cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021)" : 40 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Kipas Otomatis Menggunakan Sensor PIR dan Sensor Suhu LM35 Nailul Rahmah Pohan; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2192.097 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.104-110.2021

Abstract

Telah dirancang sistem kipas otomatis menggunakan sensor PIR dan sensor suhu LM35 berbasis Arduino Uno. Sistem perangkat keras ini dirancang dari beberapa unit yang terdiri dari sensor PIR, sensor suhu LM35, program yang ditanamkan ke dalam mikrokontroler  Arduino UNO dan relay sebagai saklar otomatisnya. Semua unit yang digunakan tersebut digabungkan menjadi sebuah rangkaian dan akan menghasilkan output yang diinginkan. Hasil yang diperoleh dalam pengujian sensor PIR memperlihatkan bahwa sensor PIR dapat mendeteksi ketika ada pergerakan manusia sampai radius 8 meter dengan sudut 20o. yang menjadi kesimpulan tentang hasil otomatisasi terhadap kipas tersebut secara eksplisit Pengujian pada sensor suhu LM35 memperlihatkan bahwa suhu yang diperoleh dari sistem sensor ini dibandingkan dengan suhu yang diperoleh dari  alat sensor temperatur standar Lutron HT-3006HA menghasilkan korelasi linier R2= 0,9923 dalam keadaan suhu normal. An automatic fan system has been designed using a PIR sensor and an Arduino Uno based LM35 temperature sensor. This control system consists of a PIR sensor, an LM35 temperature sensor, a program embedded in the Arduino Uno microcontroller and a relay as an automatic swit. All units used are combined into a circuit and will produce an automatic fan will turn on when human movement is detected in the room and the speed of the fan depends on the specified temperature. The test results show that the PIR sensor can detect when there is human movement up to a radius of 8 meters with an angle of 20º. Testing on the LM35 temperature sensor under normal conditions shows that the sensor system compared to the Lutron-3006HA standard temperature sensor's temperature has a linear correlation R2 = 0.9923.
Analisis Kerawanan Bencana Longsor dari Karakteristik Hujan, Pergerakan Tanah dan Kemiringan Lereng di Kabupaten Agam Dinda Maulani Adfy; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.14 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.8-14.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh intensitas curah hujan, pergerakan tanah, dan kemiringan lereng terhadap kejadian longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Nilai hujan pemicu longsor dibuat berdasarkan data curah hujan dari satelit GPM (Global Precipitation Measurement) pada tiap kejadian longsor di Kabupaten Agam. Kejadian longsor yang diteliti adalah kejadian selama tahun 2019 sampai 2020. Pergerakan tanah dianalisa dari data satelit Sentinel-1 yang diolah dengan menggunakan metode DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar). Interval nilai hujan pemicu longsor di Kabupaten Agam didapatkan sebesar 0,05 - 62,64 mm/hari. Nilai curah hujan tahunan di daerah ini didapatkan sebesar 2.467,7 - 3.611,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Agam mengalami penurunan tanah yang ditandai dengan nilai pergerakan tanah sebesar 0 s/d -0,737017 cm/tahun. Daerah di Kabupaten Agam dengan tingkat kerawanan longsor sangat rendah (0,75%) dan rendah (10,53%) tersebar pada kawasan bagian tenggara. Daerah dengan tingkat kerawanan longsor sedang (45,11%) tersebar pada kawasan bagian barat hingga selatan yang didominasi oleh faktor pergerakan tanah yang cukup besar dan kelerengan yang curam. Daerah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi (39,85%) dan sangat tinggi (3,76%) tersebar pada kawasan bagian utara yang faktor dominannya adalah curah hujan tinggi, pergerakan tanah besar, dan kelerengan yang curam. This research investigates precipitation intensity, land movement, and topographic slope on landslides in Agam Regency, West Sumatra. The landslide events, which are analyzed, are from 2019 to 2020. The precipitation intensity for each landslide event is estimated from GPM (Global Precipitation Measurement) observation. The land movement is estimated by the Sentinel-1 satellite data, processed by using DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar) method. The precipitation intensity, which includes landslides, is around 0.05 - 62.64 mm/day. Furthermore, the annual precipitation value of this region is about 2467.7 - 3611.5 mm. The result shows that Agam Regency has experienced land subsidence by the velocity rate varying from 0 to -0.737018 cm/year. The southeast region of Agam Regency is categorized as very low (0.75%) to low (10.53%) landslide vulnerability areas. The west to the south region of Agam Regency is categorized as moderate landslide vulnerability areas (45.11%), large land movement, and steep slope. The areas with high (39.85%) to very high (3.76%) landslide vulnerability are scattered in the north, dominated by high precipitation intensity, large land movement, and steep slope factors
Karakteristik Sifat Fisis Tanah Daerah Potensi Longsor di Jalan Raya Sumbar Riau Nagari Koto Alam, Sumatera Barat Harry Jamatul Kristie; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2655.082 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.123-129.2021

Abstract

Pengukuran sifat fisis tanah pada lereng yang sudah terjadi longsor dan lereng yang diduga belum terjadi longsor di Nagari Koto Alam telah dilakukan menggunakan metode ASTM. Sampel tanah diambil pada bagian atas, tengah, dan bawah lereng dengan kedalaman 30 cm dan 75 cm dari permukaan lereng. Hasil pengukuran sifat fisis tanah menunjukkan bahwa jenis tanah dari keempat lereng didominasi oleh lempung dan tanah liat berpasir, dengan rentang nilai koefisien keseragaman dari 2,22 sampai 7,69, nilai koefisien gradasi dengan rentang  0,54 sampai 1,44,  nilai berat spesifik dari rentang 2,58 sampai 2,70, dan kadar air jenuh tanah dari  rentang  34,95 sampai 43,75. Lereng berjenis tanah lempung serta mempunyai nilai koefisien keseragaman lebih kecil dari enam dan koefisien gradasi kecil dari satu, ditambah nilai kadar air jenuh  besar dari 40%  miliki potensi yang besar terjadinya longsor. Satu dari empat lereng uji memiliki potensi terjadinya longsor pada kedalaman 75 cm dan tiga lereng lainnya memiliki potensi kedalaman 75 cm dari permukaan lereng. Measurement  of the physical properties of soil on slpes where landslide have occurred and slopes that are not speculated to have occurred  in Nagari Koto Alam have been carried out using the ASTM method. Soil sampels were taken from  the top, middle, and bottom slopes with a depth of 30 cm and 75 cm from the slope surface. The result of the measurement of physical properties of the soil show that the soil types of the four slopes are dominated by clay and sandy clay, with a range of uniformity coefficient values from 2.22 to 7.69, gradiation coefficient values ranging from  0.54 to 1.44, specific gravity values ranging from 2.58 to 2.70, and saturated soil moisture content in the range 34.95 % to 43.75%. Slopes are clay type and have a uniformity coefficient value of less than six, and  gradient coefficient less than  one, plus a saturated water content value greater than 40% has a great potential for landslides. One of the four test slopes has the potential for landslides to occur at a depth of 75 cm and the other three slopes have a potential depth of 75 cm from the slope surface. 
Identifikasi Sebaran Anomali Magnetik pada Daerah Prospek Panas Bumi Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar Hanif Hidayat; Ardian Putra; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3536.242 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.48-54.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran anomali magnetik pada daerah prospek panas bumi Nagari Aie Angek untuk mengetahui potensi panas bumi yang digambarkan dalam bentuk pemodelan sistem panas bumi. Penelitian yang dilakukan pada daerah berdimensi 1300 m × 1300 m yang terdiri dari 198 titik pengambilan data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai anomali magnetik yang berada pada daerah tersebut berada pada rentang -2800 nT hingga 1800 nT dan didominasi oleh nilai magnetik negatif. Anomali magnetik negatif ini disebabkan oleh adanya sumber panas, reservoir dan pengaruh batuan sedimen vulkanik yang telah mengalami demagnetisasi. Data sebaran anomali magnetik ini diplot menjadi peta kontur yang selanjutnya dikontinuasi ke atas (smoothing) untuk menghilangkan pengaruh magnetik pada permukaan dan menekankan pengaruh regional. Berdasarkan hasil pemodelan dari sistem panas bumi didapatkan adanya indikasi caprock, reservoir dan batuan panas serta zona sesar yang berkaitan erat dengan sistem fluida hidrotermal. This research aims to identify the distribution of magnetic anomalies in the Nagari Aie Angek geothermal prospect area and determine the geothermal potential described in geothermal system modeling. This research was conducted in an area with 1300 m × 1300 m, consisting of 198 data collection points. From the research result, the magnetic anomaly values obtained are in the range -2800 nT to 1800 nT and are dominated by negative magnetic values. This negative magnetic anomaly is caused by heat sources, reservoirs, and the influence of demagnetized volcanic sedimentary rocks. This magnetic anomaly distribution data is plotted into a contour map, which is then performed by upward continuation (smoothing) to eliminate magnetic influence on the surface and emphasize regional effects. Based on the geothermal system’s modeling results, it is found that there are indications of caprock, reservoir, and hot rock, as well as a fault zone that is closely related to the hydrothermal fluid system.
Penggunaan Metode Geolistrik Resistivitas untuk Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Gunung Tujuh Kabupaten Kayong Utara Alfin Wahyudi; Azrul Azwar; Muhardi Muhardi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7224.188 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.62-69.2021

Abstract

Identifikasi lapisan bawah permukaan telah dilakukan di Gunung Tujuh, Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D konfigurasi dipol-dipol. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang masing-masing sebesar 141 meter, dan spasi antar elektroda sejauh 3 meter. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran nilai resistivitas bawah permukaan sekitar 59,4 Ωm hingga 14.385 Ωm. Lapisan bawah permukaan Gunung Tujuh diinterpretasi tersusun atas beberapa lapisan, yaitu lempung berpasir, pasir, kerikil, gabro, dan granit. Research related to the identification of the sub-surface layer of the earth Mount Tujuh Area, Sungai Paduan Village, Teluk Batang District, North Kayong Regency has been conducted using geoelectric resistivity method 2D dipole-dipole configuration. Measurements were carried out as many as 4 tracks with a length of 141 meters each, and space between electrodes as far as 3 meters. Data processing is done using Res2Dinv software. The results showed that the spread of sub-surface resistivity value has a value of 119 Ωm to 14,633 Ωm. The sub-surface layer of Mount Seven is interpreted in several layers, namely sandy clay, sand, gravel, gabbro, and granite.
Sifat Listrik Material Ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) dengan Doping Cerium (Ce) Vivi Wijaya; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1951.272 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.111-116.2021

Abstract

Pembuatan material ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) didoping cerium (Ce) telah dilakukan. Pemberian variasi komposisi doping dilakukan untuk mengetahui nilai konstanta dielektrik, rugi-rugi dielektrik, tingkat kekeristalan serta ukuran kristal tiap sampel. Sampel dibuat menggunakan metode solid state reaction dengan persentase doping Ce 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% mol yang dikompaksi dalam bentuk pelet. Satelah sampel disintering pada suhu 700°C selama 4 jam, dilakukan karakterisasi menggunakan RLC meter dengan variasi frekuensi 100 Hz, 120 Hz dan 1 KHz dan karakterisasi XRD. Diperoleh hasil bahwa pengaruh doping menaikkan nilai konstanta dielektrik pada komposisi doping 1% mol pada frekuensi 100 Hz dengan nilai konstanta dielektrik sebesar 4220. Pada komposisi  doping 1% ini juga ditemukan nilai faktor desipasi tertinggi yaitu sebesar 4,45. Pada uji XRD ditemukan  komposisi doping 1% memiliki nilai tingkat kekristalan yang lebih besar dari komposisi doping 3% yaitu sebesar 89% Dielectric is a material that is widely developed in technology, especially in applications as capacitors. A study entitledthe effect of the doping composition of cerium (Ce) on barium titanate (BaTiO3) for the dielectric constant and the cyrstal structure ofBa1-xCexTiO3has been conducted. This study aims to determine the effect og giving the doping composition Ce (x=1%, 2%, 3%, 4%, 5%) on BaTiO3, knowing the dissipation factor and the dielectric constant ofBa1-xCexTiO3.The solid state reaction method wasused in this study by reacted the solids in form of powders at a high temperature 750°C for 4 hours. The RLC meter is used to measure the capacitance and then it is processed and the highest dielectic constant and highest dissipation factor are obtained at the 1% doping composition of 55389,387 with a dissipation factor 2,74. The crystal structure was analyzed using xrd, and the highesst intensity results were in composition at 1% doping and 152,84. The hightest crytallinity formed was 89,11 but the largest crystal size was obtained in composition 3% doping is 36,7549 nm
Perbandingan Anomali Frekuensi Kritis Lapisan F2 (Fof2) Ionosfer Pada Gempa Bumi Laut Dan Gempa Bumi Darat Pulau Sumatera Luthfia Hafizhah; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.282 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.41-47.2021

Abstract

Pada saat akan terjadinya gempa bumi, maka akan diikuti dengan peningkatan injeksi gas radon di daerah zona persiapan gempa. Gas radon ini akan menyebabkan perubahan terhadap lapisan ionosfer. Telah dilakukan analisis perbedaan anomali frekuensi kritis lapisan F2 ionosfer (foF2) sebelum kejadian gempa laut dan gempa darat menggunakan ionogram ionosonda FMCW (Frequency Modulation Continous Wave) untuk melihat perbedaan karakteristiknya. Terdapat 5 kejadian gempa darat dan 5 kejadian gempa laut yang dianalisis.  Rentang hari pengambilan ionogram adalah 21 hari sebelum kejadian gempa bumi (analisis prekursor gempa bumi) dan 7 hari setelah kejadian gempa bumi (respon lapisan ionosfer setelah gempa bumi). Terdapat 13.440 buah ionogram yang di-scaling manual. Perbandingan intensitas anomali foF2 pada gempa laut dan gempa darat terlihat acak dan tidak memiliki karakteristik yang berbeda.  Anomali foF2 sudah terlihat 21 hari sebelum gempa darat. Pada gempa laut kemunculan anomali foF2 juga sudah terlihat 21 hari sebelum gempa bumi tetapi hanya untuk gempa dengan magnitudo besar saja yaitu gempa 12 September 2007 (7,7 SR dan 7,9 SR) dan 11 April 2012 (8,4 SR).  Kemunculan anomali foF2 terakhir beberapa jam sebelum gempa bumi darat berakhir lebih cepat dibandingkan dengan gempa laut.  Respon lapisan ionosfer terhadap aktivitas seismik dari gempa darat lebih cepat dari pada gempa laut. Anomali foF2 dipengaruhi oleh sumber gempa bumi, kedalaman dan magnitudo. Comparing the characteristic critical frequency anomaly of the ionosphere F2 layer (foF2) concerning land earthquake and sea earthquake during 2005 – 2016 in Sumatera region has been carried out. Ionogram data from the Frequency Modulation Continous Wave (FMCW) ionosonde instrument were analyzed for each of the five earthquakes. The foF2 anomaly in sea earthquake and land earthquake looks random. The foF2 anomaly was seen 21 before the earthquake. For the land earthquake, the foF2 anomaly has also been seen 21 days before the earthquake but only with large magnitudes (> 7.7 SR). The last foF2 anomaly was observed several hours before the land earthquake, ending the anomaly sooner than sea earthquake. Thus, the ionosphere layer response to seismic activity from the land arthquake was faster than sea earthquakes. The foF2 anomaly is influenced by earthquake source, depth, and magnitude. 
Rancang Bangun Sistem Termometer Inframerah dan Hand Sanitizer Otomatis untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Wirna Sari Nasution; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.515 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.76-82.2021

Abstract

Telah dihasilkan alat berupa termometer inframerah dan hand sanitizer otomatis yang diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19. Termometer inframerah bekerja berdasarkan prinsip penginderaan radiasi inframerah yang dipancarkan oleh sensor MLX90614 sedangkan hand sanitizer bekerja berdasarkan prinsip kerja dari sensor ultrasonik HC-SR04 dan motor servo. Termometer inframerah secara otomatis mampu membaca suhu tubuh manusia dan akurat digunakan pada jarak 2 cm hingga 10 cm. Suhu yang terukur akan ditampilkan pada LCD secara real-time, jika suhu tubuh yang terukur oleh sistem ini di atas suhu 38oC maka buzzer akan berbunyi sebagai tanda peringatan orang tersebut dalam keadaan terindikasi Covid-19. Hand sanitizer otomatis mampu mengeluarkan cairan antiseptik saat sensor mendeteksi adanya telapak tangan pada jarak 5 cm hingga 15 cm. Ketepatan pendeteksian suhu pada termometer inframerah adalah 98,40% dan error sebesar 1,60% sedangkan hand sanitizer mampu bekerja dengan ketepatan pendeteksian sebesar 86,67%.An automatic infrared thermometer and an antiseptic hand sanitizer have been designed, which is expected to help the government deal with the spread of Covid-19. The infrared thermometer works on the principle of sensing the infrared radiation of the MLX90614 sensor, and the antiseptic hand sanitizer works on the principle of the HC-SR04 ultrasonic sensor and servo motor. An infrared thermometer can automatically read human body temperature, and it is accurately used at 2 cm to 10 cm. The measured temperature will be displayed on the LCD in real-time, if this system's body temperature is above 38oC, the buzzer will sound as a warning sign that the person is indicated of Covid-19. Automatic antiseptic hand sanitizer can remove antiseptic liquid when the sensor detects palm at a distance of 5 cm to 15 cm. The accuracy of temperature measurement on the infrared thermometer is 98.40% and an error of 1.60%, while the antiseptic hand sanitizer can work with a detection accuracy of 86.67%.
Sistem Telemetri Pemantauan Kekeruhan, Keasaman dan Temperatur Air Danau Maninjau Sumatera Barat Rahmazia Rahmazia; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.772 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.70-75.2021

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem telemetri yang bertujuan untuk melihat kekeruhan, keasaman dan temperatur udara. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan mengukur nilai kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh setiap sensor. Sensor kekeruhanSEN0189 digunakan untuk mengukur kekeruhan, sensor pH E201-C digunakan untuk mengukur pH atau keasaman dan sensor DS18B20 digunakan untuk mengukur temperatur udara. Data kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh sensor akan diteruskan ke mikrokontroler. Data yang diterima oleh mikrokontroler permintaan dan di kirim oleh modul pemancar SIM900A melalui SMS dan juga kode pada LCD. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu sebuah alat yang dapat diterima secara relatif kekeruhan , keasaman dan temperatur udara dengan proporsi kesalahan rata-rata pada sensor turbiditasSEN0189 sebesar 12,96% sedangkan sensor pH E201-C dengan kesalahan kesalahan relatif rata-rata sebesar 2,97% dan proporsi kelasahan relatif rata-rata sensor DS18B20 0,80%. Nilai yang didapatkan dari setiap sensor yang bergantung pada LCD dan SMS dengan tulisan “NORMAL” jika nilai kekeruhan atau NTU <= 5, nilai pH> = 6 dan pH = 9, dan juga nilai temperatur> 28 ℃. Jika nilai kekeruhan, keasaman dan suhu yang ditemukan tidak pada rentang nilai yang ditentukan maka tampilan pada LCD dan SMS yaitu “ALERT”. A telemetry system design has been carried out, aiming to monitor the water's turbidity, acidity, and temperature. The method used in this study is to measure the value of turbidity, acidity, and water temperature detected by each sensor. The sensor used is the turbidity sensor SEN0189 which is used to measure turbidity, the pH sensor E201-C is used to measure pH or acidity, and the DS18B20 sensor is used to measure water temperature.Data on turbidity, acidity and water temperature detected by the sensor are forwarded to the microcontrollerThe microcontroller's data is processed and sent by the SIM900A transmitter module via SMS and displayed on the LCD. The results obtained in this study are a tool that can monitor turbidity, acidity, and water temperature with an average error percentage of 12.96%, 2.97%, and 0.80%. The value obtained from each sensor is displayed on the LCD and SMS with the words "NORMAL" if the turbidity value or NTU ≤ 5 NTU, the pH value ≥ 6, and the temperature value> 28 ℃. If the value of turbidity, acidity, and temperature is not within the specified value range, the LCD and SMS display will be "ALERT."
Pengaruh Paparan Medan Magnet ELF (Extremely Low Frequency) Terhadap Derajat Keasaman (pH) Udang Vaname Umayatul Qumairoh; Sudarti Sudarti; Trapsilo Prihandono
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.07 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.55-61.2021

Abstract

Medan magnet ELF (Extremely Low Frequency) merupakan spektrum gelombang elektromagnetik, dimana frekuensi yang dimiliki kurang dari 300 Hz dan termasuk radiasi non pengion. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh paparan medan magnet ELF (Extremely Low Frequency) terhadap pH udang vaname. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dan menggunakan desain penelitian rancang acak lengkap. Ada dua kelompok dalam penelitian ini, yaitu kelompok kontrol yang tidak di papar medan magnet dan kelompok eksperimen yang di papar medan magnet. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan pemaparan medan magnet Extremely Low Frequency dengan intensitas 300 μT dan 500 μT dan waktu paparan 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Sampel yang digunakan sebanyak 145 sampel udang yang berukuran sama. Kelompok eksperimen ada 120 sampel dan kelompok kontrol ada 25 sampel. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan SPSS 22 dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil dari teknik analisis data tersebut yaitu paparan medan magnet ELF (Extremely Low Frequency) berpengaruh terhadap pH udang vaname. Extremely Low-Frequency magnetic field is a spectrum of electromagnetic waves, where the frequency is less than 300 Hz and includes non-ionizing radiation. This study aims to examine the effect of exposure to ELF (Extremely Low Frequency) magnetic fields on Vannamei shrimp's pH. This research uses experimental research and uses completely randomized design research. This study has two groups: the control group, which is not exposed to magnetic fields, and the experimental group exposed to magnetic fields. The experimental group was given treatment with exposure to Extremely Low-Frequency magnetic fields with an intensity of 300 μT and 500 μT and exposure time of 60 minutes, 90 minutes, and 120 minutes. The samples used were 145 shrimp samples of the same size. The experimental group had 120 samples, and the control group had 25 samples. The data analysis technique used was SPSS 22 with the Kruskal-Wallis test. The result of the data analysis technique is that exposure to an Extremely Low-Frequency magnetic field affects Vannamei shrimp's pH. The pH value of the control group was higher than the experimental group. ELF magnetic exposure can suppress the growth of acid-forming microorganisms in shrimp. It can be proven that the experimental group experienced a significant increase in pH value, while the control group experienced a drastic increase in pH value.

Page 1 of 4 | Total Record : 40