cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Geospatial
ISSN : 20895054     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Ketelitian Posisi Pengamatan GNSS Metode Precise Point Positioning dan Metode Penentuan Posisi Relatif Rasyad Al Azis; H. F. Suhandri; Dudy Darmawan Wijaya
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Precise Point Positioning (PPP) adalah metode penentuan posisimenggunakan GNSS yang merupakan pengembangan dari metode penentuanposisi absolut. Penentuan posisi menggunakan GNSS yang sering digunakanuntuk memperoleh posisi teliti adalah metode penentuan posisi relatif. Metoderelatif sangat bergantung pada titik referensi. Hal tersebut menyebabkan metodePPP dapat menjadi alternatif karena hanya membutuhkan satu receiver tanpa adaketerkaitan dengan titik referensi. Maka dari itu, studi ini dimaksudkan untukmengetahui seberapa jauh ketelitian metode PPP terhadap metode relatif yangdianggap teliti. Pengamatan dilakukan pada dua buah titik dengan jarak kira-kira8.5 km. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, PPP dapat mendekati ketelitianmetode relatif dengan pengamatan minimal selama 6 jam dan menggunakan dataorbit teliti IGS Final.
Identifikasi Mekanisme Sesar di Bagian Timur Pulau Jawa dengan Menggunakan Data GNSS Kontinyu 2010-2016 Henri Kuncoro; Monica Maharani
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Jawa terletak tepat di utara zona subduksi jawa yang merupakanzona pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Sunda. BeberapaSesar terbentuk di Pulau Jawa mengakomodasi stress yang dihasilkan olehsubduksi jawa yang berada di selatan Pulau Jawa. Studi deformasi denganmenggunakan data GNSS telah dilakukan untuk mengestimasi laju geser darisesar-sesar utama di Pulau Jawa. Koulali dkk (2016) mengestimasi laju geseruntuk Sesar Baribis dan Sesar Kendeng sebesar 2.3 "“ 5.6 mm/tahun dandinyatakan sebagai sesar-sesar aktif. Pada studi ini, 15 data GNSS kontinyu daritahun 2010 hingga 2016 di bagian timur Pulau Jawa digunakan untukmengidentifikasi mekanisme sesar yang berada di wilayah ini meliputi SesarKendeng dan ekstensinya. Data fase GPS dari setiap stasiun GNSS diolahdengan menggunakan GAMIT/GLOBK 10.6 untuk mendapatkan koordinat didalam sistem koordinat kartesian 3D di dalam kerangka referensi InternationalTerrestrial Reference Frame 2008 (ITRF2008). Sebanyak 15 vektor kecepatanGNSS digunakan untuk menghitung strain rate dan laju geser untuk setiapsegmen sesar yang dilalui oleh 3 profil. Ketiga profil tersebut menunjukkanadanya kompresi sebagai akomodasi stress dari subduksi Jawa dan laju geseruntuk segmen barat Sesar Kendeng, segmen timur Sesar Kendeng, danekstensinya sebesar 1.93 mm/tahun, 0.90 mm/tahun, dan 0.60 mm/tahun secaraberurutan dengan mekanisme sesar mengiri. Mekanisme yang sama yang terjadipada ekstensi Sesar Kendeng menunjukkan adanya potensi sumber gempa yangbaru di sekitar Selat Madura. Hal ini merupakan informasi penting untukmengidentifikasi potensi sumber gempa dari Sesar Kendeng dan ekstensinyamengingat zona dari sesar aktif ini merupakan zona yang berpenduduk cukuppadat.
Kajian Standar Penilaian Kelayakan Pelabuhan Makassar Dalam Mendukung Konsep Tol Laut Eka Djunarsjah; Dwi Wisayantono; Andi Putra Parlindungan
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Tol Laut merupakan langkah awal Pemerintah Indonesia saat inidalam upaya menjadikan Indonesia sebagai negara maritim. Salah satu yang menjadi bagian penting dalam terlaksananya Konsep Tol Laut ini adalah kelayakan pelabuhan dalam menunjang Konsep ini. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kesiapan atau kelayakan pelabuhan dalam mendukung Konsep Tol Laut tersebut, dengan studi kasus Pelabuhan Makassar. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk menentukan parameter kelayakan, pengumpulan data yang dibutuhkan berupa : data induk pelabuhan, peta laut, data fisik kapal, dan Daftar Suar Indonesia (DSI), serta analisis kondisi pelabuhan menggunakan metode komparasi. Parameter yang digunakan pada penelitian adalah lokasi pelabuhan, alur pelayaran, dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Kondisi ideal untuk setiap parameter akan ditentukan untuk mendukung konsep Tol Laut, yang kemudian akan dibandingkan dengan kondisi Pelabuhan Makassar saat ini. Hasil yang diperoleh dari studi ini menyimpulkan bahwa Pelabuhan Makassar layak berdasarkan parameter lokasi dan SNBP, namun berdasarkan parameter alur pelayaran dinilai belum layak karena kondisi kedalaman yang masih belum memenuhi persyaratan.
Penyediaan Peta Daerah Konflik untuk Manajemen Konflik Pertanahan dengan UAV Alfita Puspa Handayani; Asep Yusup Saptari; Rizqi Abdulharis; S. Hendriatiningsih; Andri Hernandi1
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat penyelesaian kasus sengketa konflik masalah pertanahan diIndonesia masih kurang dari 50%. Kendala terbesar adalah gesekan denganmasyarakat yang menguasai tanah yang menjadi objek sengketa dan konflik.Dengan perkembangan teknologi pemetaan yang ada, pemetaan daerah konflikdapat dilakukan tanpa secara langsung datang ke lokasi dan tanpa secaralangsung berhadapan dengan masyarakat. Salah satu teknologi pemetaan yangmampu memiliki akses untuk dapat memetakan daerah konflik tanpa secaralangsung datang ke lokasi dan tanpa secara langsung berhadapan denganmasyarakat adalah Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV), dengan metodefotogrametri berbiaya rendah/low cost photogrammetry dan menggunakanwahana pesawat tanpa awak/Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Kelebihanmetode UAV ini, dapat digunakan pada topografi dengan resiko tinggi danaksessibilitas yang sulit, sehingga merupakan suatu solusi pemetaan di daerahkonflik. Untuk manajemen konflik pertanahan, tidak hanya peralatan saja yangakan digunakan, akan tetapi perlu diperhatikan pula mengenai metode dan teknikpemetaan serta pendekatan karakter sosial budaya masyarakat untukmenyelesaikan konflik, bukan sebagai pemicu tumbuhnya masalah lain.
Pemanfaatan Citra Landsat 8 OLI untuk Identifikasi Lahan Pertanian Tercemar Limah B3 dengan Metode Analisis Spektral Campuran Ganny Indrajid; Dewi Kania Sari
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karawang merupakan kota dengan lahan pertanian mencapai 94.311Ha. Daerah pertanian pada kawasan Karawang ini terletak di sekitar wilayahindustri. Sehingga lahan pertanian di Karawang memiliki potensi untuk tercemarlimbah B3. Maka dari itu, perlu adanya penelitian tentang identifikasi lahanpertanian tercemar limbah B3 agar dapat dilakukan pencegahan lebih lanjut.Pada penelitian ini, diperlukan metode yang cepat dan efisien dalam identifikasilahan pertanian yang luas. Metode pengindraan jauh memiliki kemampuan untukmengidentifikasi lahan pertanian tercemar limbah B3 dengan cepat dan arealyang luas. Pada penelitian ini digunakan citra Landsat 8 OLI, serta datapengamatan lapangan dengan alat spektrometer. Teknologi pengindraan jauhyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis Spektral Campuran(ASC). ASC adalah suatu metode analisis yang menggunakan kombinasialgoritma tertentu dengan menggunakan nilai dari endmember pada spectrallibrary. Hal tersebut dilakukan untuk mengindentifikasi suatu objek yangdiidikasikan memiliki piksel campuran. Daerah studi pada penelitian ini adalahlahan pertanian pada Kecamatan Telukjambe Kabupaten Karawang, Jawa Barat.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 7.,4 ha atau 0.,44% lahanpertanian di Kecamatan Telukjambe tercemar limbah.
Analisis Pengaruh Jumlah dan Sebaran Ground Control Point (GCP) dalam Proses Ortorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) Monica Maharani; Henri Kuncoro
Indonesian Journal of Geospatial Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan citra satelit resolusi tinggi (CSRT), tidak terlepas dariproses ortorektifikasi. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai instansi yangditunjuk oleh pemerintah sebagai penanggung jawab penyediaan informasigeospasial dasar sesuai dengan UU Informasi Geospasial nomor 4 Tahun 2011memanfaatkan Citra Setelit Resolusi Tinggi (CSRT) untuk keperluan pembuatanpeta skala 1:5.000. Proses ortorektifikasi melibatkan CSRT, ground control point(GCP) dan model elevasi digital (MED). Banyaknya proses ortorektifikasi yangtelah dilakukan dengan simulasi jumlah dan sebaran GCP namun tidakmemberikan kepastian besaran pengaruhnya, mendorong perlunya dilakukanpenelitian dan analisis lebih lanjut mengenai pengaruh jumlah dan sebaran GCPpada hasil ortorektifikasi CSRT. Pengolahan data yang dilakukan adalah prosesortorektifikasi citra dengan 7 (tujuh) kali menerapkan simulasi sebaran danjumlah GCP yang berbeda-beda, yaitu 5;9;12;22;32;42;dan 50 buah.Pengurangan GCP dilakukan dengan memperhatikan geometri sebaran GCP agartetap mempertahankan sebaran yang merata, meskipun jumlahnya semakinsedikit. Hasil analisis menunjukkan penambahan jumlah GCP sebanyak 45 GCPdari 5 GCP menjadi 50 GCP ternyata tidak memberikan pengaruh yang besarterhadap keelitian hasil ortomosaik citra. Kenaikan ketelitian hasil ortomosaikcitra yang diperoleh dari penambahan titik sejumlah 50 hanya sebesar 0,2 metersaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 6