cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Global Strategis
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 19079729     EISSN : 24429600     DOI : -
Jurnal Global & Strategis is a scientific journal published twice a year, every June and December. JGS invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JGS published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
Fourth-Generation Warfare and Issues of National Security: Is Indonesia Ready? Sunarko, Bagus Sigit
Global Strategis Vol. 20 No. 1 (2026): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.20.1.2026.1-22

Abstract

This article aims to assess Indonesia’s readiness to face security threats related to Fourth-Generation Warfare (4GW). The idea of 4GW refers to conflicts that involve non-state actors, blend political and military goals, and blur the line between soldiers and civilians. These types of conflicts often appear in rebellions, terrorism, and separatist movements that exploit a country’s internal weaknesses. In Indonesia, 4GW threats can be seen in separatist movements, terrorist networks, and anti-Pancasila groups that have challenged national stability since the early years of independence. This study finds that Indonesia’s long experience in dealing with rebellions, together with its “total defense” system, known as the Universal People’s Security and Defense System (Sishankamrata), gives the country a strong foundation to respond to asymmetric threats. The security structure, which integrates the military, police, and civilian participation, also strengthens Indonesia’s ability to manage internal conflict. These findings show that Indonesia’s hybrid defense model remains relevant for responding to the nature of 4GW threats today.Keywords: Fourth-Generation Warfare, Indonesia’s National Security, Separatist Movement, Sishankamrata, Terrorism Artikel ini bertujuan untuk menilai kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman keamanan Perang Generasi Keempat (4GW). Konsep 4GW mengacu pada berbagai konflik yang melibatkan aktor non-negara, menggabungkan tujuan politik dan militer, serta menampilkan ketidakjelasan batas antara tentara dan warga sipil. Konflik semacam ini sering muncul dalam bentuk pemberontakan, terorisme, dan gerakan separatis yang mengeksploitasi kelemahan internal suatu negara. Di Indonesia, ancaman 4GW dapat dilihat dalam gerakan separatis, jaringan teroris, dan kelompok anti-Pancasila yang telah mengganggu stabilitas nasional sejak awal kemerdekaan. Studi ini menemukan bahwa pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi pemberontakan, bersama dengan sistem "pertahanan semesta" yang dikenal sebagai Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), memberikan landasan yang kuat bagi negara untuk merespons ancaman-ancaman yang berasal dari kekuatan yang bersifat asimetris. Struktur keamanan yang mengintegrasikan partisipasi militer, kepolisian, dan masyarakat sipil juga memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola konflik internal. Temuan ini menunjukkan bahwa model pertahanan hibrida Indonesia tetap relevan untuk merespons sifat ancaman yang berasal dari 4GW saat ini. Kata-kata Kunci: Perang Generasi Keempat, Keamanan Nasional Indonesia, Gerakan Separatis, Sishankamrata, Terorisme