cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA" : 7 Documents clear
Efek Angiogenesis Gel Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Pada Luka Insisi Tikus Ahyana Fitrian
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.874 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.22-32

Abstract

AbstrakProses penyembuhan luka berjalan melalui fase   hemostatik, inflamasi, proliferasi dan remodelling. Angiogenesis adalah proses pembentukan vaskuler baru dari vaskuler yang telah ada sebelumnya. Dalam proses penyembuhan luka vaskuler berperan dalam mensuplai oksigen dan nutrien yang dibutuhkan untuk proses metabolisme sel dan penghilangan sel debris. Kegagalan angiogenesis mengakibatkan tertundanya kesembuhan luka. Daun lamtoro mengandung metabolit tannin, saponin dan flavonoid yang berperan merangsang angiogenesis pada proses penyembuhan luka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun lamtoro dalam berbagai konsentrasi  dalam  meningkatkan  angiogenesis  pada  luka  insisi  menggunakan  model tikus.   Metode penelitian menggunakan Rattus novergicus jantan, 150-200 gram yang dibagi ke dalam 8 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif hari ke 3 dan hari ke 5, kelompok ekstrak daun lamtoro 15 % hari ke 3 dan hari ke 5, kelompok ekstrak daun lamtoro 30 % hari ke 3 dan hari ke 5 serta kelompok ekstrak daun lamtoro 45 % hari ke 3 dan hari ke 5. Luka dibuat dengan menginsisi punggung tikus (1,5x1,5 cm) lalu pada masing-masing kelompok dioleskan gel 100 mg 1x sehari hingga hari pengamatan. Tikus dikorbankan hari ke 3 dan ke 5 dan dilakukan identifikasi dengan metode hematoxilin Eosin (HE) dan pengamatan jumlah vaskuler. Hasil penelitian menunjukkan jumlah vaskuler kelompok perlakuan gel ekstrak daun lamtoro 30% dan 45 % berbeda signifikan dibanding kelompok kontrol, baik pada hari ke 3 maupun ke 5. Kesimpulan penelitian menunjukkan ekstrak daun lamtoro meningkatkan jumlah vaskuler pada luka insisi rattus novergicus. Kata kunci: angiogenesis, daun lamtoro, jumlah vaskuler
Pengaruh Ekstrak Etanol Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Glukosa Darah Tikus Hiperglikemia- Terinduksi Streptozotocin Halia Wanadiatri
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.877 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.33-41

Abstract

ABSTRAK Diabetes  Mellitus  (DM) merupakan  penyakit  kronik  dengan  prevalensi nasional  6,9%  pada  tahun  2013.  Hiperglikemia  merupakan  karakteristik dari penyakit DM. Pengobatan antidiabetes memiliki beberapa efek samping, seperti peningkatan berat badan, hipoglikemia, toksisitas hepar dan ginjal. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak etanol lidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah, namun mekanisme penurunan glukosa darah masih belum jelas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan 35 ekor hewan coba, dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol hiperglikemia, kelompok perlakuan yang diberi dosis ekstrak etanol lidah buaya bertingkat, diadaptasikan selama 14 hari kemudian diinduksi dengan injeksi STZ. Kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol lidah buaya sesuai dengan dosis tiap kelompok selama 21 hari personde intragastrik. Pemeriksaan BSN dan GD2PP menggunakan glukometer terkalibrasi. Data dianalisa dengan Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil uji komparasi meunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05) pada variabel Δ BSN-2PP. Dosis 250mg/kgBB memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan kadar glukosa darah.   Kata kunci : Ekstrak etanol lidah buaya, kadar glukosa darah, streptozotocin, sel otot rangka.
Pengaruh Ekstrak Aloe Vera Terhadap Kesembuhan Mukosa Lambung Tikus Wistar Yang Diinduksi Aspirin Lili Soetjipto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.423 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.42-46

