cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
KONTEKS TUGAS DAN EKSPEKTASI KINERJA KONSELOR PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HISTORIS-YURIDIS-NORMATIF Awwad, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor di seting pendidikan sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan, sesuai dengan apa yang diamanatkan UU Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat 6 tentang sistem pendidikan nasional. Diskursus bimbingan dan konseling di Indonesia mulai berkembang pada tahun 1960-an. Perkembangan tersebut berawal dari seting pendidikan, kemudian meluas pada lembaga-lembaga sosial dan organisasi swasta. Hal ini menjadi perbedaaan mendasar jika dibandingkan dengan sejarah kemunculan bimbingan dan konseling di Amerika. Pertumbuhan bimbingan dan konseling diAmerika berawal dari usaha Frank Parson dalam memfasilitasi pemuda Amerika untuk menggali potensi dan menyediakan layanan informasi vokasional (karir) yang berkembang akibat dari revolusi industri. Keberhasilan kinerja Frank Parson kemudian mengilhami pemerintah Amerika untuk memasukkan layananbimbingan dan konseling ke dalam seting pendidikan. Jesse B. Davis adalah pelopor yang mengembangkan layanan bimbingan dan konseling ke ranah pendidikan. Dalam konteks Indonesia peran penting konselor dalam mensuport perkembangan, prestasi peserta didik, dan mempersiapkan kesuksesan dibidang karir, hal ini terbukti dengan semakin meluasnya peran konselor dalam dunia pendidikan. Misalnya, kurikulum 2013 yang mengamanatkan program peminatan yang harus diampu oleh konselor. Selain itu, lembaga-lembaga dinas sosial, dan organisasi swasta juga memberikan kepercayaan kepada konseloruntuk dapat memberikan pelayanan. Terbukti secara mendadak kebutuhan konselor semakin meningkat tidak hanya pada seting pendidikan, akan tetapi di tempat-tempat rehabilitasi dan lembaga-lembaga lainnya. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud seperti konselor pendidikan, konselor anak usia dini, konselor krisis, dan konselor lansia.
MENGENAL GANGGUAN KEPRIBADIAN SERTA PENANGANANNYA Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian sering disamakan dan digunakan secara bergantian dengan istilah watak atau karakter dan tempramen, padahal masing-masing istilah tersebut berbeda. Watak adalah aspek sosial dari kepribadian manusia, sedangkan tempramen adalah aspek badaniah dari kepribadian. Gangguan yang dimaksuddalam konteks ini adalah gangguan sebagai bagian dari tingkah laku psikopisis seseorang yang dinamis dan dibentuk oleh proses perkembangan jiwa, jasmani, dan kehidupan sosialnya. Tulisan ini menemukan bahwa ada tiga aspek gangguan kepribadian: Pertama, gangguan pola kepribadian. Kedua, gangguan sifat kepribadian. Ketiga, gangguan kepribadian sosiopatik. Adapun terapi atau penanganannya: Pertama, terapi psikofarmaka ditujukan pada kecemasan dengan obat-obat anti cemas (ansiolitik). Kedua, psikoterapi (termasuk terapi keagamaan) ditujukan pada gangguan kecemasan dan kepribadian. Ketiga,terapi sosial ditujukan kepada permasalahan pekerjaan dan pemulihan kemampuan penyesuaian diri re-adaptasi dalam fungsi kehidupannya.
BIMBINGAN DAN KONSELING DI sEKOLaH DASAR [Suatu Pendekatan Imajinatif] Maliki, Maliki
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknyaberbagai disiplin ilmu yang hadir dalam dunia pendidikan saat ini, maka sebanyak itu pula tantangan yang harus dihadapi oleh para guru. Oleh karenanya, para guru di tuntut untuk selalu kreatif dan imajinatif dalam menghadapi berbagai macam persoalan dalam dunia pendidikan, terlebih dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling. Secara garis besar,pemerintah telah memberikan acuan dasar padaUU Nomor 28 Tahun 1990 untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD.Sebagai kelanjutan danpenyempurnaan UU tersebut termanifestasi dalam kurikulum1975 Buku IIIC dan pedoman pelaksanaan bimbingan di SD Tahun 1987. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan bimbingan di SD pada kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan pada sekolah menengah, baik SLTP maupun SMU, terutama yang berkaitan dengan fungsi guru sebagai pembimbing.Dalam tulisan inipenulis akan membahas bagaimana proses pemberian layanan bimbingan dan konseling khususnya di Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan suatu pendekatan yang masih jarang dicoba oleh para guru pada umumnya. Adapun pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan imajinatif.Pendekatan imanjinatif yang penulis maksudkan dalam konteks ini adalah pemberian layananbimbingan dan konseling di SD sebagai cara untuk menggali potensi dan mencoba menggembangakan, membangkitkan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik.Menurut peneliti pendekatan tersebut dapat memberikan layanan bagi peserta didik untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhannya agar selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
PENDIDIKAN KOGNITIF BERBASIS KARAKTER Zulkarnain, Zulkarnain
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kognitif berbasis karakter dapat dipandang sebagai penilaian yang tertua di dalam sejarah pendidikan. Penilaian ini sangat menitik beratkan pada pengukuran proses evaluasi pendidikan. Pengukuran tidak dapat dilepaskan dari pengertian kuantitas atau jumlah. Jumlah ini akan menentukan besarnya(magnitude) objek, orang ataupun peristiwa-peristiwa yang dilukiskan dalam unit-unit ukuran tertentu. Dalam bidang pendidikan, penilaian yang bersifat pada pengembangan kognitif, ini telah diterapkan dalam proses evaluasi untuk melihat dan mengungkapkan perbedaan-perbedaan individual maupun kelompok dalam hal kemampuan, minat, sikap maupun kepribadian. Adapun pendidikan yang paling mendasar dalam kehidupan generasi bangsa adalah pendidikan karakter, karena dengan adanya kualitas sumber daya manusia yang berkarakter akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yangberkulaitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini, karena usia dini merupakan masa penentuan bagi pembentukan karakter seseorang. Oleh karena itu, kesuksesan orang tua dalam membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupansosial di masa dewasanya.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN SOSIAL PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PUSPAKARMA MATARAM Khaldun, Rendra; Fikri, Saiful Imam
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Unit Pelaksanaan Tehnis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Bidang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia berupa pemberiaan penampungan, jaminan hidup seperti makan, pakaian, pelayanan kesehatan, pengisian waktu luang termasuk rekriasi, bimbingan sosial serta mental, sehingga mereka dapat menikmati hari tuanya dengan diliputi ketenteraman lahir dan batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram serta hambatan dalam implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang dimana hasil dari penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif dan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram adalah 1) mengadakan kunjungan ke masing-masing wisma, 2) mengadakan bimbingan melalui shalat berjamaah lima kali dalam sehari semalam. Sedangkan hambatan yang dirasakan oleh panti dan pembina adalah terjadinya penurunan kondisi fisiklansia, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan lansia dalam memahami materi yang disampaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5