cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Analisis Kerawanan Bencana Longsor dari Karakteristik Hujan, Pergerakan Tanah dan Kemiringan Lereng di Kabupaten Agam Dinda Maulani Adfy; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.14 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.8-14.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh intensitas curah hujan, pergerakan tanah, dan kemiringan lereng terhadap kejadian longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Nilai hujan pemicu longsor dibuat berdasarkan data curah hujan dari satelit GPM (Global Precipitation Measurement) pada tiap kejadian longsor di Kabupaten Agam. Kejadian longsor yang diteliti adalah kejadian selama tahun 2019 sampai 2020. Pergerakan tanah dianalisa dari data satelit Sentinel-1 yang diolah dengan menggunakan metode DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar). Interval nilai hujan pemicu longsor di Kabupaten Agam didapatkan sebesar 0,05 - 62,64 mm/hari. Nilai curah hujan tahunan di daerah ini didapatkan sebesar 2.467,7 - 3.611,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Agam mengalami penurunan tanah yang ditandai dengan nilai pergerakan tanah sebesar 0 s/d -0,737017 cm/tahun. Daerah di Kabupaten Agam dengan tingkat kerawanan longsor sangat rendah (0,75%) dan rendah (10,53%) tersebar pada kawasan bagian tenggara. Daerah dengan tingkat kerawanan longsor sedang (45,11%) tersebar pada kawasan bagian barat hingga selatan yang didominasi oleh faktor pergerakan tanah yang cukup besar dan kelerengan yang curam. Daerah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi (39,85%) dan sangat tinggi (3,76%) tersebar pada kawasan bagian utara yang faktor dominannya adalah curah hujan tinggi, pergerakan tanah besar, dan kelerengan yang curam. This research investigates precipitation intensity, land movement, and topographic slope on landslides in Agam Regency, West Sumatra. The landslide events, which are analyzed, are from 2019 to 2020. The precipitation intensity for each landslide event is estimated from GPM (Global Precipitation Measurement) observation. The land movement is estimated by the Sentinel-1 satellite data, processed by using DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar) method. The precipitation intensity, which includes landslides, is around 0.05 - 62.64 mm/day. Furthermore, the annual precipitation value of this region is about 2467.7 - 3611.5 mm. The result shows that Agam Regency has experienced land subsidence by the velocity rate varying from 0 to -0.737018 cm/year. The southeast region of Agam Regency is categorized as very low (0.75%) to low (10.53%) landslide vulnerability areas. The west to the south region of Agam Regency is categorized as moderate landslide vulnerability areas (45.11%), large land movement, and steep slope. The areas with high (39.85%) to very high (3.76%) landslide vulnerability are scattered in the north, dominated by high precipitation intensity, large land movement, and steep slope factors
Identifikasi Pencemaran Logam Berat pada Sedimen Sungai Batang Arau Kota Padang Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik Ridha Putri Yanti; Afdal Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.012 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.248-254.2021

Abstract

Telah dilakukan identifikasi pencemaran logam berat pada sedimen Sungai Batang Arau Kota Padang berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik. Pengambilan sampel dilakukan mulai dari hulu hingga hilir pada 20 titik dengan kedalaman 10 cm. Hasil pengukuran menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik  berkisar antara 116,6×10-8 kg-1m3 sampai 914,0×10-8 kg-1m3. Pola χFD (%) pada scattergram menunjukkan bahwa hampir seluruh sampel memiliki nilai χFD (%) < 5%. Hal ini menunjukkan ukuran bulir di lokasi penelitian yaitu bulir non-SP campuran halus dan kasar yang banyak dihasilkan dari proses-proses pencemaran. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik  dan pola χFD (%) pada scattergram daerah penelitian telah mengalami pencemaran dari kategori tercemar rendah hingga tercemar sangat tinggi. Sedimen yang terletak di zona perumahan padat penduduk di kawasan tengah sungai cenderung memiliki nilai suseptibilitas yang lebih tinggi daripada di zona perumahan non-padat penduduk di kawasan hulu. Dapat dikatakan sumber dari pencemaran ini adalah sumber antropogenik.  Identification of heavy metal pollution in the sediments of the Batang Arau River, Padang City based on the magnetic susceptibility value has been carried out. Sampling was collected from upstream to downstream at 20 points with 10 cm depth. The results shows that magnetic susceptibility values range from 116.6× 10-8 kg-1m3 to 914.0 × 10-8 kg-1m3. The pattern of χFD (%) in the scattergram shows that almost all samples have a value of χFD (%) <5%. This shows the grain size in the research location, namely the fine and coarse mixture of non-SP grains which are mostly produced from pollution processes. Based on the magnetic susceptibility value and the χFD(%) pattern  in the scattergram, the research area has experienced pollution from low to very high polluted categories. Sediments located in densely populated residential zones in the midstream area  to have a higher susceptibility value than in non-densely populated residential zones in the upstream area. It can be said that the source of this pollution is an anthropogenic source.
Pengaruh Densitas Panel Serat Ampas Tebu terhadap Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Titit Puspita Sari; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.412 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.304-310.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh densitas panel serat ampas tebu terhadap koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik.  Metode yang digunakan yaitu metode tabung pada komposit berbahan dasar serat ampas tebu dengan matriks resin epoksi. Material komposit tersebut diberi perlakuan densitas  yang berbeda untuk setiap sampel dengan tebal setiap sampel sama  yaitu 0,5 cm. Material uji dibuat dengan densitas yang berbeda yaitu  0,38 g/cm3,  0,44 g/cm3, 0,57 g/cm3, dan 0,62 g/cm3.  Frekuensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, dan 8000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi pada sampel dengan densitas 0,44 g/cm3 paling tinggi terjadi pada frekuensi 4000 Hz yakni 0,98 dan sampel dengan densitas 0,62 g/cm3 memiliki nilai koefisien absorbsi paling rendah pada frekuensi 500 Hz dengan nilai 0,56.  Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada densitas 0,57 g/cm3 yaitu pada frekuensi 1000 Hz dengan nilai 1.27 dyne/cm5.  Panel serat ampas tebu ini sangat cocok digunakan pada ruangan audio karena memiliki nilai koefisien absorbsi yang cukup tinggi pada frekuensi 4000 Hz. Research  on the effect of the density of sugarcane bagasse fiber on the sound absorption coefficient and acoustic impedance has been conducted.  The method used is the tube method on the composite based on sugarcane bagasse with has been conducted  epoxy resin matrix. The composite material was given by a different density treatment for each sample with the same thickness of each sample that is 0.5 cm. The test material makes with different densities namely densities of 0.38 g/cm3, 0.44 g/cm3, 0.57 g/cm3, and 0.62 g/cm3.  The frequency used in this study is 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, 8000 Hz. The results showed that the sound absorption coefficient value with the highest 0.44 g/cm3 density occurred at 4000 Hz frequency, 0.98 and the sample with 0.62 g/cm3 density had the lowest absorption coefficient value at 500 Hz frequency with value of 0.56. The highest acoustic impedance value occurs at a density of 0.57 g/cm3, ie at a frequency of 1000 Hz with a value of 1.27 dyne.s/cm5.  This bagasse fiber panel is very suitable for use in audio rooms because it has a high absorption coefficient value at a frequency of 4000 Hz.
Karakterisasi Sensor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Bahan SnO2 Didoping dengan Al2O3 Nesfi Addina; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.281 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.531-537.2020

Abstract

Karakterisasi terhadap sensor gas LPG dari bahan SnO2 didoping dengan Al2O3 telah dilakukan. Sampel dibuat dengan persentase doping 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% mol terhadap bahan dasar SnO2. Sensor gas LPG diuji pada temperatur ruang untuk mendapatkan karakteristik I-V, nilai sensitivitas, selektivitas, konduktivitas, waktu respon dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V, sensitivitas tertinggi pada sampel 92% mol SnO2 + 8 % mol  Al2O3 yaitu 4,33 pada tegangan 12 volt. Nilai selektivitas tertinggi terdapat pada sampel 92% mol SnO2 + 8 % mol Al2O3 yaitu 2,67 pada tegangan 6 volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel 92% mol SnO2 + 8 % mol Al2O3 yaitu 12,06 x 10-4/Ω.m pada lingkungan LPG. Waktu respon sampel  92% mol SnO2 + 8 % mol Al2O3 yaitu 45 s pada tegangan 24 volt. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal 92% mol SnO2 + 8 % mol Al2O3 yaitu 43,67 nm lebih kecil dibandingkan dengan 100% SnO2 yaitu 57,74 nm. Characterization of LPG gas sensors made from material SnO2 doped with Al2O3 was performed. Samples were made with doped Percentages of 0%, 2%, 4%, 6%, 8% and 10% mol of the basic ingredient SnO2. LPG gas sensors was tested at room temperature by measuring I-V’s characteristics, calculating values of sensitivity, selectivity, conductivity, response time and XRD characterization. Based on the measurement of I-V characteristics, the highest sensitivity of the sample 92% mol SnO2 + 8% mol Al2O3 is 4.33 at a voltage of 12 volts. The highest selectivity value of the sample 92% mol SnO2 + 8% mol Al2O3 is 2.67 at a voltage of 6 volts. The highest conductivity value was given a sample of 92% mol SnO2 + 8% mol Al2O3 is 12.06 x 10-4 / Ω.m in the LPG environment. The sample’s response time is 92% mol SnO2 + 8% mol Al2O3, which is 45 s at a voltage of 12 volts. The XRD results that the crystallite size of 92% mol SnO2 + 8% mol Al2O3 is 43.67 nm smaller than 100% SnO2 is 57.74 nm.
Verifikasi Dosis Radiasi Teknik Penyinaran 3D-CRT pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Film EBT3 di Rumah Sakit UNAND Andrea Wessha; Dian Milvita; Muhammad Ilyas
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.516 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.184-190.2021

Abstract

Verifikasi dosis radiasi teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy  (3D-CRT) pada pasien kanker payudara telah dilakukan menggunakan film EBT3. Verifikasi dosis radiasi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Andalas selama Agustus sampai September 2020. Pengukuran dosis radiasi menggunakan film EBT3 dilakukan untuk memverifikasi dosis radiasi terukur dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan protokol International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. Nilai dosis radiasi terukur diamati pada setiap lapangan penyinaran yaitu chest-wall dan supraclave. Verifikasi dosis radiasi dari penyinaran dosis radiasi yang terukur menggunakan film EBT3 mendapatkan nilai dosis radiasi yang lebih tinggi dari dosis radiasi TPS. Nilai dari pengukuran dosis radiasi menunjukkan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran chest-wall cenderung tinggi jika dibandingkan dengan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran supraclave. Hasil pengukuran dosis radiasi yang tinggi pada lapangan penyinaran chest-wall disebabkan adanya penggunaan bolus. Berdasarkan hasil pengukuran dosis radiasi tersebut verifikasi dosis radiasi berdasarkan TRS 398 tidak terpenuhi. Diskrepansi dosis radiasi terukur pada setiap pengukuran melebihi standar toleransi TRS 398 yaitu (0-5)% Dose verification of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) for breast cancer patient has been conducted using film EBT3. The dose radiation had been verificated in Andalas University Hospital from August to September in 2020. Dose radiation measurement using film EBT3 has been verified the dose radiation of Treatment Planning System (TPS) based on International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. The measurable of dose radiation has been observed for chest-wall and supraclave. It was shown that the value of measurable dose radiation is higher than dose radiation in the TPS. The value of dose radiation measurement between chest-wall and supraclave showed different pattern. Measurable dose radiation on Chest-wall is tend to higher value than on supraclave. This pattern is may be due to that radiation treatment on chest-wall was using bolus. Furthermore, the dose radiation discrepancy using film EBT3 exceed the standard limitation base on TRS 398. Thus, the dose verification using film EBT3 is not properly enough for breast cancer patient.
Penentuan Zona Intrusi Air Laut di Area Pelabuhan Perikan Samudera Bungus Menggunakan Metoda Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Wenner Dua Dimensi Yoci Darwita Putri; Dwi Pujiastuti; Afdal Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.589 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.465-471.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeteksi intrusi air laut di area Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus Padang. Data yang diambil merupakan data sekunder dari Loka Riset Sumber Daya Kerentanan Pesisir Bungus Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Data diperoleh dengan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner 2 dimensi. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan yang sejajar pantai yaitu Lintasan 1 dan 2, dan 1 lintasan tegak lurus dengan pantai yaitu Lintasan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lintasan sudah mengalami intrusi air laut. Intrusi terjadi sejauh 85 m dari bibir pantai. Lintasan 3 telah mengalami pertambahan luas intrusi dibandingkan pada penelitian Kusumah pada tahun 2015 namun kedalaman dan jarak intrusi dari pantai yang hampir sama. A Research to detect seawater intrusion zone in the area of Bungus Ocean Fisheries Port (PPS), Padang has been carried out. The resistivity data taken from the Bungus Coastal Vulnerability and Resource Research Station, Marine and Fisheries Research and Human Resources Agency, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. Survey conducted using resistivity geoelectric method with 2 dimensional Wenner configuration. Measurement conducted at two lines paralel to coastal line (Line 1 and 2) and one line prependicular to coastal line (Line 3). The results show that all lines have experienced sea water intrusion. Intrusion occurs as far as 85 m from the shoreline. Line 3 has experienced an increase in area  of intrusion compared to Kusumah's study in the year of 2015 but depth and the distance from intrusion from the coast is almost the same.
Karakteristik Sifat Fisis Tanah Daerah Potensi Longsor di Jalan Raya Sumbar Riau Nagari Koto Alam, Sumatera Barat Harry Jamatul Kristie; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2655.082 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.123-129.2021

Abstract

Pengukuran sifat fisis tanah pada lereng yang sudah terjadi longsor dan lereng yang diduga belum terjadi longsor di Nagari Koto Alam telah dilakukan menggunakan metode ASTM. Sampel tanah diambil pada bagian atas, tengah, dan bawah lereng dengan kedalaman 30 cm dan 75 cm dari permukaan lereng. Hasil pengukuran sifat fisis tanah menunjukkan bahwa jenis tanah dari keempat lereng didominasi oleh lempung dan tanah liat berpasir, dengan rentang nilai koefisien keseragaman dari 2,22 sampai 7,69, nilai koefisien gradasi dengan rentang  0,54 sampai 1,44,  nilai berat spesifik dari rentang 2,58 sampai 2,70, dan kadar air jenuh tanah dari  rentang  34,95 sampai 43,75. Lereng berjenis tanah lempung serta mempunyai nilai koefisien keseragaman lebih kecil dari enam dan koefisien gradasi kecil dari satu, ditambah nilai kadar air jenuh  besar dari 40%  miliki potensi yang besar terjadinya longsor. Satu dari empat lereng uji memiliki potensi terjadinya longsor pada kedalaman 75 cm dan tiga lereng lainnya memiliki potensi kedalaman 75 cm dari permukaan lereng. Measurement  of the physical properties of soil on slpes where landslide have occurred and slopes that are not speculated to have occurred  in Nagari Koto Alam have been carried out using the ASTM method. Soil sampels were taken from  the top, middle, and bottom slopes with a depth of 30 cm and 75 cm from the slope surface. The result of the measurement of physical properties of the soil show that the soil types of the four slopes are dominated by clay and sandy clay, with a range of uniformity coefficient values from 2.22 to 7.69, gradiation coefficient values ranging from  0.54 to 1.44, specific gravity values ranging from 2.58 to 2.70, and saturated soil moisture content in the range 34.95 % to 43.75%. Slopes are clay type and have a uniformity coefficient value of less than six, and  gradient coefficient less than  one, plus a saturated water content value greater than 40% has a great potential for landslides. One of the four test slopes has the potential for landslides to occur at a depth of 75 cm and the other three slopes have a potential depth of 75 cm from the slope surface. 
Struktur dan Karakteristik Termal Sinter Silika Mata Air Panas Panti, Pasaman Vira Friska; Ardian Putra; Almuhsinin Almuhsinin
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.972 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.408-414.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur dan karakteristik termal sinter silika pada mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Karakterisasi termal  menggunakan metode Differential Thermal Analysis (DTA) dengan suhu pemanasan maksimal 1100°C untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sinter silika. Berdasarkan hasil uji DTA, suhu terjadinya proses endoterm hampir sama pada kedua sampel yaitu titik A pada suhu 91,9°C dan titik B 91,8°C. Silika pada titik A mengalami transisi α → β-quartz pada suhu 710,8°C selanjutnya perubahan β-quartz → β-tridymite pada suhu 848,8°C. Sampel silika pada titik B mengalami transisi fasa pada suhu yang lebih rendah dibanding titik A yaitu perubahan  α → β-quartz pada suhu 523,7°C dan β-quartz → β-tridymite pada suhu 711,2°C. Titik A membutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk berubah dari β-quartz → β-tridymite dibandingkan pada titik B. Ini mengindikasikan bahwa sampel pada titik B memiliki kandungan silika yang lebih tinggi dibandingkan titik A. Struktur sinter silika diuji menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil uji XRD menunjukkan bahwa sinter silika pada kedua titik memiliki fase opal-CT. Hal ini mengindikasikan bahwa sinter silika pada mata air panas panti, Pasaman memiliki usia >10.000 tahun dan aktifitas termal panas bumi daerah penelitian ini sudah ada puluhan ribu tahun. Structure and thermal characteristics of silica sinter on hot spring in Panti, Pasaman District has been investigated. The thermal characteristics used the Differential Thermal Analysis (DTA) method with a maximum heat temperature  of 1100°C to see the crystalline phase changes from silica sinter. Based on DTA test, the temperature of the endothermic process is almost the same in both samples, are 91,9°C at point A and 91,8°C at point B. The change α → β-quartz at point A occurs at 710,8°C and β-quartz → β-tridymite occurs at 848,8°C. Silica sinter at point B have transitioned at temperatures lower than point A, the change  α → β-quartz occurs at 523,7°C and β-quartz → β-tridymite at 711,2°C. Siica at point A requires a higher temperature to change from β-quartz → β-tridymite than that at point B, this indicates that the sample at point B has a higher silica content than point A. The silica sinter structure was tested using an X-Ray Diffractometer (XRD). The XRD results showed that the phase of silica sinters at both points is opal-CT. It indicates that silica sinters at the hotspring in Panti, Pasaman has an age >10,000 years and the geothermal thermal activity of this research area has existed for tens of thousands of years.
Identifikasi Sebaran Anomali Magnetik pada Daerah Prospek Panas Bumi Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar Hanif Hidayat; Ardian Putra; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3536.242 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.48-54.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran anomali magnetik pada daerah prospek panas bumi Nagari Aie Angek untuk mengetahui potensi panas bumi yang digambarkan dalam bentuk pemodelan sistem panas bumi. Penelitian yang dilakukan pada daerah berdimensi 1300 m × 1300 m yang terdiri dari 198 titik pengambilan data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai anomali magnetik yang berada pada daerah tersebut berada pada rentang -2800 nT hingga 1800 nT dan didominasi oleh nilai magnetik negatif. Anomali magnetik negatif ini disebabkan oleh adanya sumber panas, reservoir dan pengaruh batuan sedimen vulkanik yang telah mengalami demagnetisasi. Data sebaran anomali magnetik ini diplot menjadi peta kontur yang selanjutnya dikontinuasi ke atas (smoothing) untuk menghilangkan pengaruh magnetik pada permukaan dan menekankan pengaruh regional. Berdasarkan hasil pemodelan dari sistem panas bumi didapatkan adanya indikasi caprock, reservoir dan batuan panas serta zona sesar yang berkaitan erat dengan sistem fluida hidrotermal. This research aims to identify the distribution of magnetic anomalies in the Nagari Aie Angek geothermal prospect area and determine the geothermal potential described in geothermal system modeling. This research was conducted in an area with 1300 m × 1300 m, consisting of 198 data collection points. From the research result, the magnetic anomaly values obtained are in the range -2800 nT to 1800 nT and are dominated by negative magnetic values. This negative magnetic anomaly is caused by heat sources, reservoirs, and the influence of demagnetized volcanic sedimentary rocks. This magnetic anomaly distribution data is plotted into a contour map, which is then performed by upward continuation (smoothing) to eliminate magnetic influence on the surface and emphasize regional effects. Based on the geothermal system’s modeling results, it is found that there are indications of caprock, reservoir, and hot rock, as well as a fault zone that is closely related to the hydrothermal fluid system.
Analisis Vektor Deformasi Stasiun SuGAr Akibat Gempa Bengkulu 12 September 2007 Annisa Zahratul Hilma; Dwi Pujiastuti; Deasy Arisa
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.89 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.338-344.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis deformasi yang terjadi akibat gempa Bengkulu 12 September 2007.  Dalam penelitian ini vektor deformasi dapat dilihat dari pergeseran beberapa stasiun SuGAr yang tersebar di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera.  Data yang digunakan yaitu data pengamatan GPS pada fase koseismik dan pascaseismik dari 9 stasiun SuGAr yaitu stasiun BSAT (Bulasat), LAIS (Lais), LNNG (Lunang), MKMK (Muko-Muko), NGNG (Nyang Nyang), PPNJ (Pulau Panjang), PRKB (Parak Batu), PSKI (PulauSikuai), dan SLBU (Silabu).   Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan software GAMIT/GLOBK 10.70 dan pemetaan vektor deformasi menggunakan software GMT 5.4.5.  Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan arah pergerakan stasiun SuGAr secara horizontal akibat gempa yaitu ke arah barat laut.  Hal ini menunjukkan bahwa subduksi lempeng ke arah timur laut mengalami perubahan secara signifikan akibat gempa Bengkulu 2007.  Stasiun yang mengalami pergeseran paling besar adalah stasiun  PRKB di Pulau Pagai Selatan  dengan besar pergeseran 180,89 cm, sedangkan stasiun yang memiliki pergeseran paling kecil adalah stasiun NGNG di Pulau Siberut bergeser sejauh 16,38 cm . Pada fase pascaseismik arah deformasi masih mengikuti fase koseismik, tapi nilai pergeserannya lebih kecil. Dapat disimpulkan semakin dekat lokasi stasiun dengan episenter gempa, maka deformasi yang terjadi juga akan semakin besar.   Deformation due to the Bengkulu earthquake on September 12th  2007 has been analyzed.  The deformation vector could be seen from the displacement of SuGAr stations distibuted along the west coast of Sumatra Island. This study used the GPS observation data of  the coseismic and  postseismic phase recorded by 9 SuGAr stations which were BSAT (Bulasat), LAIS (Lais), LNNG (Lunang), MKMK (Muko-Muko), NGNG (Nyang Nyang), PPNJ (Panjang Island), PRKB (Parak Batu), PSKI (Sikuai Island), and SLBU (Silabu).  The data processed by GAMIT / GLOBK 10.70 software and GMT 5.4.5 for mapping of the deformation vector.  The results showed direction of the displacement from the SuGAr station horizontally to the northwest in the coseismic phase.  It showed that the subduction of the plate toward the northeast have a significant change due to Bengkulu Earthquake.  The PRKB station located in South Pagai Island had the biggest displacement value which was  180.89 cm, while the NGNG station  located in Siberut Island had the smallest displacement which was 16.38 cm. At the postseismic phase, direction of deformation following the coseismic phase. Therefore, the closer station located to the earthquake epicenter, the greater deformation occured.

Page 44 of 179 | Total Record : 1790