cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Analisis Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Sifat Fisis Sinter Silika dan Tipe Fluida (Air) pada Mata Air Panas Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Putri, Tania Dian; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.1-8.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis sifat fisis sinter silika dan tipe fluida pada mata air panas Sapan Maluluang Kecamatan Alam Pauh Duo, Solok Selatan. Sifat fisis yang diteliti dalam penelitian ini yaitu densitas dengan menggunakan hukum Archimedes, porositas dengan menggunakan standar ASTM D7263-09 (Standard Test Methods for Laboratory Determination of Density of Soil Specimens), dan resistivitas dengan metode Probe Dua Elektroda. Nilai densitas, porositas dan resistivitas sinter silika pada temperatur 31oC dalam pengukuran ini adalah 1,206 g/cm3, 15,8 %, dan 7,195 Ωm. Pengaruh temperatur terhadap sifat fisis sinter silika juga dianalisis dalam penelitian ini. Berdasarkan pengukuran, peningkatan temperatur dari 175 oC hingga 300 oC mengakibatkan nilai densitas turun dari 1,112 g/cm3 menjadi 0,983 g/cm3, sedangkan nilai porositas sinter silika naik dari 33,3 % menjadi 53,3 %. Nilai resistivitas sinter silika juga mengalami peningkatan dari 23,035 Ωm menjadi 57,201 Ωm. Terdapat hubungan nilai faktor resistivitas dengan porositas yaitu bertambahnya pori-pori sinter silika mengakibatkan nilai faktor resistivitas mengecil. Hubungan nilai faktor resistivitas dan porositas sinter silika menghasilkan nilai sementasi dan tortuositas sinter silika. Meningkatnya temperatur sinter silika dari 175 oC hingga 300 oC menyebabkan nilai tortuositas meningkat dari 6,92 menjadi 48,89 dan sementasi mengecil dari 1,67 menjadi 1,08. Penentuan tipe fluida mata air panas, menggunakan kandungan sulfat, klorida dan bikarbonat yang terdapat pada air panas. Metode yang digunakan dalam pengujian kandungan sulfat yaitu Spektrofotometri, sedangkan kandungan klorida dan bikarbonat diuji dengan metode Argentometri cara Mohr dan metode titrasi asam basa. Berdasarkan pengolahan data menggunakan diagram trilinier, mata air panas Sapan Maluluang termasuk kedalam tipe air panas klorida karena kandungan klorida merupakan kandungan yang paling dominan yaitu mencapai 97,560 mg/L, sedangkan kandungan sulfat dan bikarbonat mencapai 21,333 mg/L dan 23,730 mg/L. Kata kunci : densitas, porositas, resistivitas, sinter silika, tipe air panas
Sintesis Aluminium Matrix Composites (AMC) Berpenguat Sinter Silika dengan Metode Powder Metallurgy Rhomar, Zeflianto; Putra, Ardian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.101-106.2017

Abstract

Aluminium Matrix Composites (AMC) telah disintesis dari aluminium serbuk sebagai matriks dan sinter silika (berbentuk serbuk) sebagai pengisi yang berasal dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan menggunakan metode powder metallurgy. Sintesis dilakukan dengan cara mencampur aluminium dengan sinter silika, dilakukan  4 variasi massa, yaitu 80 g : 5 g ; 80 g 10 g ; 80 g : 15 g dan 80 g : 20 g dengan menggunakan media pelarut, yaitu metil alkohol. Campuran diaduk selama 210 menit dengan menggunakan hot plate magnetic stirrer, kemudian endapan yang tersisa dikeringkan dengan oven selama 60 menit  dengan temperatur 100oC. Endapan yang telah dikeringkan kemudian digerus sebanyak 0,5 g untuk masing-masing sampel dikompaksi sehingga berbentuk pelet. Pelet disintering dengan furnace selama 180 menit dengan temperatur 600oC. Pelet yang telah disintering diukur massa kering, diameter, tinggi dan massa basahnya setelah dicelupkan ke dalam air selama 12 menit kemudian dapat dihitung nilai densitas dan porositas setelah sintering dan porositasnya. Dari hasil perhitungan, densitas komposit setelah sintering cenderung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan densitas komposit sebelum sintering. Berdasarkan perhitungan dan pengujian didapatkan persentase porositas dan kuat tekan, yaitu 40,72% dan 0,078 MPa untuk sampel 1, 39,12% dan 0,098 MPa untuk sampel 2, 39,51% dan 0,088 MPa untuk sampel 3 dan 44,45% dan 0,069 MPa untuk sampel 4. Berdasarkan hubungan kuat tekan dan porositas didapatkan hubungan σ = 0,8721e-5,757P  dimana 0,8721 MPa menyatakan kuat tekan komposit tanpa pori.        Kata kunci: AMC, densitas, pelet, porositas, powder metallurgy, sintering
Pembuatan Material Sensor Kelembaban Relatif Berbasis Film Polianilin-Selulosa Ampas Tebu Anggi, Anggi; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.107-112.2017

Abstract

Telah dilakukan pembuatan material sensor kelembaban relatif berbasis film polianilin-selulosa ampas tebu. Sintesis selulosa ampas tebu dilakukan menggunakan metode hidrolisis dengan penambahan NaOH 17,5% dan HCl 0,1 M. Pembuatan PANi-selulosa menggunakan 10 ml anilin dengan variasi selulosa  0,50 g, 1,00 g dan 1,50 g. PANi-selulosa yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Film PANi-selulosa dibuat dengan metode dip coating selama 10 menit. Pengukuran resistansi film PANi-selulosa terhadap perubahan kelembaban relatif menggunakan ohmmeter dilakukan dalam chamber. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan penambahan selulosa menghasilkan ikatan amina, alkana, alkena yang lebih banyak. Sintesis selulosa menghasilkan selulosa sebanyak 12,71 g dari 50,00 g ampas tebu. Material sensor kelembaban relatif yang dibuat dari bahan PANi-selulosa ampas tebu dapat bekerja pada kelembaban relatif 32,65 – 93,10 %. Pengukuran resistansi menunjukkan penambahan selulosa dan peningkatan kelembaban relatif akan memperkecil nilai resistansi. Linearitas sensor yang tertinggi didapatkan pada sampel dengan penambahan selulosa 1,00 g dengan R2 = 0,932. Uji durabilitas selama 18 hari menunjukkan nilai resistansi naik terutama pada kelembaban relatif di atas 75,51 %. Durabilitas tertinggi diperoleh pada sampel dengan penambahan selulosa 0,50 g.Kata kunci : polianilin, selulosa ampas tebu , sensor kelembaban
Perancangan Sistem Kontrol Temperatur dan Kelembaban Tanah pada Rumah Kaca Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Al-Farzaq, Ayu Afifah; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.113-118.2017

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem kontrol temperatur dan kelembaban tanah pada rumah kaca berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sensor yang dipakai dalam penelitian ini yaitu sensor LM35 dan Soil Moisture YL-69 sebagai pendeteksi temperatur dan kelembaban tanah. Temperatur dan kelembaban yang terdeteksi ditampilkan pada LCD 2x16 karakter. Sistem kontrol menggunakan kontrol on/off untuk menghidup-matikan relai yang terhubung pada lampu pijar  sebagai sumber panas, kipas sebagai pendingin dan pompa air untuk mengalirkan air pada penyiraman. Nilai temperatur yang diinginkan diatur dengan push button dan ditampilkan pada LCD. Uji akhir alat memperlihatkan bahwa alat ini mampu mengontrol temperatur dan kelembaban tanah di dalam rumah kaca. Rentang temperatur dan kelembaban tanah yang diuji berturut-turut adalah antara 27oC-31oC dan 10%-50%.Kata kunci: Rumah kaca, kontrol on/off, LM35, Soil Moisture YL-69, Arduino Uno
Karakterisasi Sifat Magnetik Dan Sifat Listrik Endapan Sinter di Beberapa Sumber Mata Air Panas Sumatera Barat (Studi Kasus: Mata Air Panas Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat) Salim, Afdal Fajri; Budiman, Arif; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.119-125.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sifat magnetik dan sifat listrik endapan sinter mata air panas dari mata air panas Sapan Malulung Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman.  Pengukuran resistivitas listrik dilakukan dengan metode dual probe electrode dan suseptibilitas magnetik dengan menggunakan metode anisotropy of magnetic susceptibility (AMS).  Nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan dari seluruh endapan sampel adalah 6 x 10-8 m3/kg – 15 x 10-8 m3/kg.  Diperkirakan mineral magnetik yang berkontribusi di dalam nilai suseptibilitas magnetik adalah hematit. Rendahnya nilai suseptibilitas magnetik di dalam endapan sinter dikarenakan oleh jumlah mineral magnetik (hematit) yang terkandung di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik tidak jenuh air didapatkan pada kisaran 35,632 Ωm dan 2509,569 Ωm.  Besarnya rentang nilai resistivitas listrik yang didapatkan karena ketiadaan mineral konduktif di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik jenuh air didapatkan pada kisaran 6,829 Ωm sampai 49,333 Ωm.  Tingginya nilai resistivitas listrik ini dikarenakan terdapatnya material-material pengotor yang tidak berasal dari reservoir panas bumi. Nilai suseptibilitas magnetik endapan sampel pada ketiga lokasi meningkat terhadap penurunan temperatur permukaan atau bila menjauhi mata air panas, sedangkan resistivitas listrik memiliki bentuk perubahan yang acak terhadap penurunan temperatur.Kata kunci: endapan sinter mata air panas, resistivitas listrik, suseptibilitas magnetik, panas bumi
Pengaruh Sumber Kation NaOH dan KOH Terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Pratama, Teguh Nugraha; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.126-131.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dengan metode peleburan alkali hidrotermal menggunakan variasi sumber kation berupa NaOH dan KOH. Perbandingan mol kation dengan massa abu dasar yang digunakan adalah 0,36 mol:12 g. Variasi perbandingan mol NaOH dan KOH yang digunakan adalah 100%:0% (Na100-K0), 75%:25% (Na75-K25), 50%:50% (Na50-K50), 25%:75% (Na25:K75) dan 0%:100% (Na0-K100). Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 2 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 180 oC selama 6 jam. Sampel yang dihasilkan berbentuk serbuk diuji menggunakan XRD. Grafik XRD dianalisis dengan software Match! 3 untuk menentukan jenis zeolit yang terbentuk. Proses sintesis pada temperatur hidrotermal 180 oC menghasilkan zeolit dengan pori berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 5 Ȧ sampai 7 Ȧ. Produk utama yang dihasilkan dari Na100-K0 berupa Sodalit dan Zeolit ZK-14, dari Na75-K25 berupa Hidrosodalit dan Kalsilit, dari Na50:K50 berupa Kalsilit, sedangkan dari Na25-K75 dan Na0-K100 berupa Megakalsilit. Sampel dengan nilai kristalinitas terbesar adalah Na100-K0 dengan nilai kristalinitas mencapai 100%. Secara umum dapat disimpulkan lewat proses sintesis bahwa kation K akan menghambat pertumbuhan kristal zeolit dengan kation Na karena sifat kation K yang dominan terhadap kation Na.Kata kunci: abu dasar, hidrotermal, peleburan alkali,zeolit
Analisis Radiofarmaka Tc99m MDP pada Pasien Kanker Payudara di Daerah Tulang Lutut dan Panggul Fenta, Ira; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.132-138.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis radiofarmaka Tc99m MDP pada 25 orang pasien kanker payudara yang melakukan bone scan di daerah tulang lutut dan panggul menggunakan kamera gamma. Data diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tulang yang tidak terdapat metastasis: akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,301 mCi, pada lutut kiri 0,297 mCi, pada panggul anterior 2,118 mCi, dan pada panggul posterior 1,914 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,130 MBq, pada lutut kiri 10,974 MBq, pada panggul anterior 78,365 MBq, dan pada panggul posterior 70,815 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 2,005 %, pada lutut kiri 1,977 %, pada panggul anterior 14,120 %, dan pada panggul posterior 12,759 %. Untuk tulang yang terdapat metastasis akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,283 mCi, pada lutut kiri 0,303 mCi, pada panggul anterior 1,666 mCi, dan pada panggul posterior 1,665 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,472 MBq, pada lutut kiri 11,210 MBq, pada panggul anterior 61,639 MBq, dan pada panggul posterior 83,746 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 1,887 %, pada lutut kiri 2,020 %, pada panggul anterior 11,106 %, dan pada panggul posterior 11,102 %. Nilai akumulasi, biodistribusi, dan presentase uptake tertinggi terdapat pada panggul anterior. Secara umum nilai-nilai ketiga parameter lebih tinggi pada pasien yang didiagnosis suspect atau menderita metastasis daripada yang tidak terdapat metastasis.Kata kunci :akumulasi, biodistribusi, kanker payudara,radiofarmaka Tc99m MDP,uptake.
Pengaruh Konsentrasi KOH terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Hamidah, Hamidah; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.139-143.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan KOH sebagai aktivator. Konsentrasi KOH yang digunakan adalah 0,1 mol, 0,3 mol dan 0,5 mol. Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 1 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 100 oC selama 6 jam dengan variasi media kristalisasi aquades dan air laut. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Zeolit yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa zeolit yang terbentuk menggunakan media kristalisasi aquades adalah potassium aluminum silicate (megakalsilit), leucit, muskovit dan masih banyak kandungan  kuarsa. Sampel yang disintesis menggunakan media kristalisasi air laut mengandung megakalsilit, leucit, muskovit dan sodalit.Kata kunci: Potassium aluminum silicate, megakalsilit, konsentrasi.
Estimasi Porositas Batuan Reservoir Lapangan F3 Laut Utara Belanda Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Pada Atribut Seismik Rahman, Afdal; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.144-148.2017

Abstract

Telah dilakukan estimasi porositas batuan reservoir dengan mengkombinasikan metode analisis multi-atribut dan jaringan syaraf tiruan (JST) pada data blok F3 sektor laut utara Belanda. Estimasi porositas dilakukan dengan memvariasikan jumlah data masukan pada pelatihan JST untuk menghasilkan porositas sesuai dengan data target menggunakan software OpendTect. Data masukan yang digunakan berupa atribut seismik sedangkan data target berupa data sumur. Atribut seismik yang digunakan terdiri atas atribut Amplitude Average, Math Difference Stack dan Porosity Cube. Data sumur yang digunakan sebagai data target adalah data sumur pada lokasi F02-1, F03-2 dan F03-4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelatihan JST dengan menggunakan tiga atribut seismik mampu mengestimasi porositas reservoir dengan rentang porositas yang besar dibanding dengan menggunakan satu atau dua atribut. Nilai rentang porositas dengan tiga atribut adalah 4,67 % sementara dengan satu dan dua atribut berturut-turut adalah 1,18 % - 3,79 % dan 4,25 % - 4,63 %. Semakin besar rentang porositas maka peta sebaran warna porositas yang dihasilkan tampak lebih jelas dan detail. Dengan demikian, kombinasi metode analisis multi-atribut dengan jaringan syaraf tiruan mampu menghasilkan estimasi porositas yang cukup akurat.Kata kunci: analisis multi-atribut, jaringan syaraf tiruan, porositas, software Opendtect.
Sintesis Dan Karakterisasi Pigmen Hematit (α-Fe2O3) Dari Bijih Besi Di Jorong Kepalo Bukik Kabupaten Solok Selatan Menggunakan Metode Presipitasi Zanur, Harmen; Putra, Ardian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.149-155.2017

Abstract

Penelitian ini berhasil mensintesis pigmen hematit (α-Fe2O3) dari bijih besi Jorong Kepalo Bukik, Kabupaten Solok Selatan. Uji kandungan material pada sampel dilakukan dengan metode XRF (X-Ray Fluorescence). Uji XRF  yang dilakukan pada sampel mentah, didapatkan  kandungan Fe 73,554 % dan  62,901 % Fe2O3. Sintesis menggunakan metode presipitasi dilakukan dengan 100 g bijih besi dicampur dengan 371 ml HCl dipanaskan pada temperatur 145 oC, kemudian direndam dengan NH4OH dan dibersihkan dengan aquades.  Campuran kemudian dikeringkan pada temperatur 150 oC dan dilakukan kalsinasi pada temperatur 500, 600, 700, dan 800 oC hingga membentuk serbuk hematit. Serbuk hematit dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffractometer) dan colorimeter. Berdasarkan hasil XRD, hematit (α-Fe2O3) yang diperoleh dengan temperatur kalsinasi 500 oC dan 800 oC  mempunyai struktur dan ukuran kristal yang sama yaitu rhombohedral dan 64,8 nm. Hasil uji warna menunjukkan  bahwa hematit dengan temperatur kalsinasi 500 oC mempunyai nilai  L*a*b adalah 24,87; 4,31; 3,39, temperatur kalsinasi 600 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,02; 4,24; 3,04, temperatur kalsinasi 700 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,17; 4,56; 3,02, temperatur kalsinasi 800 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,31; 3,4; 2,17.Kata kunci: bijih besi, pigmen, α-Fe2O3, presipitasi