cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2014)" : 10 Documents clear
Evaluasi Efektifitas Implementasi Lajur Sepeda Motor (Studi Kasus Jalan Raya Darmo Kota Surabaya) Asep Akbar Hikmana; Ludfi Djakfar; Agus Suharyanto
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.621 KB)

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Ibu Kota Jakarta. Sebagai kota pendidikan dan industri, jalan-jalan yang ada di Surabaya termasuk kota yang mengalami kemacetan. Untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya yang menimpa pengendara sepeda motor di Surabaya, maka dibangunlah jalur khusus, dengan harapan jalur khusus tersebut dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan untuk mewujudkan kenyamanan dan perlindungan dari kecelakaan bagi pengendara roda dua. Penelitian ini bertujuan untuk Evaluasi Efektivitas Implementasi Lajur Sepeda Motor menggunakan metode Analisis Statistika Deskriptif serta metode Importance Performance Analysis (IPA) dan metode SWOT untuk mengetahui kinerja dan strategi. Hasil penelitian menunjukka bahwa implementasi penggunaan lajur khusus sepeda motor pada ruas Jalan Raya Darmo Surabaya memberikan pengaruh positif terhadap kelancaran lalu lintas. Kinerja jalan pada ruas Jalan Raya Darmo Surabaya cenderung stabil, dengan LOS C baik sebelum maupun sesudah dilakukannya penerapan lajur khusus sepeda motor. Berdasarkan persepsi pengguna lajur khusus sepeda motor pada ruas Jalan Raya Darmo, tingkat kesesuaian efektivitas implementasi lajur khusus sepeda motor di Jalan Raya Darmo sudah cukup optimal dengan 1,13 serta pengguna merasa puas dengan pelayanan dan kinerja lajur khusus di ruas Jalan Raya Darmo. Berdasarkan hasil perhitungan analisis SWOT dan IFAS EFAS, strategi pengembangan terdapat pada kuadran IV yang artinya strategi pengembangan internal dan eksternal dapat dilakukan secara bersamaan tanpa harus menunggu penyelesaian program lain secara bertahap. 
Manajemen Lalu Lintas Pada Simpang Borobudur Kota Malang Erwin Aras G; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.171 KB)

Abstract

Di Jalan Borobudur, Jalan A. Yani dan Jalan Adi Sucipto Kota Malang terdapat dua simpang bersinyal yang berjarak sangat dekat. Hal ini membuat tundaan ganda untuk kendaraan yang akan berbelok ke kanan. Dengan adanya jarak simpang yang berdekatan, terkadang membuat tundaan pada saat-saat jam puncak (peak hour). Dengan adanya masalah ini perlu adanya pengkajian ulang untuk meningkatkan kinerja simpang. Simpang yang dianalisa pada penelitian ini adalah simpang bersinyal tiga lengan Jalan Borobudur dan Jalan A. Yani Kota Malang. Kondisi simpang tersebut menunjang terjadinya kemacetan lalu lintas karena kawasan tersebut merupakan jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran, kampus dan rekreasi. Kemacetan yang ada semakin bertambah karena jarak simpang yang sangat pendek sehingga terkadang menambah antrian kendaraan yang akan berbelok arah ke kanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara diskriptif analitis. Diskriptif berarti penelitian memusatkan pada masalah-masalah yang ada pada saat sekarang. Keadaan lalu lintas di daerah penelitian dapat diperoleh data yang akurat dan cermat, sedangkan analitis berarti data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Dari hasil penelitian didapatkan jam puncak pada hari sabtu sore sebesar 2423 smp/jam. Tingkat pelayanan Simpang Borobudur masuk dalam kelas pelayanan jalan F. Dari prediksi 5 tahunan diketahui bahwa tundaan rata-rata pada simpang bersinyal Borobudur paling tinggi adalah 44,6. Keadaan tersebut masuk ke dalam kelas E. Perekayasaan didasarkan dengan memperbaiki waktu siklus yang ada sebagai salah satu alternatif perbaikan simpang. 
Evaluasi Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Jalan Raya Mengkreng Kabupaten Jombang Mursid Budi H; Achmad Wicaksono; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.566 KB)

