cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2019)" : 30 Documents clear
Model Kuantisasi Kedua Hamiltonian Resonansi Plasmon Permukaan Terlokalisasi pada Nanologam Bola Muhammad Siddiq Ilyas Lubis; Zulfi Abdullah; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.297 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.212-218.2019

Abstract

Telah diteliti hubungan dispersi pada nanologam bola menggunakan model kuantisasi kedua Hamiltonian (KKH). Hubungan dispersi (HD) diperoleh untuk mengetahui frekuensi resonansi (FR) plasmon pada permukaan bidang batas dielektrik-logam. Sebelumnya, telah diteliti HD pada nanologam planar dan nanowires menggunakan KKH. Pada penelitian lain, juga telah diteliti HD pada nanologam bola (NB) menggunakan persamaan elektrodinamika klasik Maxwell, hasil yang diperoleh adalah FR meningkat pada nilai frekuensi cahaya tinggi saat berinteraksi dengan bidang batas dielektrik-logam. HD juga dapat ditentukan pada geometri NB. Dan pada penelitian ini HD pada NB ditentukan dengan model KKH, kemudian ditransformasi menggunakan transformasi Bogoliubov (TB). FR pada NB meningkat pada rentang energi cahaya tampak yang tinggi, ukuran NB yang lebih kecil, dan pada bilangan kuantum l lebih besar. Hasil tersebut sesuai dengan HD yang diperoleh dari persamaan elektrodinamika klasik Maxwell. Dan HD pada planar dan nanowires lebih kecil dibandingkan HD pada NB. Kata kunci: kuantisasi kedua Hamiltonian, transformasi Bogoliubov, nanologam bola, hubungan dispersi.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebisingan Berbasis Sensor Serat Optik Sixtinah Deswilan; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.819 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.245-251.2019

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun alat pendeteksi kebisingan berbasis sensor serat optik dengan metode ekstrinsik. Alat pendeteksi kebisingan terdiri dari sensor serat optik yang menggunakan sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10 step index multimode dan fotodetektor OPT101. Sensor serat optik digunakan untuk mengukur frekuensi dan tingkat tekanan bunyi dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat adanya variasi jarak membran terhadap serat optik. Pengujian pertama dilakukan uji coba alat ukur dengan alat pembanding dan aplikasi frequency generator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengukuran frekuensi 1000 Hz sampai 5000 Hz memiliki presentase kesalahan rata-rata 4,65% serta tingkat tekanan bunyi memiliki presentase kesalahan rata-rata 3,30%. Pengujian kedua dilakukan di dalam ruangan menghasilkan rentang frekuensi sekitar 1000 Hz sampai 9000 Hz dengan tingkat tekanan bunyi alat ukur 47 dB sampai 86 dB dan alat pembanding 53,8 dB sampai 58,2 dB serta persentase kesalahan rata-rata 1,51% dan 1,67%.Kata Kunci : bunyi, frekuensi, kebisingan, membran, serat optik.
Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Melalui Nilai Suseptibilitas Magnetik Pada Lahan Persawahan Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Falzi Rolandio; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.228 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.281-287.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis suseptibilitas magnetik tanah lapisan atas sebagai parameter kesuburan tanah pada lahan persawahan di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Sampel tanah diambil sebanyak 10 titik masing-masing di empat lahan persawahan yang berada di Nagari Sukarami (lahan A), Nagari Guguak (lahan B), Nagari Talang (lahan C), dan Nagari Koto Baru (lahan D), serta satu titik pada lahan kosong. Pengambilan sampel diambil pada kedalaman 15 cm pada setiap titik pengambilan sampel. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter dengan dua frekuensi, yaitu 0,47 kHz low frequency (LF) dan 4,7 kHz high frequency (HF). Lahan A memiliki nilai suseptibilitas magnetik (χLF) rata-rata 157,5×10-8  m3/kg, lahan B dengan rata-rata 221,3×10-8 m3/kg, lahan C dengan rata-rata 222,3×10-8 m3/kg, lahan D dengan rata-rata 162,6×10-8 m3/kg, lahan kosong dengan nilai 570,5×10-8 m3/kg. Hasil uji XRF menunjukkan bahwa mineral magnetik yang terdapat pada semua lokasi lahan pengambilan sampel adalah hematit (Fe2O3). Semakin tinggi nilai suseptibilitas magnetik maka semakin tinggi kandungan Fe dalam tanah. Lokasi pengambilan sampel memiliki kandungan Fe yang normal, sehingga masih layak untuk dijadikan lahan pertanian. Berbeda dengan lahan kosong yang kelebihan Fe, sehingga perlu diberi tambahan pupuk agar kandungan Fe kembali pada keadaaan normal. Lahan persawahan dan lahan kosong memiliki nilai χFD (%) kurang dari 2%, sehingga masih memiliki kondisi kesuburan yang baik untuk bercocok tanam.Kata kunci: kesuburan tanah, suseptibilitas magnetik, Fe, hematit
Analisis Suseptibilitas Magnetik Tanah Pada Lahan Perkebunan Kopi di Kabupaten Solok Yesi Srihandani Ulfa; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.074 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.219-226.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis suseptibilitas magnetik tanah pada lahan perkebunan kopi di kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok. Sampel tanah diambil pada dua lokasi yaitu Jorong Aka Gadang (lokasi I) dan Jorong Taluak Kenari (lokasi II). Pada setiap lokasi, sampel diambil pada 10 titik dengan tiga variasi kedalaman, yaitu 20 cm, 50 cm, dan 80 cm sehingga diperoleh 60 sampel. Jarak antar titik pengambilan sampel adalah 2 m. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter dengan dua frekuensi, yaitu 0,47 kHz low frequency (LF) dan 4,7 kHz high frequency (HF). Pada lokasi I, nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 2237,7×10-8 m3/kg, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 2030,3×10-8 m3/kg. Pada lokasi II, nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 1543,7×10-8 m3/kg, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 1500,2×10-8 m3/kg. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik, mineral pengontrol bersifat ferimagnetik yaitu hematit (Fe2O3). Nilai suseptibilitas magnetik berbanding lurus dengan konsentrasi Fe dalam tanah dan berbanding terbalik dengan kedalaman pengambilan sampel. Lokasi I memiliki nilai suseptibilitas lebih tinggi daripada lokasi II. Salah satu penyebabnya adalah usia lahan perkebunan pada lokasi I lebih kecil dibandingkan lokasi II. Lahan dengan nilai χFD (%) kurang dari 2% masih memiliki kesuburan tanah yang baik untuk bercocok tanam dan tanah dengan nilai χFD (%) 2-10% telah mengalami penurunan kesuburan tanah untuk bercocok tanam.Kata kunci: suseptibilitas magnetik, kopi, kesuburan tanah
Distribusi Arah Vertikal Butiran Hujan dari Hujan Stratiform di Kototabang dari Pengamatan Micro Rain Radar (MRR) Ravidho Ramadhan; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.557 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.252-259.2019

Abstract

Distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (RSD) arah vertikal hujan stratiform dari ketinggian 0,45 km hingga 4,65 km di atas permukaan tanah di Kototabang, Sumatera Barat (0,20o LS; 100,32o BT; 865 m di atas permukaan laut ), telah diteliti melalui pengamatan Micro Rain Radar (MRR) selama Januari 2012 sampai Agustus 2016. RSD dari MRR dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen. Pertumbuhan RSD dari hujan stratiform pada ketinggian 3,9 – 3,4 km sangat kuat untuk semua ukuran butiran, yang menandakan  daerah melting layer di Kototabang. Di bawah daerah melting layer terjadi penurunan konsentrasi butiran berukuran kecil dan peningkatan konsentrasi butiran besar. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh proses evaporasi dan updraft pada butiran kecil dan coalescence yang teramati pada hujan stratiform dengan intensitas tinggi. Hal ini juga ditandai dengan perubahan parameter gamma dan koefisien persamaan Z-R (Z=ARb) terhadap penurunan ketinggian. Dengan demikian, asumsi persamaan Z-R yang konstan untuk setiap ketinggian bagi hujan stratiform pada radar meteorologi khususnya di Kototabang kurang akurat.Kata kunci: Hujan stratiform, Kototabang, Micro Rain Radar (MRR), raindrop size distribution (RSD)
Analisis Pengaruh Persentase Volume Serat Eceng Gondok dan Serat Pinang Terhadap Sifat Mekanik dan Biodegradasi Komposit Hibrid Matrik Epoksi Lovely Dwina Putri; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.448 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.288-294.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh persentase volume serat eceng gondok dan serat pinang terhadap sifat mekanik dan biodegradasi komposit hibrid matrik epoksi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian meliputi uji kuat tarik, regangan, modulus elastisitas, kuat impak, dan uji biodegradasi. Serat pinang dan serat eceng gondok yang digunakan memiliki panjang 3 mm dengan variasi persentase volume 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kuat tarik terbesar pada volume serat 10% yaitu 27,27 MPa. Nilai kuat tarik komposit mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya volume serat. Modulus elastisitas tertinggi pada volume serat 0% sebesar 343,1 MPa. Nilai kuat impak tertinggi pada volume serat 40% sebesar 0,0161 J/mm2. Nilai kuat impak komposit dipengaruhi oleh volume serat yang diberikan, nilai kuat impak meningkat seiring dengan bertambahnya volume serat. Nilai biodegradasi tertinggi pada volume serat 40% sebesar 0,0102%. Nilai biodegradasi komposit sangat dipengaruhi oleh volume serat yang diberikan, semakin banyak serat yang digunakan maka semakin besar nilai biodegradasi yang diperoleh.Kata kunci: serat pinang, serat eceng gondok, epoksi, komposit hibrid, biodegradasi.
Analisis Tingkat Sirkulasi Alamiah pada Liquid Metal Fast Breeder Reactor dengan Pendingin Na, NaK, Pb dan Pb-Bi Refi Juita; Dian Fitriyani
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.279 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.227-233.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis tingkat sirkulasi alamiah pada LMFBR (Liquid Metal Fast Breeder Reactor) dengan bahan pendingin Na, NaK, Pb dan Pb-Bi. Perhitungan neutronik dan termalhidrolik pada penelitian ini menggunakan program DTRIDI berbasis delphi7 yang merupakan program simulasi untuk desain teras tiga dimensi (xyz). Teras LMFBR dirancang dengan bahan bakar UN-PuN dan beroperasi pada daya 150 MWth. Simulasi diawali dengan perhitungan neutronik yang memberikan hasil faktor multiplikasi neutron yang digunakan untuk perhitungan termalhidrolik sehingga diperoleh distribusi temperatur dan penurunan tekanan. Analisis tingkat sirkukasi alamiah dilakukan dengan pendekatan kuasistatik, dimana laju aliran massa pendingin total diturunkan secara bertahap untuk mensimulasikan hilangnya daya pompa pada keadaan kecelakaan ULOF (Unprotected Lost Of Flow). Tingkat sirkulasi alamiah diperoleh dari grafik perpotongan antara pressure drop dan driving head sebagai fungsi dari laju alir pendingin total. Sirkulasi alamiah tercapai lebih cepat pada penggunaan bahan pendingin Pb dan Pb-Bi yaitu sekitar 27,5 % dari laju aliran pendingin mula-mula, sedangkan untuk penggunaan pendingin Na dan NaK hampir tidak terjadi sirkulasi alamiah yang berarti reaktor dalam keadaan bahaya jika terjadi kecelakaan ULOF.Kata kunci:  sirkulasi alamiah, LMFBR, ULOF, Na, NaK, Pb, Pb-Bi
Analisis Konfigurasi Bahan Bakar Terhadap Produktivitas Fisil pada Fast Breeder Reactor (FBR) Ainul Mardiyah; Dian Fitriyani
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.57 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.260-265.2019

Abstract

Analisis konfigurasi bahan bakar terhadap produktivitas fisil pada Fast Breeder Reaktor (FBR) telah dilakukan. Konfigurasi bahan bakar dirancang dalam 5 variasi dengan 2 kategori yaitu konfigurasi homogen (inner dan outer) serta heterogen dengan fraksi bahan bakar yang sama yaitu 45 %. Perhitungan dilakukan dengan metode komputasi menggunakan kode FI-ITB.CHI yang dikembangkan dalam bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0 Bahan bakar yang digunakan adalah campuran uranium-plutonium nitrida (Un-PuN) dan pendingin timbal bismuth (Pb-Bi) pada teras reaktor 2-D (dua dimensi) geometri r-z (silinder). Hasil perhitungan difusi neutronik menunjukkan bahwa pada semua konfigurasi bahan bakar yang diamati diperoleh nilai kritikalitas teras melalui pengaturan fraksi pengayaan (enrichment) pada setiap bagian teras. Fraksi pengayaan rata-rata yang terkecil untuk mencapai keadaan kritis ditunjukkan pada konfigurasi homogen-outer. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai distribusi fluks neutron yang paling tinggi diperoleh pada konfigurasi heterogen dan nilai distribusi daya dengan nilai power peaking factor (ppf) terendah diperoleh pada konfigurasi homogen. Nilai densitas atom bahan fisil yaitu 239Pu paling besar peningkatannya terjadi pada konfigurasi homogen-inner 2 sebagai hasil reaksi fisi bahan bakar setelah 1 siklus (4 tahun) operasi. Nilai BreedingRatio (BR) untuk seluruh konfigurasi bahan bakar masih dalam rentang nilai yang diharapkan (BR>1) namun nilai BR paling baik ditunjukkan pada konfigurasi homogen-inner 2 yaitu dengan nilai 1,17.Kata kunci: FBR, konfigurasi bahan bakar, fisil, breeding ratio.
Pengaruh Variasi Panjang Serat Ampas Tebu dan Serbuk Kulit Buah Kakao Terhadap Sifat Fisis, Mekanis, dan Konduktivitas Termal Papan Partikel Rahmi Suryani; Mulda Muldarisnur; Yuli Yetri
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.814 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.199-204.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas tebu dan kulit kakao untuk pembuatan papan partikel dengan memvariasikan panjang serat tebu 1 sampai 5 cm dan serbuk kulit kakao yang lolos ayakan 60 mesh dengan perbandingan massa 50:50 menggunakan perekat isosianat sebanyak 16% dari massa sampel. Pengujian yang dilakukan yaitu uji fisis berupa densitas, kadar air, dan daya serap air. Uji mekanis berupa kuat lentur dan kuat patah serta uji konduktivitas termal. Hasil pengujian didapatkan nilai densitas berkisaran antara 0,95 - 1,3 g/cm3, nilai kadar air 0,100 - 0,135% dan nilai daya serap air 0,205 - 0,605%. Nilai kuat lentur berkisaran 6270 - 10800 kg/cm2, nilai kuat patah 17800  - 27500 kg/cm2, nilai konduktivitas termal berkisaran 0,00701  - 0,00924 W/mºC. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa panjang serat ampas tebu mempengaruhi nilai uji fisis, mekanis, dan konduktivitas termal papan partikel. Papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03-2105-2006, namun pada pengujian mekanis uji kuat lentur nilai yang dihasilkan belum memenuhi standar dan nilai densitas papan yang didapatkan lebih tinggi dari standar.Kata kunci: serbuk kakao, papan partikel, konduktivitas termal.
Analisis Pengaruh Temperatur Input Terhadap Kekritisan High Temperature Gas Reactor Berbahan Bakar TRISO Dengan Pelapis Zirkonium Karbida Wanda Feri Rezki; DIan Fitriyani
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.626 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.3.295-300.2019

Abstract

Analisis pengaruh temperatur masukan terhadap kekritisan High Temperature GasReactor (HTGR) telah dilakukan.HTGR yang diteliti berbahan bakar UO2 yang dilapisi TRISO dengan bahan pelapis berupa karbon pirolitik dan zirkonium karbida (ZrC).Variasi temperatur masukan 800˚C-1600˚C untuk bahan bakar dan temperatur pendingin dari 300˚C-700˚C.Reaktor ini menggunakan gas helium sebagai pendingin dan parameter yang diamati adalah faktor multiplikasi efektif (keff) pada teras reaktor.Penelitian ini dilakukan dengan komputasi menggunakan kode SRAC 2006 (Standard Thermal Reactor Analysis Code System) library yang digunakan yaitu JENDL-3.3. Teras Reaktor HTGR dibagi menjadi 8 region. Simulasi reaktor dilakukan dengan memvariasikan temperatur pendingin dalam setiap variasi temperatur bahan bakar, Dari setiap simulasi didapatkan faktor multiplikasi neutron dalam setiap variasi temperatur.Faktor multiplikasi neutron mengalami penurunan setiap kenaikan temperatur bahan bakar begitu juga dengan reaktivitas reaktor.Koefisien reaktivitas temperatur memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAPETEN yaitu bernilai negatif.reaktor dalam keadaan kritis sempurna pada temperatur bahan bakar sebesar 1200˚C dan temperatur pendingin sebesar 500˚C.Kata kunci: faktor multiplikasi neutron, HTGR,  temperatur, TRISOzirkonium karbida

Page 1 of 3 | Total Record : 30