Abstract

ABSTRAKGangguan lambung akibat penggunaan obat aspirin mulai dari erosi sampai luka bahkan terjadi perdarahan insidennya semakin meningkat setiap tahun di seluruh dunia.Kesembuhan  luka  lambung  dimulai  dari  proliferasi  epithel  permukaan diikuti epithel kelenjar yang dipicu oleh faktor pertumbuhan yaitu  TGF  a. Aloe vera telah terbukti sejak jaman dahulu digunakan anti inflamasi / anti ulcer juga sebagai bahan memperlancar buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak daun lidah buaya (aloe vera  ) dapat meningkatkan ekspresi TGFa pada luka lambung tikus yang diinduksi aspirin. Penelitian inin merupakan  penelitian  eksperimental  laboratoris  menggunakan  rancang  bangun acak lengkap dengan post tes only control group design pada tiga puluh tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi lima kelompok , empat kelompok mendapat induksi aspirin kemudian diberi PZ ; aloe vera dosis 200mg/kbBB; 300 mg/kg BB; 400mg/kgBB di laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pemeriksaan kesembuhan mukosa lambung dilakukan dengan pengecatan HE   di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Data analisis secara statistik dengan   uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan jumlah sel fibroblas dan jumlah pembuluh darah baru pada masing- masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah fibroblas antara   kelompok yang mendapat terapi   aloe vera dibanding kelompok tanpa terapi aloe vera , terdapat berbedaan bermakna jumlah fibroblas tiap- tiap kelompok dengan peningkatan dosis aloe vera. Terdapat perbedaan pembuluh darah baru pada kelompok mendapat terapi aloe vera dengan kelompok tanpa terapi aloe vera namun peningkatan dosis aloe vera tidak ada perbedaan bermakna. Kata kunci : Aloe vera ; luka lambung  ; fibroblas ; pembuluh darah baru
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Apoptosis Sel Granulosa Pada Mencit (Mus Musculus) Model Endometriosis Yusri Dwi Lestari
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.24 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.1-8

Abstract

ABSTRAKEndometriosis adalah suatu kondisi inflamasi kronis dan terdapat jaringan endometrium yang  tumbuh diluar kavum uteri. Jaringan endometrium ini berkaitan dengan nyeri kronis, radang panggul, dan infertilitas yang sering diderita perempuan usia reproduksi. Apoptosis sel granulosa yang meningkat pada endometriosis menyebabkan folikel tidak dapat berkembang menjadi folikel de graf sehingga menyebabkan infertilitas. Daun kelor mengandung flavonoid yang dapat menghambat NFkβ kemudian menghambat apoptosis melalui jalur TNF-α. Tujuan dari penelitian ini  untuk membuktikan apoptosis sel granulosa pada mencit model endometriosis yang diberi ekstrak etanol daun kelor lebih rendah dari pada yang tidak diberi. Jenis penelitian ini true eksperimental dengan desain randomized post test only kontrol group design. Sampel 24 mencit betina yang dibagi 2 kelompok terdiri kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol dan perlakuan dijadikan endometriosis selama 14 hari, kemudian 14 hari berikutnya  kelompok kontrol diberi plasebo (Na-CMC) dan kelompok perlakuan yang diterapi dengan ekstrak etanol daun kelor selama 14 hari dengan dosis 0,35 mg/gBB. Hari ke 29 mencit di terminasi dengan dislokasio os cervikalis dan diambil organ ovarium untuk dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Hasil penelitian di uji menggunakan U Mann Whitney didapatkan nilai signifikan 0,001, p<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol daun kelor dapat menekan jumlah apoptosis sel granulosa pada mencit model endometriosis. Kata kunci : endometriosis, sel granulosa, daun kelor
Ekspresi TGFΒ1 Setelah Pemberian Ekstrak Gel Aloe Vera Pada Soket Pencabutan Gigi Tikus Wistar Niswatun Chasanah
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.462 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.47-55

Abstract

ABSTRAK Pencabutan gigi merupakan tindakan bedah minor dan proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dilakukan perawatan rehabilitatif, yaitu perawatan gigi tiruan. Aloe vera dikenal sebagai healing plant untuk mengobati luka dan luka bakar. Komponen Aloe vera berperan untuk merangsang produksi sitokin. TGFβ1   merupakan sitokin yang multifungsi oleh karena  aktivitasnya  yang  luas  termasuk  terhadap  regulasi  dari  sintesa  dan degradasi   komponen   ECM   yang   merupakan   hal   penting   untuk   proses penyembuhan luka. Membuktikan   peningkatan ekspresi TGFβ1 setelah pemberian  ekstrak gel Aloe vera dengan konsentrasi 45%,60%,90%  pada soket pencabutan gigi tikus wistar. Populasi sampel adalah 28 tikus wistar dengan syarat inklusi dan terbagi menjadi 4 kelompok. Metode pengekstrakan dengan  cara  freeze  drying  (liofilisasi).  Satu  kelompok  kontrol  (P1)  dan  3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak gel Aloevera konsentrasi 45% (P2),  konsentrasi  60%  (P3),  konsentrasi  90%  (P4).  Pencabutan  gigi  incisivus lateral kanan kemudian diaplikasikan ekstrak gel Aloevera kedalam soket pencabutan dan dilakukan suturing. Terminasi dilakukan pada hari ke 7 pasca pencabutan gigi. Pembuatan preparat melalui pengecatan Imunohistokimia (IHC). Uji hipotesis dengan Kruskal Wallis. Terdapat peningkatan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan (p≤0,05). Terdapat peningkatan ekspresi   TGFβ1   setelah   pemberian   ekstrak   gel   Aloe   vera   konsentrasi 45%,60%,90% pada soket pencabutan gigi tikus wistar.  Key word : Ekspresi TGFβ1, Ekstrak Aloevera gel, Freeze drying, Penyembuhan soket alveolar
Pengaruh Meniran Dosis Bertingkat Terhadap Ekspresi IGF-1 Dan Ketebalan Endometrium Pada Mencit Betina Model Endometriosis Eka Deviany Widyawaty
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.239 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.9-21

Abstract

Abstrak Endometriosis menyebabkan 10-15% dari nyeri panggul dan infertilitas pada wanita usia reproduksi. Walaupun endometriosis dapat mempengaruhi infertilitas, tetapi mekanisme dari hal tersebut sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometrium pada mencit (Mus musculus) betina model endometriosis. Sampel penelitian ini adalah mencit (Mus Musculus) betina model endometriosis. Pada hari ke-15, Kelompok Kontrol (K1) diberi Na CMC 0,5 % dan Kelompok perlakuan (K2), (K3), (K4) diberi ekstrak herba etanol herba meniran dosis 14 mg/20 gBB, 28 mg/20gBB, dan 56 mg/20gBB. Pada hari ke-29 dilakukan pembedahan dan pengambilan sampel endometrium dengan pemeriksaan imunohistokia pada ekspresi IGF-1 dan pewarnaan Hematoxylin-eosin pada ketebalan endometrium. Uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi IGF-1 dengan nilai p = 0,041 < 0,05 dan ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ketebalan endometrium dengan nilai p = 0,021 < 0,05. Pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat pada mencit (Mus musculus) betina  model endometriosis dapat meningkatkan ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometriosis.  Kata Kunci        :    Ekstrak etanol herba meniran, ekspresi IGF-1, ketebalan endometrium
Pengaruh Pemberian Ekstrak Meniran Terhadap Ekspresi MMP 9 Dan Luas Lesi Endometriosis Pada Mencit Model Endometriosis Stefani Angel Kumalasari
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.361 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.56-65

Abstract

AbstrakPada endometriosis, ekspresi MMP 9 ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi.Sekresi  MMP  9  disebabkan  oleh  aktivasi  ROS  di  rongga  peritoneum dan  menyebabkan peningkatan stres oksidatif. Peningkatan aktivitas MMP 9 pada endometriosis dapat memfasilitasi invasi yang mengakibatkan pembentukan lesi endometriosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) pada dosis 14,28 dan 56 mg / 20 gBB terhadap ekspresi MMP 9 dan luas lesi endometriosis pada mencit model endometriosis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Dua puluh  empat  tikus  betina  digunakan  sebagai  sampel  dan  dibagi  menjadi  4  kelompok:  1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Keduanya, kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diinduksi dan dijadikan model endometriosis selama 14 hari. 14 hari berikutnya, Na-CMC 0,5% diberikan kepada kelompok kontrol, sedangkan ekstrak Phyllanthus niruri L. pada dosis 14, 28 dan 56 mg / 20 gBB diberikan kepada kelompok perlakuan secara oral. Luas lesi endometriosis pada rongga peritoneum diperiksa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada ekspresi MMP 9 dengan rata-rata (± SD) K1, K2, K3, K4 sebesar 2.19±1.77, 0.19±0.13, 0.14±0.13, 0.08±0.14 dan luas lesi endometriosis pada K1, K2, K3, K4 adalah 120.04±100.09, 73.86±36.72, 69.08±15.73, 25.53±3.51. Kesimpulannya, ekspresi MMP 9 dan lesi endometriosis secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang diobati dengan ekstrak Phyllanthus niruri L. herbal. Kata kunci : ekstrak meniran, endometriosis, ekspresi MMP 9, luas lesi endometriosis 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue