformasi pelatdisambungan juga deformasi yang terjadi pada baut penyambung yang mungkin akan mempengaruhi perilakudari strukturnya terutama terhadap kekakuan. Pada sambungan yang mengalami rotasi, maka kekakuan strukturakan berubah jika dibandingkan dengan keadaan semula. Untuk itu pada penelitian ini kami ingin membahasperubahan kekakuan akibat terjadinya rotasi pada sambungan baut. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahuibahwa jika sambungan direncanakan dengan menggunakan sambungan kaku sesuai dengan standart AISC, makapengaruh kekakuan sambungan relatif kecil. Sedangkan variasi pembebanan tidak mempengaruhi hasilperbandingan gaya-gaya dalam yang terjadi selama kekakuan sambungan didasarkan pada sambungan kaku.Selanjutnya, untuk jenis sambungan fleksibel, jika sambungannya direncanakan sesuai dengan standart AISCmaka pengaruh kekakuan sambungan juga relatif kecil, hal ini disebabkan pengaruh deformasi sambungan relatifkecil. 
Pengaruh Beban Dinamis dan Kadar Air Tanah Terhadap Stabilitas Lereng pada Tanah Lempung Berpasir Zaika, Yulvi; Syafi'ah, Syafi'ah
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.721 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah beban dinamis dan kadar air berpengaruh terhadap stabilitaslereng. Untuk tujuan tersebut dilakukan pemodelan lereng di laboratorium dengan pembebanan dinamis berupagetaran yang berasal dari shieve shaker. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan variasi sudut yaitu 65º, 70º,75º, 80º dan pada kondisi kadar air OMC dan plastis. Dari hasil penelitian dengan menggunakan beban dinamisdidapatkan pola kelongsoran lereng (Slope Failure). Sebagai verifikasi digunakan juga program Plaxis. Darihasil perhitungan dan uji laboratorium menunjukkan kecenderungan yang sama bahwa sudut kritis semakinbesar pada saat kadar air semakin besar. Pengaruh beban dinamis juga menyebabkan perubahan sudut kritispada lereng. 
Karakteristik Kecelakaan dan Audit Keselamatan Jalan pada Ruas Ahmad Yani Surabaya Amelia Kusuma Indriastuti; Yessy Fauziah; Edy Priyanto
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.044 KB)

Abstract

Data kecelakaan lalu lintas dari Polwiltabes Surabaya memperlihatkan bahwa tingkat kecelakaan pada Ruas Jalan Ahmad Yani adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan ruas jalan lainnya yang memiliki kesamaan dalam klasifikasi menurut fungsi sebagai jalan arteri primer dan jalan nasional. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan serta penanganan yang diperlukan pada lokasi rawan kecelakaan di ruas jalan ini. Tahapan dalam penelitian ini antara lain analisis karakteristik kecelakaan lalu lintas, dilanjutkan dengan penentuan lokasi rawan kecelakaan, dengan parameter tingkat kecelakaan dan nilai EAN yang selanjutnya dilakukan audit keselamatan jalan pada lokasi rawan kecelakaan. Berdasarkan analisis karakteristik diperoleh gambaran bahwa faktor penyebab kecelakaan yang dominan pada ruas jalan tersebut adalah faktor manusia (83%). Kecelakaan paling sering terjadi pada Hari Senin (20%) pukul 06.00-11.59 (32%). Tipe tabrakan yang dominan terjadi yaitu tabrak samping (43%). Pengendara sepeda motor merupakan pengguna jalan yang sering terlibat dalam kecelakaan (60%), hal ini karena populasinya yang lebih besar dibandingkan pengguna jalan lainnya. Berdasarkan kondisi korban kecelakaan, urutan dari yang tertinggi adalah korban luka ringan (67%). Beberapa upaya peningkatan keselamatan di lokasi rawan kecelakaan adalah dengan pembuatan fasilitas rumble strip mendekati area zebra cross, pemasangan pagar pengaman pada bahu jalan, pemasangan rambu batas kecepatan di beberapa lokasi khusus, pengecatan marka, serta penyeragaman lebar bahu. 
Model Prediksi Sukses Proyek dengan Kriteria Dokumen Pasca Kualifikasi Kontraktor (Studi Kasus di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur) Ambrosius R. L. Wayan; Sri Murni Dewi; Muhammad Hamzah Hasyim
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.76 KB)

Abstract

Salah satu penyebab kegagalan dalam pasca kualifikasi dan pemilihan kontraktor adalah minimnya informasi mengenai kemampuan kontraktor yang diketahui oleh pemilik proyek, yang menyebabkan terjadinya kegagalan proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mencari pengaruh penilaian dari variabel kriteria pasca kualifikasi kontraktor yang meliputi kriteria keuangan, personil, peralatan, pengalaman kerja, pekerjaan yang sedang dilaksanakan, manajemen mutu dan keselamatan kerja terhadap sukses proyek dari segi waktu, biaya dan kualitas. (2) mengetahui variabel kriteria pasca kualifikasi kontraktor yang paling dominan terhadap sukses proyek dan (3) membuat bentuk model untuk memprediksi sukses proyek dengan menggunakan kriteria pasca kualifikasi kontraktor. Penelitian ini dilakukan melalui survei kuesioner kepada para pemilik proyek pemerintah dan swasta atau yang mewakilinya yang berdomisili di Kota Kupang. Dari 75 kuesioner yang disebarkan dan yang berhasil dikumpulkan adalah 53 kuesioner. Alat statistik yang dipilih dalam penelitian ini yakni analisis regresi linier, digunakan untuk menguji pengaruh penilaian dari variabel kriteria pasca kualifikasi kontraktor terhadap sukses proyek dan pembuatan model prediksinya. Hasil analisis menunjukan bahwa penilaian kriteria pasca kualifikasi kontraktor hanya mempunyai pengaruh terhadap sukses proyek dari segi waktu dan biaya, tidak terhadap kualitas proyek. Sukses proyek dari segi waktu dipengaruhi oleh variabel keselamatan kerja dan sukses proyek dari segi biaya dipengaruhi oleh variabel manajemen mutu. Hasil validasi yang dilakukan dalam pembuatan model prediksi sukses proyek menunjukkan hasil yang cukup akurat. Dari hasil penelitian ini diketahui variabel keselamatan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan waktu dan dan variabel manajemen mutu secara signifikan berpengaruh terhadap sukses proyek dari segi biaya, maka disarankan untuk diperhatikan pada saat pasca kualifikasi atau pemilihan kontraktor untuk proyek berikutnya. Sehingga, dapat mengurangi terjadinya kegagalan pada penyelesaian proyek yang akan datang. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue