cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2016)" : 14 Documents clear
INFLUENCE PHYSICAL WORK ENVIRONMENT AND NON-PHYSICAL IN THE EMPLOYEE PERFORMANCE OF KPPN BANDUNG I Eldaa Cintia Siagian
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.12

Abstract

Abstract The enhancement of employee performance is required in order to achieve the goal of the company. There are plenty of things affect the performance of employee, one of them is the work environment, which is generally divided into two category namely the physical work environment and non-physical work environment. Therefore the purpose by doing this research is to see the influence between physical work and non-physical work environment toward employee performance in KPPN Bandung I. Data analysis technique used in this research are descriptive analysis and multiple linear regression analysis method that previously have been tested with the classical assumption of normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, F test, t-test, the coefficient of determination (R2) and data processing used by SPSS software version 16.0.Based on research by using 45 respondents, it could be be seen that the result of multiple linear regression showed partialy physical work environment such as work equipment, ventilation, noise, lighting, and layout have a significant influence on employee performance amounted to 44.9%. Furthermore, non-physical work environment such as superior and subordinate work relationship or among fellow employees also have a significant influence on employee performance amounted to 42.8%. The simultaneous test result showed the physical and non-physical work environment as well have a significant influence on employee performance amounted to 72.1%. Therefore the result of this study showed that either partially or simultaneously, physical work and non-physical work environment have a significant impact on the performance of employees at Bandung KPPN I. Keywords : Physical Work Environment, Non-Physical Work Environment, Employee Performance.  
Ponsel, Gaya Hidup, dan Kelas Menengah Dalam Negara Orde Baru: Telaah Awal Wahyudi Akmaliah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.1

Abstract

Berbeda dengan pasca rejim Orde Baru, di mana kebanyakan orang memiliki ponsel, dengan pilihan dan bentuk yang berbeda-beda, saat rejim Orde Baru berkuasa, khususnya sejak tahun 1990-an, hanya segelintir kelas menengah yang memiliki ponsel. Tulisan ini memaparkan signifikansi ponsel bagi orang Indonesia dengan memfokuskan pada era rejim Orde Baru. Di sini, saya mengajukan tiga pertanyaan mengenai hal tersebut; bagaimana kemunculan ponsel pada era rejim Orde Baru? Bagaimana respon masyarakat ketika itu? Apa makna kehadiran ponsel bagi masyarakat Indonesia kebanyakan? Kehadiran ponsel pada era Orde Baru disambut hangat oleh anggota masyarakat, khususnya kelas menengah (elit) Indonesia seiring dengan perubahan sistem ponsel dari analog menuju digital. Alih-alih sekedar sebagai alat komunikasi untuk memudahkan pembicaraan, kehadiran ponsel menjadi gaya hidup sama seperti barang-barang ternama lain yang mereka konsumsi. Ponsel sebagai gaya hidup ini memunculkan ketegangan kelas antara kelas menengah dan bawah yang ditandai dengan munculnya aksi kriminal. Sebagaimana saya tunjukkan dalam artikel ini, maksud aksi kriminal ini bukanlah melulu sebagai bentuk tindakan kriminal sebagaimana umumnya, melainkan sebagai bentuk, yang saya sebut Hidup Nggayani (lifestyling), ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi barang-barang yang lebih mahal tetapi kemudian ia membeli barang-barang bekas atau mencari ponsel tiruan yang lebih murah. Artikel ini menyimpulkan bahwa gaya hidup kelas menengah itu tidak melulu dikontruksikan sebagai kelas yang mengkonsumsi pakaian, musik, dan makanan, tetapi juga terkait dengan tindakan mereka dalam menyikapi ponsel.  
KAJIAN SISTEM LATIHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN LAUT TERINTEGRASI Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.13

Abstract

Dalam  menjalankan Tupoksi dan kewenangan  sesuai dengan UU No 32 tahun 2014 tentang kelautan, Pasal 61,62, dan 63   Bakamla beserta stake holdernya melakukan kerjasama  berupa  latihan keamanan dan keselamatan  laut yang terintregrasi. Latihan-latihan dan kursus yang dilakukan sebagaimana lazimnya di sektor ini antara lain: Suspaidik (Kursus Perwira Penyidik), Suspeknubika (Kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Bio Dan Kimia), ekosistem laut, Marpol (Marine Polution), Persandian, Search and Rescue, Suskomnav (Kursus komunikasi dan Navigasi), Menembak, Basic Safety Training (BST), dan URCL (Unit Reaksi Cepat Laut). Dengan latihan-latihan dan kursus yang dilakukan tersebut, maka akan didapat suatu keterkaitan antara tupoksi, kewenangan dan latihan-latihan yang dilaksanakan. Dalam kajian ini variabelnya adalah  tupoksi serta kewenangan Bakamla yakni patroli keamanan Laut, pendayagunaan teknologi informasi, dan proses hukum. Sedangkan indikatornya  yaitu latihan keamanan dan keselamatan laut. Dari keterkaitan tersebut,  didapat gambaran mengenai latihan yang dilakukan  terintegrasi diperlukan agar di dapat pola pikir dan pola tindak homogen diantara petugas lapangan keamanan dan keselamatan laut. Kata Kunci : Bakamla, Latihan, Terintegrasi
Technoculture Dr. Prima Roza, SE.,M.Ed.Admin.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.14

Abstract

Resensi buku untuk edisi bulan April ini adalah tentang pengenalan suatu kajian milenium baru yang disebut 'Teknokultur'. Dampak perkembangan teknologi informasi menghasilkan arus milenium baru kajian interdisipliner antara teknologi informasi dan kaitannya dengan media, seni, politik, budaya, dan kebijakan di banyak perguruan tinggi dunia, terutama di Amerika. Resensi buku kali ini berasal dari publikasi edisi khusus Media Internasional Australia bertahun 2001 yang menggabungkan kajian budaya dan kebijakan. Kata 'technoculture' mengisyaratkan era baru pada abad ke-21 ini, di mana eksistensi manusia mengalami perubahan radikal dengan datangnya globalisasi dan era informasi

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2016 2016