cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 4: Oktober 2013" : 20 Documents clear
Pemanfaatan Batu Apung Sebagai Sumber Silika Dalam Pembuatan Zeolit Sintetis Febri Melta Mahaddilla; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.541 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidrotermal zeolit dari batu apung dengan metoda pencampuran natrium silikat dan natrium aluminat. Natrium silikat dan natrium aluiminat dicampurkan dengan variasi rasio Si/Al (10:15 ml, 15:15 ml, 20:15 ml, 25:15 ml dan  30:15 ml). Natrium silikat diperoleh dengan pencampuran 10 g batu apung dan 40 g NaOH (natrium hidroksida) disertai pemanasan  pada suhu 350°C. Natrium aluminat diperoleh dengan pencampuran NaOH dan Al(OH)3. Hasil difraktometer sinar-X (XRD) pada zeolit dengan rasio 15:15 menunjukkan zeolit yang diperoleh adalah jenis zeolit A. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menghasilkan nilai konduktivitas yang tinggi untuk masing-masing sampel dengan rentang nilai  0,375 mS/m hingga 0,404 mS/m. Nilai konduktivitas yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion dan penyaring molekul.
Prediksi Curah Hujan Bulanan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Beberapa Fungsi Pelatihan Backpropagation (Studi Kasus: Stasiun Meteorologi Tabing Padang, Tahun 2001-2012) Cici Oktaviani; Afdal Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.582 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan prediksi curah hujan bulanan menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan beberapa fungsi pelatihan backpropagation.  Penelitian ini menggunakan data curah hujan di Stasiun Meteorologi Tabing Padang dari tahun 2001 sampai tahun 2012.  Analisis dilakukan terhadap jumlah lapisan tersembunyi, jumlah neuron pada lapisan tersembunyi, jumlah data latih, dan fungsi pelatihan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa semakin banyak jumlah lapisan tersembunyi dan data latih yang digunakan semakin bagus hasil prediksi,  jumlah neuron pada lapisan tersembunyi tidak pengaruh terhadap akurasi prediksi, fungsi pelatihan yang paling efektif untuk mengenali pola curah hujan bulanan adalah traingdx dengan arsitektur (12,20,20,20,1), dengan keberhasilan  mengenali pola adalah 99,0%. Arsitektur ini digunakan untuk memprediksi curah hujan bulanan selama tahun 2013 dan tahun 2014 dan didapatkan hasil bahwa setiap bulannya adalah musim hujan dengan curah hujan lebih besar dari pada 150 mm.
Karakterisasi Semikonduktor TiO2 (ZnO) Sebagai Sensor Liquefied Petroleum Gas (LPG) Frastica Deswardani; Elvaswer -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.173 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi sensor liquefied petroleum gas (LPG) berupa pelet dengan bahan utama TiO2 didoping oleh ZnO. Pelet sensor LPG dibuat dengan variasi doping ZnO 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap bahan utama TiO2. Proses pembuatan material sensor LPG terdiri dari beberapa langkah yaitu pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 800ºC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 900ºC selama 4 jam. Sensor LPG diuji pada temperatur ruang (30ºC) dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, dan nilai konduktivitas. Karakteristik I-V menunjukkan perubahan terbesar terjadi pada sampel TiO2+10% ZnO. Nilai sensitivitas tertinggi dimiliki sampel TiO2+10% ZnO sebesar 10,00 pada tegangan 21 Volt. Nilai konduktivitas tertinggi yaitu 1,8157 Ω-1m-1 pada sampel tanpa doping, lebih tinggi dibandingkan konduktivitas tertinggi sampel yang diberi doping yaitu 0,1045 Ω-1m-1.
Rancang Bangun Alat Ukur Kelajuan Dan Arah Angin Berbasis Mikrokontroler Atmega8535 Menggunakan Sistem Sensor Cahaya Rhahmi Adni Pesma; Wildian -; Imam Taufiq
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.785 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dirancang sebuah alat ukur kelajuan dan arah angin. Rangkaian elektronik alat ukur terdiri dari rangkaian catu daya, rangkaian mikrokontroler dan LCD, rangkaian schmitt trigger dan rangkaian fotodioda. Baling-baling pada alat berupa sistem tiga mangkuk. Bagian mekanik alat terbuat dari material ringan, sehingga dapat mengoptimalkan gerakan rotasi mangkuk. Mangkuk terbuat dari bahan plastik yang berdiameter 7,7 cm, sedangkan piringan sensor merupakan cakram CD yang bermassa 20,64 g. Bagian mekanik alat memiliki karakteristik 1 kali pulsa (1 kali putaran) dalam 1 detik (frekuensi = 1 Hz) mewakili kecepatan angin sebesar 0,61m/s. Standardisasi alat dilakukan dengan pengujian terhadap anemometer Lutron AM-4206, ketepatan pengujian sebesar 99,10%, sebagai pembanding, dilakukan juga pengujian antara anemometer mangkuk permanen di BMKG dengan anemometer Lutron AM-4206, ketepatan pengujian sebesar 90,47%. Penentuan arah angin menggunakan sebuah bilah yang akan berputar untuk menentukan 8 arah angin dengan resolusi sebesar 450.
Sintesis Bahan Piezoelektrik BNT-BT dengan Penambahan Ta2O5 Menggunakan Metode Solid State Reaction Sonya Rahayu; Astuti -; Mardiyanto -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.485 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan sintesis bahan piezoelektrik BNT-BT dengan penambahan Ta2O5 menggunakan metode solid state reaction. Pada metode ini dilakukan penggerusan selama 4 jam, kompaksi dengan tekanan 5000 psi, kalsinasi selama 1 jam pada suhu 300oC dan sintering pada suhu 1000oC selama 4 jam. Pada penelitian ini, dilakukan variasi terhadap penambahan BaTiO3 sebesar 3%, 5%, 7% dan 9%. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM. Berdasarkan XRD, diperoleh bahwa bahan BNT-BT-Ta memiliki struktur tetragonal karena menghasilkan parameter kisi a dan b sebesar 3,87; 3,88; 3,89; 3,90 dan nilai c sebesar 3,88; 3,89; 3,90; 3,91 dengan sudut α,β dan γ adalah 90o. Bentuk morfologi dari bahan BNT-BT-Ta berbentuk jarum, tetapi pada saat penambahan 9% BT, bentuk mikrograf dari bahan tidak terlihat jelas karena butiran-butiran kristal bergabung dan tidak teratur.
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Air Agregat Halus dalam Pengujian Material Dasar Beton Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 dengan Metode Resistif Festi Utami; Wildian -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.874 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem alat ukur kadar air agregat halus berbasis mikrokontroler ATmega8535 dalam pengujian material dasar beton menggunakan metode resistif.  Selama ini, penentuan kadar air tersebut dilakukan secara manual yaitu dengan cara menimbang berat awal dan berat akhir agregat.  Selisih kedua berat tersebut dibagi dengan berat akhir, hasilnya dikali 100% untuk mendapatkan kadar air agregat.  Berat awal agregat adalah berat sebelum agregat dikeringkan, dan berat akhir adalah berat pada saat agregat tidak mengandung air.  Agregat kering (kondisi akhir agregat) didapatkan dengan cara memanaskan agregat di dalam oven dengan temperatur 100oC±5oC. Agregat halus ditempatkan di dalam sebuah kotak dengan ukuran 10  x 10  x 5 cm3, dimana kedua sisi bagian dalam kotak adalah material konduktor yang terbuat dari logam (plat PCB). Berdasarkan pengujian awal, resistansi agregat bervariasi terhadap kadar airnya. Berdasarkan hasil ini, perubahan resistansi dikonversi menjadi perubahan tegangan menggunakan rangkaian pembagi tegangan.  Keluaran rangkaian ini kemudian dikondisikan agar bisa diproses oleh mikrokontroler ATmega8535. Berat sampel yang digunakan adalah 500 g, dan variasi waktu pemanasan sampel adalah 15 jam, 18 jam, 21 jam, 24 jam dan 27 jam.  Pengujian akhir menunjukkan bahwa alat yang dirancang ini dapat digunakan untuk mengukur kadar air agregat halus. Alat ini mempunyai sensitivitas 4,6 V/% kadar air, akurasi sebesar 93%, dan kesalahan sebesar 5,1%.
Karakterisasi Sifat Listrik PANi:Zeolit Faujasit Na-X dari Limbah Bottom Ash Fifi Yunica; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.94 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan uji konduktivitas zeolit:PANi. Zeolit yang digunakan berjenis faujasit Na-X yang didapat dari sintesis limbah bottom ash. PANi disintesis dalam bentuk emeraldine salt ditumbuhkan pada zeolit dengan variasi massa (20%:80%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, 80%:20% dan 100%). Data XRD menunjukan telah terjadinya penumbuhan PANi pada zeolit yang terlihat dari hilangnya beberapa puncak zeolit setelah proses penumbuhan. Uji konduktivitas menunjukan bahwa rentang nilai konduktivitas zeolit:PANi dengan variasi massa berkisar antara 0,998 x10-4 S/cm hingga 102,794x10-4S/cm dengan nilai maksimum pada variasi massa zeolit:PANi 30% : 70%.
Pengaruh Formasi Batuan Terhadap Karakteristik Hidrokimia Lima Sumber Mata Air Panas Di Daerah Sapan, Pinang Awan, Kecamatan Alam Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan Aperta Yuliandini; Ardian Putera
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.56 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh formasi batuan terhadap karakteristik hidrokimia lima sumber mata air panas di Kecamatan Alam Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Total Dissolved Solid (TDS), pH, dan kandungan logam yang terdapat pada lima sumber mata air panas dan selanjutnya dianalisis hubungan kandungan logam yang dimiliki sumber mata air panas terhadap formasi batuan di daerah Kabupaten Solok Selatan. Pengujian TDS menggunakan metode gravimetri, kandungan logam ditentukan dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).  Dua sumber mata air panas memiliki TDS rendah dengan nilai 70 mg/L dan 50 mg/L dan digolongkan sebagai air lunak (soft water).  Tiga sumber mata air panas lainnya memiliki nilai TDS yaitu 110 mg/L, 120 mg/L, dan 130 mg/L dan digolongkan sebagai air bersih (fresh water).  pH diuji dengan pH meter dengan nilai yang berkisar antara 7,496 – 8,357. Logam yang dianalisis adalah Cu, Fe, Al, Zn, dan Pb.  Sumber mata air panas yang layak untuk dikonsumsi adalah sumber mata air panas yang berada pada titik ke-1, ke-3, dan ke-4.  Sumber mata air panas yang tersingkap di daerah Pinang Awan tersusun atas batuan andesit yang merupakan anggota dari formasi barisan yang terbentuk karena adanya silika yang didominasi oleh logam Fe dengan konsentrasi 9,759 mg/L dan Al dengan konsentrasi 4,643 mg/L.  Sumber mata air panas dari daerah yang tersusun atas batuan andesit memiliki pH yang mendekati netral, sedangkan sumber mata air panas pada daerah yang tersusun atas batu gamping memiliki pH yang mendekati basa dan sumber mata air panas pada daerah yang tersusun atas batuan andesit memiliki TDS yang lebih tinggi dibandingkan yang tersusun atas batu gamping.
Sistem Kontrol Penyalaan Lampu Ruang Berdasarkan Pendeteksian Ada Tidaknya Orang di Dalam Ruangan Galoeh Otomo; Wildian -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.974 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem otomatisasi kontrol lampu berdasarkan keberadaan orang didalam ruangan.  Sistem kontrol lampu akan menyala selama ada orang didalam ruangan, dan lampu akan mati ketika orang meninggalkan ruangan.  Keberadaan orang akan di deteksi oleh sensor passive infrared (PIR). Jarak waktu respon dari sensor PIR KC7783R telah dicobakan, dimana sensor hanya dapat mendetekasi objek selama 5,37 detik, namun dapat diatasi dengan menggunakan program yang ditanamkan ke dalam mikrokontroler AT89S51. Jarak maksimum yang dapat di deteksi sensor PIR adalah 4,3 meter pada sudut 0o (lurus dari depan sensor), dan 2 meter pada sudut 30o (kekiri dan kekanan). Sensor membutuhkan waktu pemanasan selama 25,52 detik. Relay digunakankan untuk menghubungkan antara arus dc dan arus ac.
Analisis Anomali Ketinggian Semu Lapisan F Ionosfer (h'F) sebagai Prekursor Terjadinya Gempa Laut (Studi Kasus terhadap 2 Sampel Gempa Laut di Sumatera Barat) Rika Desrina Saragih; Dwi Pujiastuti; Ednofri -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.179 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan analisis kualitatif untuk korelasi antara aktivitas seismik sebelum gempa besar (M ≥ 5 SR) dengan ketinggian semu lapisan F ionosfer (h’F) untuk 2 sampel gempa laut di Sumatera Barat.  Sampel gempa laut yang dipilih adalah gempa Pariaman (30 September 2009) dan  gempa Pesisir Selatan (07 Februari 2013).  Data ionosfer yang digunakan adalah ionogram yang diperoleh dari ionosonda Frequency Modulation Continous Wave (FMCW) di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Palupuh, Sumatera Barat.  Proses scaling ionogram untuk kedua gempa selama 7 hari sebelum gempa dilakukan dan diproses lebih lanjut untuk mendapatkan nilai variasi harian h’F.  Nilai variasi harian h’F kemudian dibandingkan dengan nilai mediannya untuk melihat anomali yang muncul.  Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa untuk kedua sampel gempa, prekursor mulai muncul pada saat 7 hari sebelum gempa.  Total munculnya prekursor untuk gempa Pariaman sebanyak 7 kali dan untuk gempa Pesisir Selatan sebanyak 2 kali.  Perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh perbedaan karakteristik dari kedua gempa.

Page 1 of 2 | Total Record : 20