cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021)" : 40 Documents clear
Optimasi Filter Gelombang Mikro Berbasis Metamaterial Split Ring Resonators Suci, Disti Nabila; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.163-169.2021

Abstract

Optimasi geometri metamaterial Split Ring Resonators (SRR) dilakukan dengan menvariasikan ukuran geometrinya sehingga dapat bekerja pada rentang frekuensi gelombang mikro dan dapat diaplikasi sebagai filter gelombang mikro. Variasi dilakukan terhadap ukuran jari-jari SRR (r), lebar celah SRR (g), dan lebar cincin SRR (c). Optimasi bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi geometri metamaterial  SRR terhadap bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi dari filter yang dihasilkan. Perancangan geometri SRR dan variasi geometri dilakukan secara numerik menggunakan software Comsol Multiphysics. Data bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi yang didapatkan dari Comsol Multiphysics diolah menggunakan Matlab. Luaran yang didapatkan dari Matlab adalah grafik yang menyatakan pengaruh variasi geometri metamaterial SRR terhadap bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi filter yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan, semakin kecil lebar cincin maka semakin besar lebar bandwidth yang dihasilkan. Lebar celah cincin SRR tidak mempengaruhi bandwidth frekuensi. Semakin kecil jari-jari, lebar celah dan jarak pisah cincin luar dan cincin dalam maka insertion loss yang dihasilkan semakin kecil. Frekuensi resonansi yang didapatkan secara numerik lebih besar daripada frekuensi dengan perhitungan analitik. Perbedaan ini disebabkan karena posisi geometri SRR secara analitik berbeda dengan numerik.  Hasil optimal yang didapatkan dari optimasi ini adalah geometri dengan r = 6,5 mm, l = 0,75 mm, g = 2 mm yang memiliki bandwidth 690 MHz frekuensi dan insertion loss filter -4 dB.
Perbandingan Tangkapan Dosis Radiasi OSLD NanoDots, TLD-100, dan TLD-100H pada Pemeriksaan Foto Thorax Pasien Anak Vinanda, Putri Trisa; Milvita, Dian; Sofyan, Hasnel
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.137-141.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan tangkapan dosis radiasi yang diterima oleh pasien thorax anak menggunakan OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100H. Penelitian bertujuan untuk membandingkan respon dosis radiasi OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100 terhadap sinar-X dan mengetahui dosimeter yang lebih sensitif terhadap pemeriksaan dosis radiasi rendah. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur dosis radiasi pada 19 pasien thorax anak usia (0-15) tahun. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa respon setiap dosimeter berbeda-beda, bergantung pada sensitivitas dosimeter tersebut. TLD-100H memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan dengan OSLD nanoDots dan TLD-100. Hal ini terbukti, karena TLD-100H menangkap sebagian besar dosis radiasi yang dipancarkan oleh kalibrator. Research comparison the capture dose of radiation received by pediatric thorax patients using OSLD nanoDots, TLD-100, and TLD-100H. This study aimed to compare the dose capture of the three dosimeters and find out which dosimeter is better for capturing the radiation dose of pediatric patients. Data were collected by measuring the radiation dose in 19 pediatric patients (0-15) years old. The measurement results show that each dosimeter’s response is different, depending on the sensitivity of the dosimeter. TLD-100H captures the radiation dose of X-rays better than OSLD nanoDots and TLD-100 because TLD-100H has better sensitivity compared to OSLD nanoDots and TLD100. This is evident, because TLD-100H captures most of the calibrator’s radiation dose compared to OSLD nanoDots and TLD-100.
Sintesis Lapisan Antikorosi Menggunakan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) Sebagai Inhibitor Korosi pada Baja Hakimin, Afifah Zahra; Dahlan, Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.170-176.2021

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sintesis lapisan antikorosi dengan menggunakan ekstrak daun ketapang sebagai inhibitor yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan inhibitor dan perubahan arus listrik terhadap lapisan nikel dan mengetahui nilai laju korosi dan efisiensi inhibisi dari ekstrak daun ketapang. Dalam penelitian ini pembuatan lapisan diawali dengan mencampurkan bahan NiSO4, borid acid dan aquades yang kemudian penambahan inhibitor dengan konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% volume inhibitor. Pelapisan dilakukan dengan metode elektrodeposisi. Pengukuran laju korosi baja menggunakan larutan korosif dilakukan dengan mencampurkan 2gram NaOH 1M dan 50ml aquades. Pengujian laju korosi sampel dilakukan selama 6 jam. Nilai efisiensi inhibisi yang paling opimal didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 1,5% yaitu sebesar 92,96%, dengan laju korosi terendah yaitu 0,76 Mpy. Konsentrasi inhibitor yang menghasilkan permukaan lapisan paling seragam yaitu pada konsentrasi inhibitor 1% dengan nilai efisiensi inhibisi 80,25%. Dengan analisis laju korosi menggunakan metode weight loss didapatkan pengaruh penambahan konsentrasi inhibitor terhadap laju korosi, dimana semakin meningkatnya konsentrasi inhibitor pada saat deposisi maka laju korosi akan semakin turun.. Karakterisasi permukaan baja setelah elektrodeposisi dilakukan pada sampel terbaik dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD)  yaitu pada konsentrasi inhibitor sebesar 1% volume larutan. Karakterisasi dilakukan pada sampel sebelum dan setelah perendaman dalam medium pengkorosi. This article reports on the synthesis of an anti-corrosion coating using tropical almond leaf extract as an inhibitor. This research begins with the manufacture of layers using NiSO4, borid acid and distilled water. Then the addition of the inhibitor was carried out with a concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2% by volume of the inhibitor. The coating was carried out by the electrodeposition method. The corrosion rate was determined by immersing the steel for 6 hours in a corrosive solution mixed with 2g NaOH 1M and 50mL distilled water. The most optimal inhibition efficiency value was obtained at the addition of the inhibitor concentration of 1.5%, namely 92.96%, with the lowest corrosion rate of 0.76 Mpy. The inhibitor concentration that produced the most uniform coating surface was 1% with an inhibition efficiency of 80.25%. Corrosion rate analysis using the weight loss method shows that the addition of inhibitor concentration reduces the corrosion rate. Characterization of the steel surface after electrodeposition was carried out using Scanning Electron Microscopy (SEM) and X-Ray Diffraction (XRD). Characterization was carried out on the samples before and after immersion in the corroding medium with the optimum surface yield at  concentration of 1% inhibitor. 
Rancang Bangun Perangkat Pencacah Akttivitas Mencit dalam Kandang Setelah Diberi Zat Psikoaktif Anggreini, Olivia Puspita; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.142-148.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah perangkat pencacah gerak mencit (Mus musculus) yang berbasis Arduino Uno. Perangkat pencacah ini terdiri dari dioda laser sebagai sumber cahaya yang dihubungkan dengan baterai sebagai sumber tegangan dan sensor fotodioda sebagai transmitter. Pengolahan data pada perangkat ini menggunakan  mikrokontroller dan LCD sebagai penampil dari data yang dihasilkan. Sensor fotodioda digunakan untuk mencacah yang memanfaatkan tegangan keluaran. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat adanya variasi cahaya yang didapatkan oleh sensor fotodioda. Tahapan uji coba perangkat ini dimulai dari uji coba sensor fotodioda dan uji coba perangkat pencacah. Hasil pengujian menunjukkan perangkat sudah dapat bekerja dengan baik, dimana pengujian terbaik pada mencit dengan berat badan 28 g yang memiliki persen error 0% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan mencit yang memiliki berat badan 26 g memiliki persen error 1,4% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Persen error terbesar pada mencit yang memiliki berat badan 27 g yaitu 2,30% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan dan persen error 1,52% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Dengan demikian, zat psikoaktif yang digunakan memperkecil jumlah cacahan mencit pada kendang yang membuktikan bahwa aktivitas mencit menjadi menurun.An Arduino Uno based mouse (Mus musculus) counter has been designed. This counter device consists of a laser diode as a light source and a photodiode as a light detector placed in a closed hexagonal housing with each side 10 cm long, 3 cm wide and 3 cm high. The digital data from the photodiode is processed by the microcontroller and the count results are displayed on the LCD. The testing phase of this device starts from testing the photodiode sensor and testing the counter device. The test results showed that the device was working properly, where the best test was on mice with a body weight of 28 g which had a 0% percent error before being influenced by psychoactive substances and mice with a body weight of 26 g had a percentage error of 1.4% after being influenced by psychoactive substances. The largest percentage error was in mice who weigh 27 g, namely 2.30% before being influenced by psychoactive substances and and 1.52% percent error after being influenced by psychoactive substances. This proves that the activity of mice decreased after being given psychoactive substances.
Perancangan Alat Ukur Kelajuan Kendaraan Bermotor Berbasis Kamera CCD Agustri, Novia Dwi; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.149-155.2021

Abstract

Telah dilakukan perancangan kamera alat ukur kendaraan bermotor berbasis CCD. Masukan berupa video streaming pada ruas jalan satu arah. Metode yang digunakan analisis citra background subtraction dan image thresholding. Analisis citra pada Raspberry Pi menggunakan bahasa pemrograman Python dan library OpenCV . Kendaraan bermotor yang terdeteksi dari perubahan nilai piksel sebuah bingkai dengan referensi bingkai dalam mode latar belakang dan ambang batas gambar . Kelajuan didapat dari wilayah jarakdibagi waktu. Waktu didapatkan Dari Jangka Waktu Bingkai dibagi frame rate kamera. Nilai kelajuan yang dicari pada PC. Pengujian kelajuan kendaraan bermotor dilakukan dengan uji coba alat ukur dan alat pembanding speedometer. Hasil penguji menunjukkan bahwa perancangan alat ukur kelajuan kendaraan bermotor berbasis kamera CCD telah mampu mengukur kelajuan kendaraan dengan kesalahan rata-rata pada mobil 4,175% dan sepeda motor 3,76%.The design of a CCD camera-based motor vehicle speed meter has been designed. Input in the form of video streaming on a one-way street. The method used is image background subtraction and image thresholding. Image analysis is processed on the Raspberry Pi using the Python programming language and the OpenCV library. Vehicle movement is detected by changing the pixel value of a frame with a reference frame. The speed is obtained from the region distance divided by time. Time is obtained from the number of frames divided by the camera frame rate. The speed values obtained are displayed on the PC. Testing the speed of a motorized vehicle is done by testing a measuring instrument and a speedometer comparison tool. The test results show that the design of a CCD camera-based motor vehicle speed measuring instrument has been able to measure vehicle speed with an average error of 4.175% for cars and 3.76% for motorbikes.
Ekstrak Kulit Batang Bakau sebagai Inhibitor Korosi Baja Komersil Aini, Tantri Marelita; Dahlan, Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.156-162.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak kulit batang bakau sebagai inhibitor korosi baja komersil.  Dalam penelitian ini dibentuk lapisan pada permukaan baja menggunakan metode elektrodeposisi.  Lapisan dibuat dari pelarutan Nikel (II) sulfat 1M, asam borat 0,24 M dan aquades dengan tambahan ekstrak kulit batang bakau pada konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% volume.  Baja terkorosi dalam larutan NaOH 1 M selama 4,5 jam. Karakterisasi menggunakan mikroskop optik untuk semua sampel dan karakterisasi X-Ray Diffractometer (XRD) untuk sampel terbaik yaitu sampel yang telah dielektrodeposisi dengan konsentrasi inhibitor 2% sebelum dan sesudah korosi.  Laju korosi diukur menggunakan metode kehilangan berat, dimana kehilangan berat baja berbanding lurus dengan laju korosi.  Penambahan konsentrasi ekstrak kulit batang bakau dapat mengurangi kehilangan berat pada baja dan meningkatkan efisiensi inhibisi.  Efisiensi inhibisi paling besar yaitu 83% dengan penambahan 2% dan 2,5% inhibitor.  Karakterisasi menggunakan mikroskop optik menunjukkan baja dengan konsentrasi 2% adalah yang paling optimum karena tidak tergerus, tidak terbentuk endapan korosi dan permukaannya masih dalam keadaan halus setelah direndam dalam media korosif.Research on the effect of mangrove stem bark extract as an inhibitor of commercial steel corrosion has been conducted. This research produces a coating on the steel surface using the electrodeposition method. The coating was made from dissolving 1M nickel (II) sulfate, 0.24 M boric acid and distilled water with the addition of mangrove bark extract at a concentration of 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; 2% and 2.5% by volume. Steel was electrodeposed for 3 minutes with a voltage of 3V. The steel corroded in 1 M NaOH solution for 4.5 hours. Characterization using an optical microscope for all samples and characterization of the X-Ray Diffractometer (XRD) for the best sample, namely samples that have been electrodeposed with 2% inhibitor concentration before and after corrosion. The corrosion rate was measured using the weight loss method, where the weight loss of steel is directly proportional to the corrosion rate. Increasing the concentration of mangrove bark extract can reduce weight loss in steel and increase inhibition efficiency. The greatest inhibition efficiency was 83% with the addition of 2% inhibitor. Characterization using an optical microscope shows that steel with a concentration of 2% is the most optimum because it is not eroded, no corrosion deposits are formed and the surface is still in a smooth state after immersing in corrosive media.
Verifikasi Dosis Radiasi Teknik Penyinaran 3D-CRT pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Film EBT3 di Rumah Sakit UNAND Wessha, Andrea; Milvita, Dian; Ilyas, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.184-190.2021

Abstract

Verifikasi dosis radiasi teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy  (3D-CRT) pada pasien kanker payudara telah dilakukan menggunakan film EBT3. Verifikasi dosis radiasi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Andalas selama Agustus sampai September 2020. Pengukuran dosis radiasi menggunakan film EBT3 dilakukan untuk memverifikasi dosis radiasi terukur dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan protokol International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. Nilai dosis radiasi terukur diamati pada setiap lapangan penyinaran yaitu chest-wall dan supraclave. Verifikasi dosis radiasi dari penyinaran dosis radiasi yang terukur menggunakan film EBT3 mendapatkan nilai dosis radiasi yang lebih tinggi dari dosis radiasi TPS. Nilai dari pengukuran dosis radiasi menunjukkan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran chest-wall cenderung tinggi jika dibandingkan dengan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran supraclave. Hasil pengukuran dosis radiasi yang tinggi pada lapangan penyinaran chest-wall disebabkan adanya penggunaan bolus. Berdasarkan hasil pengukuran dosis radiasi tersebut verifikasi dosis radiasi berdasarkan TRS 398 tidak terpenuhi. Diskrepansi dosis radiasi terukur pada setiap pengukuran melebihi standar toleransi TRS 398 yaitu (0-5)% Dose verification of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) for breast cancer patient has been conducted using film EBT3. The dose radiation had been verificated in Andalas University Hospital from August to September in 2020. Dose radiation measurement using film EBT3 has been verified the dose radiation of Treatment Planning System (TPS) based on International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. The measurable of dose radiation has been observed for chest-wall and supraclave. It was shown that the value of measurable dose radiation is higher than dose radiation in the TPS. The value of dose radiation measurement between chest-wall and supraclave showed different pattern. Measurable dose radiation on Chest-wall is tend to higher value than on supraclave. This pattern is may be due to that radiation treatment on chest-wall was using bolus. Furthermore, the dose radiation discrepancy using film EBT3 exceed the standard limitation base on TRS 398. Thus, the dose verification using film EBT3 is not properly enough for breast cancer patient.
Pemodelan Spasial Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Timur Novita, Shania Ellens; Vonnisa, Mutya
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.232-238.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor pemicu, membangun model spasial dan memetakan tingkat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebagai wilayah ibukota baru Indonesia. Pemodelan spasial kebakaran hutan dan lahan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor manusia dan biofisik yang mempengaruhi kebakaran hutan dan lahan. Metode Composite Mapping Analysis (CMA) digunakan untuk mengembangkan model. Penelitian ini menemukan bahwa jarak dari jaringan jalan, jarak dari desa/permungkiman, keberadaan gambut, tutupan lahan dan curah hujan berpengaruh signifikan terhadap risiko kebakaran lahan dan hutan. Model spasial yang diperoleh dari penelitian memiliki koefisien determinasi 0,90. Validasi model menunjukkan bahwa model dapat memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan dengan akurasi 54,33 %. Model tersebut menggambarkan bahwa sekitar 54,5 % risiko kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh faktor manusia diantaranya jarak terhadap desa, jarak terhadap jalan dan tutupan lahan, sedangkan sisanya sebesar 45,5% disumbang oleh faktor biofisik diantaranya keberadaan gambut dan curah hujan. Spatial model of land and forest fire risk in East Kalimantan Province has been developed to identify the main causes of forest and land fires. The purpose of this study is also to build spatial models and map the level of forest and land fires in East Kalimantan Province as the candidate of new capital of Indonesia. The model was derived by considering human and biophysical factors that affect the forest and land fires. The Composite Mapping Analysis (CMA) method was used to develop the model. Distance from the road network, distance from villages/settlements, peatlands, land cover and rainfall have a significant effect on the risk of land and forest fires. The spatial model has a determination coefficient of 0.90. Model can predict the forest and land fire risk providing 54.33 % of accuracy. The model described that approximately 54.5 % of forest and land fire risk is contributed by human factors including distance to the village, distance to the road and land cover, while the rest of 45.5 %, is contributed by biophysical factors including peatlands  and rainfall.
Sistem Monitoring dan Notifikasi Penggunaan Air PDAM Berbasis Arduino dan Telegram Novelliani, Jihan; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.219-224.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah perangkat sistem monitoring dan notifikasi penggunaan air PDAM digital menggunakan sensor water flow. Sensor water flow digunakan untuk mengukur debit air dan power bank sebagai sumber tegangan dengan tegangan input untuk alat yaitu 5V. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang menampilkan hasil pengukuran di layar LCD serta berupa notifikasi di aplikasi telegram dengan modul ethernet shield sebagai media transmisi data. Alat yang dihasilkan mampu menampilkan jumlah penggunaan debit air dan biaya penggunaan air secara real time yang dapat diakses dengan menggunakan aplikasi telegram. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan volume air dari 1 L sampai 5 L dengan selisih 0,5 L untuk setiap pengujian, Hasil pengujian menunjukkan perangkat sudah dapat bekerja dengan baik. Persentase kesalahan rata-rata sebesar 4.38 % terhadap alat pembanding yaitu gelas ukur. A system of monitoring and notification of digital PDAM water using a water flow sensor has been designed. The water flow sensor is used to measure the water debit and power bank as a voltage source with the input voltage for the device called 5V. Data processing is carried out using an Arduino Uno microcontroller which displays the measurement results on the LCD screen as well as a notification in the telegram application with the ethernet shield module as a data transmission medium. The resulting tool's able to display the amount of water discharge usage and water usage fees in real time which can be accessed using the telegram application. The test is carried out by varying the volume of water from 1 L to 5 L with a difference of 0.5 L for each test. The test results show that the device is working properly. The average error percentage is 4.38% for the comparison tool, namely the measuring cup. 
Karakteristik Sifat Fisis Tanah Daerah Potensi Longsor di Jalur Sitinjau Lauik Padang-Solok, Sumatera Barat Pajri, Panji; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.205-211.2021

Abstract

Pengukuran sifat fisis tanah pada lereng yang telah terjadi longsor dan yang belum terjadi longsor di jalur Sitinjau Lauik telah diteliti dengan metode American Standard Testing and Material (ASTM). Pengamatan dilakukan pada lereng yang telah terjadi longsor (L1 dan L4) dan lereng yang belum terjadi longsor (L2 dan L3). Sampel tanah diambil pada bagian atas tengah, dan bawah dengan kedalaman 30 cm dan 75 cm. Hasil pengukuran sifat fisis tanah menunjukkan bahwa jenis tanah dari keempat lereng didominasi oleh tanah liat berpasir dan lempung. Nilai koefisien keseragaman dengan rentang 2,34−21,48, nilai koefisien gradasi dengan rentang 0,69−3,01, nilai berat spesifik dengan rentang 2,00−2,32, dan nilai kadar air jenuh tanah dengan rentang 24,95−38,60%. Potensi longsor pada lereng L1 masih tinggi yang diidentifikasi dari jenis tanah lempung yang masih berada pada medan gelincir dan kadar air yang tinggi. Lereng yang belum mengalami longsor (L2 dan L3) memiliki potensi longsor yang sangat tinggi karena jenis tanah yang mengandung lempung. Kandungan fraksi lempung yang sedikit pada lereng L4 menyebabkan potensi longsor pada lereng ini terbilang rendah. Berdasarkan jenis tanah yang mengandung lempung dan kemiringan rata-rata, lereng yang berpotensi longsor dari yang terbesar adalah lereng L3, L1, L2, dan L4. Measurement of the physical properties of soil on slopes that have occurred landslides and those that have not occurred in the Sitinjau Lauik line has been investigated using the American Standard Testing and Materials (ASTM) method. Observations were made on slopes that had landslides (L1 and L4) and slopes where landslides had not occurred (L2 and L3). Soil samples were taken at the top, middle, and bottom with a depth of 30 cm and 75 cm. The results of the measurement of the physical properties of the soil show that the soil types of the four slopes are dominated by sandy loam and clay. The values of the uniformity coefficient are ranging from 2.34 to 21.48, the value of the grading coefficient are ranging from 0.69 to 3.01,weight values specifics are ranging from 2.00 to 2.32, and soil saturated water content valuesare ranging from 24.95% to 38.60%. The potential for landslides on the L1 slope is still high, which is identified from the type of clay soil that is still in a sliding field and has high water content. Slopes that have not experienced landslides (L2 and L3) have a very high potential for landslides due to the type of soil that contains clay. The small clay fraction content on the L4 slope causes the potential for landslides on this slope to be low. Based on the type of soil that contains clay and the average slope, the slopes with the largest potential for landslides are the slopes L3, L1, L2, and L4.

Page 3 of 4 | Total Record : 40