cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2016)" : 14 Documents clear
MODERNISASI DAN KOMERSIALISASI UMA MASYARAKAT MENTAWAI krismanto kusbiantoro
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.2

Abstract

Hunian tradisional masyarakat Mentawai yang paling utama adalah uma. Bagi masyarakat Mentawai, uma bukan hanya sebuah rumah tempat tinggal biasa. Uma adalah sebuah pusat kehidupan sekaligus identitas, baik sosial maupun spiritual, dan jati diri masyarakat Mentawai. Uma merupakan bukti keterampilan masyarakat Mentawai dalam pekerjaan pertukangan. Uma dibangun tanpa paku dan hanya menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sistem pasak. Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat ternyata berdampak pada gubahan uma yang sedianya dibangun dengan kearifan tektonika arsitektur tradisional, sekarang menampilkan gubahan hibrid dengan tektonika modern dan bahkan bernilai komersial. Fenomena ini menarik untuk diteliti dan dipelajari guna kelestarian nilai kearifan lokal pada uma. Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena di atas melalui deskripsi terhadap 2 bangunan uma suatu suku di Mentawai yang satu diantaranya adalah eks-uma yang sudah ditinggalkan dan satu lagi adalah uma yang saat ini mereka gunakan namun menampilkan gubahan hibrid akibat modernisasi.   Deskipsi akan diungkapkan mencakup dimensi gubahan bentuk, sistem konstruksi, pemilihan material dan pemaknaannya. Pada akhirnya uma lebih dominan merupakan gagasan konseptual daripada entitas fisik. Fungsi dan aktivitas di uma jauh lebih penting daripada gubahan fisiknya. Oleh sebab itu modernisasi dan komersialisasi tidak terhindarkan dan justru menjadi pemberi warna baru dalam gubahan uma yang kontemporer.Kata kunci: uma, Mentawai, modern, hibrid
PERNIKAHAN SEMARGA DALAM KOMUNITAS TIONGHOA PERANAKAN DI BANDUNG PADA AWAL ABAD KE 20 - KASUS KELUARGA TAN SIM TJONG (MARRIAGE WITHIN A CLAN IN CHINESE SOCIETY IN BANDUNG DURING THE EARLY 20TH CENTURY– CASE OF TAN SIM TJONG´S FAMILY) Bambang Tjahjadi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.9

Abstract

Abstrak Pernikahan Semarga yang terjadi dalam kalangan masyarakat Tionghoa di Bandung pada awal abad ke 20 telah mengundang konflik budaya dan sekaligus membuka paradigma baru berupa kebebasan individu dalam memilih pasangannya tanpa batasan nama marga. Polarisasi pandangan dan tindakan terjadi dalam kedua keluarga bermarga Tan yang mencerminkan situasi masyarakat Bandung saat itu. Hal ini dibukukan dalam novel „Rasia Bandoeng“ yang diterbitkan 1918. Novel ini merupakan cerita nyata keluarga Tan Sim Tjong yang antara lain membahas konflik yang terjadi akibat pelanggaran adat pernikahan Tionghoa saat itu. Masyarakat Bandung mengenal Tan Sim Tjong sebagai nama Gang Simtjong dikawasan Citepus Bandung. Melalui pendekatan historis deskriptif, sosok dan jejak Tan Sim Tjong serta dukungannya dalam konteks pernikahan semarga dibahas secara terperinci dalam tulisan ini, dengan harapan karya ini bisa menggambarkan kearifan lokal dan mengisi perkembangan sejarah kota Bandung. Kata kunci: Tan Sim Tjong, Pernikahan Semarga, Hermine, Tionghoa Peranakan, Rasia Bandoeng Abstract Marriage within a clan took place in Chinese society in Bandung during the early 20th Century. It caused culture conflict, but at the same time created a new paradigm for individual freedom when people choice theirs partner without consideration to the family name. The polarity of ideas and their translation into action was typified by the intermarriage between two Tan families. The story of this was published in 1918 in a novel entitled “Rasia Bandoeng” (“The Secret of Bandoeng”). This novel tells the real story of Tan Sim Tjong’s family and deals with the conflicts arising from marrying within the same surname group, which was forbidden in the Chinese culture of that period. The people in Bandung know Tan Sim Tjong as Simtjong Alley in the Citepus district of Bandung. The paper takes a historical approach and gives detailed information about Tan Sim Tjong, his heritage and his support for the relationships and marriage within a clan, in order to maintain the local wisdom and the historical development in Bandung. Keywords: Tan Sim Tjong, Marriage within a Clan, Hermine, Chinese “Peranakan”, Rasia Bandoeng
KONSTITUSI BERNEGARA Siti Kusumawati Azhari
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.14

Abstract

Konstitusi suatu negara merupakan ciri negara moderen, juga termasuk Indonesia yang memiliki Undang Undang Dasar 1945. Buku ini sangat lengkap membahas teori teori konstitusi, dan penerapan konstitusi di beberapa negara, sesuai dengan kapasitas penulisnya baik secara keilmuan dan praktisi, layak dijadikan acuan ilmiah bagi dunia pendidikan, hukum, politik, ekonomi, sosial budaya  dan penegakan hak asasi manusia.Pada masa orde baru, UUD 1945 menjadi semacam azimat yang tidak boleh disentuh, tidak boleh dirubah, hanya boleh dibaca dan ditafsirkan menurut tafsir resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sakralisasi UUD 1945 selama Pemerintahan Orde Baru, membuka peluang dilakukan perubahan UUD 1945 pada era reformasi.Bernegara di zaman moderen sekarang tidak lain adalah berkonstitusi, maksudnya hidup bersama dalam suatu wadah yang disebut negara dengan menempatkan nilai-nilai dan norma-norma yang disepakati bersama sebagai sumber rujukan tertinggi dan sekaligus sebagai cita-cita luhur yang diidealkan untuk kemajuan peradaban bangsa yang bersatu, merdeka, adil dan makmur dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.
CERAM : AN INVESTIGATION OF RESPONSE TO THE CHANGING CLIMATE IN GREATER JAKARTA Syarifah Aini Dalimunthe; Intan Adhi Perdana Putri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over the past decade, increased knowledge coupled with economic incentives, subsidies and relatedinterventions has raised awareness and concern about climate change in vulnerable Greater Jakarta. Thispaper will analyze index and status of responsiveness and pro environmental behavior of each region withinGreater Jakarta towards climate change by means of Climate Change Effectiveness Response Assessment(CERAM) using multidimensional scaling technique (MDS). Total data used is 1261 respondents. Overall,the index has shown Bogor responded and acted the most to climate change and likely has had more proenvironmental behavior. Bekasi, meanwhile, holds the highest index in individual resources (71.47). Themost influencing attribute regarding the index and status response are willingness to take out insurance. Theresult of this study will provide evidence to support more ambitious regional response to climate changebased on the status of responsiveness of each region in Greater Jakarta.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2016 2016