cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 30 No. 3 (2019): December" : 5 Documents clear
Preference of Rural Youth Livelihood in Indonesia Rural Areas and Its Factors Anisa Aprilia; Condro Puspo Nugroho; Rini Mutisari
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.11

Abstract

Indonesia is facing serious problem of unemployment in rural areas while in agricultural sector, there is lack of labour availability. This research discusses issue between livelihood choices and their determinant factors of rural youth in East Java, Indonesia. The 200 survey data was analysed by multinomial logit for measuring response probabilities of alternative livelihoods which consist of agricultural jobs, non-agricultural employment, non-farm entrepreneur, and urban employment. The outcome of the research is that education of youth has consistently positive and significant correlation with livelihood option which is outside of agricultural sector. The more academic achievements that respondents get, the more reasonable their expectation of success in outside farming relative to agriculture. On the other hand, the larger land holding that their parents have, the lower possibility in choosing a livelihood outside of agriculture over farming. Therefore, it implies that better land access will encourages youth to approach agricultural works.
Analisis Efisiensi Distribusi Labu Siam di Kabupaten Semarang Syam Lingga Wijaya; Siswanto Imam Santoso; Wiludjeng Roessali
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.12

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis saluran distribusi labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw), menganalisis marjin dan efisiensi distribusi pada setiap pola distribusi, dan menganalisis perbedaan marjin distribusi antar pola distribusi labu siam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2019.  Metode analisis data dalam penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 54 orang dengan rincian 16 orang petani, 8 orang tengkulak, 8 orang pedagang pengumpul pasar, 9 orang pedagang besar, dan 13 orang pedagang pengecer. Jumlah responden petani ditentukan dengan quota sampling dan responden lembaga distribusi ditentukan dengan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pola distribusi labu siam di Kabupaten Semarang. Efisiensi distribusi labu siam pada pola I dan pola II berdasarkan nilai marjin distribusi dan farmer’s share diketahui telah efisien, sedangkan pola III, pola IV, dan pola V tidak efisien. Pola saluran I adalah pola saluran yang paling efisien berdasarkan nilai farmer’s share, nilai efisiensi, dan nilai MME.
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Sleman Yogyakarta Edy Suwasono; Ratna Dewi Mulyaningtyas
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.13

Abstract

Sektor perikanan terutama perikanan air tawar di Daerah Istimewa Yogyakarta cenderung terus meningkat, dan bahkan mampu menyumbang 96% dari total produksi perikanan.  Karakteristik sosial ekonomi petani dan peran kelembagaan merupakan indikator-indikator  penting untuk mengetahui kinerja usahatani tambak ikan air tawar.  Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan karakteristik sosial ekonomi petani budidaya air tawar. Penentuan lokasi dan sampel dilakukan secara purposive di Desa Sidomoyo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman (DIY). Jumlah sampel adalah sebanyak 30 orang. Metode penelitian adalah survei Hasil penelitian menunjukkan, 83,33% petani berada pada usia produktif dari jumlah 30 orang; 80% pendidikan formal petani hanya mencapai SD-SLTP; 86,67% rata-rata jumlah tanggungan yaitu 3 orang/keluarga; 90% petani rata-rata berpengalaman 5 tahun - 10 tahun; rata-rata produksi ikan mencapai 2.600 kg per periode usaha; sistem penjualan dengan cara berlangganan, dengan harga jual rata-rata Rp 17.000/kg dan merupakan harga yang berlaku di pasar. Karakteristik sosial ekonomi petani sangat berpengaruh terhadap kinerja usahatani pembudidaya ikan air tawar.
Konsep Pengembangan Agribisnis Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) Di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur Endro Puji Astoko
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.14

Abstract

Nanas (Ananas Comosus L.Merr.) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati baik di dalam maupun di luar negeri.Ekspor buah nanas tahun 2008 sebesar 204.552.168 dan nilai (US$) ekspor buah nanas tahun 2012 hanya sebesar 132.015.559. Tujuan 1) mengetahui faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan agribisnis nanas, 2) mengetahui strategi yang mempengaruhi pengembangan agribisnis. Penelitian di Desa Ngancar, Manggis, Sempu, Sugihwaras dan Babadan di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Waktu penelitian bulan Nopember 2013 sampai bulan April 2014. Metode kualitatif dengan studi kasus. Total sample adalah 15 petani. Analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian, (1) Agroekologi cocok dipadukan dengan kualitas sumber daya manusia akan mampu menghasilkan buah nanas unggul berkualitas dan kontinuitas, (2) Ketersediaan bibit hasil penangkaran sendiri yang unggul, ketersediaan lahan, pengembangan varietas baru yang dipadukan dengan adopsi teknologi kultur jaringan akan mampu menciptakan nanas unggul  berkualitas dan kontinuitas.(3) Produksi nanas yang unggul harus didukung oleh ketersediaan sarana produksi yang memadai, kelembagaan petani yang mantap dan profesional serta kebijakan pemerintah yang memihak kepada petani nanas. (4) Strategi pemasaran yang tepat sasaran, adanya industri pengolahan nanas serta didukung kebijakan moneter yang menguntungkan bagi petani nanas.
Kebijakan Upsus Pajale: Mampukah Menambah Provinsi Basis Produksi Pajale? Dany Juhandi; Ambo Enre
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.15

Abstract

Berbagai kebijakan untuk mencapai swasembada pangan sudah dilakukan sejak era pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Namun, hanya kebijakan era Presiden Soeharto yang mampu swasembada beras. Pada era Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian mengeluarkan peraturan Menteri Pertanian No.14 Tahun 2015 untuk mempercepat swasembada padi, jagung dan kedelai dalam empat tahun. Dengan adanya kebijakan tersebut hampir seluruh provinsi di Indonesia didorong untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai. Namun sampai saat ini tujuan swasembada tersebut belum mampu tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis provinsi-provinsi yang menjadi basis komoditi pajale sebelum dan setelah program UPSUS Pajale, (2) menganalisis terjadinya penyebaran dan pemusatan produksi komoditi pajale sebelum dan setelah program UPSUS Pajale, dan (3) menganalisis provinsi-provinsi yang menjadi prioritas komoditi pajale sebelum dan setelah UPSUS Pajale. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder tahun 2012 – 2017. Alat analisis yang digunakan yaitu Location Quotien, Specialization and Localization Quotien. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Terjadi penambahan provinsi basis produksi pajale setelah adanya program UPSUS Pajale, (2) hampir di semua provinsi tidak terjadi spesialisasi dan pemusatan produksi komoditi pajale setelah adanya program UPSUS Pajale, dan (3) Provinsi-provinsi yang menjadi prioritas komoditi pajale tidak banyak berubah baik sebelum dan setelah adanya program UPSUS Pajale.

Page 1 of 1 | Total Record : 5