cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EL-HIKMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2012): Juni" : 12 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER & PENDIDIKAN AKHLAK: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS, NORMATIF-FILOSOFIS Gani, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan akhlak. Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, yaitu warga negara dan masyarakat yang baik. Istilah pendidikan karakter dalam sejarah bangsa Indonesia, bukan merupakan sesuatu yang baru. Pada masa penjajahan muncul sosok penggiat pendidikan karakter semisal R.A. Kartini, Ki hajar Dewantara, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Moh. Natsir. Sebenarnya dalam tradisi pendidikan di Indonesia, terdapat beberapa mata pelajaran dalam silabus yang diterapkan di sekolah khususnya Madrasah yang mengarah kepada pembentukan karakter bangsa, yakni Pendidikan Akidah Akhlak untuk membentuk insan yang berakhlak karimah dan civic education/kewarganegaraan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Hanya saja dalam implementasi di wilayah mikro (lembaga pendidikan), mata pelajaran tersebut ternyata belum optimal untuk menjadikan output pendidikan formal menjadi pribadi yang berakhlakul karimah atau pribadi yang mengetahui, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan. Tulisan berikut ini akan memaparkan tinjauan historis-filosofis-normatif dari pendidikan karakter di Indonesia.
PSIKOLOGI ISLAMI: Cara Baru Memahami Eksistensi Manusia dalam Pendidikan Islam Basyuni, Helmi
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan agama secara klasik sering diamati sebagai dua pandangan yang terpisah secara eksklusif. Tidak ada bagian ilmu yang dapat dijelaskan agama dan sebaliknya, tidak ada perintah agama melalui wahyu yang dapat dijelaskan secara obyektif oleh logika ilmu pengetahuan. Pertemuan antara ilmu dan agama merupakan suatu khayalan yang mustahil dapat dihadirkan secara nyata, sehingga sia-sia bila ada yang berupaya untuk mempertemukannya baik dalam taraf substansi kajian, cara mencari kebenarannya, maupun fungsi terapannya. Setelah tahun 1950, keyakinan tentang eksklusivitas agama dan ilmu pengetahuan mulai meluntur. Artinya agama dan pengetahuan manusuia dapat dikawin-mawinkan untuk merumuskan jalan bagi pemaknaan manusia dan paradigma positivistik-sekular mulai diragukan eksistensinya dalam menjawab eksistensi diri manusia. Dan kekosongan inilah yang hendak dijawab oleh Islam dengan paradigm Psikologi Islaminya. Pemahaman-pemahaman tingkah laku dengan rujukan Islam merupakan sebuah paradigma yang khas, bila tidak dikatakan baru. Terdapat sebuah definisi umum yang menggambarkan kekhasan psikologi Islami, yaitu ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia, yang berisi filsafat, teori, metodologi dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam, akal, indra, dan intuisi. Dan tulisan berikut ini akan mewacanakan postur dari Psikologi Islami dan konsekuensinya bagi gagasan kependidikan Islam.
PENDIDIKAN ISLAM; TRADISI DAN MODERNISASI DI TENGAH TANTANGAN MILENIUM III Alidrus, Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dalam menghadapi millinium ke III atau abad 21 harus segera berbenah, tidak lagi hanya membangga-banggakan sejarah keemasan masa lalu, namun juga menpersiapkan (merencanakan) kehidupan di masa sekaranag untuk memperoleh harapan (masa depan) yang lebih baik. Hal ini bisa terjadi dengan memodernisasikan lembaga-lembaga pendidikan, serta mengintregrasikan keilmuan (Islamisasi keilmuan) serta meninggalkan dikotomi keilmuan yang selama ini mengganggu umat Islam. Modernisasi dilakukan untuk memiliki daya saing yang didasari dengan budaya mutu berbasis komitmen kerja yang diilhami oleh nilai-nilai islami.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BIDANG STUDI PAI DI KELAS VIII SMPN 1 LABUAPI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Aziz, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi tidak hanya membawa perubahan positif bagi peradaban manusia, tapi lebih dari itu telah mengacaukan kemanusiaan manusia sehingga gesekan demi gesekan yang bernuansa negatif tak dapat dihindarkan. Potret kemanusiaan yang demikian telah menyadarkan para pemerhati pendidikan untuk menerapkan kembali pendidikan karakter untuk menyemai aspek-aspek rasa, simpati, dan empati bagi peserta didik. Dalam Undang-undang Pendidikan No. 14 Tahun 2005 misalnya, lembaga pendidikan diberikan amanat untuk mengembangkan serta mewujudkan kompetensi anak didik bukan dalam pencapaian prestasi kognitif saja, tapi lebih luas yaitu pendidikan dan pembelajaran pada semua mata pelajaran khususnya PAI agar anak didik mempunyai karakter berkepribadian luhur. Mata pelajaran PAI merupakan pelajaran yang erat kaitanya dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana; pertama, penerapan Pendidikan Karakter Pada Bidang Studi PAI di Kelas VIII SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2012/2013; kedua, kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pendidikan berkarakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013; dan ketiga, upaya-upaya yang dilakukan guru terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013.
STRATEGI PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM MEMBENTUK AKHLAK REMAJA: Studi Pada Majelis Taklim Darul Kholidin Kebun Indah Sesela Gunung Sari Tahun 2012 Makruf, Rusni Bil
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era sekarang ini sering dijumpai bentuk-bentuk kerusakan moral (akhlak) manusia, baik yang dilakukan oleh orang dewasa ataupun remaja. Hal ini semakin terlihat jelas terutama dikalangan anak muda yang masih dalam usia sekolah contoh kecil saja seperti tawuran antar pelajar, narkoba masuk sekolah dan kampus-kampus, minuman keras (miras), membawa dan menyimpan film porno, dan masih banyak bentuk - bentuk penyimpangan yang lainnya. Tujuan sejati dari pendidikan yang selama ini didengung-dengungkan yakni agar bisa memanusiakan manusia, agak menjadi sangat ironi dan berbanding terbalik jika hanya pendidikan yang dibebankan hanya tertuju pada pendidikan yang ada di sekolah-sekolah pada umumnya. Diperlukan adanya pendidikan yang bisa membantu pendidikan formal. Majelis Taklim sebagai lembaga nonformal dalam bidang keagamaan mempunyai peluang besar untuk membentuk akhlak kaum remaja, terutama pada remaja yang sulit diatur pada lembaga formal. Majelis taklim Darul Kholidin yang merupakan lembaga pendidikan nonformal menerapkan dan menganjurkan remaja khususnya masyarakat Sesele untuk belajar pada pendidikan nonformal (majelis taklim atau pengajian rutinitas santri maupun non santri pada tokoh agama atau Tuan guru setempat). Oleh karena itulah penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pendidikan nonformal yang dilakukan oleh remaja yang ada di wilayah Kebun Indah, Sesele Gunungsari.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI MTs. NURUL AROFAH NW KEL. GERANTUNG KEC. PRAYA TENGAH KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Mulki, Khaerul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, antara lain akhlak, keagamaan dan sosial masyarakat. Sebagaimana dipahami bahwa para siswa berkembang secara integral, dalam arti fungsi–fungsi jiwanya saling mempengaruhi secara organik. Karenanya sepanjang perkembangannya membutuhkan bimbingan sebaik–baiknya dari orang yang lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap jiwa para remaja yang menurut kodratnya terbuka terhadap pengaruh dari luar. Namun tidak jarang para remaja mengambil jalan pintas untuk mengatasi kemelut batin yang mereka alami itu. Pelarian batin ini terkadang akan mengarah ke perbuatan negatif dan merusak. Di sini posisi yang dapat diperankan oleh pendidikan akidah akhlak dengan niat memberikan modal bagi peserta didik nilai-nilai esensil bagi aspek relijiusitas siswa. Dengan demikian tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pendidikan aqidah dan akhlak mutlak diberikan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sasaran utamanya adalah untuk membentuk anak didik memiliki kemantapan iman/aqidah dan memiliki kebermaknaan yang mantap atas akhlaknya sehingga hubungan dengan Tuhannya berjalan dengan baik dan hubungan dengan manusia/alam sekitar berjalan secara harmonis. Berikut ini, penulis akan memaparkan pelaksanaan pendidikan Aqidah Akhlak di MTS. Nnurul Arofah NW Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012.
PENDIDIKAN KARAKTER & PENDIDIKAN AKHLAK: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS, NORMATIF-FILOSOFIS Gani, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan akhlak. Tujuannya adalah untuk membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik, yaitu warga negara dan masyarakat yang baik. Istilah pendidikan karakter dalam sejarah bangsa Indonesia, bukan merupakan sesuatu yang baru. Pada masa penjajahan muncul sosok penggiat pendidikan karakter semisal R.A. Kartini, Ki hajar Dewantara, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Moh. Natsir. Sebenarnya dalam tradisi pendidikan di Indonesia, terdapat beberapa mata pelajaran dalam silabus yang diterapkan di sekolah khususnya Madrasah yang mengarah kepada pembentukan karakter bangsa, yakni Pendidikan Akidah Akhlak untuk membentuk insan yang berakhlak karimah dan civic education/kewarganegaraan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Hanya saja dalam implementasi di wilayah mikro (lembaga pendidikan), mata pelajaran tersebut ternyata belum optimal untuk menjadikan output pendidikan formal menjadi pribadi yang berakhlakul karimah atau pribadi yang mengetahui, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan. Tulisan berikut ini akan memaparkan tinjauan historis-filosofis-normatif dari pendidikan karakter di Indonesia.
PSIKOLOGI ISLAMI: Cara Baru Memahami Eksistensi Manusia dalam Pendidikan Islam Basyuni, Helmi
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan agama secara klasik sering diamati sebagai dua pandangan yang terpisah secara eksklusif. Tidak ada bagian ilmu yang dapat dijelaskan agama dan sebaliknya, tidak ada perintah agama melalui wahyu yang dapat dijelaskan secara obyektif oleh logika ilmu pengetahuan. Pertemuan antara ilmu dan agama merupakan suatu khayalan yang mustahil dapat dihadirkan secara nyata, sehingga sia-sia bila ada yang berupaya untuk mempertemukannya baik dalam taraf substansi kajian, cara mencari kebenarannya, maupun fungsi terapannya. Setelah tahun 1950, keyakinan tentang eksklusivitas agama dan ilmu pengetahuan mulai meluntur. Artinya agama dan pengetahuan manusuia dapat dikawin-mawinkan untuk merumuskan jalan bagi pemaknaan manusia dan paradigma positivistik-sekular mulai diragukan eksistensinya dalam menjawab eksistensi diri manusia. Dan kekosongan inilah yang hendak dijawab oleh Islam dengan paradigm Psikologi Islaminya. Pemahaman-pemahaman tingkah laku dengan rujukan Islam merupakan sebuah paradigma yang khas, bila tidak dikatakan baru. Terdapat sebuah definisi umum yang menggambarkan kekhasan psikologi Islami, yaitu ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia, yang berisi filsafat, teori, metodologi dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam, akal, indra, dan intuisi. Dan tulisan berikut ini akan mewacanakan postur dari Psikologi Islami dan konsekuensinya bagi gagasan kependidikan Islam.
PENDIDIKAN ISLAM; TRADISI DAN MODERNISASI DI TENGAH TANTANGAN MILENIUM III Alidrus, Ali Jadid
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam dalam menghadapi millinium ke III atau abad 21 harus segera berbenah, tidak lagi hanya membangga-banggakan sejarah keemasan masa lalu, namun juga menpersiapkan (merencanakan) kehidupan di masa sekaranag untuk memperoleh harapan (masa depan) yang lebih baik. Hal ini bisa terjadi dengan memodernisasikan lembaga-lembaga pendidikan, serta mengintregrasikan keilmuan (Islamisasi keilmuan) serta meninggalkan dikotomi keilmuan yang selama ini mengganggu umat Islam. Modernisasi dilakukan untuk memiliki daya saing yang didasari dengan budaya mutu berbasis komitmen kerja yang diilhami oleh nilai-nilai islami.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BIDANG STUDI PAI DI KELAS VIII SMPN 1 LABUAPI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Aziz, Abdul
EL-HIKMAH Vol 6, No 1 (2012): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi tidak hanya membawa perubahan positif bagi peradaban manusia, tapi lebih dari itu telah mengacaukan kemanusiaan manusia sehingga gesekan demi gesekan yang bernuansa negatif tak dapat dihindarkan. Potret kemanusiaan yang demikian telah menyadarkan para pemerhati pendidikan untuk menerapkan kembali pendidikan karakter untuk menyemai aspek-aspek rasa, simpati, dan empati bagi peserta didik. Dalam Undang-undang Pendidikan No. 14 Tahun 2005 misalnya, lembaga pendidikan diberikan amanat untuk mengembangkan serta mewujudkan kompetensi anak didik bukan dalam pencapaian prestasi kognitif saja, tapi lebih luas yaitu pendidikan dan pembelajaran pada semua mata pelajaran khususnya PAI agar anak didik mempunyai karakter berkepribadian luhur. Mata pelajaran PAI merupakan pelajaran yang erat kaitanya dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana; pertama, penerapan Pendidikan Karakter Pada Bidang Studi PAI di Kelas VIII SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2012/2013; kedua, kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pendidikan berkarakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013; dan ketiga, upaya-upaya yang dilakukan guru terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter di kelas VIII SMPN 1 Labuapi pada bidang studi PAI Tahun Pelajaran 2012/2013.

Page 1 of 2 | Total Record : 12