Abstract

Keberhasilan pembangunan saat ini dapat dilihat dari semakin majunya pertumbuhan disegala bidang yang ternyata menuntut pula adanya peningkatan kebutuhan–kebutuhan transportasi yang selaras dan seimbang dengan pelaksanaan pembangunan. Keberhasilan pembangunan ini juga mendorong peningkatan volume kendaraan akibat kebutuhan transportasi tersebut dalam menunjang pelaksanaan pembangunan. Telah banyak terlihat dampak yang sangat berpengaruh diantaranya tingkat kemacetan yang semakin besar akibat tidak seimbangnya sarana yang memadai seperti jalan raya. Kemacetan pada Simpang Mengkreng merupakan salah satu dampak dari pertumbuhan lalu lintas yang cukup tinggi dan belum berfungsinya sistem lalu lintas yang cukup baik. Dengan memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalu lintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dicoba untuk mengevaluasi kinerja simpang tidak bersinyal jalan raya mengkreng Kabupaten Jombang. Cara penelitian yang dilakukan dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian diolah dengan menggunakan manajemen simpang. Perencanaan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menggunakan program KAJI (MKJI 1997) serta program Excel 2007 untuk mengolah data lalulintas. Data lalulintas diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan dilapangan yang dilakukan dalam bentuk tabel data kendaraan dan kemudian perilaku lalulintas simpang dapat dianalisis. Untuk simpang tak bersinyal dipakai USIG-1 dan USIG-2, untuk simpang bersinyal menggunakan SIG-1 hingga SIG-5. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa simpang Mengkreng memiliki Tundaan geometrik untuk hasil USIG adalah sebesar 4,0 sedangkan untuk rekayasa pada SIG besar tundaan geometrik adalah 3,66. nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 1,01. Nilai ini jauh dari nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997 untuk simpang tak bersinyal yaitu DS = 0,85. Adapun rekayasa geometri yang telah dilakukan sebagai alternating belum dapat mencapai nilai derajat kejenuhan yang diinginkan yaitu sesuai dengan yang disarankan oleh MKJI 1997. Oleh karena itu kemudian dilakukan alternatif dengan penggunaan lampu lalu lintas dan menghasilkan nilai DS rata-rata = 0,77, sehingga pemasangan lampu lalu lintas merupakan alternatif terbaik dalam memecahkan masalah kapasitas Simpang Mengkreng. 
Kajian Kinerja Angkutan Barang Di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo Saikudin Saikudin; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.571 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo saat ini, mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang yang disediakan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, serta membuat rekomendasi arah pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo sesuai fungsi dan hasil evaluasi para pengguna fasilitas pelabuhan angkutan barang. Untuk mengetahui kinerja angkutan barang dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang, digunakan metode IPA menggunakan metode wawancara dengan 5 skala Likert. Sedangkan untuk mengetahui strategi yang akan digunakan oleh Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai dasar pembuatan arahan pengembangan, maka digunakan metode SWOT, dengan mengambil 100 sampel pengguna jasa angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga dan menggunakan 4 skala Likert. Dari hasil analisis, maka untuk tingkat kepentingan dan kepuasan yang menggunakan metode IPA didapatkanhasil Kuadran 1, tingkatkan kinerja adalah ketersediaan fasilitas dan peralatan bingkar muat barang, ketersediaan area parkir kendaraan di pelabuhan, kondisi dermaga, aksesibilitas gudang ke dermaga, aksesibilitas dermaga ke jalan, aksesibilitas gudang dengan jalan raya serta sistem penerangan di pelabuhan. Sedangkan untuk metode SWOT didapatkan strategi SO1 meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pelabuhan, mempertahankan kualitas SDM serta meningkatkan pelayanan operator bongkar muat barang. 
Evaluasi Dan Perencanaan Ulang Saluran Drainase Pada Kawasan Perumahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Suroso Suroso; Agus Suharyanto; M. Ruslin Anwar; Pudyono Pudyono; Dewa Hari Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.484 KB)

Abstract

Evaluasi dan perencanaan ulang saluran drainase dilakukan dengan memperhatikan tata guna lahan, luas daerah dan intensitas hujan pada kawasan perumahan Sawojajar, dimana area kawasan tersebut sebagian besar adalah area permukiman dan perdagangan. Mengingat Kota Malang adalah kota yang terus berkembang dalam waktu yang cepat, maka dalam perencanaan digunakan perhitungan Banjir Rencana dengan kala ulang 5, 10 dan 25 tahun.Berdasarkan pada hasil evaluasi saluran, didapatkan saluran B, D’, L, dan L’ masih aman untuk debit banjir rancangan kala ulang 5 tahun, hanya saluran B dan L’ masih aman untuk debit banjir rancangan kala ulang 10 tahun dan 25 tahun, sedangkan saluran lainnya masih diperlukan perencanaan ulang karena kapasitasnya tidak memenuhi debit banjir rencana. 
Pengaruh Variasi Panjang Dan Jumlah Lapisan Geotekstil Dengan Perbandingan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng 1,5B Dan 2B Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Lereng Pasir Dengan Compaction Relatif 74% Arief Rachmansyah; Yulvi Zaika; Harimurti Harimurti; Yosephine Diajeng Janur
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.878 KB)

Abstract

Pendirian konstruksi bangunan diatas lereng dapat memicu terjadinya kegagalan struktur (structure failure).Penyebabnya adalah perencanaan pondasi yang kurang baik.Penempatan sebuah pondasi di atas atau di dekat tanah lereng akan menyebabkan zona plastis pada sisi lereng relatif lebih kecil dibandingkan dengan penempatan pondasi yang sama pada tanah yang datar. Hal ini mengakibatkan daya dukung dari pondasi tersebutsecara langsung berkurang.Oleh karena itu perlu adanya perkuatan lereng berupa geotekstil untuk meningkatkan nilai daya dukung. Analisa perkuatan dilakukan pada tanah pasir dengan kepadatan 74% yang diberi variasi perkuatan satu lapis, dua lapis, dan tiga lapis serta variasi panjang perkuatan sebesar 0,45H, 0,52H, dan 0,59H. Analisa juga dilakukan dengan membandingkan penempatan pondasi yaitu d/B=1,5 dan d/B=2. Hasil yang didapatkan semakin panjang perkuatan dan banyak jumlah lapisan maka nilai daya dukung akan semakin meningkat dan semakin jauh penempatan pondasi dari tanah lereng maka nilai daya dukung semakin besar yang dibuktikan dengan nilai BCI sebesar 2,688. 
Kajian Audit Keselamatan Jalan Raya Kapongan Kabupaten Situbondo Muh. Yusuf Usman; Harnen Sulistio; Sobri Abusini
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.049 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya pada dekade 10 tahun terakhir telah sangat memprihatinkan. Tidak pernah satu hari terlewatkan tanpa adanya kecelakaan.Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang terletak di pesisir pantai utara pulau Jawa dan merupakan jalur penghubung provinsi yang sering kita kenal jalur pantura (Pantai Utara). Kepadatan volume lalu lintas di dikarenakan banyaknya kendaraan barang ataupun kendaraan penumpang umum seperti bus AKAP atau AKDP yang melewati jalur tersebut. Meningkatnya volume lalu lintas ini merupakan faktor penyebab meningkatnya tingkat kecelakaan di kabupaten Situbondo.Dari hasil analisis-analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan kesimpulan, antara lain trend kecelakaan terbanyak, kecelakaan dalam rentang waktu 5 tahun berfluktuasi, terjadi pada tahun 2012 mencapai 517 kejadian. Dari hasil pelaksanaan Audit Keselamatan Jalan, pada STA 200+300 marka jalan sudah mengelupas, hilang, sehingga perlu dilakukan pengecatan ulang serta masih banyak obyek pinggir jalan yang berbahaya (Roadside Hazardous Object) seperti tiang lampu penerangan jalan, tiang rambu lalu lintas, dan pepohonan. Rekomendai penanganan pada lokasi studi yaitu sebelum memasuki tikungan simpang pasar (STA 200+300) perlu dipasang alat pengendali kecepatan (speed humb) dan rambu peringatan. 
Prediksi Titik Banjir Berdasarkan Kondisi Geometri Sungai Agus Suharyanto
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.431 KB)

Abstract

Banjir merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi pada saat musim hujan. Pada umumnya banjir terjadi karena ketidakmampuan sungai dalam menampung debit aliran permukaan yang masuk kedalam sungai. Kemampuan sungai dalam menampung debit aliran permukaan disebut dengan kapasitas aliran sungai. Besar kecilnya kapasitas aliran sungai tergantung dari dimensi penampang melintang sungai dan kecepaatan aliran sungai. Kecepatan aliran sungai tergantung dari kemiringan memanjang dasar sungai, kekasaran badan sungai, dan jari-jari penampang basah sungai. Dengan kata lain kapasitas aliran sungai tergantung dari geometri sungai. Apabila debit aliran permukaan yang masuk ke sungai melebihi kapasitas aliran sungai, maka akan terjadi luapan aliran dari sungai. Luapan aliran sungai inilah merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di suatu wilayah. Analisis debit aliran permukaan yang terjadi akibat curah hujan yang turun di suatu wilayah dilakukan dengan HHS Nakayasu. Penelusuran banjir yang di badan sungai dianalisa dengan persamaan kontinuitas dua dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga lokasi yang luapan aliran sungai yang disebabkan oleh tinggi aliran melebihi tanggul sungai. Konsekuensinya, lokasi sekitar titik luapan akan terjadi banjir. Bedasarkan data lapangan, lokasi-lokasi yang terjadi luapan memang terjadi banjir pada saat terjaddi hujan pada hari dan tanggal yang sama. 
Antisipasi Keterlambatan Proyek Menggunakan Metode What If Diterapkan Pada Microsoft Project Saifoe El Unas; M. Hamzah Hasyim; Kartika Puspa Negara
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.895 KB)

Abstract

Mayoritas proyek pembangunan di Indonesia kurang memperhatikan metode penjadwalan yang baik sehingga keterlambatan pekerjaan sangat sering terjadi.Hal ini seringkali menjadi sumber perselisihan antara pemilik dan kontraktor. Maka dari itu pentingnya penjadwalan yang baik guna menghindari hal tersebut dan juga agar proyek bisa selesai tepat pada waktunya. Metode “What If” merupakan alternatif metode penjadwalan yang dapat mengejar keterlambatan proyek dengan cara menambahkan tenaga kerja atau jam kerja guna mengejar keterlambatan proyek, sehingga proyek yang sudah terlambat dapat kembali ke waktu utama penjadwalan. Studi kasus dalam penelitian ini adalah keterlambatan pembangunan proyek Apartement Tamansari Bandung. Durasi rencana pekerjaan struktur utama adalah 282 hari sedangkan total durasi pekerjaan Apartement Tamansari Panoramic adalah 404 hari. Dikarenakan keterlambatan sehingga pekerjaan struktur utama menjadi 298 hari dan total durasi pekerjaan menjadi 413 hari. Dengan metode ini keterlambatan proyek dapat dikejar sehingga kembali ke waktu normal tanpa adanya penambahan biaya. 
Peluang Investasi Pada Kawasan Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Sistem Built Operate Transfer (BOT) Laras Mitra Parayogi; M. Ruslin Anwar; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.998 KB)

Abstract

The development of the tourism sector in Indonesia is one of the potential investment is promising. But not all potential can be developed .Such is the case with the tourism sector in Kotawaringin Barat exspecially is the Tanjung Puting National Park (TNTP). One of the barriers are is the limitation of funds and Government resources in developing this sector. Therefore required partnership with the private sector is a Built Operate Transfer (BOT). The purpose of this research are: (1) to know the means of tourism is needed at the time of a visit in the area of tourism, (2) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system, (3) to test the feasibility of financial investments on the TNTP without a BOT system. The research method used questionnaire for tourist at TNTP, and count financial feasibility with Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), and descriptive statistical analysis methods.Survey at TNTP location to know real condition and interview with employee Balai Taman Nasional Tanjung Putting. The result of this research is that the facility is needed, campground cottage - inn, restaurant, boat kelotok, audio visual room, trackking area, gift shop, health clinic, and investment in the area of TNTP judged worth doing with BOT for maximum concession periode 18 years. If investment more than 18 years, prefer doing without BOT. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue