cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
JADAL DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN DAN KONSELING Himsonadi, Himsonadi; Darmawan, Rudi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-qur’an merupakan kitab Suci yang berisi kebenaran yang jelas dan terperinci yang menjangkau segala aspek kahidupan. Eksistensinya tidak akan pernah mengalami perubahan. AlQur’an merupakan pedoman normatif-teoritis bagi pelaksanaan pendidikan Islam yang memerlukan penafsiran lebih lanjut bagi operasional pendidikan Islam lebih lanjut. Isi Al-Qur’an mencakup seluruh dimensi manusia dan mampu menyentuh seluruh potensi manusia, baik itu dalam bidang bimbingan dan konseling yang diberikan kepada manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi di dalam kehidupan ini. Dalam membuktikan kebenarannya serta mematahkan argumen orang yang menantangnya, Al-Qur’an menggunakan apa yang disebut jadal. Dalam pemakaian bahasa Indonesia diartikan dengan debat. Debat merupaka sebuah dialog, diskusi, dan tanya jawab dalam memecahkan permasalahan, metode debat dapat digunakan dalam dunia pendidikan khusunya pendidikkan Islam dan bimbingan konseling khususnya dalam penerapan konseling. Jadal adalah saling bertukar pikiran atau pendapat dengan jalan masing-masing berusaha berargumen dalam rangka untuk memenangkan pikiran atau pendapatnya dalam suatu perdebatan. Berbagai batasan pengertian tentang Jadal dirumuskan para ulama’ namun pada dasarnya mengacu pada perdebatan serta usaha menunjukkan kebenaran atau membela kebenaran yang ditujunya dengan berbagai macam argumentasi.
PENYESUAIAN SOSIAL ANAK PENYANDANG TUNANETRA (STUDI KASUS MAHASISWI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Hadi, Syamsul; Hidayati, Yayuk
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sosial penyandang tuna netra dengan lingkungan dan melihat penerapan dari kategori penyesuaian sosial menurut Hurlock pada anak penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian terdiri dari dua orang penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hubungan sosial penyandang tunanetra dengan lingkungan kurang baik, terutama pada aitem kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan sebagai penyandang tunanetra. Teori Hurlock tantang penyesuaian sosial tidak secara keseluruhan aitem yang menjadi kebutuhan bagi anak penyandang tunanetra karena setiap individu memiliki aitem dalam penyesuaian sosial yang lebih diprioritaskan dibandingkan dengan aitem penyesuaian sosial yang lainnya
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PELAKU BULLYING SISWA KELAS IX DI SMPN 2 PRAYA TIMUR Ahmad Salman, Ahmad Salman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena melihat banyak anak yang sering melakukan tindakan kekerasan atau bullying kepada teman-teman sekolahnya di SMPN 2 Praya Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lingkungan keluarga berpengaruh terhadap pelaku bullying siswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengambil SMPN 2 Praya Timur sebagai latar penelitian. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 53 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, dokumentasi dan Penyebaran Angket. Analisis data yang dgunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dengan program SPSS 22. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui nilai sebesar 0,301 sedangkan batas angka penerimaan hipotesis Ho pada taraf signifikansi 10% dengan N=53 pada tabel product moment adalah sebesar 0,279. Kenyataan ini menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel product moment atau 0,301 > 0,279 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.artinya bahwa ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap pelaku bullyingsiswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur. Dengan demikian dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “Ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap pelaku bullying siswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur” dapat diterima.
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM PSIKOANALISIS BERBASIS ISLAM UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MORAL PADA REMAJA Nisa’, Auliyatun
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam untuk mengurangi kecemasan moral pada remaja. Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam ini lahir sebagai wujud modifikasi dari pendekatan Psikoanalisis Sigmund Frued. Konsep yang dimaksud adalah konsep tentang struktur kepribadian manusia, yang mencangkup pada Id, Ego dan Superego dan konsep Unconscious.Praktek terapi psikoanalisis yang dilakukan adalah teknik untuk membuka alam ketidaksadaran, meliputi Asosiasi Bebas (Free Association), Analisis Kepribadian (Analysis of Histories), Analisis Resistensi (Analysis of Resistance), Analisis Tranferensi (Analysis of Tranference) dan Interpretasi (Interpretation).Konsep Islam yang ditambahkan dalam bimbingan dan konseling psikoanalisis ini adalah konsep tentang Fitrah manusia. Yakni kesadaran bahwa potensi dasar manusia adalah makhluk beragama. Sebagai makhluk yang beragama dan mengakui tentang Allah SWT, individu dituntut untuk menjadi makhluk yang selalu mengingat bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT. Selain itu, konsep fitrah juga akan menggiring individu untuk lebih optomis dalam mengembangkan kemampuan dasarnya dengan rasa tanggung jawab dan niat ibadah kepada Allah SWT.Praktik bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam menggunakan metode small grup dengan bimbingan kelompok dan konseling individu. Bimbingan kelompok diberikan di awal proses dengan metode Mirror, yaitu metode yang menggali pemahaman diri dengan beberapa perspektif. Metode tersebut dihadirkan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan yaitu 1) dari mana aku berasal ? 2) mengapa aku dilahirkan dan 3) siapa aku. Pertanyaan ketiga adalah kesimpulan bahwa individu tersebut adalah makhluk Allah denga fitrah Tauhidnya. Tujuan dari bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran tentang fitrah dirinya. Dan akan mengembalikan beberapa kenangan atau pengetahuan yang selama ini terpendam dalam alam bawah sadar. Manusia yang sehat menurut bimbingan dan konseling ini adalah manusia yang mampu untuk menyelesaikan masalahnya dan mampu mengembangkan potensinya dengan kreatif sesuai dengan ajaran dan norma-norma agama.
MOTIVASI BELAJAR SISWA VERSUS KEBUTUHAN BERTINGKAT ORANG TUA “STUDI KASUS DI SDN 1 JEMBATAN KEMBAR TIMUR” Fathuryadi, Fathuryadi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya globalisasi dalam segala aspek kehidupan berdampak pada rapuhnya garis pembatas antara desa dan kota. Hal demikian terlihat dari aspek pendidikan yang hadir di desa-desa menyebabkan akses pendidikan mudah diraih semua kalangan. Di samping itu juga, hadirnya pendidikan di tengah masyarakat pedesaan menjadi pekerjaan rumah yang masih belum dapat terselesaikan hingga hari ini. Hal demikian tentu karena dukungan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka masih setengah hati. Ketidak fahaman orang tua terhadap pendidikan bagi anak-anak akhirnya para orang tua melepas anak-anak mereka di sekolah hanya sekedarnya saja. Aktivitas mereka tersita dengan hanya bergelut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mencari uang untuk makan satu hari disebabkan oleh kebutuhan yang semakin tinggi, belum lagi orang tua yang tidak punya pekerjaan menjadi soal tersendiri. Oleh karenanya, dalam kajian psikologi, kita akan menemukan motivasi manusia untuk bertindak yang disasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan akan pemenuhannya, inilah yang disebut dengan kebutuhan bertingkat. Abraham Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi lima kebutuhan secara hirarkis. Pertama, kebutuhan dasar fisiologis. Kedua, kebutuhan rasa aman. Ketiga kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki. Keempat, kebutuhan rasa harga diri. Kelima, kebutuhan akan aktualisasi diri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5